
"... ..." Shira menepatkan sebuah bunga di depan kuburan milik Haruka. Ia datang untuk memberikan kehormatan kepada seorang Legenda yang telah benar-benar menyelamatkan semesta Touri. Haruka sudah menyelamatkan Shira sebanyak dua kali dan ia masih ingat dimana Haruka menyelamatkannya ketika Rxeonal hampir saja menghancurkan kota Sillentesius.
Ya... 3 tahun sudah terlewati dan semesta Touri telah sepenuhnya damai karena Haruka yang telah mengorbankan dirinya demi semesta Touri. Sungguh tidak percaya bahwa Haruka-lah yang akan menyelamatkan Touri bukan Alvin.
"Ngomong-ngomong... Dia semakin di benci ketika Haruka mati..." Shira mulai menatap langit-langit dimana terdapat banyak sekali poster yang mengatakan bahwa dewa Alvin sudah tidak layak lagi menjadi seorang dewa.
"Aku tidak mengerti tentang dewa itu, tapi... Dia sejak itu menyelamatkanku dari gelombang sihir milik Zoiru, sungguh langka baginya melakukan hal itu kepadaku.", Ucap Shira, ia mulai mengepalkan kedua tinjunya dengan sangat keras. "Kenapa... Kenapa hati-ku masih memiliki rasa kebencian terhadap dewa itu...!!!"
"Kau boleh membencinya jika kau tidak mempercayai dia kok, Shira." Tiba-tiba suara Korrina muncul tepat di belakangnya, Shira langsung melirik ke belakang dan ia melihat Korrina sedang menggendong anak barunya yang baru saja berusia 2 tahun.
"Korrina..."
Korrina menghampiri kuburan Haruka lalu bayi yang sedang Korrina gendong menjatuhkan bunga di atas kuburan itu. Korrina bangkit dari atas tanah dengan ekspresi yang menahan rasa kesakitan. "Kau bisa lihat dia hancur bukan ketika pesan dari Haruka selesai...?" Tanya Korrina, ia mulai meneteskan air matanya.
"Kau boleh membenciku setiap hari, Mortem. Kalian mau dengar!? Mau dengar!? Aku sudah muak, aku menyerah dalam melindungi semesta busuk ini...!!! Kalian boleh dan dipersilahkan untuk tidak menganggapku sebagai ayah kalian lagi!!!" Ucap Alvin selagi menunjukkan wajah yang terlihat kesal dan hampa.
"Tapi, papa, tunggu---" Perkataan Mortem langsung terpotong. "SHHH...!!! Biarkan, aku yang berbicara hanya untuk hari ini saja. 10 abad lamanya aku dihianati, difitnah, dibenci, diburu, dan tidak dipercayai... Kalian bisa merasakan apa yang aku rasakan tidak...?! Tidak di percaya...!!! Oleh siapapun...!!! Tidak ada yang percaya...!!!"
"Banyak sekali orang yang sangat aku cintai dan sayangi mati karena perbuatanku TERMASUK KALIAN SEMUA, dan sebagiannya mati karena aku berada di sekitar mereka! Padahal aku sudah melakukan semua yang aku bisa demi melindungi TOURI dan SEMUA YANG AKU PERCAYAI...!!!" Korrina langsung mendekati Alvin dan mulai menenangkannya. "Alvin, alvin, sayang, hentikan..."
"Kalian tahu apa...!? Susah dan sangat menyakitkan bagiku karena tidak ada yang mempercayaiku!!! Setiap hal yang aku lakukan pasti mereka akan melihatnya seperti hal yang negatif...!!!" Alvin mulai kehilangan kendalinya terhadap kemarahannya, ia mulai muak terhadap segalanya. Semua kematian pasti akan terkait terhadapnya. "Shiro, Homuze, dan Haruka mati karena aku berada di sini...!!! AKU IKUT CAMPUR DI SEMESTA INI BUKAAAAAN!!?" Teriak Alvin.
"Papa, dengarkan kita---"
"Ahh, kau tahu apa?! Setidaknya kau bawa ini...! Bawa peninggalan terakhir Haruka!!!" Alvin mencabut keluar kubus hijau yang berada di dalam jantungnya lalu ia memberikannya kepada Mortem. "Sekarang ini... Kalian bebas melakukan apapun, termasuk tidak menganggapku sebagai ayah..."
Alvin jalan melewati Mortem selagi menunjukkan wajah yang terlihat kesakitan. Otaknya mulai berdenyut dengan sangat cepat karena ia mulai terasa sakit di bagian kepalanya. "Ugh..." Alvin terjatuh di atas tanah dan pingsan.
"Alvin...!!!"
"Jika kau membutuhkan dia maka dia tidak akan datang dan membantumu... Dia bilang bahwa dia membutuhkan istirahat yang sangat panjang." Ucap Korrina.
"Kita semua sudah berada di lindungan kita sendiri, kita tidak bisa mengandalkan perlindungan lagi kepada Alvin karena ia sudah lelah... Ia ingin beristirahat." Ucap Korrina selagi menunjukkan wajah yang kesal. Shira merasa cukup bersalah melihat hal itu.
"Uwaahhh... Gahhhhh..." Bayi yang Korrina gendong lalu meraba pipi kanan Korrina, jadi bayi itu mencoba untuk menenangkan Korrina yang hampir saja marah besar kepada Shira. "Iya, nak... Mama tidak apa-apa..." Korrina mulai memeluk bayi-nya dengan sangat erat.
Shira langsung berlutut kepada Korrina. "Maafkan aku, Korrina. Maafkan aku karena pernah membenci Alvin." Ucap Shira. Korrina mengangguk lalu ia tersenyum. "Tidak apa-apa kok, Shira. Aku mengerti."
"Gahhhhh~"
"Bahkan Aiko juga menerima maafan-mu." Korrina terkekeh. Ternyata bayi yang ia gendong itu bernama Aiko. Aiko Ghifari, anak yang ke 13 dari Alvin dan Korrina. Banyak bet dah...
"Baiklah... Aku akan pergi dulu, Shira."
"Ya, hati-hati, Korrina."
Korrina langsung menghilang dengan sangat cepat. Shira tersenyum kecil lalu ia menatap langit-langit. "Alvin... Aku harap kau suatu hari datang dan bertarung lagi bersama kita... Kita ini keluarga bukan?"
Shira mulai membuka pintu rumahnya. "Aku pulang---" Ketika ia membuka pintu rumahnya, Homura langsung memeluk Shira dengan sangat erat. "Shira!!! Kita akan berlibur...!!!" Teriak Homura dengan nada kesenangannya.
__ADS_1
"Ehh?! Berlibur?!" Shira tiba-tiba melihat Arisu dan Shou sedang memegang sebuah kupon yang berjumlah lebih dari sepuluh. "Arisu dan Shou baru saja memenangkan kupon ke planet Viagra!!!" Ucap Homura dengan penuh semangat karena planet Viagra adalah planet yang sangat indah dan cocok untuk dijadikan tempat berwisata.
"H-Hebat...!!!" Shira langsung terkejut mendengar itu karena ia akhirnya bisa berlibur bersama keluarga-nya. "Siapa saja yang akan ikut?!" Tanya Shira.
"Sepertinya keluarga Ghifari juga akan ikut bersama keluarga Shiratori...!!!" Jawab Homura dengan sebuah senyuman di mulutnya.
"Sayangnya Methode tidak bisa ikut karena ia sibuk dalam pekerjaannya sebagai Super Elite Legenda." Ucap Homura.
"Ah iya, dia harus menjaga keamanan planet Legenia ya..." Sejak Alvin menghidupkan Yuusuatouri kembali, semua planet yang pernah hancur juga kembali pulih, jadi Legenia telah kembali dan Methode sekarang sedang menjaga kedamaian di planet Legenia. Para Legenda penghuni Legenia sudah melupakan hal tentang keluarga Shiratori dan disisi lainnya mereka tidak tahu siapa itu Methode yang sebenarnya.
"Gwaaaahhhh!!!" Tiba-tiba Shira melihat seorang bayi yang sedang melayang di belakang Homura, setelah itu bayi tersebut langsung terbang menuju Shira dan memeluk wajahnya dengan sangat erat. "Shiori~~~" Shira langsung menggendong Shiori dan memeluknya dengan sangat erat.
"Papa... Papa...!!!" Shiori langsung tertawa dan merasa sangat senang melihat Papa-nya pulang. Shiratori Shiori adalah anak Shira yang ke 8, dia itu berumur sama dengan Aiko yaitu masih berumur di masa-masa bayi, sekitar beberapa bulanan.
Arisu menghampiri Shira lalu ia mengulurkan kedua lengannya, "Papa, biarkan aku menggendong adik imutku~" Arisu terkekeh, Shira mengangguk lalu ia memberikan Shiori kepada Arisu dan ia langsung menggendongnya. "Hehe... Imut..." Arisu mulai mencium pipi Shiori beberapa kali.
SWOOOOOOOOSSSSSHHH!!!
GRRRAAAGGGGGGGGGGHHHH...!!!
"Ahh, sepertinya mereka sudah datang." Ucap Homura, Arisu langsung lari keluar dan mulai membuka pintu rumahnya. Ketika ia keluar, ia langsung melihat seekor naga yang sangat besar sedang duduk di depan rumahnya. "Wahhh!!! Nagaaaaa~" Arisu langsung tersenyum lebar melihat naga itu.
Shira mulai berjalan keluar dan ia melihat Rianna sedang duduk di atas kepala naga itu. "Yo, Shira!" Rianna langsung menyambut Shira dengan sebuah sapaan, ia melompat ke atas lalu ia mendarat tepat di depan Shira. "Apakah kalian siap untuk pergi ke planet Viagra?" Tanya Rianna.
"Kami sudah pasti siap---"
...
...
Tiba-tiba sebuah gelombang merah muncul tepat di sebelah Shira dan hal itu langsung membuatnya terkejut, ia melirik ke arah gelombang itu. Gelombang itu langsung perlahan-lahan menunjukkan Alvin dan Korrina. "Eh...?! Dewa Alvin?! Dan dewi Korrina?!" Shira langsung terkejut melihat mereka berdua yang tiba-tiba datang.
"Shira... Homura... Untuk sekarang, undur dulu liburan itu dan habiskanlah waktu sebentar bersama berita yang SANGAT PENTING bagi seluruh penghuni Touri. Aku janji akan membawa liburan kalian dengan liburan yang sangat panjang dan menyenangkan." Ucap Alvin. Rianna langsung menunjukkan wajah yang terkejut. "Apa... Apa Papa akan memberikan berita pentingnya kepada semua penghuni Touri sekarang ini?!" Tanya Rianna.
"Berita penting?" Tanya Homura.
"Jadi begini... Aku bukan lagi Dewa Touri atau bisa disebut dengan Dewa segalanya loh." Ucap Alvin dengan rautan wajah yang sangat serius. Ketika Alvin berbicara seperti itu, Shira dan yang lainnya langsung menunjukkan ekspresi wajah yang sangat terkejut, mereka membulatkan kedua mata mereka karena tidak mungkin Alvin mengundurkan diri menjadi Dewa Touri.
"APA!? APA KAU SERIUS!? KAU PASTI BERBOHONG...!!!" Ucap Shira.
"Iya, pasti kakek bercanda 'kan?! Kakek sudah jelas bercanda!!!" Ucap Homura. Alvin langsung mengeluarkan sebuah tongkat yang terbuat dari besi bernama Lenitite, sebuah logam yang sangat mahal dan tahan kuat di semesta Yuusuatouri, logam itu hanya bisa ditemukan di yuusuatouri dan sangat langka sekali letak Lenitite itu berada. Terkadang Lenitite dijual dengan harga jutaan dari Legend's Diamonds.
"Flash." Alvin langsung menunjuk daratan dengan tongkat yang ia pegang dan tiba-tiba tongkat Lenitite itu langsung mengeluarkan sebuah logam dimama menunjukkan Mortem dan Rina sedang berada di dalam kamar. Rina sedang mengelus-elus rambut Mortem selagi tertawa bersama Mortem. "Tongkat yang aku pegang ini adalah sebuah teknologi yang diciptakan oleh malaikat bernama Hologram Watcher, tongkat ini akan melepaskan sebuah energi sihir yang dimiliki malaikat yaitu Tuchi dan Tuchi itu akan menyebar ke seluruh ruangan dengan melakukan ini... Spread!" Alvin langsung menekan tombol merah yang ada di tongkat itu dan tongkat itu langsung melepaskan beberapa Tuchi yang berwarna emas di sekitarnya lalu Tuchi itu menghilang seperti air yang baru saja kering.
"Flash Two...!" Tongkat itu langsung mengeluarkan sebuah gelombang dimana menunjukkan Alvin dan yang lainnya. Shira dan Homura langsung terkejut melihat itu "Canggih juga..." Ucap Arisu.
"Ish, Alvin, ini bukan saatnya menunjukkan sesuatu hal yang tidak penting." Ucap Korrina.
"Iya, iya, sabar dikit."
"Aku sudah diresmikan menjadi dewa biasa dan mortal biasa lagi karena aku memberikan semua kekuasaan-ku terhadap Touri atau kekuatan dewa maha kuasa-ku kepada Mortem." Alvin mulai menunjuk rambut poni-nya yang kembali menjadi warna hitam biasanya selalu terdapat sehelai rambut warna merah Crimson, tetapi sekarang tidak.
__ADS_1
"Sehelai rambut yang berbeda dari rambutnya menandakan bahwa kau adalah seorang dewa yang sedang menyamar. Kalian bisa merasakannya bukan? Keberadaanku... Dan aura-auraku... Kalian tidak bisa merasakan kekuatan kekuasaan di dalam tubuhku ini." Ucap Alvin. Shira langsung merasa bahwa hal yang Alvin katakan itu benar, ia merasakan keberadaan Alvin yang berbeda layaknya aura-auranya telah turun.
Alvin langsung menunjuk hologram Mortem. "Omni-Communication, Mortem bawa kami ke tempat tersebut sekarang juga!" Suruh Alvin, Mortem langsung menatap Alvin dan yang lainnya lalu ia mengangguk. "Transfer World!" Mortem langsung mulai membawa Alvin dan yang lainnya menuju tempat dimana Mortem berada.
Shira tiba-tiba langsung merasakan energi sihir yang sangat berbeda ketika ia bertemu dengan Mortem. "Perasaan ini...?!" Shira langsung terkejut hingga seluruh tubuhnya mulai merinding, bahkan Homura juga bisa merasakannya. "Keberadaan... Nenek Mortem... Kuat sekali..." Ucap Arisu.
Alvin mulai menunjuk helai rambut Mortem yang berwarna putih. "Memory Mortem Ghifari adalah Dewi Touri yang baru. Dewi pertama yang memiliki kekuasaan terhadap segalanya! Aku telah pensiun dari Dewa Touri menjadi Dewa Crimson biasa, pujalah dewi Touri yang baru ini. Memory Mortem." Ucap Alvin. Shira dan yang lainnya langsung terkejut bahwa Mortem adalah Dewi Touri selanjutnya atau bisa di bilang yang ketiga III.
"Heeehhhhhhhhh!?" Shira dan yang lainnya langsung terkejut mendengarnya, Mortem mengangguk lalu ia menatap Shira. "Senang bisa melihatmu senang selalu, Shira." Mortem tersenyum lalu ia melirik kepada Homura yang terlihat sangat shock bahwa ibu-nya akan menjadi Dewi dari segalanya.
"Senang bisa melihatmu sehat juga, Homura. Apakah kamu terkejut karena melihat Mama menjadi dewi dari segalanya?"
"Tentu sajalah!!! Sejak kapan Mama menyeramkan seperti dirimu bisa menjadi dewi segalanya!? Aku tidak mempercayainya...!!!" Homura menunjuk Mortem dengan wajah yang kaget lalu setelah itu ia menyilangkan kedua lengannya selagi menunjukkan wajah yang kesal. "Hahaha! Mungkin karena takdir sudah memilih Mama menjadi dewi segalanya, aku dengan senang hati akan menerimanya kok karena Papa sudah mewariskan kekuatan maha kuasanya padaku."
"Mama berjanji tidak akan melakukan sesuatu yang aneh 'kan!? Mama ini gila perang tahu...!!!" Ucap Homura.
"Ehh? Mama kenapa? Kok kaya yang marah-marah sama nenek mortem... Apakah ada sesuatu yang janggal?" Tanya Arisu.
"Tentu saja...! Nenek-mu 'kan sering ke tempat yang berbahaya dan dia ini gila dalam pertarungan apapun!" Ucap Homura dengan wajah seriusnya. "Mortem sudah berubah, Homura. Dia sudah layak dan sudah pantas untuk menjadi dewi Touri, dewi segalanya!!!" Alvin tersenyum selagi menyilangkan kedua lengannya.
"Aku malah jadi merasakan sesuatu yang pernah aku rasakan sebelumnya. Aura dan keberadaan ini, aku mengingat masa-masa dimana aku bertemu dengan kalian semua untuk pertama kalinya, dulu aku tidak bisa menggerakan seluruh tubuhku karena aura Mortem yang sangat menyengat dan besar sekali." Shira tersenyum lebar karena ia mulai mengingat masa-masa dia masuk ke dalam dunia isekai yang bernama Yuusuatouri.
"Dan lihatlah dirimu sekarang, Shira. Kau sudah berkembang cukup besar." Alvin tersenyum kecil.
"Kau benar, Dewa Alvin."
"Ohh, sepertinya ada tamu ya?" Tiba-tiba seorang laki-laki mulai berhenti tepat di belakang Shira dan yang lainnya selagi memegang sebuah cangkir teh dan kopi di kedua tangannya. Shira dan yang lainnya langsung melirik ke belakang. "Ahh, Shin, ternyata kamu ada disini. Bukannya kau biasanya selalu berlatih jauh-jauh?" Tanya Homura.
"Hari ini adalah hari spesial, hari upacara resmi dimana Mama akan diangkat menjadi Dewi Touri." Kuroshin menghampiri Mortem lalu ia memberikan cangkir kopi itu kepada Mortem. "Terima kasih, nak." Mortem langsung mengambil cangkir kopi itu dan mulai meminumnya.
Shira mulai berbisik dengan Homura. "Apakah dia adik laki-lakimu itu?" Tanya Shira.
"Ya, Kuroshin Ghifari, itulah namanya. Dia seumuran dengan putra kita loh." Homura tersenyum lalu ia melirik kepada Shou yang sedang menyilangkan kedua lengannya selagi menatap wajah Shin dengan tatapan yang dingin.
"Hebat!" Shira langsung menunjuk Shin. "Apakah kau yang bernama Kuroshin Ghifari itu?" Tanya Shira dengan sebuah senyuman kecil diwajahnya.
"Ya, itulah namaku." Kuroshin mengangguk. Shira langsung tersenyum. "Waktu yang tepat, kamu sepertinya seumuran dengan anak laki-laki kami." Shira langsung memegang lengan kiri Shou dan mulai mendekatinya dengan Kuroshin.
"O-Oi, apa yang kau lakukan, pak tua?!" Tanya Shou selagi menunjukkan wajah yang sangat kesal.
"Kau membutuhkan teman, Shou. Kau selalu saja menyendiri dalam berlatih, bagaimana jika kau sekarang memiliki seorang teman yang mau berlatih denganmu?" Tanya Shira.
Shou mulai menatap wajah Shin yang terlihat senang, Shin langsung tersenyum lebar. "Salam kenal, Shou. Namaku adalah Kuroshin Ghifari, aku harap kita bisa menjadi teman baik." Shou mengejamkan kedua matanya selagi tersenyum.
"Terserah..." Jawab Shou.
"Oi, Shou, kau harus memperkenalkan diri juga kepada Shin, jangan bertindak sok keren begitu tau gak?!" Ucap Homura dengan nada yang terdengar cukup keras. "Urgghh... Iya, iya!"
"Shiratori Shou... Senang berkenalan denganmu, Legenda Shin." Ucap Shou. Shin langsung mengangguk dan tersenyum.
"Ehem... Baiklah... Langsung ke intinya, kita datang ke sini bukan untuk berkenalan tetapi bersiap-siap terhadap upacara resmi dimana Mortem akan resmi diangkat menjadi Dewi Touri!" Ucap Alvin dengan wajah yang sangat serius.
__ADS_1
"Kita siap kapan saja, Dewa Alvin!" Ucap Shira selagi menunjukkan wajah yang serius. Alvin mengangguk. "Baiklah!"