Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 126 - Kekuatan dahsyat dari seorang Ras Dengel


__ADS_3

Haruki mulai menaikkan seluruh auranya lalu ia menarik kedua pedang atau bisa disebut dengan Weapon of Ancient Heroes-nya, tiba-tiba kedua pedangnya langsung berubah menjadi pedang yang ia ciptakan di wujud Alternate Form-nya, pedang itu bernama Abyssal Myst senjata yang diciptakan oleh Haruka dan senjata itu tidak termasuk Weapon of Ancient Heroes, "Apakah kau Shichiro Haruki...? Seorang Saint Dual-Sword...?" Tanya Serilda.


"Aku tidak membutuhkan percakapan apapun di pertarungan ini, aku hanya membutuhkanmu mati dengan kedua pedangku ini!" Ucap Haruki selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius hingga ia muncul di depannya lalu menebas wajah Serilda menggunakan kedua pedangnya, "GUUGGHHH!!!" Terdapat luka tebasan besar di wajah Serilda, Haruki berputar lalu ia menendang perutnya hingga ia terpental ke belakang.


Haruki melesat ke depan lalu ia menendang wajahnya menggunakan kaki kanannya hingga Serilda terpelanting ke belakang lagi, darah yang berjatuh di daratan mulai Haruki serap menggunakan kedua pedangnya menggunakan skill yang bernama Lifestealing Drain. Skill yang mampu menyerap darah-darah yang ia lihat menggunakan kedua pedang Abyssal Myst-nya. Darah-darah yang Haruki serap mampu menyembuhkan luka-lukanya jadi dia menyimpan darah itu untuk nanti.


Serilda langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal melihat Haruki mampu menemukan kelemahan Serilda yaitu menyerap semua darah yang ada di sekitar mereka. Haruki sudah mengetahui kelemahan seorang Vampire, mereka tidak akan bisa apa-apa tanpa darah yang mereka selalu hisap atau serap, "SAINT SIALAN!!!" Serilda muncul di belakang Haruki lalu ia mengayunkan sabit-nya menuju arah kepala Haruki, tetapi Haruki langsung menahan serangan sabit itu menggunakan kedua pedangnya.


Haruki menangkis sabit itu menggunakan kedua pedangnya hingga sabit yang Serilda pegang langsung terpelanting ke atas langit, "Cavalries of the Thousand Blade Strike...!" Ucap Haruki hingga kedua pedangnya langsung terlumuri oleh aura-aura hitamnya, Haruki mulai mengayunkan kedua pedangnya secara bersamaan hingga membuat serangan seribu tebasan dengan kecepatan yang sulit untuk dilihat oleh kedua mata Serilda, serangan yang Haruki kerahkan tidak bisa Serilda tahan atau lihat.


Haruki mengakhiri serangannya dengan menendang perut Serilda hingga ia terdorong ke belakang dengan luka tebasan di seluruh tubuhnya, "Gggrrrggghhh...!!! BLOOD OF SPIRIT!!!" Teriak Serilda hingga ia mulai mengumpul darah-darah dari Shichiro Reimei dan Shichiro Sasha, seluruh darah yang Serilda serap langsung menyembuhkan semua luka-luka hingga sekarang kondisi Serilda kembali pulih, "Aku akan membunuhmu...!"


"Coba saja kalau bisa, telinga runcing...! Tanpa darah... kau tidak ada apa-apanya." Jawab Haruki.


"TUTUP MULUT DAN WAJAH JELEK-MU ITU!!!" Serilda melesat menuju arah Haruki dan Haruki melesat juga menuju arah Serilda hingga mereka secara bersamaan mengayunkan senjata mereka.


CLAAAANG!!!


***


Di sisi lainnya, planet yang bernama Lemia. Seorang Saint Heroes yang memiliki senjata Weapon of Ancient Heroes Scythe, dia adalah Saint Scythe dan nama sabitnya adalah Warmonger, seseorang yang memiliki kekuatan Saint Scythe itu bernama Shizukaze Shizen. Shizen sedang melawan seorang ras Dengel atau singkatnya ras campuran iblis dan malaikat, ia bertarung melawan ras Dengel itu bersama Saint Whip yang bernama Regiara Socchi dan sayangnya Socchi sudah kalah karena serangan mematikan milik ras Dengel.


Shizen dan Socchi sudah bertemu dengan Shira dan Eclipse yang merekrut mereka berdua, dan tentu saja mereka berdua akan menerima rekrutan Shira dan Eclipse karena Shira menjelaskan sesuatu penting tentang organisasi Seraph, setelah Shizen dan Socchi setuju ingin ikut bersama Shira dan Eclipse, Shira bersama anaknya pergi duluan menuju tempat dimana Naoki dan Elvis berada. 


Shizen dan Socchi sebenarnya akan pergi bersama mereka tetapi ras Dengel itu datang dan menghalang mereka berdua untuk ikut, Shizen dan Socchi telat untuk pergi bersama Shira dan Eclipse karena mereka di halang oleh ras Dengel yang bernama Shogun Rinc, Shizen menatap Rinc selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, "Ayolah, Shizen! Sadarlah...! Jika kau terus bertarung maka aku bisa saja membunuhmu menggunakan sihir iblis dan malaikatku...!" Ucap Rinc.


"Kemampuan tersembunyi iblis itu sangatlah berbahaya bagi bangsa Legend seperti kalian dan menguntungkan bagi ras iblis...! Demon's Warcry, kemampuan yang mampu membuat ras iblis kuat setiap mereka membunuh lawan mereka dan bertarung atau berperang melawan ras lainnya, iblis juga termasuk. Seluruh atribut bangsa iblis akan terus meningkat setiap detiknya ketika mereka sedang bertarung, ketika seorang iblis membunuh musuhnya maka ia akan mendapatkan kemampuan tersembunyi lainnya yang bernama Demon's Greed, kekuatan iblis akan meningkat cukup besar ketika mereka membunuh lawan mereka." Ucap Rinc yang menjelaskan kemampuan tersembunyi tentang Shizen, Shizen langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal bahwa ras iblis memanglah kuat ketika bertarung dalam waktu yang lama.


Mereka juga tidak mudah untuk dikalahkan dengan cepat, "Dan aku juga termasuk ras malaikat, Shizen... Itu artinya aku memiliki kemampuan tersembunyi malaikat yang bernama Pure Boost, malaikat akan terus menaikkan seluruh atributnya ketika mereka terkena oleh cahaya atau sinar-sinar yang menerangi semesta...! Luka-luka bisa aku sembuhkan dengan mudah ketika aku menyerap sinar matahari yang ada di atasku...!!!" Rinc melebarkan kedua lengannya selagi merasakan kehangatan dari cahaya yang ia ciptakan di atas kepalanya, cahaya itu berbentuk sama persis seperti matahari, tetapi cahaya itu diciptakan oleh Rinc menggunakan sihir cahaya yang bernama Light Creation.


"Aku tidak peduli...!" Shizen memutar sabit-nya, "Setidaknya aku mendapatkan beberapa informasi penting darimu, terima kasih." Ucap Shizen, ia mulai mencari cara agar bisa mengalahkannya sendirian.


"Bangsa Legenda bodoh...!!!" Rinc mulai menaikkan seluruh aura-nya yang berwarna merah kehitaman, aura itu mulai membesar hingga mampu membuat Shizen terdorong ke belakang, "Apakah Shira dan Eclipse akan kembali untuk menyelamatkanku...?" Shizen mulai berkeringat dingin ketika ia merasakan kekuatan Rinc yang terus meningkat di setiap detik terlalui.


Shizen melesat ke depan selagi memutarkan sabit-nya, Shizen mulai mengayunkan sabit-nya beberapa kali menuju arah Rinc, tetapi Rinc menahan semua serangan itu menggunakan kedua lengannya yang terlumuri oleh aura-aura merahnya yang mampu menciptakan sebuah pedang. Rinc mencoba untuk menusuk wajah Shizen, tetapi Shizen berhasil menghindari serangan itu lalu Rinc mencoba untuk menjatuhkannya dengan menendang kedua kakinya, tetapi Shizen berhasil melompat ke atas selagi memutarkan sabitnya.


Shizen langsung mengayunkan sabitnya menuju arah leher Rinc, tetapi Rinc menyorong ke depan dan berhasil menghindari serangan Shizen yang bisa saja membelah lehernya, Shizen melompat ke belakang lalu ia mulai melakukan beberapa backflip ke belakang, "Bagaimana caranya aku mengalahkan bajingan ini tanpa harus menghabiskan waktu...?" Shizen mengusap keringat yang di wajahnya.


Shizen muncul di belakang Rinc dengan sabitnya yang dilumuri oleh aura yang sama persis dengan crimson, "CRIMSON SCYTHE: DEATH WAVE!!!" Shizen mengayunkan sabitnya tepat di belakang Rinc hingga sabit itu meluncurkan gelombang crimson besar yang melesat ke depan, Rinc berhasil menghindari gelombang itu dengan menunduk. Setelah itu Shizen tidak berhenti menyerang melainkan ia memutar sabitnya lalu ia mengayunkan sabit itu menuju arah ujung kepala Rinc dan Rinc menahan serangan sabit itu menggunakan kedua aura pedangnya, "Teruslah berusaha, bangsa Legenda bodoh. Kau hanya akan membuatku lebih kua---"


Shizen menendang wajah Rinc hingga ia terpental ke depan, "Satu kata untukmu... Bacot." Shizen mengangkat sabitnya tinggi hingga langit-langit mulai menggelap karena kendali Shizen, "Aku akan tunjukkan potensi sebenarnya seorang Saint Scythe...!!! INDRA!!!" Teriak Shizen keras hingga gelombang kegelapan yang berasal dari atas langit mulai mengenainya dan melumuri seluruh tubuhnya dengan aura kegelapan.

__ADS_1


Rambut Shizen yang tadinya merah mulai berubah menjadi warna hitam dan terdapat simbol bintang di kedua pupil matanya, mata pupil Shizen yang tadinya emas mulai berubah menjadi warna merah. Di dahi Shizen terdapat simbol I. Pada mode ini, kepekaan, kekuatan fisik, reflek, penglihatan, ketahan dan sihir Shizen meningkat ratusan kali lipat. Durasi perubahan ini hanya akan bertahan sekitar 40 menit, "Ayo kita mulai...!!! RINC!!!" Shizen menatap Rinc dengan tatapan yang tajam.


"Majulah!!!" Mereka berdua secara bersamaan melesat menuju arah satu sama lain, mereka berdua mulai mengayunkan senjata mereka dengan cepat hingga senjata mereka mulai teradu. *CLANG!!! CLANG!!!* Shizen memutarkan sabitnya beberapa kali selagi menyerang Rinc dan Rinc menangkis semua serangannya menggunakan kedua lengannya, "Lemah---"


Shizen menendang wajah Rinc hingga ia terpental ke belakang, "Sepertinya kau sudah tidak memiliki Pure Boost lagi tidak ada cahaya di sekitarmu sekarang..." Ucap Shizen.


"Hmph... Aku masih menyimpannya untuk lain kali, Shizen...!"


"Kalau begitu aku tidak akan memberikanmu kesempatan untuk menggunakan sihir atau kemampuan apapun lagi...!!!" Shizen berubah menjadi wujud Saint God hingga ia melepaskan dorongan besar di sekitarnya hingga mampu membuat Rinc terdorong ke belakang, "Ya... Tunjukkan God Lenergy-mu itu!!!" Rinc melesat ke depan lalu ia mulai menusuk-nusuk ke depan menggunakan kedua aura yang ada di kedua tangannya.


Shizen menahan semua tusukan itu menggunakan sabitnya tetapi ia langsung terdorong ke belakang karena Rinc yang terus menyerangnya tanpa henti, tiba-tiba Rinc mengepalkan tinju kanannya lalu setelah itu ia menghantam wajah Shizen cukup keras, "Ugh...! Dia bertambah kuat lagi...!"


Rinc mulai memukul wajah Shizen tanpa henti menggunakan tinju kanannya lalu setelah itu Rinc berencana untuk menusuk wajahnya menggunakan aura pedang yang ada di tangan kirinya, Rinc melesatkan aura pedang ke arah Shizen, tetapi Shizen langsung menunduk dan menendang perut Rinc cukup keras hingga ia terpental ke ata lalu Shizen muncul di atasnya selagi memutarkan sabitnya.


"HYAGGHH!!!" Shizen mengayunkan sabitnya menuju arah Rinc dan Rinc langsung menghilang, Rinc muncul di depan Shizen lalu ia menusuk tubuh Shizen menggunakan aura pedangnya, tetapi Shizen menghilang dan muncul di belakang Rinc selagi mengayunkan sabitnya menuju arah punggungnya, tetapi Rinc menghilang lagi.


Mereka berdua mulai saling menyerang satu sama lain, tetapi serangan mereka tidak mampu mengenai target mereka karena Rinc dan Shizen terus menghilang dan menyerang hingga mereka berdua tidak mampu mengenai target mereka, tiba-tiba ketika Shizen mencoba untuk mengayunkan sabitnya menuju arah Rinc, Rinc langsung menghilang dan muncul di belakang Shizen.


Ketika Rinc muncul di belakang Shizen ia bisa melihat bahwa Shizen sedang tersenyum. *BAM!!!* Perut Rinc tertendang oleh Shizen cukup dalam sekali hingga mampu membuat Rinc memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya, "GUGGGHHHH...!!!"


"Aku merasakan keberadaanmu karena God Lenergy-ku...!" Shizen mengayunkan sabitnya ke arah leher Rinc dan Rinc langsung menghilang lagi hingga membuat Shizen kesal lagi, "Sial...!!! Dasar ras campuran pengecut...!!!" Teriak Shizen hingga auranya mulai membesar, Rinc muncul di depannya dan ia melesatkan tinju kanannya menuju arah wajah Shizen hingga ia langsung terhantam, "Guughh!" Shizen terpental ke belakang.


"Kecepatannya meningkat lagi...!" Mereka berdua mulai melesat menuju arah satu sama lain lalu mereka dengan bersamaan mulai mengadukan senjata mereka hingga ketika senjata mereka teradu, terciptalah suara yang terdengar keras dan bahkan daratan mulai retakan karena sabit Shizen dan aura pedang Rinc yang terus teradu.


"JYAAAAAGGGGGHHHHHH!!!" Teriak mereka bersamaan hingga mereka mulai mengerahkan tenaga mereka lebih besar dan setelah itu mereka mengayunkan senjata mereka ke depan hingga kedua senjata itu langsung teradu.


CLAAAAANG!!!


Kedua senjata itu langsung menciptakan dorongan dan getaran yang besar di sekitarnya hingga mampu membuat daratan mulai terbelah menjadi dua, Shizen dan Rinc terpental ke belakang karena dorongan dari kedua pedang mereka yang teradu, "Hah... Hah... Hah..." Shizen bernafas berat, keringat-keringatnya mulai berjatuh dari wajahnya.


"Hah... hah... Hehehe...!" Rinc tersenyum lalu ia mengusap darah yang terdapat di mulutnya, "GRAGGHHH!!!" Rinc menaikkan seluruh auranya hingga kekuatannya menambah lagi dan mampu membuat Shizen menunjukkan ekspresi terkejutnya, "D-Dia masih bisa terus meningkatkan kekuatannya...?!"


Rinc melesat menuju arah Shizen lalu ia mulai memukul perut Shizen menggunakan tinju kanannya saja, Shizen tidak bisa melihat pergerakannya beberapa detik yang lalu tetapi ketika is sedang terpukuli sekarang, ia langsung melihat Rinc yang berada tepat di depannya, "AGGGHHHH....!!!" Shizen memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya, "K-K-Kecepatan apa tadi...?!" 


"Darkening Swiftly!" Rinc menggunakan sihir yang mampu meningkatkan kecepatannya ketika ia berada di dalam kegelapan, planet Lemia sekarang terhalangi oleh kegelapan karena Shizen menggunakan wujud Indra yang mampu membuat langit-langit menjadi hitam, Rinc mulai bergerak memutari Shizen hingga penglihatan Shizen mulai menunjukkan Rinc yang berjumlah ratusan, "A-Apa ini---"


Tiba-tiba Rinc muncul di belakangnya lalu ia mendorongnya menuju daratan hingga Rinc menghantam seluruh tubuh Shizen dengan daratan. *BAM!!!* Shizen tergelatak di atas tanah karena Rinc baru saja menghantamnya, Shizen melihat Rinc yang hampir saja menginjak perutnya, tetapi Shizen melompat ke belakang selagi memutarkan sabit-nya, "Darkness' Collection!!!" Teriak Shizen hingga ia menggunakan sihir yang mampu mengumpulkan kegelapan di sabitnya, sabit Shizen mulai terlumuri oleh sihir kegelapan, "Bersiaplah...!"


Shizen melesat menuju arah Rinc lalu Rinc mulai melingkari Shizen menggunakan kecepatannya lagi, "... ..." Shizen mengejamkan kedua matanya untuk mencari sumber sihir kegelapan di dalam tubuh Rinc dan ia merasakannya, Rinc sekarang mencoba untuk menusuk Shizen, tetapi Shizen berhasil menghindari serangan itu, "Apa!?---" Shizen langsung menusuk perut Rinc dengan sangat dalam menggunakan sabit-nya, "GUUGGGHHH!!!" Rinc memuntahkan darah melalui mulutnya.


"SHAMBLES!!!" Shizen menggunakan kemampuan Scythe, ia mengayunkan sabitnya secara horizontal ke arah Rinc dan menciptakan sebuah gelombang tebas yang berbentuk horizontal, gelombang itu mampu membelah planet Lemia menjadi beberapa bagian kecil hingga langit-langit di planet itu langsung menghilang dan sekarang langit-langit mulai berubah menjadi warna angkasa karena planet yang mereka tepati sudah benar-benar hancur.

__ADS_1


Seluruh tubuh Rinc terbelah menjadi beberapa bagian karena Shizen yang menggunakan kemampuan sabitnya, "UAAAAAAAGGGGHHHHHHH!!!" Shizen menunjuk Rinc lalu ia mulai secepatnya mengakhirinya dengan mengayunkan sabitnya ke arah kepala Rinc.


...


...


BAAMMMM!!!


"GUUGGGGHHHHHH!!!!" Perut Shizen tiba-tiba tertusuk oleh aura pedang milik Rinc, tiba-tiba Shizen bisa merasakan keberadaan Rinc yang sebenarnya sedang berdiri tepat di belakangnya selagi menusuk punggung Shizen menggunakan aura pedang kirinya, "A-Aggh... K-Kau... Bagaimana bisa...?" Tanya Shizen, ia menatap ke depan dimana ia melihat Rinc yang ia tebas-tebas menjadi beberapa kecil mulai berubah menjadi aura kegelapan.


"Aku menggunakan sihir malaikatku yang bernama Darkening Manipulation... Sihir Fallen angel yang mampu membuat kesucianku sebagai malaikat di ubah menjadi sumber kekuatan dan Pure Boost-ku akan berubah menjadi Cursed Boost, seluruh cahaya atau kesucian yang aku miliki akan berubah menjadi sumber kekuatan yang dikalikan ratusan kali...!!!" Rinc menaikkan auranya hingga mampu membuat Shizen terpental ke depan dengan luka lubang di perutnya, "Grrgghh...!"


"Bayangkanlah, satu kesucian atau satu cahaya mampu aku ubah menjadi sumber kekuatan karena Cursed Boost...!!! Satu saja sudah menguntungkan... Apalagi jutaan yang ada di tubuhku ini...!!!" Teriak Rinc hingga aura kegelapannya mulai membesar, sayap yang terdapat dipunggungnya mulai berubah menjadi warna hitam dan cincin emas (HALO) yang ada di kepalanya mulai berubah menjadi hitam hingga dilumuri oleh kegelapan.


"A-Apa ini...?" Tanya Shizen, Rinc sekarang telah berubah menjadi wujud Fallen Angel yang mengarti sisi kegelapan bagi malaikat dan kekuatan seorang Fallen Angel itu sangatlah kuat hingga tidak bisa diremehkan begitu saja dengan mudah karena kekuatan mereka yang dikalikan ratusan kali setiap tubuh seorang malaikat memiliki kesucian dan cahaya.


Rinc muncul di belakang Shizen lalu ia mencoba untuk menginjak luka Shizen, tetapi ia mulai melompat ke depan dan menghilang, "Cih.... Ini bahaya, jika aku terus membiarkannya hidup maka dia akan mendapatkan Legend's Boost." Ucap batin Rinc.


Shizen melesat menuju arah Rinc lalu ia mencoba untuk menendang kepalanya, tetapi Rinc langsung menghilang dan muncul di belakang Shizen. Dengan bersamaan mereka langsung melesatkan kaki mereka hingga pipi mereka langsung tertendang oleh kaki mereka, Shizen berhasil menendang pipi Rinc sedangkan Rinc berhasil menendang pipi Shizen.


Mereka berdua langsung terpental ke belakang selagi berputar, Rinc berhasil mendarat di atas tanah sedangkan Shizen tergeletak di atas tanah dengan luka tusuknya yang mulai mengeluarkan darah cukup banyak, "Grrggh..." Shizen menghalang luka itu menggunakan telapak tangan kirinya, Shizen mencoba untuk memaksakan tubuhnya bangkit, "Dark He---"


"MAXIMUM HAZARD FLASHER!!!" Rinc membuka mulutnya hingga ia mulai menciptakan bola kegelapan melalui mulutnya yang terbuka lalu bola kegelapan itu mulai hancur dan meluncurkan gelombang kegelapan besar yang melesat menuju arah Shizen, "S-S-Sial...!!!" Shizen mulai memutarkan sabitnya hingga gelombang kegelapan itu mulai tertebas menjadi beberapa bagian kecil, "Grrrggghh...!" Dahi Shizen mulai berurat karena kedua lengannya terasa sangat berat ketika mencoba untuk menahan gelombang itu.


Lengan kanan Shizen mulai terlindungi oleh kegelapan, "BARRIER OF NIGHT FALL!!!" Shizen menahan gelombang itu menggunakan lengan kanannya sekarang yang terlindungi oleh kegelapan, Shizen melempar sabitnya ke depan hingga sabit itu tertancap di daratan yang berada di belakang Rinc, "SCYTHE TELEPORTATION!!!"


SWOOSSHH!!!


Shizen muncul di sebelah sabitnya lalu ia menendang punggung Rinc dengan sangat keras hingga ia terpental ke depan, "Cih...!" Rinc menutup mulutnya lalu ia melirik ke belakang dimana ia melihat Shizen melempar sabitnya menuju arah Rinc. Rinc langsung menunduk dan berhasil menghindari sabit itu, tetapi sabit itu mulai mengejar Rinc tanpa henti karena Shizen sekarang sedang menggunakan sihir yang bernama Scythe of Deadly Fate, sihir yang mampu membuat sabit Shizen terus mengejar musuhnya hingga sabit itu dapat melukai Rinc.


Perlahan-lahan Lenergy Shizen mulai berkurang karena menggunakan sihir itu, "NIGHT HEAL!!!" Teriak Shizen keras hingga seluruh lukanya mulai terhalangi oleh aura kegelapan, perlahan-lahan sihir yang Shizen gunakan mulai menyembuhkan luka-luka ringan dan berat, sihir itu hanya bisa digunakan sekali dan di malam hari. Sekali setiap malam.


Shizen menunjuk sabitnya lalu ia tiba-tiba melihat Rinc menghilang di pandangnya, "Huh...?" Rinc muncul di belakang Shizen selagi melesatkan aura pedangnya yang sangat besar dan panjang, "Aku akan menusuk jantungmu sampai hancur!!!" Ucap Rinc selagi melesatkan aura pedangnya menuju arah punggung Shizen, "T-Tidak...!"


CLAAANGG!!!


Tiba-tiba Rinc terpental ke depan karena seseorang yang menangis aura kanannya hingga lengan kanan Rinc langsung putus karena seseorang, "Grrggghhh...!!! SIALAN!!!" Teriak Rinc selagi menatap lengan kanannya yang putus.


Rinc menatap seseorang yang memutuskan lengan kanannya lalu ia melihat seorang Legenda yang sedang memegang pedang yang dilumuri oleh api-api hitam, "K-Kau...!!!" Ucap Rinc selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, Shizen melirik ke belakang lalu ia membulatkan kedua matanya ketika melihat Legenda yang menyelamatkannya, "J-Jangan kau ini..."


"Legenda pembasmi sampah...! Shimatsu Arata, seorang Saint Tracer?!" Ucap Shizen.

__ADS_1


"Ya, itu benar." Ucap Arata selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


__ADS_2