
~Disarankan sebelum baca chapter 151, segera baca novel Yuusuatouri: A New Life being a Legend sampai tamat~
~Terima Kasih~
~Yuusuatouri: The Intermediate of a Legend~
~Vol 2 - Now Starting~
Beberapa planet meledak dan mengeluarkan suara yang bergema ke seluruh planet yang dekat dengan ledakan tersebut. Kehancuran yang disebabkan oleh dewi segala-nya sendiri tidak mampu menarik perhatian para mortal, semua perlahan-lahan hancur karena kekuatan dewi tersebut yang segalanya.
Dengan hanya satu hantaman semua planet itu hancur menjadi debu, dewi segalanya itu adalah seorang perempuan berambut silver dan mata yang berwarna biru tua. Pakaian yang ia gunakan juga terlihat seperti pakaian yang cukup terbuka.
"Ini 'kah...? Dimensi yang dikatakan asli...? Touri yang asli."
Perempuan berambut silver itu adalah Komi Ghifari atau Korrina yang berasal dari dimensi palsu, Komi adalah nama samaran-nya agar ia tidak disamakan dengan Korrina yang tinggal di dimensi asli.
Komi melihat sebuah kamera yang melayang di sekitar diri-nya, ia segara menariknya dan menggenggam-nya erat. Lensa dari kamera itu mulai memfokuskan gambar Komi.
"Pengintai ya..."
Kedua mata Komi mulai bersinar untuk bisa masuk ke dalam sistem itu, ia sekarang bisa tahu siapa yang menggunakan kamera tersebut.
***
"Tech, apakah kau menemukan sesuatu yang belum aku ketahui...?"
Perintah Korrina yang sedang membaca buku tentang sejarah dari Touri, ia memegang buku itu di tangan kanannya dan tangan kirinya ia gunakan untuk mengetik di keyboard karena dia sedang mencari informasi atau pengetahuan yang belum pernah ia ketahui.
"Sepertinya masih terdapat sebuah dimensi yang belum pernah kamu ketahui, Korrina."
Korrina langsung menutup bukunya dan menepatinya di atas meja, ia mulai menatap ke depan dimana Tech menunjukkan sebuah gambaran hologram dimana gambar itu menunjukkan sebuah portal yang terlihat seperti black hole.
"Coba perbesar dan perjelas apa yang kau temukan dan dapatkan, Tech."
Tech mulai mendeteksi keberadaan seseorang yang berada tidak jauh darinya.
"Seperti ada sese---"
ZBASSSSHHHHH!!!!
Kamera pengintai Korrina langsung mendadak error dan hologram yang ada di depannya mulai menunjukkan gambar yang kurang jelas dimana perlahan-lahan tubuh seorang gadis yang ideal perlahan-lahan muncul dan itu membuat Korrina mengerutkan kedua alisnya, "A...paaa..?" Korrina mulai mendekati hologram-nya.
"Tech, perbaiki."
Suruh Korrina dan Tech tidak menjawab, teknologi dan sistem yang ada di lab Korrina mulai mati sampai tidak berfungsi bahkan lampu yang menerangi ruangan itu padam.
__ADS_1
"Tech! Tech! Apakah kau mendengar suaraku?"
Korrina mulai merasa panik bahkan ia mencoba untuk memanggil Tech beberapa kali, tetapi tidak ada balasan apapun dari Tech, keheningan mulai muncul dan itu membuat Korrina merasa gugup serta ketakutan bahkan jantungnya berdetak cukup cepat.
"... ..."
Korrina membakar lengan kanan-nya menggunakan api sacred-nya untuk menerangi ruangan yang gelap itu, ia menatap hologram yang mulai kembali menyala dan menunjukkan cahaya biru
"Tech...?" Panggil Korrina untuk berjaga-jaga.
Gambar dari layak itu mulai menunjukkan semut lari dan setelah itu sesosok gadis berambut silver mulai terlihat di layar tersebut.
"Sungguh menyedihkan."
Beberapa speaker mulai mengeluarkan nada lembut dari seorang gadis, Korrina mulai berpikir bahwa kamera yang ia gunakan untuk mencari sesuatu yang baru di semesta Touri telah diambil oleh seseorang atau bahkan di [Hack].
"Siapa dirimu...? Jika kau berani maka aku ingin melihat dirimu dengan jelas! " Suruh Korrina.
Hologram itu sekarang mulai menunjukkan seorang gadis yang memiliki tampang persis seperti Korrina, ya... Dia adalah Komi, Korrina yang berasal dari dimensi palsu dan dia berhasil datang ke dimensi asli Touri.
"Aku adalah dirimu..." Jawab Komi.
"Dirimu yang jauh lebih kuat..."
"Tidak mungkin...?! D-Diriku...!?"
"Bagaimana bisa...? Ini tidak berlogika... Tidak mungkin...! Kau pasti hanya sekedar ilusi yang diciptakan oleh Sabrina atau Katrina!"
Korrina mencoba untuk tidak mempercayai apa yang ia lihat, Komi hanya tersenyum sinis dan mengeluarkan tawaan yang mengejak karena ia benar-benar tidak mengetahui tentang dimensi palsu itu.
"Hahaha, jadi inikah dimensi asli sang Korrina Comi...? Cantik dan imut sepertinya, tetapi apakah kekuatan-nya sama dengan diriku...? Pffft... Tentu saja tidak."
Komi mulai meremehkan Korrina sampai ia sulit untuk mempercayai apa yang ia katakan, sepertinya masih ada langit di atas langit yang ia pikirkan saat ini. Mungkin saja semua ini salah Rxeonal atau Shinku yang pernah membelah dimensi iblis dan dimensi Crimson.
"Apakah mereka berdua penyebab kelahiran dari Korrina yang palsu ini...?"
"Tentu saja tidak, bodoh!"
Korrina menutup mulut-nya karena Komi baru saja mengetahui apa yang Korrina ungkap-kan, mungkin saja Korrina tanpa sengaja berbicara cukup pelan, tetapi Komi bisa mendengarnya dengan mudah. Keputusan Korrina mulai sulit, apakah dia harus melanjutkan pembicaraan atau kabur saja agar ia tidak mendapatkan masalah dari Komi.
Menyadari sesuatu yang mustahil untuk kabur dari Komi karena keberadaan-nya cukup terasa oleh Korrina sendiri, keberadaan yang bahkan lebih besar dari Shinku dan dewa-dewi yang pernah ia temui. Komi hanya diam dan tidak berbicara apapun sebelum Korrina mengajukan beberapa pertanyaan.
"Apakah kau mendengarkan apa yang aku bicarakan...?"
"Tidak... Aku adalah Korrina Comi yang berasal dari dimensi palsu, aku adalah segalanya di dimensi tersebut. Aku bisa melakukan apapun yang aku mau termasuk membaca pikiran-mu."
__ADS_1
"Tidak mungkin?! Walaupun kau hanya menatap lensa kamera itu, kau bisa melihatku dan membaca apa yang aku ungkap-kan!?"
Korrina menelan ludah-nya dan ia tidak memiliki reaksi apapun, sepertinya kehidupan-nya semakin rumit dan sulit setelah selesai menyelesaikan masalah dari Shinku dan Rxeonal. Tetapi masalah yang ia alami saat ini cukup sulit karena ia harus berurusan dengan dirinya yang berasal dari dimensi palsu.
"... ...!"
Korrina mengepalkan kedua tinju-nya dan ia segara melarikan diri dari lab tersebut untuk melaporkan kepada yang lain-nya.
"Mau pergi kemana...?"
Korrina menabrak sebuah barrier yang terletak di bagian pintu jalan keluar-nya, barrier itu sangat keras bahkan Korrina tidak bisa menghancurkan-nya. Ia mengalihkan pandangan-nya ke belakang dimana ia melihat Komi yang sedang berdiri di depannya.
"Ahh---"
Komi langsung memegang kedua pipi Korrina dan tersenyum sinis karena ia merasa tertarik melihat sesosok dirinya yang berasal dari dimensi asli, penampilan yang sama persis, tetapi ia tidak merasakan keberadaan seorang Succubus atau aura-aura yang mesum seperti dirinya ini.
"Menarik... Kau ini sangatlah cantik... pintar... imut... polos juga termasuk ya. Apakah Korrina Comi dari dimensi asli ini seharusnya seperti ini...? Tidak mungkin 'kan?! Hahaha."
Korrina mengarahkan berapa tendangan ke arah perut Komi, tetapi ia tidak mampu membuatnya merasa sakit melainkan ia hanya bisa tersenyum puas karena kekuatannya itu jauh lebih lemah dari dirinya. Korrina membulatkan kedua mata-nya karena apa yang ia harapkan benar sekali.
"Apa itu...? Apakah kau mencoba untuk menyentuhku...?"
Korrina segera menggunakan ilusi dimana ia langsung berubah menjadi aura, Komi merasa lebih tertarik dari sebelumnya karena dirinya yang berasal dari dimensi asli mampu menggunakan ilusi cukup mahir juga.
"Hehhhh~ Tidak buruk, ternyata kau memiliki sihir Sacred dan sihir ilusi juga ya." Komi mengalihkan pandangan-nya ke belakang.
Selama ini yang membuat Korrina merasa ketakutan adalah Komi yang bisa saja membunuhnya tanpa sebuah pergerakan aba-aba, ia terus berwaspada untuk menggunakan sihir waktu dan ilusi agar ia bisa menyelamatkan dirinya dari salah satu serangan Komi.
Tentu saja Komi bisa mengetahui apa yang Korrina lakukan berkat penglihatan masa depan-nya untuk beberapa saat, ia hanya akan bermain dengan alur yang dijalankan oleh Korrina. Cara mudah untuk Korrina menyelesaikan masalah-nya bersama Komi adalah pasrah atau memohon agar bantuan datang tanpa sengaja.
"Final---"
Komi melesat ke depan dan menghancurkan kepala Korrina sampai meledak.
"Tadi itu hampir saja."
Korrina yang asli muncul di belakang Komi karena kepala yang di hantam oleh Komi hanyalah sekedar ilusi.
"Hahaha, kau memanglah menarik, tetapi serangan selanjutnya pasti akan langsung menghabisi diri-mu."
Komi menunjuk Korrina menggunakan jari telunjuk-nya dan memberi Korrina sedikit semangat untuk bisa melawan sesosok dirinya yang jauh lebih kuat, apalagi dia itu adalah seorang dewi segalanya dimana ia ingin sekali melawan seorang dewa atau dewi yang belum pernah ia ketahui.
"Jika kau menantang-ku maka aku menerimanya, lagipula kau hanya mengandalkan kekuatan dan ego besar-mu itu, otot otak."
"Hooo... Kita sama-sama sombong, aku suka itu."
__ADS_1
"Aku akan menunjukkan-mu sesuatu tentang Korrina Comi dari dimensi ini dipenuhi dengan strategi dan kecerdasan tinggi!" Kedua mata mereka sama-sama terbakar dengan api sacred.