
"Bertarunglah melawanku, Kur---"
BAAMMM!!!
"AGGHHH...!!!" Alvin langsung memegang kepalanya yang baru saja terhantam oleh tinju Korrina, tentu saja Korrina akan menghentikan suami-nya yang ceroboh dan kehausan dalam bertarung terus menerus tanpa henti. Dan jika Alvin bertarung melawan Kuro maka bisa saja ia kalah atau tubuhnya bisa saja hancur karena firasatnya mengatakan Alvin akan mengarahkan semuanya untuk melawan Kuro.
"Aww, ayolah!!! Hanya hari ini saja, biarkan aku bertarung melawan Kuro! Aku tidak akan pernah mengajaknya bertarung lagi, aku mohon!" Ucap Alvin. Korrina langsung menunjukkan ekspresi wajah yang terlihat sangat menakutkan, ia langsung sembunyi di belakang Rina. "Tolong aku, Rina!!!"
"Ya...!!! Teruslah bertarung sampai-sampai kau kehilangan nyawa, bodoh!!! Anak baru ini sebentar lagi akan lahir!!!" Ucap Korrina dengan ia berjalan menghampiri Alvin selagi menunjukkan wajah yang terlihat kesal. "Aku tidak akan membiarkanmu bertarung lagi, Alvin...!!! Sudah saatnya kau beristirahat... Kau sudah bilang bahwa kau akan pensiun...!!!"
"Ahahaha... Sudah, sudah, Mama tenanglah!" Rina tersenyum dan itu membuat Korrina tenang. Arata hanya bisa menyilangkan kedua lengannya selagi melirik ke arah lain, Fidya menatap Arata lalu ia mulai tersenyum. "Apakah kamu tidak mau menerima tantangan Dewa Alvin 'kah?" Tanya Fidya.
"Entahlah, sepertinya Kuro tidak tertarik bertarung melawannya, lagian juga apakah Dewi Korrina akan mengijinkannya untuk bertarung melawanku?" Tanya Arata, Shira ingin sekali bertarung melawan Arata tetapi firasatnya mengatakan bahwa ia belum siap untuk menghadapi seorang Saint yang bernama Shimatsu Arata. Arata menatap Shira lalu ia jalan menghampirinya. "Apakah kamu tertarik melakukan sedikit sparring bersamaku, Shiratori Shira?" Tanya Arata dengan ia menawarkan pertarungan sparring kepada Shira.
Shira langsung menunjukkan wajah yang terlihat terkejut, bahkan Alvin langsung menunjukkan wajah yang terlihat terkejut karena ia tidak menantang dirinya. Ia langsung menunjukkan wajah yang terlihat iri. "Ayolah, Korrina...! Hanya sebentar saja!!! Sebentar...! Sekecil ini!!!" Ucap Alvin selagi menunjukkan seekor semut dengan jari-nya.
"TIDAKK!!!" Teriak Korrina hingga mampu membuat Alvin terdorong ke belakang karena teriakkan-nya. Mortem menghela nafasnya lalu ia berjalan menghampiri Korrina. "Sudahlah Mama jangan marah-marah, Mama 'kan sedang mengandung adik kecil Mortem." Ucap Mortem selagi membawa Korrina pergi dari Alvin.
"Uhhh... Habis Papa-mu ini keras kepala tentang bertarung terus menerus." Ucap Korrina. Mortem mulai mengedipkan mata kanannya kepada Alvin dan itu membuatnya langsung terkejut. "Mortem...!" Alvin langsung tersenyum dengan sangat lebar karena Mortem membantu Alvin untuk bertarung melawan Arata sebentar.
"Ayo-ayo, mari kita pulang dan beristirahat, Mama! Biarkan Papa di urus oleh Rina." Ucap Mortem yang mencoba untuk membawa Korrina pulang, Korrina langsung menunjukkan wajah yang terlihat serius. "Hmmm... Mencurigakan..." Ucap Korrina.
"Kenapa harus curiga? Rina kan sama seperti Mama, ia tidak mau membiarkan Papa terluka karena bertarung melawan seseorang. Ayo, kita pulang!" Ucap Mortem, Korrina mengangguk lalu mereka berdua melesat ke atas langit meninggalkan Yuusuatouri menggunakan gelombang sacred milik Korrina.
Alvin mulai menatap Rina dan Rina terlihat senang. "Hmm~ Papa boleh kok~" Ucap Rina, Alvin langsung memeluk Rina erat. "TERIMA KASIH!!!" Teriak Alvin lalu ia mulai mencium pipinya beberapa kali, Shira melirik ke arah Alvin lalu ia menunjukkannya. "Ada tuh seseorang yang mengajakmu bertarung, aku menolak dulu karena aku masih belum siap untuk bertarung denganmu." Ucap Shira selagi terkekeh.
"Kalau begitu, aku sudah tidak punya waktu beristirahat. Terima kasih karena sudah menjawab tantanganku, Shiratori Shira." Ucap Arata selagi menundukkan kepalanya, Shira mengangguk dan ketika Alvin melihat itu ia langsung menunjukkan wajah yang terlihat terkejut. "WOI!!! Aku ingin bertarung denganmu, Arata!!!" Teriak Alvin dengan ia melesat menuju arah Arata lalu ia memegang kedua bahunya.
"JANGAN SENTUH AKU!!!" Ucap Arata dengan ia mundur beberapa langkah, Alvin langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut. "Ehh... Tenang dong." Ucap Alvin selagi menunjukkan wajah yang terlihat terkejut. "Sebenarnya kau ini siapa? Apakah aku mengenalmu?" Tanya Arata.
"Ohh, ayolah! Jangan bersikap dingin kepadaku seperti itu! Aku adalah mantan Omni-Touri yang bernama Alvin Ghifari, aku hanya ingin bertarung denganmu demi kepuasanku, Arata!!!" Ucap Alvin bersemangat, ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat tidak sabar untuk bertarung melawan Arata. "Aku hanya ingin bertarung melawan Kuro saja, mudah 'kan?"
"Aku dan Kuro menolak!" Jawab Arata hingga Alvin langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat kecewa. "Ehh!? Kenapa!?" Tanya Alvin, ia mulai memohon kepada Arat dengan berlutut kepadanya. "Setidaknya biarkan aku bertarung melawannya hanya sedikit saja...!" Alvin mulai menunjukkan ukuran dari semut menggunakan jarinya, Arata langsung berbalik arah. "Tidak mau, kau ini dewa seperti apa, hah?! Berlutut kepada seorang mortal..."
"Aku bukanlah dewa lagi lah, ayolah!!! Aku mohon bertarunglah denganku, Kuro!!!" Alvin terus memohon tanpa henti hingga Fidya mulai terkekeh, Alvin melirik ke Fidya lalu ia berlutut kepadanya dan memohon kepadanya. "Fidya, aku mohon!!! Biarkan aku bertarung melawan Kuro... Aku akan melakukan apapun!!! Aku janji!!!" Ucap Alvin hingga Fidya mulai menatap wajah Arata. Arata langsung menggelengkan kepalanya dan setelah itu ia tersenyum. "Tidak apa-apa 'kan? Setidaknya kamu bisa bertarung dengan seorang mortal yang sama kuatnya denganmu."
"Grrrghh..." Arata langsung merasa kesal melihat Alvin yang memohon kepada Fidya demi bisa bertarung melawan Kuro. "Baiklah, Kuro bertarunglah melawan Dewa Alvin." Ucap Fidya hingga Arata langsung berubah menjadi Kuro, Kuro mulai mengangguk. "Baiklah, Fidya... Aku akan menuruti perintahmu." Ucap Kuro.
Seketika Kuro muncul, ia mampu membuat Shira berkeringat karena kekuatan dan energi sihir yang tidak bisa ia rasakan dari Kuro. "H-Hebat... Ternyata benar... Aku tidak bisa merasakan kekuatan dan energi sihirnya..." Ucap Shira, ia langsung tersenyum dan termotivasi untuk terus berlatih hingga ia bisa menyetarai Arata dan Alvin. "YAHOOOO!!!" Teriak Alvin dengan nada yang bersemangat, ia langsung menghampiri Kuro.
"JANGAN MENAHAN DIRI!!!" Teriak Alvin. Kuro langsung mengusap wajahnya bekas air ludah Alvin. "Aku akan lakukan apa yang aku mau... Jangan mengatur diriku." Ucap Kuro.
"Baiklah...!!! AYO!!!" Alvin langsung menggunakan dimensi-nya yaitu Crimson World hingga mereka berdua sekarang berada di dimensi yang ia ciptakan. Kuro langsung mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya. "Aku siap jika kau siap." Ucap Kuro selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
"Hmph... Aku terbakar penuh dengan semangat...!!!" Alvin langsung mengepalkan kedua tinjunya hingga aura Crimson-nya langsung membesar seperti kompor yang baru di nyalakan. Otot-ototnya mulai berurat karena ia langsung mengerahkan semua kekuatan yang ia miliki untuk melawan Kuro agar dirinya bisa bertarung serius dengan kekuatan penuh melawan Arata. "GRAAAAAAAAAAAAAGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH...!!!" Teriak Alvin keras hingga ia mampu membuat dimensi itu bersinar merah dan bahkan daratan mulai bergetar tanpa henti hingga perlahan-lahan mulai retak. Alvin teriak selama beberapa menit karena ia mencoba untuk berubah menjadi wujud Perfected Limit Breaker X di wujud normalnya.
Alvin melepaskan dorongan dan tekanan besar di dimensi itu hingga membuat Kuro berkeringat, Kuro langsung menghalang dorongan itu menggunakan kedua tangannya tetapi ia mulai perlahan-lahan terdorong mundur karena dorongan yang Alvin ciptakan. Alvin masih berteriak keras hingga rambutnya perlahan-lahan berubah menjadi warna Crimson dan awan-awan yang berada di atas langit langsung hilang karena dorongan milik Alvin.
"Ternyata yang aku harapkan benar... Kau memanglah seorang Legenda yang memiliki jiwa legenda besar dalam bertarung, kau bisa mencapai level ini melalui kerja keras ya." Kuro tersenyum melihat mortal yang sama kuatnya dengannya, kemungkinan Alvin jauh lebih kuat darinya ketika berada di wujud itu. Di sisi lainnya, planet Legendarius mulai ikut bergetar karena Alvin yang mencoba untuk berubah menjadi wujud Perfected Limit Breaker X.
Shira langsung tersenyum. "Hahaha... Sudah yang aku harapkan dari Alvin." Ucapnya, ia bisa merasakan kekuatannya dari planet Legendarius. "AAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Alvin keras hingga listrik-listrik warna merah mulai mengelilinginya.
BAAAAMMMMMM!!!
Alvin berhasil berubah menjadi Perfected Limit Breaker X, ia mulai menatap Kuro selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius. "Kau seharusnya bangga bahwa kau adalah mortal yang menarik perhatianku hingga aku memaksa diriku untuk menggunakan wujud terkuatku ini..."
__ADS_1
"Aku menerima pujian itu maka aku akan bertarung denganmu serius..." Ucap Kuro hingga sebuah lingkaran sihir muncul tepat di belakang punggung Kuro dan depan ke tujuh pedang itu. Di lingkaran itu terdapat lambang-lambang dari ke tujuh dosa besar itu. Otot-otot dan aura Kuro mulai membesar sedikit hingga mampu menciptakan dorongan besar yang membuat Alvin terdorong ke belakang, api-api lahar mulai bermunculan di sekitar dimensi itu "Hebat... Musuh-musuhku dari masa lalu bisa saja terbantai habis oleh mortal satu ini sendirian..." Alvin tersenyum.
Alvin muncul tepat di atas Kuro lalu ia memukul wajahnya hingga pukulan itu tidak memberikan efek apapun. Alvin langsung menendang leher belakangnya hingga Kuro terdorong ke depan, Kuro langsung meluncurkan pedang Wrath ke arahnya lalu Alvin menghindari pedang itu. "JYAGGH!!!" Alvin menendang perut Kuro dan itu memberinya sedikit kesakitan bagi Kuro, Alvin tidak berhenti menyerangnya ia langsung menyerang punggung belakang Kuro menggunakan sikut kirinya lalu setelah itu ia berputar ia menendang kepalanya hingga ia terdorong ke depan.
Alvin berputar di atas langit lalu ia muncul di depan Kuro, Kuro melirik ke arahnya dan Alvin langsung menendang wajahnya, tetapi Kuro berhasil menahan tendangan itu menggunakan kedua jari dari tangan kanannya. Kuro menyerang balik dengan melesat menuju arah Alvin lalu ia memukul wajahnya dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang. Kuro muncul di depannya lalu ia mencoba untuk meluncurkan gelombang api tepat di depan wajahnya, tetapi Alvin langsung menunjuk Kuro dengan sihir Final Shine Attack-nya.
BAAAMMMM!!!
Alvin terpental ke belakang lalu ia melihat Kuro melesat menuju arahnya dan ia mulai menghantam dahi Alvin menggunakan dahi miliknya. *BAM!* Kedua dahi mereka langsung berdarah dan setelah itu Kuro menghantam perut Alvin dengan sangat dalam hingga Alvin memuntahkan darah banyak sekali. "Ugggh...!!!" Alvin menyerang balik dengan menghantam wajah Kuro hingga mereka berdua langsung terdorong ke belakang.
Kuro muncul tepat di depan Alvin lalu ia memukul perutnya dengan sangat dalam lalu ia menendang dagu Alvin, ia melanjutkan tendangan itu dengan menendang perutnya lagi. Kuro langsung memegang kedua lengannya dan setelah itu ia mulai menendang-nendang seluruh tubuh Alvin tanpa henti. "Grrrggghhh...!!!" Pedang Wrath yang berputar di belakang Kuro mulai melesat menuju arah kepala Alvin dan beruntungnya Alvin menghindari pedang itu dengan menggerakan kepalanya ke kanan, tetapi pipi kirinya terkena tebasan oleh pedang itu.
"CRIMSON BURST POWER!!!" Kedua lengan Alvin langsung mengeluarkan aura Crimson yang sangat menyengat hingga itu membuat Kuro melepaskan kedua lengannya, Alvin langsung memegang kepalanya dan ia mulai menedang kepalanya tanpa henti, setelah itu ia melempar Kuro ke atas dan ia juga bisa merasakan pedang Wrath yang melesat lagi menuju arahnya. Alvin melirik ke belakang lalu ia mencoba untuk mengambil pedang itu. "RASAKAN IN---" Seketika Alvin memegang gagangan pedang itu, ia langsung terjatuh karena pedang itu memiliki beban yang sangat berat sekali. "APA!?" Alvin langsung membulatkan kedua matanya.
Kuro muncul tepat di depan Alvin lalu ia mengayunkan Sword of Pride ke arah Alvin, tetapi Alvin langsung menghilang dan muncul tepat di belakangnya. pedang Pride dan Wrath langsung kembali berputar di belakang punggung Kuro. Mereka berdua mulai saling memukul satu sama lain tanpa henti, Kuro memukul seluruh tubuh Alvin menggunakan sikutnya. "URRGGH!!! UAGGHHH!!!" Teriak Alvin yang mulai merasakan kesakitan dari serangan sikut milik Kuro.
Alvin menyerang balik dengan menendang wajahnya, dimensi itu terus bergetar tiada henti dan tiada batasnya. Alvin mencoba untuk menendang perut Kuro, tetapi Kuro berhasil menghindarinya. Setelah itu Kuro menendang perut Alvin hingga ia langsung memuntahkan darah yang cukup banyak dari mulutnya. Alvin menyerang balik dengan memukul perutnya dengan sangat dalam, Kuro langsung memuntahkan darah juga melalui mulutnya.
Kuro menendang dagu Alvin lalu Alvin menghantam kepala Kuro menggunakan kedua tinjunya, Kuro menyerang balik dengan memukul wajahnya. Mereka berdua langsung mulai saling memukul satu sama lain tanpa henti. Mereka berdua dengan bersamaan mulai mengepalkan tinju kanan mereka, mereka langsung memukul wajahnya mereka dengan bersamaan.
BAAAMMM!!!
Di dimensi itu mulai retak karena tinju mereka yang teradu. Kedua tinju dan kaki meraka mulai saling teradu hingga Kuro melihat celah besar, ia menendang punggung Alvin lalu setelah itu Alvin menendang wajahnya. Kuro menyerang balik dengan memukul perutnya dalam sekali lalu Alvin menyerang balik dengan menghantam punggungnya menggunakan sikut kirinya. Kepala mereka langsung mulai di adukan hingga membuat daratan hancur dipenuhi lahar.
"GYAAAGHH!!!" Alvin langsung menendang wajah Kuro dengan sangat kencang hingga ia terpental ke depan dan memuntahkan banyak sekali darah. Alvin langsung tersenyum, Kuro melesat menuju arah Alvin dan ia mencoba untuk memukul dadanya, tetapi Alvin melompat ke atas lalu ia melesat kembali menuju arah Kuro. Alvin langsung menghantam kepala Kuro menggunakan kedua tinjunya hingga ia terpental menuju lahar api yang berada di bawah mereka berdua.
Kuro muncul tepat di belakang Alvin lalu ia menghantam punggung belakangnya, setelah itu ia menghantam kepalanya dan ia mengakhirinya dengan menendang wajah Alvin dari depan. Kuro melakukan frontflip ke depan lalu ia menendang puncak kepala Alvin hingga ia terpental menuju lahir api yang berada di bawahnya. Kuro muncul di dalam lahar itu lalu ia menendang punggung Alvin menggunakan kedua kakinya hingga ia terpental ke atas.
Kuro muncul di depan Alvin dan ia mencoba untuk memukul Alvin, tetapi Alvin langsung menghantam wajahnya menggunakan kedua tinjunya hingga Kuro terpental menuju api lahar. "HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHH...!!! GRAAAAAGGGHHHHHHHHH!!!" Teriak Alvin yang mencoba untuk menaikkan seluruh kekuatannya, ketika ia melakukan itu ia langsung berubah kembali menjadi wujud normalnya. "A-Apa!?" Alvin langsung menunjukkan wajah yang terlihat terkejut ketika itu terjadi.
Kuro langsung mengambil pedang Greed-nya. "GREED'S MAGIC RELEASE!!!" Kuro langsung meluncurkan semua sihir yang ada di dalam pedang itu, semua sihir itu melesat masuk ke dalam api lahir itu hingga membuat api lahar itu meluncurkan banyak sekali gelombang ke atas langit. Alvin menahan semua sihir itu menggunakan kedua lengannya. "HYAAAAAAGGGHHHH...!!! SEMUA INI BELUM BERAKHIR!!!" Teriak Alvin hingga ia memaksa seluruh tubuhnya untuk berubah menjadi Perfected Limit Breaker X kembali dengan memaksa seluruh tubuhnya.
Api-api lahar itu langsung meluncurkan gelombang besar ke atas, Alvin melesat menuju arah Kuro, mereka berdua langsung memukul satu sama lain tanpa henti hingga dimensi Alvin langsung hancur. *BAM!!!* Shira dan yang lainnya melihat mereka bertarung di atas langit. "H-Hebat... Pertarungan mereka mampu menghancurkan dimensi milik Papa...!" Ucap Rina.
Mereka berdua mulai saling memukul satu sama lain hingga di setiap pukulan mereka mengenai tepat sasaran yang mereka incar. Alvin memukul wajah Kuro hingga ia terpental ke atas langit lalu setelah itu ia muncul tepat di sebelah kanannya, ia menendang perut Kuro hingga terpental ke depan. Kuro melesat menuju arah Alvin lalu ia memukul perutnya beberapa kali lalu setelah itu ia menendang dagunya. Pergerakan mereka tidak bisa di lihat oleh mereka semua kecuali Mortem yang sudah tersenyum. "Jadi inikah pertarungan antara kedua mortal terkuat...?"
"Cepat sekali... Apakah kau bisa melihatnya, Shou?" Tanya Shin.
"Tidak bisa..."
Alvin dan Kuro sekarang sedang bertarung di luar angkasa. "Jika kau dan aku adalah mortal terkuat maka aku menerima itu!!!" Ucap Alvin dengan ia memukul wajah Kuro, Kuro langsung membalasnya dengan memukul seluruh tubuhnya tanpa henti. "TAPI MASIH ADA SATU MORTAL YANG BERADA DI PERINGKAT SATU..." Alvin menendang perut Kuro hingga terdorong mundur, Kuro menyerang balik dengan menghantam wajahnya lalu ia menghantam punggung Alvin menggunakan sikut kanannya. "...ADALAH AKU!!! ALVIN GHIFARI!!!" Teriak Alvin.
"Ya! Kau nomer satu...!!! Tapi apakah kau akan bertahan bertarung melawanku dengan wujud itu?!" Tanya Kuro dengan ia mulai memukul Alvin tanpa henti. Fidya melihat Kuro yang terlihat seperti bersemangat dalam bertarung. "Apakah dia tidak sadar bahwa ia menikmati pertarungan ini melawan Dewa Alvin...?" Tanya Fidya.
Alvin mulai menghilang dan muncul di sekitar Kuro, setelah itu Alvin muncul di bawah Kuro selagi mengisi sihir Final Shine Attack. "FINAL SHINE ATTAAAAAACK!!!" Teriak Alvin keras dengan ia meluncurkan Final Shine Attack itu menuju arah Kuro.
BAAAAAAAAAMMMMM!!!
Kuro tidak memiliki kesempatan untuk menghindar karena gelombang itu meluncur cukup cepat, ledakan itu besar sekali hingga mampu membuat planet Legendarius terdorong ke belakang. "Hah... hah... hah..." Alvin berubah menjadi wujud normal-nya kembali dan ia masih merasakan kekuatan Kuro yang berada tepat di atasnya. "Hah... hah... hah..." Kuro mulai merasa lelah juga tetapi ia masih memiliki tenaga dan energi sihir untuk melanjutkan pertarungannya melawan Alvin.
"Hehehe... Baiklah... Aku akan kerahkan tenaga terakhirku...!" Ucap Alvin.
"Final....!!!" Alvin mulai mengisi sihir Final Shine Attack lagi. Kuro mengangkat tangan kanannya. "Greed's Spirit!!!" Ucap Kuro dengan ia mulai mengumpulkan semua emosi keserakahan yang ada di Yuusuatouri lalu setelah itu semua emosi keserakahan itu terkumpul dan membentuk menjadi bola energi. "Shine...!!!"
Kuro melempar bola energi itu menuju arah Alvin. "ATTTACCCK...!!!" Teriak Alvin dengan ia meluncurkan Final Shine Attack menuju arah Kuro, bola energi itu langsung menyerap gelombang energi itu dan bola energi milik Kuro melesat menuju arah Alvin. "Ahh...!!!" Alvin langsung menahan bola energi itu menggunakan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
"U-Ugh... Gurgghh...!" Seluruh tenaga dan Lenergy Alvin perlahan-lahan terserap oleh bola energi itu, kedua lengan Alvin langsung terserap oleh bola energi milik Kuro. Kuro mendorong bola energi itu hingga kedua lengan Alvin benar-benar terserap oleh bola energi tersebut, Alvin mulai perlahan-lahan kehilangan seluruh tenaga dan Lenergy-nya. "AKU MASIH BELUM KALAH!!!"
Baju Alvin langsung terbakar habis karena bola energi itu. "Sudah... Berhentilah melawan dan hadapi batasanmu sebagai seorang mortal, Dewa Alvin!" Ucap Kuro yang baru saja memanggilnya dengan sebutan dewa, ia mulai perlahan-lahan menghormati jiwa Legenda Alvin yang terus melawannya tanpa menyerah sedikitpun. "TUTUP MULUTMU!!!" Teriak Alvin yang masih menahan bola energi itu, seluruh tubuh Alvin langsung masuk ke dalam bola energi itu.
"GRRRRRAAAAGGGHHH!!!" Teriak Alvin keras hingga ia memukul bola energi itu sampai hancur.
BAAAAAAAAAAMMMM!!!
Kuro menahan ledakan itu selagi terdorong ke belakang lalu ia melihat Alvin yang sedang berbaring di luar angkasa, ia bisa merasakan seluruh Lenergy dan tenaganya habis karena bola energi yang di kumpulkan melalui emosi keserakahan. "Hah... Hehehe... Oi, Kuro." Panggil Alvin.
"Ada apa?"
"Setidaknya kau lebih kuat dariku melalui wujud biasanya... Aku hanya bisa mengandalkan sihir dan perubahanku saja." Ucap Alvin yang mengakui kekalahannya melawannya dengan wujud biasa saja. "Aku tidak menerima peringkat satu, kaulah berhak mendapatkannya karena kau jauh lebih kuat dariku, wujud tidak ada kaitannya dengan sebuah pertarungan, Alvin."
"Kau ini mortal terkuat... Aku merasa bersemangat ketika mendengarnya dan ternyata bertarung melawanmu mampu membuatku puas. Hehehe..." Alvin langsung tersenyum.
"Urrghh... Tapi aku tidak suka mendengar seseorang yang mengatakan batasan kepadaku... Yang berhak membicarakan tentang batasanku hanyalah diriku sendiri..."
"Kalau kau terus bertarung demi kesenangan dan kepuasaan yang ada kau hanya akan meremehkan musuh dan membuatnya jauh lebih kuat lagi dari dirimu. Dan akhirnya kau kalah karena kau meremehkannya, bukannya hal yang seperti itu selalu terjadi padamu...? Aku menghormatimu, Dewa Alvin. Kau sepertinya berubah ketika pensiun, tapi akan lebih bagus jika kau mengandalkan jiwa Legenda dan kekuatanmu demi keselamatan terhadap apa yang kau anggap penting..." Ucap Kuro selagi menunjukkan senyuman di wajahnya.
Alvin terdiam sebentar ketika mendengar perkataannya. "Hehe..." Alvin langsung pisan dan terjatuh menuju planet Legendarius, Kuro muncul di bawah Alvin lalu ia menangkapnya dan mulai menghilang. *SWOOOSH!* Kuro muncul di balkon rumah Shira lalu ia menempati Alvin di atas lantai. "A-Ahh!? Papa kalah!?" Rina langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut ketika melihat Alvin pingsan.
"Dia menang kok, hanya saja wujudnya membuatnya kalah dalam memenangkan pertarungannya." Kuro berubah kembali menjadi Arata. Rina mulai menyembuhkan Alvin hingga kembali ke kondisi pulihnya, Alvin membuka kedua matanya lalu ia menatap Arata. "Terima kasih karena sudah membuat Kuro menikmati pertarungannya, Dewa Alvin. Dia benar-benar menikmatinya." Ucap Arata.
"Hmm... Sama-sama... Seharusnya aku yang harus berterima kasih." Alvin memeluk Rina lalu ia bangkit dari atas lantai. "Dan sekarang, kau harus mengkhawatirkan tentang nyawamu lagi, Dewa Alvin." Ucap Arata yang sedang menunjuk Korrina yang berdiri tepat di belakangnya.
"Ahh!!!" Alvin langsung menunjukkan wajah yang terlihat ketakutan, ia melirik ke belakang lalu ia melihat Korrina yang sedang menatapnya dengan senyuman mematikan. "Wahhh~ Kamu lagi ngapain tadi~?" Tanya Korrina, Alvin langsung melarikan diri dengan melesat ke atas langit dan meninggalkan planet Legendarius bersama Rina.
"KEMBALI KE SINI!!! DASAR SIALAN!!!" Teriak Korrina dengan ia mengejar Alvin, Shira langsung terkekeh melihatnya. Ia langsung melirik ke arah Arata yang mulai berjalan pergi. "Sudah saatnya aku pergi dan melanjutkan tugasku lagi." Ucap Arata.
"Hm, terima kasih karena sudah datang berkunjung." Ucap Shira.
Arata mengangguk. "Seharusnya aku yang berterima kasih." Arata menatap Methode lalu ia mulai mengangguk. "Aku siap pergi." Jawab Methode, Homura dan Shira langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan. "Ehh? Methode, kau mau ikut dengan Arata?" Tanya Homura.
"Ya~" Jawab Methode.
Arata mulai tersipu. "Yahh.... Sebenarnya aku ingin menikah dengan Methode yang sudah membantuku terus dalam membakar para sampah Legenda, apakah kalian akan merestuiku untuk menikahi putrimu yang sudah membuatku jatuh cinta kepadanya?" Ketika Arata mengatakan hal itu Shira dan yang lainnya langsung menunjukkan wajah yang terlihat terkejut. "APAAA!?" Teriak Shou karena Arata dan Methode berpacaran.
"Fufufu~ Wahhhh~" Homura langsung tersenyum lebar melihat Methode yang memiliki wajah memerah seperti tomat. "Sepertinya sudah saatnya Methode menikahi seseorang ya." Shira tersenyum lalu ia mengangguk. "Hm, baiklah, aku merestuimu Shimatsu Arata untuk menikah dengan putriku yaitu Shiratori Methode!" Ucap Shira.
Arata dan Methode langsung tersenyum lebar. "Papa, terima kasih!" Ucap Methode.
"Syukurlah, Arata---" Ketika Methode menatap Arata, Arata langsung mencium bibirnya, hal itu membuat Shira dan Homura tersenyum, bagi Shou tidak karena Arata akan menjadi kakak-nya. "Cih..."
***
Arata dan Methode menatap Shira dan Homura. "Kami akan pergi."
"Hmm~ Hati-hati" Ucap Homura.
"Arata, jagalah Methode!" Shira mengacungkan jempolnya, Arata mengangguk lalu ia bersama Methode terbang pergi meninggalkan Legendarius. Shira menatap langit-langit lalu ia mulai tersenyum lebar. "Akhirnya... Methode bisa memiliki seorang suami yang kuat..."
"Hmm~"
~ARC 6 - TAMAT~
__ADS_1