Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 64 - The Truth is...?


__ADS_3

Kembali menuju masa lalu... Ratusan tahun lamanya...



Alvin bangkit dari atas tanah dengan seluruh tubuh yang dilumuri darah karena ia sekarang sudah tidak memiliki sedikit tenaga atau kekuatan untuk bertarung dengan musuh yang sangat kuat. Musuh Alvin yang bernama Zynia, dia juga termasuk seorang Legenda yang memiliki sihir kuno.



Zynia sedang melayang di atas langit-langit yang berwarna hijau selagi mencoba untuk menarik nafasnya karena ia juga sama seperti Alvin, seluruh kekuatan dan tenaganga telah habis hingga lengan kirinya terpotong oleh serangan terakhir Alvin. "Alvin Ghifari...!!! Kenapa kau terus menghalangiku...!?" Tanya Zynia dengan wajah yang sangat kesal.



"Perbuatanmu membuatku kesal... Menghancurkan beberapa planet tanpa sebuah alasan itu bisa aku biarkan jika kau mengerti dengan maksud dari keseimbangan..." Alvin perlahan melayang menuju atas langit selagi menatap wajah Zynia yang dipenuhi dengan darah juga keringat.



Shuri dan juga Korrina telah terluka karena bertarung dengan Zynia. Shuri sekarang sedang menatap mereka berdua selagi menggendong Shira yang sedang tertidur. "Perbuatan Alvin sama sekali tidak bisa aku mengerti, Korrina."



"Kenapa...? Kenapa dia harus terus berjuang walaupun dirinya sendiri akan terbunuh dan juga batasannya yang selalu menghambat kita semua akan menghentikan kita di tengah jalan." Tanya Shuri selagi melihat Alvin dan Zynia kembali bertarung.



"Itulah Alvin Ghifari. Nama terakhirnya adalah Ghifari, dia berasal dari keluarga yang memiliki semangat tinggi untuk menjadi yang terkejut. Tujuan mereka sangatlah jelas... Menyeimbangkan sesuatu demi semesta Touri, Alvin tidak akan pernah berhenti berjuang demi keseimbangan karena itulah rencananya... Menyeimbangkan sesuatu selagi bertambah kuat."



"Batasan atau apapun itu... Alvin tidak akan pernah memperdulikannya karena dia adalah seorang Legenda yang layak. Dia telah belajar banyak hal tentu semua yang ia ketahui!" Korrina mengepalkan kedua tinjunya selagi menatap Alvin dengan wajah yang tersenyum seperti terkesan melihat suaminya masih terus bertarung.



Alvin tiba-tiba muncul tepat di depan Korrina dengan wajah yang kelelahan. "Korrina... Shuri... Sepertinya cara kita semua untuk selamat adalah... Kalian berdua harus melarikan diri tanpaku sedangkan aku harus menghabiskan waktu melawan Zynia." Ucap Alvin dengan wajah yang sangat serius hingga membuat Korrina dan Shuri terkejut karena Alvin ternyata memiliki rencana yang gila lagi.



"Apakah pukulan Zynia itu terlalu keras ya? Kita adalah Legenda...! Kita tidak pernah meninggalkan seorang Legenda yang sedang berjuang!!!" Ucap Korrina dengan rautan wajah yang marah hingga membuat Alvin tersenyum sedikit.



"Apa yang di katakan Korrina itu benar... Mari kita melarikan diri bersama saja!" Ucap Shuri.



"Percuma... Zynia akan terus mengejar kita atau bahkan dia akan meledakan planet lagi jika kita tidak mengalahkannya..." Ucap Alvin dengan rautan wajah yang sangat serius.



Zynia tiba-tiba tersenyum seperti seorang monster. "Hahahahaha!!! Bukan hanya planet-planet saja yang akan aku hancurkan..." Alvin dan yang lainnya langsung menatap Zynia yang seluruh tubuhnya telah dilindungi oleh aura berwarna hijau tua, kedua pupil dari matanya mulai menghilang hingga terdapat sebuah simbol yang mengatakan 'ledakan' di dahinya.



"Percuma saja jika kalian ingin kabur ke tempat yang sangat tersembunyi, tapi... Bukan planet saja yang akan aku hancurkan, tetapi seluruh semesta Touri akan aku ubah menjadi debu!!! AHAHAHAHA!!!" Teriak Zynia lalu ia tertawa terbahak-bahak, auranya yang berwarna hijau mulai membesar hingga mengguncangkan planet yang sedang mereka semua injak.



Alvin dan yanh lainnya langsung terkejut karena melarikan diri juga bukanlah hal yang baik. "Hmph... Melarikan diri juga bukan pilihan yang tepat ya...? Baiklah, aku suka itu karena sebagai Legenda aku tidak suka melarikan diri dari maut." Alvin mulai mengusap darah yang terletak di mulutnya.



Alvin mulai menghela nafasnya karena ia sudah tidak memiliki ide apapun kecuali terus bertarung. "Korrina... Jika kau menghalangiku maka aku tidak akan melarangnya karena aku akan tetap berada di tempat ini." Ucap Alvin dengan ia mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya.



Korrina tiba-tiba mulai menunjukkan raut wajah yang kesal hingga ia tak lama kemudian mulai menghela nafasnya dengan tenang. Seketika ia menarik beberapa nafas senyuman mulai muncul di wajahnya. "Jika itu adalah tujuanmu dan jalan yang kau pilih maka aku juga akan bertarung di sisimu." Korrina mulai berjalan menuju Alvin lalu ia berhenti di sebelah kirinya selagi menunjukkan kuda-kuda bertarungnya.



"Hmph, baiklah..."



Korrina melirik kepada Shuri. "Shuri, aku mohon... Lakukanlah permintaan kami untuk meninggalkan planet ini sekarang juga dan berdoa untuk keajaiban yang datang." Ucap Korrina dengan wajah yang sangat serius.

__ADS_1



Shuri mengepalkan kedua tinjunya selagi menunjukkan wajah yang kesal. "KALIAN BERDUA MEMANGLAH BODOH...!!! Bukannya tujuan kalian adalah untuk menyeimbangkan semesta Touri...!? Legenda seharusnya belum siap mati ketika tujuan mereka belum tercapai... Tujuan kita ini tidak tertabas bukannya kau selalu mengatakan itu, Alvin?!" Tanya Shuri dengan ia mulai menangis.



"Shuri... Aku bisa menyeimbangkan apa ketika semesta ini akan hancur?" Tanya Alvin.



Shuri tiba-tiba mengejamkan kedua matanya hingga ia langsung bersinar dengan sangat cerah. "Wahai cahaya... Cahaya yang dapat mengabulkan permintaan dan juga keajaiban bagi diriku untuk bisa menyelamatkan seseorang yang sangat penting bagiku... Aku ingin menjadi kuat... Aku ingin bersinar demi semesta Touri bahwa aku adalah seorang gadis Legenda yang memiliki sihir kuno Gerhana matahari dan juga gerhana bulan...!"



"Sebelum kau mengabulkan permintaanku... Aku ingin anakku yang bernama Shiratori Alvin atau nama samarannya Shiratori Shira selamat dan dipindahkan menuju dunia luar yaitu dunia asli...! Dunia yang tidak ber-fantasi!" Shira yang sedang di gendong oleh Shuri mulai bersinar hingga ia terbang menuju atas langit lalu tidak bisa di lihat lagi dengan waktu yang lama.



"Apa yang kau lakukan... Sh-Shuri...?" Tanya Korrina dengan wajah yang kebingungan. Shuri mulai perlahan melayang di atas langit lalu ia menatap Zynia yang perlahan akan meledakan dirinya sendiri. "Legenda bisa mati dengan damai ketika tujuan mereka telah sepenuhnya selesai bukan...? Aku sudah tidak memiliki tujuan atau niat apapun untuk tinggal di semesta Touri lagi."



"Hentikan, Shuri!!! Bukannya tujuanmu yang sebenarnya adalah untuk membesarkan Shira dan Shiro untuk menjadi seorang Legenda pejuang yang besar!?" Alvin mulai panik melihat Shuri yang menaikan seluruh energi sihirnya, itu artinya bahwa mereka akan saling meledaki diri mereka sendiri.



"Hahaha... Sudah terlambat, tapi aku senang bahwa aku bisa menyelesaikan satu tujuan yang aku sangat inginkan yaitu menyelamatkan Touri demi Shira dan Shiro... Seketika aku sudah tiada, aku mohon... Korrina... Alvin... Jagalah meraka dan juga jadikanlah mereka menjadi seorang Legenda yang layak..."



"Shira dan Shiro... Mereka berdua bagaikanlah bulan dan matahari, mereka tidak akan pernah bisa bertemu satu sama lain karena bulan dan matahari juga ketika mereka mendekat maka sesuatu yang berbahaya akan terjadi..." Ucap Shuri dengan wajah yang sangat serius dan senang bahwa kedua anaknya bisa selamat.



Melihat Shuri bersyukur membuat Alvin langsung memegang tangan kanan Korrina. "Korrina... Kita harus pergi sekarang juga atau kita akan terhapuskan oleh ledakan mereka..." Alvin langsung terbang keluar dari planet itu dengan kecepatan suara bersama Korrina yang sedang menatap Shuri. Shuri menatap kembali lalu ia tersenyum.



"Maafkan aku... Ini pertama kalinya aku melihat seorang ibu yang sangat berani... Aku sangat salut dan hormat kepadamu karena kau menyelamatkan kedua anakmu dan juga... Semesta Touri." Ucap Korrina dengan wajah yang sangat serius.




Shuri tiba-tiba tersenyum. "Saoru... Shira... Shiro... Aku melakukan semua ini demi kalian... Aku mengorbankan semuanya demi keselamatkan dari kedua anakku untuk tinggal dan menjadi seorang Legenda yang kuat...!" Shuri langsung bersinar dengan sangat cerah, Zynia langsung membuka mulutnya dengan sangat lebar hingga auranya mulai membuat planet di bawah mereka terbelah menjadi dua.



"Hmph... Sudah tidak bisa ditanyakan dan ditebak lagi... Aku akan menunjukkan bahwa aku ini benar-benar serius, Alvin, Korrina... Aku melakukannya demi kalian untuk menyelesaikan tujuan kalian yang besar itu..."



Mereka berdua langsung bersinar dengan sangat dahsyat hingga Korrina tidak memiliki pilihan lain selain menunjuk planet itu. Alvin membantunya dengan meraba bahu kirinya lalu ia memberikan semua energi sihir terakhirnya kepada dirinya. "SACRED PERFECT BARRIER!!!" Korrina mengeluarkan sihir pertahannya, aura berwarna putih mulai melingkari planet itu lalu melindunginya agar ledakan itu tidak menghancurkan planet lainnya, Korrina mulai menahannya.



"MOON ECLIPSE/NECROMANCER SACRIFICE!!!" Teriak mereka bersama hingga mereka semua langsung meledakkan diri mereka sendiri dengan sangat dahsyat, planet yang diledakan itu langsung terhapuskan seperti debu yang dihambur-hamburkan. Ledakan itu di tahan oleh barrier yang Korrina buat, Korrina menahan barrier itu untuk tetap kuat dengan kedua lengannya.



"Nrrrgghhh...!"



"Merela melakukannya ya...? Sialan..." Ucap Alvin dengan wajah yang kesal.



...



...

__ADS_1



Kembali menuju masa sekarang...



Di suatu tempat... Tempat dimana Shiro ikut bersama malaikat yang baru saja ia temui. Mereka sekarang sedang berada di lab yang sangat canggih, Shiro melihat banyak sekali teknologi yang sangat rumit hingga membuat otaknya berputar 360°.



"Seseorang yang baru saja kau temui, aku tidak percaya bahwa kau membawaku ke tempat yang terlihat sangat rahasia ini." Ucap Shiro dengan wajah yang sangat serius, mereka sekarang sedang berjalan di lorong yang sangat panjang, tetapi di lorong itu terdapat sebuah jendela kaca yang menunjukkan proses pembuatan robot-robot.



"Percayalah, kau adalah Legenda yang kita cari, Shiro. Kami sudah lama ingin bertemu denganmu dan juga memberitahumu tentang kebenaran yang telah tercatat di sejarah Touri." Ucap malaikat itu.



"Kebenaran...? Kau baru saja menarik perhatianku, malaikat. Namamu siapa?" Tanya Shiro.



"Namaku adalah Hizaru Oui... Kau bisa memanggilku Oui, aku adalah seorang malaikat yang bekerja dalam pembuatan masa depan..." Ucap Oui dengan sangat serius hingga ia berhenti tepat di depan pintu besi yang besar, ia mulai mengetik password-nya di tempat ketik yang berada di sebelah pintu tersebut.



"Energi sihir ini... Kenapa aku merasakan keberadaan yang sangat besar-besaran layaknya seperti dewa atau dewi di lab ini...? Kalian memanglah aneh." Ucap Shiro hingga pintu yang berada di depannya langsung terbuka.



"Silahkan masuk..." Oui memberi jalan untuk Shiro, ia langsung mengangguk lalu memasuki ruangan itu dengan wajah yang terkesan juga terkejut karena melihat beberapa tabung yang kosong dan juga alat teknologi yang sangat canggih. "H-Hebat... Tempat yang sangat hebat."



Oui bergerak ke depan lalu ia mulai menunjuk kepada seseorang yang sedang duduk di atas kursi selagi mengawasi CCTV yang menunjukkan pembuatan robot-robot. "Legenda yang kau cari telah datang, Riziel." Ucap Oui dengan wajah yang sangat serius.



Riziel mulai bangkit dari atas kursinya lalu ia berjalan menghampiri Shiro dengan wajah yang senang bahwa ia bisa melihat Legenda yang ia cari. "Akhirnya... Kau datang juga, Shiro. Ternyata benar... Kau sangatlah mirip dan mengingatkanku terhadap seseorang yang sangat aku kenal."



"Oh ya...? Aku tidak mengenalimu sama sekali, lagian juga ini adalah pertama kalinya bagiku untuk bertemu denganmu."



"Juga... Apa yang kau maksud dengan mirip...?"



Riziel mulai tersenyum. "Hahahahaha...! Bukannya itu sudah jelas, Shiratori Shiro? Putra pertama yang mewariskan keluarga yang memiliki sumber energi sihir yang sangat amat besar dan akan meningkat setiap bertarung..."



"Kau mengingatkanku kepada Shiratori Shuri!" Riziel tersenyum lebar.



Hal itu langsung membuat Shiro terkejut hingga jantungnya mulai berdetak dengan sangat cepat. "Shira... Tori...? Shuri...?"



#Tetaplah menjadi pembaca yang setia dalam membaca novel Yuusuatouri


#Aksi dari novel ini sangatlah detail (Author akan berjuang!)



Dan juga...! Touri telah resmi memiliki Grup Chat WA, jika kalian para pembaca ingin masuk ke dalam GC Touri maka kalian tinggal memberi nomer kalian di komen atau pm author ya~



Aku tunggu~

__ADS_1




__ADS_2