
Elvis sedang menatap beberapa hologram yang menunjukan lokasi para Saint Heroes itu berada. Hologram-hologram itu menunjukkan wajah para Saint Heroes itu juga, Shira mulai menatap hologram itu dan melihat empat belas Saint Heroes, "Masih tersisa empat belas lagi sebelum organisasi Seraph mendapatkan Weapon of Ancient Heroes..." Elvis mulai mengambil dua hologram yang menunjukkan informasi tentang Saint Claw dan Saint Shield.
"Irubari Visune... Seorang Saint Claw yang tinggal di planet Ferugero... Dia tidak sendiri melainkan dia sedang bersama Kageni Haziro, dia adalah Saint Shield... Itu artinya aku akan membawa mereka dan coba untuk melihat kondisi mereka." Ucap Elvis hingga hologram itu mulai membentu menjadi kartu, jadi hologram itu seperti air yang di beku-kan.
Elvis memasukkan kedua kartu itu ke dalam saku celananya, "Aku ikut denganmu, Elvis." Ucap Naoki, Shira melirik ke arah Naoki, "Kau tidak mau ikut denganku?" Tanya Shira.
"Elvis membutuhkan seorang petarung di sisi-nya, kau lebih baik ikut bersama Eclipse saja." Ucap Naoki, Haruki melihat beberapa Saint Heroes yang menariknya dan Corni mulai menatap wajahnya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat mencurigakan, "Apakah mereka kakak-kakakmu...?" Tanya Corni selagi menunjuk keenam Saint yang ada di hologram itu. Saint Sword, Saint Bow, Saint Katana, Saint Greatsword, Saint Crossbow, dan Saint Spear.
Haruki mengangguk, "Ya."
"Kenapa kau berpisah dengan mereka?" Tanya Corni selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Entahlah... Bukannya aku dibawa ke sini karena kau Corni, kau bilang bahwa Virra membutuhkanku untuk sesuatu hal." Ucap Haruki.
"Aku dan kakak-kakakku berpisah beberapa hari yang lalu, beberapa dari mereka mengatakan sesuatu kepadaku yaitu mereka akan pergi untuk melakukan beberapa misi yang penting." Haruki menyilangkan kedua lengannya, ia langsung mengambil enam hologram itu, "Aku akan mencari mereka semua sendirian. Aku bisa mengatasinya sendiri." Ucap Haruki.
"Shichiro Dias dan Shichiro Sasha sepertinya sedang berada di planet yang bernama Renmaku, Shichiro Dias adalah seorang Saint Sword dan Shichiro Sasha adalah Saint Bow."
"Sepertinya Shichiro Reimei seorang Saint Crossbow sedang berada di planet Udamagiru sendirian, Shichiro Nina seorang Saint Spear sedang berada di planet Legendakisu, planet itu dekat dengan planet Legendarius." Shira langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut karena tugas Haruki cukup berat sekali untuk satu orang dan bahkan Haruki memiliki kakak yang berjumlah banyak juga.
"Dan yang terakhir Shichiro Kotone seorang Saint Greatsword dan Shichiro Suzuka seorang Saint Katana, ia berada di planet paling ujung yang bernama Zigarae. Sip, sepertinya aku harus mengumpulkan mereka semua dengan cepat sebelum organisasi Seraph datang bukan?" Tanya Haruki kepada Virra, Virra mengangguk lalu ia mulai menatap wajah Haruki dengan tatapan yang terlihat serius, "Apakah kau yakin, Haruki...? Apakah kau sanggup pergi sendirian...?"
"Tenang saja, mereka ini kakak-kakakku. Aku tahu mereka bisa melindungi diri mereka sendiri dari para Elf itu." Ucap Haruka, ia melihat Eclipse yang sedang mengejeknya diam-diam, setelah itu Eclipse langsung bersembunyi di belakang Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
Shira mengambil hologram yang menunjukkan informasi Saint Scythe dan Saint Whip, "Seperinya aku dan Eclipse akan mencari Shizukaze Shizen seorang Saint Scythe yang berada di planet Lemia dan Regiara Socchi seorang Saint Whip, ia sekarang sedang berada di planet Milagia" Kedua hologram yang dipegang oleh Shira berubah menjadi kartu lalu ia memasukkan kedua kartu itu ke dalam saku celananya.
"Itu artinya aku akan mencari Saint Dagger dan Saint Hammer!" Virra mengangkat tangan kanannya kepada Corni dan Corni langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat jijik, "Siapa juga yang mau pergi denganmu, Virra...? Aku akan mencari Saint Scythe dan kau mencari Saint hammer, tidak perlu berdua---"
Virra langsung meraba-raba kedua dada Corni yang besar, "Muehehehe~ Oh ayolah, kakak~ Apakah kau bersikap dingin karena sikap kemaluanmu pindah ke kedua payudara besar ini...?!" Tanya Virra selagi meraba-raba dada Corni.
"Kyaahhh...!!!" Corni langsung berteriak suara lemah lebut, wajahnya mulai memerah hingga ia kembali bersikap malu, "A-Apa yang k-kau lakukan, Virra...!? H-H-Hentikan...!" Teriak Corni.
"Muehehehe~" Virra tertawa seperti seseorang yang sedang menikmati meraba-raba dada Corni, Shira menepuk jidatnya selagi melihat kakak dan adik ini, ia sudah berpikir bahwa anak dari keluarga Ghifari benar-benar aneh, Shira menatap Naoki lalu ia melihat kedua hidungnya berdarah, "Astaga..."
Shira menatap Elvis yang terlihat tidak memperdulikannya, ia kembali menekan-nekan tombol itu, sepertinya Elvis sedang mencoba untuk mencari informasi lebih tentang Seraph, Shira melirik ke arah Haruki dimana ia melihatnya sedang menatap Virra dan Corni dengan tatapan yang terlihat biasa, "Anak itu kuat iman juga."
Shira melirik ke kanan dimana ia melihat Eclipse sedang fokus menatap Virra meraba-raba payudaranya, "Hmm...?" Eclipse mulai menatap payudaranya yang berukuran lebih besar dari Corni, "Hmmm..." Eclipse mulai meraba-raba dadanya dengan ekspresi yang terlihat polos.
"Eclipse, jangan di sentuh-sentuh begitu." Shira mulai memegang kedua tangan Eclipse untuk menghentikannya meraba-raba dadanya sendiri, "Ehh...? Kenapa? Terasa lembut loh, Papa. Aku suka, papa coba nih." Eclipse langsung memegang tangan kanan Shira dan setelah itu Eclipse menepati telapak tangan Shira di kedua payudaranya.
Shira langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut karena kepolosan Eclipse yang membiarkan dirinya menyentuh kedua payudara Eclipse, "Coba papa raba-raba----"
"Tidak!!! Terima kasih!!!" Shira mengangkat kedua tangannya ke atas langit, Haruki melihat kejadian itu lalu ia mulai tersenyum selagi memegang dagunya, "Hoo~"
"Ehhh... Padahal empuk dan mulus tau..." Eclipse melirik ke arah Virra, Virra menatap Eclipse dengan ekspresi yang terlihat seperti seekor predator, ia melesat menuju arah Eclipse lalu ia mulai meraba-raba kedua payudara Eclipse, "Hihihi~ Kedua payudaramu terasa lebih empuk dari kakak!!!" Ucap Virra.
__ADS_1
"Hehehe~ Kak Virra, geli tau~" Eclipse mulai tertawa, "IMUTTT!!!" Teriak Naoki hingga kedua lubang hidungnya meluncurkan gelombang darah, Naoki langsung tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang pingsan, "Astaga...!" Shira menepuk-nepuk kepalanya.
"Kak Virra, sekarang gilaranku!" Eclipse berbalik arah menuju arah Virra lalu ia mulai meraba dada Virra yang rata itu, Eclipse yang tadinya memiliki ekspresi semangat langsung berubah menjadi ekspresi meremehkan, "Pffftt...! Kok rata...? Apa kak Virra menghalang dada kakak menggunakan sebuah papan kayu?" Tanya Eclipse hingga mampu membuat semua Legenda yang berada di ruangn itu tertawa terbahak-bahak.
"EHHHHH!?" Virra langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut, "Pffftt...!!!" Haruki mulai menahan tawaannya.
"HAHAHAHAHAHAHA!!!" Shira sedang tertawa terbahak-bahak di pojok ruangan, kedua mata Virra mulai berkaca-kaca karena mereka semua menertawai dadanya yang rata, "Uhhh...!!! Berisik...!!!"
Corni menepuk bahu kiri Virra, "Rata itu keadilan rumornya, tetapi dada yang besar itu terisi dengan harapan para pria adalah fakta!" Ucap Corni selagi menunjukkan ekspresi kerennya, "MASA BODOH!!!" Teriak Virra.
"Ugghh...! Sudah, sudah...! Idagaki Musei seorang Saint Hammer yang berada di planet Legendarius dan Nakamura Suho seorang Saint Dagger yang berada di planet Regirant." Virra mulai kembali serius, kedua hologram yang ia pegang langsung berubah menjadi kartu, "Ada dua belas Saint Heroes yang harus kita kumpulkan dan dua Saint Heroes yang harus kita lindungi." Ucap Virra.
"Kita harus bergerak lebih cepat dari organisasi Seraph sebelum mereka menyerang para Saint Heroes itu menggunakan Vile's Energy... Kita harus melindungi para Saint Heroes dan Weapon of Ancient Heroes-nya!"
"Aku masih bingung tentang Weapon of Ancient Heroes ini, sebenarnya senjata apa saja itu?" Tanya Shira.
"Weapon of Ancient Heroes ini adalah sebuah senjata yang sudah diciptakan pada zaman kuno sekali, seorang ras Elf menciptakan senjata-senjata ini demi menyegel makhluk hidup yang tinggal di Oath's Realm." Elvis mulai berbicara sekarang, Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Oath's Realm...? Jangan-jang makhluk ini lebih kuat dari Zoiru?"
"Lebih kuat dan lebih berbahaya. Makhluk hidup ini adalah monster yang berbentuk seperti naga dengan ukuran panjang yang hampir sama dengan tiga semesta, kepalanya sebesar satu planet Legendariua dan kedua matanya adalah partikel-partikel semesta ini... Makhluk hidup ini bernama Bamushigaru the Universe Eater, dia ini memiliki penampilan seperti naga dengan kekuatan seperti dewa Oath, bahkan dia memiliki otak yang melampui otak semua ras yang ada si Touri."
"Elf yang menciptakan Weapon of Ancient Heroes itu menyimpan semua senjatanya ke dalam Temple of Ancient Weapons, sebuah kuil dimana senjata-senjata Weapon of Ancient Heroes berada. Kakek moyang dan nenek moyang kita menemukan Weapon of Ancient Heroes itu hingga mereka di angkat menjadi pahlawan yang harus menjaga senjata yang mereka bahwa, mereka dulunya berjulukan sebagai Ancient Heroes."
"Para ancient heroes tahu bahwa senjata yang pegang itu tidak akan bisa hancur atau musnah, bahkan jika ada seseorang yang mencoba untuk mengangkat Weapon of Ancient Heroes tanpa sebuah julukan Ancient Heroes maka mereka akan terkutuk dengan api yang perlahan-lahan membakar mereka sampai habis."
"Para Ancient Heroes ini memiliki petunjuk bahwa Bamushigaru akan datang dan memakan semesta mereka dalam beberapa minggu, mereka menghabiskan waktu mereka dengan berlatih hingga beberapa minggu mulai terlewati dan muncullah Bamushigaru."
"Para Ancient Heroes itu berhasil mengalahkan Bamushigaru hingga mereka harus melindungi Weapon of Ancient Heroes dengan nyawa mereka, jika seseorang mencoba untuk memanggil kembali Bamushigaru maka mereka harus mengumpulkan Weapon of Ancient heroes di kuil itu dan membaca mantra yang terdengar seperti menyembah makhluk itu."
"Jika makhluk itu datang lagi maka takdir apa yang akan dimiliki semesta Touri...?" Tanya Elvis selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat menakutkan, "Apakah pemanggilan Bamushigaru membutuhkan pengorbanan?"
"Tidak... Tetapi untuk menyegel Bamushigaru baru... Seseorang harus berkorban demi menyegel makhluk berbahaya itu." Ucap Elvis, mereka semua langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Seraph pasti mengincar semua Weapon of Heroes itu demi memanggil Bamushigaru."
"Tapi jika mereka memanggilnya, bukannya semua itu sia-sia? Mereka juga akan terserang." Jawab Shira.
"Seseorang yang memanggil Bamushigaru tidak akan mati karena Bamushigaru akan menganggapnya sebagai tuan-nya." Jawab Elvis selagi mengambil beberapa tombol kecil.
Shira dan yang lainnya langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Itu artinya kita harus mencegah mereka memanggil Bamushigaru... Tujuan Seraph pasti menghancurkan ketiga semesta itu untuk memanggil Omni-Crystal, sebuah kristal permohonan yang mampu mengabulkan apapun... Kristal itu akan muncul jika seseorang membunuh atau mengorbankan banyak sekali nyawa. Satu semesta sudah memiki banyak nyawa loh."
"Apa yang akan mereka lakukan dengan Omni-Crystal itu?" Tanya Elvis.
"Menciptakan Yoseitouri/Luusuatouri, Ningentouri/Nuusuatouri, dan Kyuuketsukitouri/Muusuatouri kembali..." Jawab Corni.
"Ada semesta Touri dengan di awal huruf L, M, dan N sekarang?" Tanya Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan, "Ras di Touri itu banyak, Shira... Ras Elf, manusia, dan vampire punah karena kehendakkan Papa." Jawab Virra..
__ADS_1
Shira mulai memegang dagunya, setelah itu ia menatap Elvis yang sedang mengumpulkan beberapa tombol merah, "Elvis, kau ini memang tahu banyak tentang Saint ya...."
"Shira, apa yang kau harapkan dari Saint Researcher!" Jawab Virra selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Aku adalah Saint Researcher... Kekuatan Saintku adalah pengetahuan luas tentang Saint, jadi aku tahu segalanya tentang ras Saint Legenda." Jawab Elvis, ia mulai menghampiri mereka semua dan mulai memberi mereka sebuah tombol kotak yang dibelakangnya terdapat tombol biru sedangkan di atas tombol merah.
"Apa ini...?" Tanya Shira.
"Sebuah tombol yang mampu membuat kita melakukan teleportasi menuju tujuan kita." Ucap Elvis, mereka semua mulai membuat sebuah lingkaran, "Baiklah semua, kita harus mengumpulkan para Saint Heroes ini secepatnya sebelum Seraph mengambil Weapon of Ancient Heroes itu." Ucap Virra.
"Jangan ada basa-basi... Jangan bermain-main...! Kita harus menemukan mereka secepatnya...! Demi kedamaian dan keselamatan Touri!" Virra mengulurkan tangannya ke depan.
"Demi masa depan bagi Touri!" Ucap Shira dengan ia menepati tangan kanannya di atas tangan Virra, "Demi kebebasan ras untuk melakukan apapun yang membawa kedamaian...!" Ucap Naoki, ia menepati tangannya di atas tangah Shira.
"Demi revolusi dan evolusi baru bagi Saint." Ucap Elvis selagi menapati tangannya di atas tanah Naoki.
"Demi mencegah kehancuran besar!" Ucap Corni, ia menepati tangan kanannya di atas tangan Naoki, "Demi keadilan dan demi harapan para pria!" Tiba-tiba Eclipse mengambil kata-kata yang Corni ucapkan, ia menepati tangannya di atas tangan Corni.
"Baiklah semuanya, kita melakukan misi ini sekarang juga dengan menekan tombol merah untuk pergi dan tombol biru untuk kembali." Mereka semua mulai memegang tombol mereka lalu mereka meraba tombol merah itu, "Mari pergi bersama---"
ZWOOOSHHH!!!
Shira dan yang lain tiba-tiba melihat Eclipse yang sudah pergi duluan, ia menghilang layaknya seperti hologram yang dimatikan, "Dia ini kenapa sih...?" Tanya Virra.
"Dia ini polos---"
ZWOOOSHHH!!!
Haruki ikut menghilang juga karena ia menekan tombol merahnya, "Oi!!!! Kita pergi bersama-sama lah!!!" Teriak Virra, ia melirik ke arah Corni yang sedang memegang tombol itu, "Corni, jangan coba-coba---"
"Bam!" Corni menghantam tombol merah itu tepat di hidung Virra. *ZWOSH* Corni langsung menghilang, "Sudahlah, Virra! Jangan menghabiskan waktu?" Ucap Elvis, ia mulau menekan tombol Virra dan Naoki lalu setelah itu ia mulai menekan tombolnya sendiri.
ZWOOOSH!
"Hahhh... Aku berharap ini berjalan dengan lancar." Shira mulai menekan tombol merahnya.
***
Di markas rahasia Seraph, beberapa Elf mulai melapor kepada bos mereka, "Bos...!!! Bos...!!! Bos Geras!!!" Teriak Elf yang sedang menghampiri bos dari Seraph yang bernama Geras, "Ada apa?" Tanya Geras, ia melirik ke arah mereka.
"Sepertinya para Saint-Saint itu mulai bergerak dan mencoba untuk megumpulkan para Saint Heroes lainnya...!" Ucap elf itu.
"Tenanglah, Zernag... Kemenangan masih ada di kedua genggaman kita kok..."
"Ehh...?"
__ADS_1
"Kita dibantu oleh organisasi Ad Exitium, jadi tenang saja..." Ucap Geras hingga bos dari organisasi Ad Exitium mulai menampakkan dirinya dari belakang Geras, Zernag langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut, "B-Bos organisasi Ad Exitium..!? Vincent Smith!?"
"Hee..." Smith langsung menunjukkan senyuman yang terlihat licik.