Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 145 - Pertarungan yang Berat Sebelah


__ADS_3

"Tunggu, Shira... Jangan berlebihan atau kau bisa saja menghancurkan kita semua karena kekuatanmu yang sudah hampir sama kuatnya dengan Papa!" Ucap Corni selagi mencoba untuk memperingatinya, "Setidaknya kau hanya harus mengambil senjata yang ada di punggungnya lalu kita kembali pulang!!!" Shira hanya bisa diam dan tidak mendengarkan perkataan yang Corni katakan karena ia sudah muak melihat Shiro yang sedang menunjukkan ekspresi jahatnya.


"Tidak sampai aku membunuhnya... Aku ingin menyiksanya dan memberinya pelajaran karena sudah menggantikan-ku, jika saja dia tidak muncul maka aku bisa saja terus bertambah kuat. Alvin bilang kepadaku bahwa ia mengalami banyak masalah hingga ia terus bertambah kuat, bahkan dia juga yang menyebabkan Homura mati karena sudah memasukkan energi eternal-nya ke dalam tubuh Homura..." Shira mulai mengepalkan kedua tinjunya, "Aku tidak membenci Arisu atau apapun itu, tapi aku membenci dirinya karena sudah menggantikanku...!!!"


"Tenanglah, Shira! Kau harus menenangkan dirimu!" Ucap Haruka, "Tidak... Aku sudah di kasih kesempatan untuk bertarung dengannya, untuk apa aku menyia-nyiakan kesempatanku untuk menyiksanya habis-habisan!!!" Teriak Shira kesal hingga ia mulai memancarkan cahaya di sekitarnya hingga mampu membuat Shiro, Haruka, dan Corni menghalang mata mereka.


"Cih...!!! Kau meremehkanku ya...!?" Tanya Shiro hingga ia langsung berubah menjadi wujud Saint Revolution, "Saint Revolution ya...? Sudah ketinggalan zaman." Ucap Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, Shiro mengangkat pedang besarnya lalu Shira mulai menggerakan lengan kanannya ke kanan hingga pedang itu terpental ke arah kanan, "A-Apa...!? Bersiaplah..." Ucap Shira.


"CIH!!! CHAINS OF RECPLISE!!!" Ucap Shiro hingga beberapa beberapa rantai mulai muncul di sekitar Shira dan membelitnya, tetapi semua rantai itu langsung meleleh karena cahaya yang melindungi tubuh Shira, "Kekuatanku sekarang jauh lebih kuat darimu, Shiro." Shira mulai menunjukkan kuda-kuda bertarungnya hingga Shiro melesat menuju arah Shira dengan sebuah bola energi di telapak tangan kanannya.


Shira maju ke depan hingga Shiro langsung meluncurkan bola energi ke depannya dan hampir saja mengenai Haruka, tetapi Haruka dan Corni langsung menghilang dan muncul di atas langit selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Kita harus mundur dan berlindung dari pertarungan mereka." Ucap Corni hingga ia mulai menciptakan sebuah barrier yang melindungi mereka berdua.


Shiro langsung membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Shira menghilang dan muncul di belakangnya, "Cih!!!" Shiro melirik ke belakang lalu ia mulai menendangnya beberapa kali, tetapi Shira menghindari semua serangan itu dengan mudah. Shiro mulai menendang dan memukul Shira tanpa henti, tetapi Shira langsung menghindari semua serangan itu dan ketika pukulan  Shiro mengenai tubuh Shira, pukulan itu langsung menembus tubuhnya hingga membakar tinju kanannya, "Agghh...!!!"


Shiro melompat ke belakang lalu ia mulai menciptakan sebuah bola emas melalui jari-jarinya dan setelah itu ia melemaprnya ke arah Shira, "... ...!" Shira membulatkan kedua matanya hingga ia mulai menghindari semua serangan itu dengan mudah dan sihir-sihir itu tidak mampu mengenai Shira karena pergerakannya yang cepat itu.


Shira melompat ke belakang lalu tiba-tiba Shiro melesat menuju arahnya selagi meluncurkan beberapa bola emas ke arahnya, Shira mulai menunduk hingga Shiro muncul tepat di belakangnya selagi mengepalkan tinju kanannya, "RASAKAN INI!!!" Teriak Shiro hingga ia melesatkan tinju kanannya ke depan, tetapi kedua pupil mata Shira bersinar hingga mampu menciptakan dorongan besar yang membuat Shiro terpental ke belakang.


Shira muncul di belakang Shiro dan itu membuatnya terkejut karena ia tidak bisa melihat pergerakan-nya, "Ahh...!" Shira mulai memukul secara bertubi-tubi dari belakang hingga seluruh tubuh Shiro langsung terhantam oleh kedua tinju Shira, ia mengakhiri serangan bertubi-tubinya dengan menginjak wajahnya sampai-sampai Shiro terpental ke belakang dan mengenai daratan, "M-Mustahil---" Shiro melihat Shira melesat menuju arahnya.


Shira memukul ke depan, tetapi Shiro langsung menahan pukulan itu menggunakan kedua lengannya, "Itu saja...?" Tanya Shira hingga ia muncul di belakang Shiro lalu Shira menendang punggung Shiro hingga ia terpental ke atas langit, Shira mengepalkan tinju kanannya hingga tinju kanannya mulai bergetar, "SOARING FIST!!!" Shira memukul langit-langit menggunakan tinju kanannya hingga tinjunya mulai melepaskan shockwave tipis menuju arah Shiro hingga shockwave itu mengenai perut Shiro.


BAM! BAM! BAM!


"GRAAAAGGHHHHHH!!!" Teriak Shiro keras hingga ia langsung berubah menjadi wujud Saint God, "Ahh... Sepertinya kau memiliki wujud itu ya, baiklah... Maka aku tidak akan menahan diri untuk melawanmu!!!" Ucap Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, mereka berdua mulai melesat menuju arah satu sama lain.


Mereka berdua mulai saling memukul satu sama lain tanpa henti hingga pohon-pohon yang berada di bawah mereka mulai terbelah menjadi dua karena dorongan dan tekanan yang mereka ciptakan dengan mengadukan tinju mereka ke arah satu sama lain, "JYAAGGHHH!!!" Teriak Shira keras hingga auranya mulai membesar dan meluncurkan gelombang emas ke atas langit hingga mampu membuat Shiro terpental ke belakang.


Shiro mulai menghalang dorongan yang diberikan oleh Shira lalu mereka berdua mulai saling menatap satu sama lain dengan ekspresi yang terlihat serius, "... ..." Mereka berdua langsung saling menghantam satu sama lain dan pergerakan mereka terlihat cukup cepat di kedua penglihatan Corni dan Haruka, "Sudah lama sekali aku tidak melihat seseorang bertarung..." Ucap Haruka.


"Kau sudah terlalu lama mati, Haruka." Ucap Corni, ia tanpa sadar mengatakan sesuatu yang cukup tajam, "Perkataanmu makin lama makin tajam, hahaha" Haruka mulai terkekeh ketika ia mendengar itu.


Shira dan Shiro mulai bermunculan di segala arah selagi menghantam satu sama lain, Shira mulai memukul seluruh tubuh Shiro tanpa henti hingga ia mulai memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya, Shiro mendorong Shira mundur lalu ia mulai meluncurkan Shiromura Eclipse menuju arah Shira, tetapi Shira langsung menangkisnya ke atas langit.

__ADS_1


BAMMM!!!!


Shira melesat ke depan lalu ia menghantam perutnya hingga membuat Shiro terpental ke belakang, Shira muncul di depan Shiro lalu ia mulai menghantam dan menendang seluruh tubuh Shiro tanpa henti hingga membuat Shiro terpojoki dan tidak bisa melawan kembali, Shiro melepaskan dorongan yang besar hingga membuat Shira terdorong ke belakang. Mereka berdua kembali bertarung dengan mengadukan tinju dan tendangan mereka.


Shira langsung menendang kepala Shiro menggunakan kedua kakinya lalu ia menghantam wajahnya hingga mata kanan Shiro langsung babak belur, Shira meraba wajah Shiro lalu ia meluncurkan Shiromura Eclipse tepat di depan wajahnya hingga membuatnya terpental ke belakang, "MILLIONS LIGHT FLASH!!!" Shira meluncurkan banyak sekali gelombang tipis emas melalui jari-jarinya hingga seluruh tubuh Shiro langsung terkena dengan gelombang-gelombang tipis itu.


Shira muncul di depannya lalu ia mulai menghantam seluruh tubuh Shiro tanpa henti menggunakan kedua tinjunya yang bergerak sangat cepat, "JYAAGGHHH!!!" Shira menendang perut Shiro dalam sekali hingga ia mulai memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya, Shira terus menghantam seluruh tubuhnya tanpa henti lalu ia mengakhirinya dengan menendang perut Shiro menggunakan kedua kakinya hingga ia terpental ke belakang.


"SHIROMURA ECLIPSE!!!" Shiro meluncurkan gelombang emas menuju arah Shira dan Shira langsung menangkapnya dan setelah itu ia berputar 360 derajat lalu ia melempar gelombang itu kembali menuju arah Shiro, "A-Apa!?" Shiro menahan gelombang itu menggunakan kedua lengannya.


BAAAAMMMM!!!


Shira melesat menuju arah Shiro yang terhalangi oleh asap-asap, ia langsung mulai memukul Shiro tanpa henti menggunakan kedua tinjunya. Shira mempercepat pergerakannya hingga ia langsung memukul dan menendang Shiro tanpa henti, setiap serangan Shira yang telah mengenai Shiro mampu membuat cahaya gelombang muncul di belakang punggung Shiro, "Grrggh...!! Ugh...!!! B-Bagaimana bisa...!? Seseorang yang palsu mampu memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dariku---" Shira langsung menghantam puncak kepala Shiro hingga ia terpental menuju daratan.


Shira muncul di bawah Shiro lalu ia menendang punggungnya hingga ia terpental ke atas langit, Shira melesat ke atas langit dan melewati Shiro selagi mengisi sihir Shiromura Bursting Eclipse, "Inilah sihir warisan keluarga Shiratori yang layak dan kuat..." Shiro menatap wajah Shira lalu ia meluncurkan Shiromura Eclipse, "HAAAAA!!!" Teriak Shira keras hingga ia meluncurkan gelombang Shiromura Bursting Eclipse menuju arah gelombang emas itu.


Gelombang sihir Shira mampu mendorong mundur gelombang sihir milik Shiro hingga perlahan-lahan seluruh tubuh Shiro langsung terkena oleh gelombang sihir milik Shira,. "AAAHHHHHHH!!!" Teriak Shiro kesakitan hingga gelombang sihir milik Shira langsung mengenai daratan dan meledak.


BAAAMMMMM!!!!


Shiro muncul di belakang Shira dengan seluruh tubuhnya yang sudah dilumuri dengan darah, "Sialan... Grrgghh...!!!" Shiro mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, Shira melirik ke belakang lalu ia mulai menunjukkan kuda-kuda bertarungnya, "Kau seharusnya malu karena sudah menggantikan posisiku..."  Shiro mulai kesal mendengar perkataan itu, ia melesat ke depan lalu ia mulai memukul Shira beberapa kali, tetapi pukulan itu tidak mampu membuat Shira terluka.


"Percuma saja...!" Shiro membulatkan kedua matanya ketika ia melihat pukulan bertubi-tubi Shira yang terlihat di sekitarnya, "APAAAA!?" Shiro langsung menahan semua serangan itu menggunakan kedua lengannya hingga Shiro mulai terdorong mundur selagi menahan serangan bertubi-tubi Shira, "HAHHH!!!" Shira langsung mendorong Shiro mundur menggunakan tinju kanannya yang bersinar.


"UAAGGHHH!!!" Teriak Shiro kesakitan, Shira melesat ke depan lalu ia menghantam wajahnya hingga tengkorak kepalanya langsung hancur, Shira menghantam wajahnya lagi menggunakan tinju kirinya. *BAM!* "INI YANG TERAKHIIIIRRR!!!" Teriak Shira keras hingga ia menghantam kepala Shiro menggunakan tinju kanannya sampai-sampai kepala Shiro hancur dan meledak karena tinju terakhirnya itu.


BAAAAAMMMM!!!!


Haruka dan Corni membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Shira baru saja menghancurkan kepala Shiro menggunakan tinjunya saja, di tinju terakhirnya tadi Corni bisa merasakan bahwa Shira masih menahan diri, "Apakah itu saja yang kau miliki...?" Tanya Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kecewa karena ia masih belum merasa puas, "Cih!!! HAAAAAAAAAA!!!" Teriak Shira hingga menghantam tubuh Shiro tanpa henti hingga hancur dan meledak lagi.


Haruka menghampiri Shira untuk mencoba menenangkannya sedangkan Corni, ia mendarat di atas daratan lalu ia menghampiri pedang besar itu dan menariknya keluar dari pohon, "Ahh...!" Corni mulai membulatkan kedua matanya ketika ia mengangkat pedang besar yang terasa berbeda itu, "Aku bisa merasakan banyak sekali kekuatan yang dimiliki pedang ini..." Ucap Corni karena seluruh tubuhnya langsung mulai merasakan kekuatan yang besar sekali.


"Shira... Sudah, tenangkan dirimu." Ucap Haruka, ia mulai menepuk bahu kanan Shira, "Ya... Setidaknya aku sudah bisa menenangkan diriku sendiri, Haruka." Shira melirik ke arah Haruka lalu ia tersenyum lebar karena ia akhirnya bisa bertarung melawan Shiro, "Aku akhirnya bisa mengalahkan Shiro menggunakan kekuatanku sendiri."

__ADS_1


Haruka tersenyum lalu ia mengangguk, "Selamat, Shira. Kau bahkan berhasil mengalahkan Shiro di wujud Saint God-nya, cukup menakjubkan bahwa kau akan terus bertambah kuat. Aku masih ingat dulu kau mengalahkan Rxeonal dengan wujud Saint Enchanted saja dan lihatlah dimana kau berada sekarang, Shira... Sepertinya wujud ini adalah wujud yang kau ciptakan ya...?" Tanya Haruka.


Shira mengangguk, "Aku menciptakan wujud ini karena aku tidak mau memiliki wujud yang bernama Saint God, jadi aku menciptakan wujudku sendiri yang mampu memiliki kekuatan yang menyetarai para Dewa..."


"Kenapa kamu tidak mau menjadi seorang dewa? Kenapa kamu tidak mau memiliki wujud Saint God itu?" Tanya Haruka.


"Aku tidak mau menjadi dewa... Aku hanya ingin menjadi seorang mortal yang mampu melampaui para dewa dan dewi. Kekuatan yang kuat itu tidak selalu menjadi seorang dewa atau dewi, tetapi semangat yang kita miliki jika kita benar-benar ingin menjadi yang terkuat bahkan hingga melampaui dewa dan dewi." Ucap Shira, ia ingin menjadi yang terkuat dengan caranya sendiri dan juga ia hanya ingin selalu dijuluki dengan sebutan mortal terkuat.


"Perkataanmu hampir sama seperti diriku sejak kecil, lihatlah aku sekarang, Shira. Aku ini seorang mortal juga kok, tetapi kekuatanku itu besar sekali hingga aku bisa menciptakan waktu. Sayangnya aku sudah mati karena memaksakan diriku untuk menggunakan Omni-Slayer demi mengalahkan Zoiru." Ucap Haruka, "Apakah setiap orang yang kuat harus diakhiri dengan pengorbanan diri...?" Tanya Shira.


"Tidak semuanya... Tetapi, tidak semua orang menjadi kuat dan menjadi seorang pahlawan melalui pengorbanan diri, Shira." Ucap Haruka.


Shira mengangguk lalu mereka berdua mulai mendarat di atas tanah, Corni menghampiri mereka berdua dengan sebuah pedang yang besar di tangan kirinya, "Shira, Haruka, sepertinya ada yang salah dengan tongkat ini..." Ucap Corni hingga ia mulai mencari Weapon of Ancient Heroes yang lainnya tetapi tidak bisa karena tongkat itu terus menyinari pedang besar yang Corni pegang, "Tongkat ini terus menyinari pedang ini saja."


"Ehh...? Apakah tongkat itu rusak...?" Tanya Shira.


"Tidak mungkin lah." Ucap Corni.


Haruka mulai memegang dagunya lalu ia mulai berpikir kenapa tongkat itu terus menyinari pedang besar itu dan kenapa bisa Shiro mengangkat pedang yang berjulukan Weapon of Ancient Heroes itu, "Bisa saja semua Weapon of Ancient Heroes itu bergabung menjadi satu... Dunia yang aku ciptakan ini bukan sesuai dengan kehendakanku melainkan aku menciptakan dunia ini secara otomatis, jadi mungkin saja semua Weapon of Ancient Heroes itu benar benar tergabung menjadi satu pedang yaitu Greatsword."


"Untuk sekarang mari kita pulang dan menanyakannya kepada Virra." Ucap Haruka, Shira dan Corni mengangguk. Mereka berdua mulai meraba punggung Haruka dan Haruka mulai memejamkan kedua matanya, sebuah portal hijau muncul di belakang mereka hingga mereka bertiga langsung terhisap masuk oleh portal itu.


***


SWOOOSSHH!!!


Mereka bertiga tiba di tempat itu hingga portal yang berada di belakangnya mulai membentuk sebuah kubus, Haruka melirik ke belakang lalu ia mengambilnya dan memasukkan-nya ke dalam jantungnya, "Misi berhasil, Virra." Ucap Haruka selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


Virra menghampiri mereka bertiga lalu ia melihat pedang yang Corni pegang, "Apa kalian bercanda...? Kalian hanya membawa satu dari lima belas Weapon of Ancient Hero---"


"Lebih baik kau memeriksa pedang itu daripada berkomentar." Ucap Haruka.


Virra mengambil pedang itu lalu ia merabanya hingga tiba-tiba ia mulai merasakan kekuatan besar yang dimiliki pedang besar itu, "A-Apa ini...?! Bagaimana bisa aku merasakan semua jenis Weapon of Ancient Heroes di satu pedang...!?" Tanya Virra selagi menunjukkan wajah yang terlihat serius, Virra mulai menatap Haruka.

__ADS_1


"Lakukan secepatnya... Kita harus mengalahkan Bamushigaru!"


__ADS_2