Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 31 - Kekalahan yang membuat kemarahan dahsyat


__ADS_3

"G-Gaggghhhhh..." Homuze merasakan kesakitan yang dahsyat di dalam perutnya yang tertusuk oleh pedang yang sangat besar. "Ughh...!!!" Homuze memuntahkan banyak darah dari mulutnya.



"Kau lengah, Homuze---" Ternyata selama ini Rxeonal lah yang menyerang Homuze dengan diam-diam.



Homuze tiba-tiba memukul wajah Rxeonal dengan sangat keras, hingga ia terdorong mundur lalu mengenai gunung-gunung yang berjajaran.



Homuze mengejamkan kedua matanya untuk mengontrol dirinya sendiri yang telah kehilangan kendali dan kehilangan pertahanannya. "Shira... Methode... Selvia..."



Homuze menarik pedang yang menusuk perutnya, lalu ia menghancurkan pedang itu dengan hanya satu tangan. "H-Hebat... Walaupun ditusuk... Ia masih mampu bertarung dengan seluruh kekuatannya." Skyla merasa sangat terkejut melihat Homuze yang sanggup melanjutkan pertarungannya.



"Ughhh..." Homuze mulai mengeluarkan darah dari dimulutnya lagi dan lagi.



"Flaming Cure..." Homuze memegang perutnya yang terdapat sebuah lubang tusukan pedang milik Rxeonal. Lukanya langsung kembali sembuh dengan sempurna.



"SIALAAAAAAN!!!" Rxeonal bangkit dari tanah dan auranya mulai membesar seperti gunung yang meletus, itu sama seperti Homuze.



"Kau pasti akan aku bunuh!!!" Rxeonal menunjukan rautan wajah yang penuh kemarahan.



Homuze menarik nafasnya dalam-dalam karena bekas luka di perutnya masih menyakitinya dan meracuninya. "Hah.... Hah... Ayolah..."



Homuze menembak sihir api menuju arah Rxeonal. Tiba-tiba api Homuze mulai berubah menjadi debu bersinar. "Hah...?"



Woooosshhh...



Ashura langsung terkejut melihat api Homuze yang tiba-tiba berubah menjadi debu bersinar. "Sihir buff Iblis... Demon's Immunity! Sihir yang mampu menghancurkan sihir apapun dengan sekejap."



"Sihir buff khusus iblis licik sepertimu ya...? Memang benar-benar tidak dipercaya..." Homuze mulai merasa kesal dan tersenyum lebar.



"Divine Chaos!" Rxeonal menembak sihir bola kegelapan kecil menuju arah Homuze dengan sangat cepat.



"Cih..." Homuze mencoba untuk menahannya menggunakan kedua lengannya.



"HOMUZE!!! HINDARILAH SIHIR ITU SEKARANG JUGA!!!" Teriak Shira dengan sangat serius.



"Apa---" Homuze tidak sempat menghindar, hingga sihir itu sempat mengenainya.



BAAMMMMMM!!!



Homuze tiba-tiba terserap oleh sihir Divine Chaos, lalu bola itu mulai perlahan menjadi besar hingga itu meledak seperti balon yang meletus.



"AGGGGGGGGGHHHHH!!!"



BAAAAAAMMMM!!!



Rxeonal muncul di depan Homuze dan ia langsung memukul perut Homuze dengan sangat dalam hingga ia memuntahkan banyak darah. "UUUUUGGGHHH!!!"



Rxeonal memegang wajah Homuze, lalu ia melempar Homuze menuju tanah dengan sangat kasar.



"AGGGHHH!!!"



Rxeonal menginjak perutnya dengan sangat keras, lalu ia menjenggut rambutnya dengan kasar. "Sedih sekali untuk dirimu ini yang memiliki potensi lebih tapi memiliki hati yang murni." Homuze mulai pingsan karena kelelahan, Legenda akan secepatnya pingsan ketika mereka kelelahan.



"Aku akan menghancurkan seluruh tubuhmu dan bahkan memadamkan api-apimu itu, Homuze."



BAAGGGGGG!!!



Shira menendang wajah Rxeonal dengan sangat keras hingga ia terdorong mundur. "Jauhkan kedua tanganmu dari Homuze..." Shira mengeluarkan wujud Light of Hope-nya karena ia tidak memiliki cukup energi sihir untuk berubah menjadi Saint of Hope bahkan Potenhope.



"JYAAHHHH!!!" Shira mengeluarkan pedangnya dengan perintahnya, lalu ia mulai mencoba untuk menebas seluruh tubuh Rxeonal.



Rxeonal terus menghindari serangan Shira karena kecepatan Shira menurun oleh kelelahannya yang besar dan bahkan tenaganya yang perlahan terkuras.



"Kau terlalu lambat..."

__ADS_1



"Lambat ya!?" Shira menendang wajah Rxeonal dengan sangat keras hingga ia terdorong, tiba-tiba kecepatan Shira meningkat dengan ia menendang wajah Rxeonal.



Shira berputar, lalu ia menendang wajah Rxeonal dengan sangat keras hingga ia terdorong lagi.



Rxeonal menyerang balik dengan memukul wajah Shira hingga ia terdorong mundur.



"DIVINE CHAOS!!!" Rxeonal menembakkan sihirnya lagi menuju arah Shira.



"SWORD DISC LIGHT!!!" Shira memutarkan pedangnya dengan sangat cepat, hingga ia membelah Divine Chaos itu menjadi dua karena pedangnya yang tajam.



Shira terbang menghampiri Rxeonal dan ia langsung menginjak kedua kakinya dengan sangat keras hingga Rxeonal terjatuh.



"HEAVEN'S BURST!!!" Pedang Shira bersinar dengan sangat terang, ia dengan cepat menebas wajah Rxeonal.



SLAAAASSHHHH!!!



"AGGGGGGGHHHHHH!!!" Pipi kanan Rxeonal terluka oleh serangan pedang Shira yang sangat tajam dan panas.



"Sadarilah kekuatanmu yang memiliki batas kecil!!! SAINT LEGENDA!!!" Bentak Rxeonal dengan kesal. Rxeonal menendang perut Shira, lalu ia mulai memukul wajah Shira tanpa henti karena kemarahannya.



Shira mendorong Rxeonal dan ia langsung menunjukkan pedangnya dan juga serangan terakhirnya. "SWORD DISC---"



Rxeonal dengan cepat memegang logam pedang Shira, lalu ia mematahkan pedangnya dengan sangat cepat.



KRAKKK!!! Rxeonal mengambil potongan logam dari pedang itu.



"AMBILAH INI..." Rxeonal dengan cepat langsung menusukan besi tajam itu ke dalam perut Shira, hingga besi itu muncul kembali di belakang perut Shira.



STAAAAABB!!!



"Ahhhh...!" Shira langsung terkejut, ia mencoba untuk menghindari tadi... Tetapi ia terlalu lambat hingga Rxeonal bisa melukainya.




"Ti-Tidak... Ahhh... Hahh..." Shira mulai merasa lemah dan ia berpikir bahwa waktunya telah tiba untuk mati seperti legenda yang layak.



Rxeonal tersenyum. "Berakhir sudah..." Rxeonal memegang kepala Shira dengan senyuman yang puas.



"Aku salut kepadamu Shira... Kau memiliki rasa hormatku yang besar, sepertinya Saint Legenda memanglah kuat. Ekspetasiku terhadapmu ternyata benar bahwa kau tidak akan mengecewakanku."



"Hahhh... Ahhhh..." Shira merasa lemah dan tidak bisa lagi melawan lagi, ia perlahan berlutut karena seluruh tubuh terasa lemas.



Rxeonal menendang perut Shira hingga ia terdorong mundur dan terjatuh. "Kau adalah korban saint pertama yang terbunuh olehku..."



Rxeonal menunjuk Shira dan ia langsung siap untuk membunuh Shira dengan sihir Divine Chaos.



"Hah... Ahhh..." Shira menutup kedua matanya, ia sudah siap untuk mati.



"Berakhir---"



"Hentikan..." Tiba-tiba seorang gadis kecil mulai berteriak kepada Rxeonal dengan sangat cepat dan juga khawatir.



Rxeonal dan Shira melirik ke arah gadis itu dan ternyata gadis itu adalah Selvia yang sedang berdiri dengan wajah yang panik. "Tidak... L... Lari..." Shira menunjuk Selvia dengan wajah yang terkejut.



Rxeonal menunjuk Selvia dengan wajah yang tersenyum. "Kau masih peduli dengan legenda seperti dia ya?"



"Dia adalah Papaku... Jauhkanlah kedua tangan kakek dari Papa." Ucap Selvia dengan air mata mulai berjatuhan di kedua matanya.



"Ahhh..." Shira tidak bisa melakukan apapun kecuali melihat Selvia yang keras kepala untuk berhadapan dengan Rxeonal.



"Ohh? Kau bisa apa? Kau ingin menghentikanku dari menyerang Ayahmu Shira?" Tanya Rxeonal.



"Aku bisa membuat persetujuan denganmu, Kakek..." Selvia tiba-tiba mengeluarkan jantung yang berada di dalam tubuhnya.

__ADS_1



"Ahhh...!?" Shira langsung terkejut melihatnya.



"Ohh? Kau ingin memberi jantung Iblismu ya?"



"Uggghhh... Iya..." Selvia mencabut jantung itu dengan sangat cepat, lalu ia mulai berdarah dengan sangat banyak di dadanya dan bahkan mulutnya mulai perlahan mengeluarkan banyak darah.



"Tidaaakk... Tidaakkk...!!!" Shira mulai mencoba untuk bangkit tapi ia tidak bisa karena tusukan yang masih ada di perutnya memang menyakitkan dan membuat tubuhnya terasa lemas.



Selvia menunjukan jantung itu kepada Rxeonal, ia langsung melemparnya menuju arah Rxeonal. Rxeonal langsung mengambil jantung itu. "Kau menurut juga... Walaupun kau akan benar-benar mati karena pendarahan."



"Aku tidak peduli... Aku hanya peduli dengan keselamatan papa..." Selvia tersenyum.



Selvia terjatuh dan tidak bisa bertahan lama lagi karena pendarahannya yang sangat banyak dan cukup parah.



"Hmph... Gadis bodoh..." Rxeonal tersenyum dengan sangat jahat. Shira mulai merangkak menuju Selvia dengan menggunakan tenaganya yang terakhir. "Tidak... Selvia... Tidak..."



"Hmph..." Rxeonal menyilangkan kedua lengannya untuk melihat drama tentang ayah dan anak.



Shira megenggam tangan kanan Selvia dan ia langsung memeluk Selvia dengan penuh kasih sayang. "Selvia... Tidak..."



"Papa... Aku ingin sekali... Ingin sekali tinggal bersama Papa selamanya..."



"Tetapi... Karena aku adalah seorang iblis, aku pasti tidak akan memiliki kesempatan penuh untuk tinggal bersama Papa selamanya..."



"Kau... Pasti akan bersama kita selamanya..." Shira memeluk Selvia dengan sangat erat dan air mata mulai berjatuhan di kedua matanya.



Kedua lengan Selvia mulai perlahan menjadi debu hitam, itu pertanda bahwa ia akan mati dan menghilang selamanya.



Shira melihat itu dan ia langsung panik dan tidak bisa melakukan apapun selain mengatakan tidak. "Tidak, tidak, tidak...! Tidak!!!"



"Melihat Papa, Mama dan bahkan Kakak berkerja keras untuk menjadi yang terkuat... Aku sangat senang bahwa legenda itu memang benar-benar ras yang selalu bekerja keras dan pantang menyerah..."



"Kumohon... Selamatkanlah Yuusuatouri dan juga lindungi juga Yuusuatouri dengan seluruh kekuatanmu, Papa..."



"TIDAAAAAAK!!! TIDAAAAK!!! Jika kau tidak bersamaku... Aku tidak akan bisa menjadi kuat---"



STAAAAABBB!!!



Punggung Shira tiba-tiba tertusuk oleh sihir Demon's Pierce. "Ah-Ahhh..." Shira jatuh pingsan. Selvia hanya bisa melihat Shira pingsan dan tidak bisa melakukan apapun. "Ternyata Kakek memang iblis yang kejam... Pengingkar janji."



"Dia membuatmu tidak tenang untuk mati, Selvia. Dia ini tidak berguna dan mencoba untuk melawan takdir."



Selvia bersinar dan ia mulai menangis tangisan terakhirnya. Ia mati tanpa dilihat oleh Papa dan Mamanya. Mereka berdua jatuh pingsan karena perbuatan Rxeonal.



"Mama... Papa... Aku menyerahkan semuanya kepada kalian berdua..." Selvia mulai menghilang dan berubah menjadi debu.



"S-Selvia...!" Skyla dan Miuki langsung terkejut melihat itu. Mereka berdua sama sekali tidak berguna dan tidak bertindak terhadap hal tersebut.



Debu Selvia mulai pergi berterbangan bagaikan bintang-bintang yang berjatuhan di malam hari yang indah. Methode melihat itu dari jauh dan ia mulai tersenyum selagi meneteskan air matanya.



"Apa yang sudah kau perbuat...?" Methode berjalan menghampiri Rxeonal. "Hmph... Kau tidak memiliki kewajiban untuk menghentikanku!" Rxeonal menembak Divine Chaos kepada Methode.



BAAMMMM!!!



Methode masih tetap berjalan dan ia tidak terluka sama sekali oleh sihir tadi. "Kau akan aku kirimkan ke nereka untuk para iblis-iblis yang berhati dingin."



Mantra Methode tiba-tiba bersinar, kedua matanya terbakar oleh api berwarna biru. "Deathode."



BAMMMMM!!!



Methode berubah menjadi wujud ras Eternal-nya. Deathode menatap wajah Rxeonal dengan tatapan mematikan. "Kau pasti... Aku siksa dengan siksaan yang sangat pedih."


__ADS_1



__ADS_2