
"T-Tidak mungkin...!!! O-Oi, jangan bercanda!" Teriak Yahiko, ia mencoba untuk berubah menjadi Saint Revolution juga tetapi beberapa detik kemudian ia benar-benar tidak bisa berubah menjadi segala perubahan. Ia langsung berkeringat dan merasa sangat terkejut. "K-Kau benar...!"
Welly melompat menuju arah Satia dengan cepat. "Selamat tinggal...!!!" Welly berencana untuk memukul Satia, tetapi ia dengan cepat langsung membuat sebuah tembok tanah untuk menghalang Welly, Yahiko lalu dengan cepat menunjuk tembok itu hingga tembok tanah yang diciptakan oleh Satia mulai mengeluarkan es runcing menuju arah Welly hingga ia sendiri langsung terkejut. Welly langsung melompat mundur dan hampir tertusuk oleh es runcing itu.
"Frost Spikes..." Yahiko tersenyum. Welly mulai menatap Yahiko dengan tatapan yang sangat kesal karena masih terdapat pengganggu lainnya. "Masih ada pengganggu lainnya... Dasar sampah!!!" Welly mulai membangkitkan gelombang lahar yang tebal dari bawah tanah yang Yahiko injak, dengan cepat Satia melompat menuju arah Yahiko lalu mendorongnya hingga mereka berdua terjatuh di atas tanah.
Gelombang lahar itu lalu Welly kendalikan dengan menunjuk mereka berdua menggunakan kedua lengannya, gelombang lahar itu mulai terjatuh menuju arah mereka berdua. "FROST BLAST!!!" Yahiko langsung meluncurkan gelombang es berwarna biru muda menuju arah gelombang lahar itu hingga lahar itu langsung membeku.
"H-Hampir saja...!" Ucap Satia dengan wajah yang terkejut. Satia langsung melompat ke atas dan mulai mendarat di atas tanah selagi menunjukkan kuda-kudanya. "Pertarungan yang tidak mengandalkan perubahan ya...? Ini memanglah sulit, tetapi sebagai Legenda aku harus tetap berjuang!"
"Pffft....! Ahaha... Ahahaha!!!" Welly mulai tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan bodoh dari seorang Legenda Saint yang bernama Satia. "Seorang Saint sepertimu itu hanyalah sampah tanpa sebuah perubahan... Apakah kau ingin sekali menyia-nyiakan kehidupan itu demi melawanku...!!" Tanya Welly dengan ia mulai menunjukkan wajah yang kesal.
"Perubahan itu hanyalah nilai plus bagiku... Perkataan yang kau katakan itu membuatku kesal hingga seluruh tubuhku terbakar penuh amarah...! Di dalam pertarungan ini aku bisa saja menempuh Saint God...!"
"Terserah... Tapi perkataanmu itu membuatku cukup kesal juga bahwa Saint lemah sepertimu mampu menempuh Saint God...?! Hahahahaha! Dasar sampah..."
"Aku masih bisa merasakan bahwa kau masih memiliki kekuatan atau sihir yang belum aku ketahui...!!!" Satia muncul tepat di depan Welly lalu ia memukulnya dengan bertubi-tubi, Welly berhasil menghindari semua serangan Satia dengan mudah hingga ia tidak perlu menangkis salah satu dari pukulan yang Satia kerahkan.
Welly tiba-tiba tidak diberi celah untuk melarikan diri karena Satia terus melawan hingga ia menendang kedua kaki Welly lalu dengan cepat Welly melompat ke belakang, hingga Satia muncul lagi tepat di depannya dan mencoba untuk mengenai seluruh tubuhnya dengan kedua tinjunya.
Welly mulai berkeringat dan merasa sangat kesal melihat Satia terus mencoba. "Cih...!" Welly mengendalikan tanah yang berada di belakang Satia hingga batu itu langsung menghantam kepala arah belakangnya hingga ia terpental menuju gunung yang berada di belakang Welly.
"Itu saja...? Kau ini memang memalukan..." Satia bangkit dari atas tanah lalu ia mulai mengusap serpihan batu-batu yang menghalangi seluruh tubuhnya. "Sialan...!!!" Satia melompat menuju arah Welly lalu ia mulai mencoba untuk memukulnya dengan seluruh kecepatannya hingga Welly masih saja tetap menghindari semua serangan yang Satia kerahkan.
"Kenapa....? Kenapa...? Kenapa aku tidak bisa memukulnya...? Sihir dari Nature's Sense tidak membantuku untuk mengenai anggota tubuhnya..." Tiba-tiba Welly memegang erat pergelangan kaki kanan Satia hingga ia sendiri langsung terkejut dan mulai lengah. Welly langsung berputar 360° dengan sangat cepat hingga mampu membuat Satia mual dan ingin muntah.
"HENTIKAN...!!!!" Teriak Satia hingga ia langsung memegang tanah dengan kedua telapak tangannya, ia lalu menendang wajah Welly dengan seluruh tenaganya, tetapi Welly menghindari serangan itu dengan mundur ke belakang. "NATURE'S CONTROL!!!" Satia lalu melompat dan menendang ke depan hingga Satia membuat sebuah batang yang sangat amat runcing karena tendangannya itu, batang runcing itu langsung muncul dari atas daratan tepat di depan Welly lalu batang itu menusuk perut Welly dengan sangat dalam juga tepat sasaran.
"Uaaaagggghhhh...!!!" Welly langsung memuntahkan darah yang sangat banyak juga perutnya mulai meninggalkan bekas luka tusuk. Satia muncul tepat di depan Welly lalu ia menendang wajahnya dengan kedua kakinya hingga Satia terjatuh di atas tanah dengan tenaga yang kehabisan dan juga Welly yang terpental ke belakang.
Satia mencoba untuk bangkit kembali menggunakan seluruh tenaganya. "Apakah kau suka itu...!?" Tanya Satia dengan ia tersenyum, Yahiko tiba-tiba memberi Satia beberapa energi sihir agar ia bisa bertarung lebih lama lagi.
"Tidak buruk... Tapi, aku akan terkejut jika kau berhasil mengalahkan sihirku ini...!" Welly tiba-tiba terbelah menjadi beberapa bagian hingga Satia terkepung oleh Welly yang berjumlah lebih dari 50.
__ADS_1
Satia mulai menciptakan beberapa batang dan batu-batuan runcing di sekitarnya hingga seluruh sihirnya itu menusuk perut Welly, tetapi salah satu dari mereka tidak ada yang asli. "Hah...!?"
Welly muncul tepat di belakang Satia lalu ia menendang kepalanya dengan sangat keras hingga Satia terpental ke depan. "Nrrghh...!" Satia melirik ke belakang lalu ia menatap wajah Welly dengan tatapan kesal. "Ada apa...? Bukannya kau ingin mencapai Saint God?!" Tanya Welly dengan ia mulai muncul dan menghilang di seluruh arah yang Satia rasakan, ia mulai berpikir dengan sangat teliti dan mencoba untuk mencari Welly yang asli.
Welly muncul tepat di depan Satia lalu ia mulai memukul seluruh tubuh-nya tanpa henti hingga Satia sendiri tidak bisa menyerang balik karena lengah dari serangan Welly. Welly muncul tepat di belakang Satia lalu ia memukul dengan sangat cepat hingga Satia langsung menahan pukulan itu dengan waktu yang tepat. "Aku melihatnya... Dan juga merasakannya..."
Mereka berdua langsung saling memukul satu sama lain hingga mereka juga mulai perlahan melayang di atas langit selagi muncul dan menghilang di segala arah. Mereka berdua tiba-tiba langsung mundur beberapa langkah dari atas langit. "Cih... Kau memanglah pengganggu..." Ucap Welly selagi menunjukkan wajah yang kesal.
Seluruh awan yang berada di sekitar mereka mulai hilang karena dorongan yang Welly buat. "HAAAAAAAAAA....!!! GAAAHHH!!!" Seluruh tubuh Welly tiba-tiba berubah menjadi tengkorak yang berwarna hitam, ia terlihat sangat jelas seperti seorang monster skeleton. Jubah hitam yang telah robek mulai muncul dan menghalangi seluruh tubuhnya tetapi wajahnya tidak, dan juga terdapat sebuah sabit tepat di depan Welly lalu ia mengambil sabit tersebut dan memegangnya dengan sangat erat.
"The Death of Darkness...! Kenalkanlah, wujud ini adalah wujud yang aku buat...! The Undead Form!" Welly langsung membuat dorongan yang sangat besar hingga mampu membuat Yahiko dan Satia terdorong ke belakang. Arika menatap wujud itu lalu ia tersenyum seperti tertarik.
"Jadi itukah perubahan wujudmu...?" Tanya Satia hingga Welly tiba-tiba menyerap senjatanya, senjata sabit tersebut langsung berubah menjadi bola energi merah hingga Welly langsung menyerapnya. Seketika ia menyerapnya, kedua lengannya langsung bersinar warna merah seperti darah. "Apakah kau mulai merinding...?"
"Jangan sombong dulu...!" Mereka berdua mulai terbang menuju satu sama lain selagi saling memukul satu sama lain dengan kecepatan yang hampir setara. Welly berputar lalu ia menendang perut Satia dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang. "Cih... Wujud apaan ini...?! Dasar sialan....!!!"
"AKU TIDAK AKAN KALAH!!!! NATURE'S CANNON!!!" Satia langsung meluncutkan tiga bola hijau runcing menuju arah Welly hingga ia tidak sempat untuk menghindari sihir milik Satia.
BAMMMMMMMMM!!!
"Entahlah... Mungkin ini semua karena strategi yang aku gunakan dan juga bantuan dari Yahiko..." Jawab Satia selagi menatap kedua tangannya. Mereka berdua melompat ke atas lalu mulai saling memukul tinju mereka masing-masing hingga mereka berdua membuat dorongan yang sangat besar juga tinggi.
Mereka mulai terus saling memukul dengan kekuatan dan kecepatan yang sama. Arika mulai tertawa terbahak-bahak melihat pertarungan mereka. "Hebat... Hebat... Jadi inikah pertarungan antara Legenda yang sebenarnya...? Apakah seorang ras Legenda bisa terus bertambah kuat ketika mereka terus terluka parah...!?"
Welly meluncurkan Necromancer's Cannon menuju arah Satia sedangkan Satia juga meluncurkan Nature's Cannon menuju arah Welly. Kedua sihir mereka langsung teradu dan meledak dengan sangat dahsyat.
BAMMMMMMM!!!
Welly tiba-tiba muncul tepat di depan Satia lalu ia menendang wajahnya dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang. "Masih belum...!!! KEKUATANKU MASIH BELUM BISA MEMBUNUH SEORANG PENGGANGGU SEPERTIMU...!!!" Teriak Welly hingga seluruh auranya langsung membesar.
Satia menatap Welly selagi menunjukkan wajahnya yang terlihat sangat amat kesal. Mereka berdua terbang menuju atas langit selagi memukul satu sama lain dan juga meluncurkan beberapa sihir. Welly menendang perut Satia dengan sangat keras hingga ia terpental menuju gunung yang sangat besar, mereka berdua langsung mulai terbang menuju satu sama lain hingga kedua tinju mereka teradu dengan tenaga yang sama kuatnya.
BAMMMMMMMM!!!
__ADS_1
Mereka berdua langsung terpental ke belakang hingga mampu membuat guncangan besar di sekitar mereka, bahkan gunung-gunung yang berada di sekitar mereka mulai hancur dan juga retak. "SAINT FIST!!!" Tiba-tiba tinju kanan Satia bersinar, ia mulai mengeluarkan sihir khusus bagi semua saint. Sihir itu mampu membuat tinju Satia terasa lebih menyakitkan karena tinju Satia sekarang telah terlindungi oleh sihir yang sangat mulia, Satia memukul wajah Welly dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang dan mengenai daratan.
BAAMMMMMMMM!!!
"Hah... Hah..." Satia mulai bernafas berat karena seluruh tubuhnya mulai perlahan terasa berat karena kelelahan. Welly perlahan bangkit dari atas tanah lalu ia menatap Satia dengan sebuah senyuman kecil. "Kau sungguh membuatku ingin sekali menempuh wujud terakhirku..."
"Kau masih menyimpan wujud lainnya...!? Dasar monster...!" Ucap Satia dengan wajah yang kesal. Yahiko tiba-tiba muncul tepat di sebelah Satia selagi menunjukkan kuda-kuda bertarungnya. "Kondisimu sekarang... Kau sudah tidak bisa bertarung melawannya sendirian..."
"Ya, maaf... Mohon kerja sama-nya." Ucap Satia dengan wajah yang sangat serius, ia langsung bergerak maju menuju Welly dan mulai memukul seluruh tubuhnya tetapi Welly berhasil menahan semua pukulan itu, Yahiko muncul tepat di sebelahnya lalu ia memukul wajahnya hingga Welly terpental menuju arah kiri.
Mereka berdua bergerak menuju arah Welly, dengan cepat ia langsung mengeluarkan lahar-lahar api yang berada di daratan, lahar-lahar itu bergerak menuju mereka berdua tetapi Satia dan Yahiko langsung menghindari seluruh lahar itu. Yahiko muncul tepat di sebelah kiri Welly sedangkan Satia muncul tepat di sebelah kanannya.
Mereka berdua bergerak dengan bersamaan hingga mereka juga memukul dengan bersamaan, dengan cepat Welly menahan kedua pukulan itu, tetapi Satia dan juga Yahiko mulai menendang perut Welly dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang.
"Frost Freeze!!!" Yahiko meluncurkan sebuah gelombang es menuju arah Welly hingga seluruh tubuhnya langsung membeku, Yahiko muncul tepat di belakang Welly lalu ia menendang punggungnya hingga Welly terpental menuju arah Satia yang sedang meluncurkan gelombang sihir-nya menuju arah Welly.
BAMMMMMMMM!!!
Welly berhasil menahan sihir milik Satia menggunakan kedua lengannya hingga kedua lengannya mulai mengeluarkan beberapa darah. "Serangan tadi cukup menyakitkan... Dua Legenda tanpa perubahan memang cukup menyusahkan juga..."
Satia dan Yahiko mulai menyerang Welly bersamaam lagi hingga Welly sendiri sempat menahan seluruh serangan mereka berdua. "HAAAAGGGHHHH!!!" Satia dan Yahiko memukul perut Welly bersama hingga Welly langsung terpental ke belakang.
"Frost Cannon...!!!"
"Nature's Blast...!!!"
Mereka berdua langsung meluncurkan sihir mereka berdua bersamaan menuju arah Welly. Welly dengan cepat langsung memperbesar auranya hingga mampu menghentikan kedua sihir itu bergerak. "HAAAA....!!!! GRAAAHHH!!!" Teriak Welly dengan sangat keras hingga mampu meledakan kedua sihir itu.
BAMMMMMMMMMMM!!!
Seluruh tubuh Welly kembali menjadi tubuh seorang Legenda, tetapi seluruh tubuhnya dipenuhi dengan luka pedang yang sangat besar dan juga ia memegang dua pedang besar menggunakan kedua tangannya. "A-Apa itu...!?" Tanya Satia dengan wajah yang terkejut, ia langsung merasakan kekuatan yang sangat tinggi di dalam tubuh Welly.
"Wu-Wujud lainnya...?!" Tanya Yahiko dengan wajah yang terkejut.
__ADS_1
Welly mulai bertepuk tangan dengan sangat kencang lalu ia mulai tertawa terbahak-bahak. "Hebat... Hebat...! Kalian berdua mampu mendorongku menuju wujud ini ya...?!"
"Kalian harus bersiap terhadap wujud yang bernama The Monster Form ini....!" Welly tersenyum hingga kedua matanya langsung bersinar berwarna merah cerah.