
Cerita ini mengisahkan tentang keberadaan beberapa ras yang hidup bersama dalam satu semesta. Namun, semesta ini berakhir dengan peperangan yang mengakibatkan kehancuran ras-ras tersebut. Dalam dunia ini, yang kuat bertahan hidup, sementara yang lemah mati. Namun, kata-kata tersebut berubah menjadi "yang kuat bertahan, yang lemah berjuang." Semesta ini memiliki inti semesta lain selain Touri, yaitu Reaoum dan Palouce.
Konflik melanda semesta ini, menyebabkan kehancuran dan kekacauan. Semua ras telah melupakan tujuan mereka dan terfokus pada perang dan kekuatan. Sejarah terhapus dan terlupakan, dan semua makhluk hidup seperti binatang yang gila. Namun, mereka tidak menyadari bahwa mereka hidup di dunia yang diciptakan oleh seorang Dewi yang melarikan diri dari takdirnya.
Perang baru dimulai dengan kejadian baru, dan seorang dewa, yang dikenal sebagai Zenzaku, mengumpulkan dewa dan dewi lainnya di ruang rahasia. Korrina Comi, yang sedang mengamati dua dimensi yang berbeda yang menunjukkan semesta Touri, juga hadir di sana. Korrina tidak mengerti dimensi mana yang sedang ia lihat.
Dalam pertemuan ini, Korrina mengetahui bahwa Zenzaku adalah anak dari dewa paling kuat, Zanggetsu. Zenzaku menjelaskan bahwa mereka semua berasal dari dimensi yang berbeda, termasuk Touri, Reaoum, dan Palouce. Zenzaku memiliki rencana untuk menghapus semua dimensi yang dianggap tidak pantas atau tidak layak bertahan.
Korrina merasa penasaran dan Zenzaku mengungkapkan bahwa ia memiliki pengetahuan tentang seseorang yang penting bagi Korrina, yaitu Haruka. Haruka adalah putri dari dewa dan dewi waktu, Mertiana dan Touma, dan telah melarikan diri ke dimensi palsu tempat tinggal Korrina. Haruka memiliki kekuatan yang dapat mengganggu keseimbangan semesta.
Zenzaku mengungkapkan bahwa dimensi palsu Korrina sangat sensitif terhadap keseimbangan. Jika keseimbangan terganggu, konflik akan muncul sebagai konsekuensinya. Zenzaku juga mengatakan bahwa jika Korrina menghancurkan dimensi asli Touri, maka dimensi palsu akan menjadi yang asli, dan Korrina akan menjadi dewi Touri yang memiliki kendali penuh atas semesta.
Korrina merasa terguncang dengan pengetahuan ini dan berpikir untuk menghancurkan dimensi asli demi kebebasan dan kedamaian abadi. Namun, ia juga merasa dilema karena Haruka adalah penyebab dari semua konflik yang terjadi. Korrina mempertanyakan apakah membunuh Haruka akan membawa kedamaian bagi dirinya dan keluarganya.
Korrina duduk termenung di ruangan rahasia, cahaya lembut memancar dari kristal-kristal di sekelilingnya. Zenzaku, dewa misterius yang mengumpulkan mereka, menatapnya dengan penuh perhatian.
"Korrina, aku tahu bahwa keputusan yang harus kau ambil sangat berat," kata Zenzaku, suaranya penuh perhatian. "Namun, penting bagi kita untuk memahami konsekuensi dari pilihan kita."
__ADS_1
Korrina mengangguk, ekspresi penuh kekhawatiran terpancar dari wajahnya.
"Aku sadar bahwa tindakan yang kuambil akan berdampak besar bagi semesta ini," kata Korrina, suaranya penuh pertimbangan, "tetapi aku juga tidak bisa membiarkan konflik terus berlanjut. Bagaimana kita bisa mencapai kedamaian jika semua ras terjebak dalam siklus kehancuran dan kekerasan?"
Zenzaku menggumamkan kata-katanya dengan bijak. "Itu adalah pertanyaan yang sulit. Namun, kau harus mempertimbangkan semua aspeknya. Jika kau menghancurkan dimensi asli Touri, apa yang akan terjadi pada penduduknya? Apakah itu akan menghentikan konflik atau malah memicu lebih banyak perang?"
Korrina menatap Zenzaku dengan rasa kebingungan yang mendalam. "Aku ingin mencari jalan keluar yang tidak melibatkan kehancuran, tapi apakah ada solusi lain? Apakah ada cara untuk mengubah hati mereka?"
Zenzaku tersenyum lembut. "Sebagai seorang dewi, kau memiliki kekuatan untuk mengubah takdir. Kau bisa mencoba mempengaruhi para pemimpin dan masyarakat Touri agar memilih jalan damai. Tapi, kau juga harus bersiap menghadapi kemungkinan penolakan dan kegagalan."
Korrina menggigit bibirnya, terlihat teguh. "Aku siap mengambil risiko itu. Aku tidak ingin mengambil jalan mudah dengan menghancurkan semuanya. Aku ingin membuktikan bahwa cinta dan perdamaian masih mungkin dalam dunia ini."
Dengan semangat yang baru ditemukan, Korrina melangkah keluar dari ruangan rahasia. Dia siap untuk menghadapi perjalanan yang penuh perjuangan dan pengorbanan demi mencapai kedamaian yang dia yakini.
Langit di luar istana Zenzaku dipenuhi dengan awan hitam yang menggelapkan langit. Angin kencang menerpa Korrina saat dia berdiri di halaman istana. Suara gemuruh petir memecah keheningan, mencerminkan keadaan hatinya yang bersemangat namun penuh ketegangan.
Para penduduk desa yang selama ini hidup dalam ketakutan dan kecemasan menyaksikan Korrina dengan penuh harapan. Mereka menginginkan perubahan, dan mereka tahu bahwa Korrina adalah satu-satunya harapan mereka.
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju desa terdekat, Korrina melihat pemandangan yang mencengangkan. Rumah-rumah yang hancur dan ladang yang kering menjadi bukti kehancuran yang dialami oleh penduduk desa ini. Wajah-wajah lelah dan penuh harapan mereka memberikan semangat baru bagi Korrina untuk terus maju.
Korrina memasuki desa yang sunyi. Penduduk desa menyambutnya dengan penuh antusiasme. Mereka berkumpul di alun-alun desa, berharap mendengarkan kata-kata Korrina yang penuh inspirasi.
Dalam pidato yang menggugah hati, Korrina berbicara tentang kekuatan yang terletak di dalam setiap individu, tentang keberanian dan kebersamaan yang akan membawa mereka keluar dari kegelapan yang menindas. Dia membagikan pengalamannya, bagaimana dia sendiri merasa terpuruk dan putus asa, tetapi kemudian menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri untuk berjuang melawan kejahatan.
"Mari kita bersatu! Mari kita hadapi rasa takut dan ketidakadilan bersama-sama!" serunya dengan penuh semangat.
Tangisan haru dan tepuk tangan riuh mengiringi pidato Korrina. Semangat yang dia tanamkan dalam hati penduduk desa mendorong mereka untuk bangkit dari keterpurukan. Mereka menyatakan komitmen mereka untuk berjuang dan merebut kembali kehidupan yang damai dan sejahtera.
Korrina memimpin mereka dalam latihan dan persiapan untuk pertempuran yang akan datang. Mereka melatih fisik dan mental, mempersiapkan strategi dan mengasah keahlian mereka. Setiap penduduk desa memberikan yang terbaik dari diri mereka, saling mendukung satu sama lain dalam upaya bersama ini.
Hari-hari berlalu, dan momentum perubahan semakin kuat. Pasukan Korrina semakin besar dan semakin terorganisir. Mereka bergerak maju dengan tekad yang bulat, menuju benteng kejahatan yang terletak di pegunungan terlarang.
Di hadapan pintu gerbang benteng itu, Korrina menghadapi pilihan sulit. Keadaan di depannya penuh dengan ketidakpastian dan bahaya. Namun, dalam matanya yang penuh semangat, terpancar kepercayaan diri dan tekad yang tak tergoyahkan.
Dengan hati yang berdetak kencang, Korrina melangkah maju. Setiap langkah yang dia ambil mengisyaratkan keberanian dan tekad yang kuat. Dia tidak tahu apa yang menantinya di dalam benteng itu, tetapi dia tahu bahwa dia tidak akan pernah menyerah.
__ADS_1
Perjalanan Korrina untuk mencapai kedamaian yang dia yakini telah mencapai puncaknya. Dengan semangat yang membara dan hati yang berani, dia siap menghadapi apa pun yang menghalangi jalannya.