Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 132 - Cara agar Weapon of Saint Heroes terjaga aman


__ADS_3

Haruki mulai menatap gadis yang berdiri di depannya, gadis itu terlumuri dengan aura yang berwarna merah bahkan kedua matanya juga bersinar merah karena dia baru saja menggunakan sihir ruang dan waktu, "Hm...? Siapa kau?" Tanya Haruki, ia perlahan-lahan bangkit dari atas tanah lalu ia menatap gadis yang sedang menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Aku... Aku adalah Mortem, Memory Mortem!" Jawab Mortem.


"Ahh... Dewi Touri ya...? Mau apa kau datang repot-repot ke sini?" Tanya Haruki, ia mulai menghampiri Suzuka yang berada di kondisi pingsan, ia perlahan-lahan mulai meraba perutnya lalu Haruki perlahan-lahan mentransfer darah dan menyembuhkan Suzuka, "Seharusnya kau berterima kasih kepadaku bahwa aku menyelamatkanmu dengan menjalankan waktu lima bulan, jika aku tidak membantu maka Suzuka bisa saja kehilangan nyawanya." Ucap Mortem, ia mengetahui nama mereka karena Virra pernah memberitahu Mortem tentang semua Saint Heroes.


"Ah, iya, terima kasih karena sudah menolongku." 


"Sama-sama... Ngomong-ngomong sihir tadi yang kau luncurkan..." Mortem mulai memegang dagunya selagi mencoba untuk mengingat nama dari gelombang yang Haruki luncurkan, gelombang itulah yang menariknya ke tempat dimana Haruki berada karena ia merasa sesuatu yang berbahaya dari seseorang, ternyata ia benar karena ia baru saja melihat seorang Mortal yang hampir saja menghancurkan Touri.


"Sihir yang kau luncurkan kepada Vampelf tadi cukup menakjubkan, sihir yang mampu menghancur semesta Touri... Untungnya kau bisa mengontrol sihir gelombang yang bernama Chaos Vengeance, Ternyata para Saint memiliki potensi yang berbeda-beda dan salah satu potensi itu bisa membawa semesta ini ke puncak kehancuran..." Ucap Mortem.


"Hm." Haruki hanya bisa mengangguk, Mortem langsung menunjukkan wajah yang terlihat cukup tersinggung karena jawaban Haruki terdengar tidak sopan baginya karena dia adalah Omni-Touri, "Jawaban apa itu, hah...? Terdengar tidak sopan." Ucap Mortem yang mulai menunjukkan ekspresi kesalnya.


"Cih, lupakan. Ngomong-ngomong apakah Omnipotent's Saint Magic-mu itu... Bagaimana kau bisa mendapatkannya, Haruki? Apakah Virra tau tentang Omnipotent's Saint Magic itu?" Tanya Mortem selagi menyilangkan kedua lengannya, "Chaos Vengeance adalah sihir ciptaanku sendiri... Mungkin Virra mengetahui sihir ini." Ucap Haruki, ia hanya fokus kepada satu hal yaitu menyembuhkan Kakak-nya Suzuka.


"Sihir ciptaan ya...? Menakjubkan, aku tidak percaya bahwa seorang Mortal memiliki sihir ciptaan yang memiliki potensi untuk bisa menghancurkan semesta Touri." 


"Benarkah...?"


"Ya, mungkin saja kau sedang berada di level dimana Papa-ku berada, kau tahu 'kan Papaku...? Alvin Ghifari, dia adalah mantan Touri yang sekarang menjadi seorang mortal." Mortem terkekeh lalu Haruki mulai mengabaikannya karena ia tidak terlalu peduli dengan urusan dewa bahkan urusan Alvin yang pensiun juga, dia hanya peduli terhadap satu hal yaitu menyembuhkan Suzuka yang sedang berada di kondisi sekarat.


"Ugh..." Mortem menunjukkan wajah yang kesal lagi, "Y-Yah... Intinya aku datang bukan karena gelombang yang kau luncurkan tadi, aku datang untuk merekrutmu dan Suzuka sebelum organisasi Seraph menyerangmu lagi!"


"Ohh...? Kenapa Dewi Touri sepertimu memperdulikan seorang mortal sepertiku...?" Tanya Haruki selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat tenang, ekspresi itu mampu membuat Mortem tersipu dikit karena ia baru saja sadar bahwa dia ini seorang Dewi Touri, dewi yang hanya memperdulikan semestanya saja, "Y-Yahh.... Ahaha..." Mortem mulai terkekeh.


"Hahh... Aneh..."


"A-Aku datang karena Virra yang menyuruhku untuk merekrut kalian berdua, tidak ada alasan lain kok selain itu...!!!" Ucap Mortem keras, wajahnya terlihat merah sekarang. Ia terlihat seperti tertarik kepada Haruki karena gelombang yang ia ciptakan mampu membuatnya tertarik hingga ia ingin melihatnya lagi, termasuk dengan proses latihan yang Haruki selalu lakukan.


"Aku menolak." Jawab Haruki.


"Ehh...?"


"Aku tidak mengenalmu!"


"Setidaknya kau mengenalku sebagai seorang Dewi...! Kau pernah memberiku pertanyaan saat pelantikan itu bukan!?" Tanya Mortem kesal hingga membuat Haruki mengingat kembali, "Ah iya... Pada saat itu ya...? Aku tidak sengaja mengacungkan tanganku."


"Dasar bodoh." Jawab Mortem, "Hmm... Aku bisa pergi sendiri kok, kau mau aku dan Suzuka berkumpul di desa Saint bukan? Kami bisa pergi ke sana sendirian." Jawab Haruki yang masih mentransfer darah-nya ke dalam tubuh Suzuka, Mortem masih tidak ingin menyerah karena ia berencana untuk belajar tentang mortal yang bernama Shichiro Haruki ini, "Kau tidak akan bisa pergi ke desa Saint tanpa bantuanku, bodoh. Bukannya kau ke desa itu bersama Virra dengan pesawatnya itu 'kan?" Tanya Mortem.

__ADS_1


Haruki mengangguk, ia benar-benar tidak memperdulikan Mortem saat ini. Haruki hanya memperdulikan kakak-nya yang perlahan-lahan mulai kembali pulih, "Aku akan ikut setelah aku mendapatkan pekerjaan."


Mortem mulai mengerutkan alis kanannya ketika ia baru saja mendengar jawaban Haruki, ini baru pertama kalinya Mortem mendengar seorang Legenda petarung yang kuat ingin memiliki sebuah pekerjaan, cukup langka sekali bahwa Haruki ingin mendapatkan uang dari pekerjaan melainkan mendapatkan uang menjadi seorang pahlawan. Hal itu membuat Mortem terdiam sebentar dan tersenyum karena yang ia pikirkan tentang Haruki ternyata benar, dia ini termasuk legenda yang berbeda.


"Kenapa kau ingin bekerja?" Tanya Mortem.


"Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, itu saja. Aku bertarung karena aku ingin melindungi seseorang yang aku sayangi termasuk kakak-kakakku." Ucap Haruki hingga membuat Mortem tersenyum lebar, "Aku akan membantumu mencarikan pekerjaanmu itu ketika kau selamat dari serangan organisasi Seraph, saat ini hidupmu dan senjatamu adalah kepentinganku dan semesta ini, Haruki." Ucap Mortem.


"Jika organisasi Seraph itu menyerangmu dan mencuri Weapon of Saint Heroes-mu maka semuanya akan berakhir dan bahkan jika Seraph bisa mengumpulkan semua senjata itu dan menggunakannya demi membangkitkan Bamushigaru... Semesta Touri pasti akan kiamat karena monster yang tinggal di Oath itu." Mortem mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Haruki hanya bisa diam, tetapi dia mendengarkan apa yang dikatakan Mortem cukup jelas.


Suzuka mulai membuka kedua matanya karena Haruki baru saja selesai menyembuhkan Suzuka, "Kak Suzuka...!" Haruki langsung tersenyum lebar ketika ia melihat Suzuka kembali bangun, "H-Haruki...?" Suzuka dan Haruki langsung mulai merasa senang karena mereka berdua masih bisa bertemu di satu tempat, Mortem mulai berjalan menuju arah mayat-mayat yang sudah hancur itu, "... ..." Mortem mengambil Weapon of Ancient Heroes mereka yaitu Crossbow dan Bow.


"Syukurlah kau bisa selamat, Kak Suzuka!" Haruki memeluk Suzuka lalu Suzuka mulai tersenyum dan ia mulai menepuk-nepuk punggung Haruki, ketika Suzuka melihat ke depan ia melihat Reimei dan Sasha yang sudah mati, "Ahh...!!! Kak Sasha! Kak Reimei...!!!" Suzuka bangkit dari atas tanah lalu ia pergi menghampirinya dengan ekspresi yang terlihat sedih karena ia baru saja di tinggal oleh kedua kakaknya.


Suzuka mulai memeluk kedua mayat kakaknya selagi menangis terharu, "Tidak...!!! Kak Sasha...!!! Kak Reimei...!!!" Mortem mulai menatap Suzuku dengan ekspresi yang terlihat bersalah, "Suzuka... Kau harus membiarkan kedua Kakak-mu pergi, mereka sudah hidup dengan damai di atas sana, takdir kematian mereka itu sekarang dan takdir kematianmu seperti masih belum di ketahui... Kau harus mengikhlaskan kepergian mereka." Ucap Mortem yang mencoba untuk menenangkan Suzuka.


Suzuka mengangguk lalu ia mengusap air matanya, "Dewi Mortem... Bisakah kau lakukan sesuatu kepada kedua mayat kakak-ku?" Tanya Suzuka, Mortem mengangguk lalu ia menunjuk kedua mayat itu, "Sacred Purification..." Ucap Mortem hingga kedua mayat itu langsung bersinar dan berubah menjadi debu, "Aku sudah memurnikan mayat mereka agar arwah mereka yang tinggal di dunia kematian bisa hidup lebih tenang lagi."


"Terima kasih, Dewi Mortem." Ucap Suzuka, ia mulai menunjukkan senyuman lebarnya, "Untuk sekarang kita harus pergi ke desa Saint dan membuat sebuah rencana agar kita bisa menggagalkan rencana Seraph...!" Ucap Mortem selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


***


Di dalam labolatorium, Korrina sedang melihat hologram yang menunjukkan sejarah tentang Weapon of Ancient Heroes itu. Ia melakukannya sendiri karena Elvis sepertinya masih belum datang, mungkin saja Elvis sedang ditahan oleh beberapa ras Elf hingga ia terlambat pulang. Shira merasa sangat kesal bahwa Elvis dan Naoki tertahan oleh ras-ras sialan itu karena ia sudah membiarkan mereka pergi, tetapi membiarkan mereka pergi sama saja dengan memberi mereka kepada musuh, "Seharusnya aku membawa mereka pergi dulu lalu bertarung dengan Xavier."


"Jangan bodoh, Shira. Jika kau melakukan itu maka Xavier akan mengikutimu hingga ia bisa mengakses ke dimensi yang Virra ciptakan ini, dia ini ras Saint Legenda juga tau. Setidaknya kau dan Eclipse selamat, itulah hal yang paling inti karena kalian berdua adalah kunci untuk membangkitkan Bamushigaru." Korrina terus membaca hologram yang ada di depannya cara untuk menghentikan Bamushigaru, ia hanya menemukan satu yaitu menyegel Bamushigaru, "Aku masih tidak mengerti... Apakah mustahil untuk menghancurkannya...? Masa aku harus bertindak dengan menunjukkan kekuatan seratus persenku, itu tidak mungkin dan resikonya cukup besar karena mereka semua bisa saja mengetahui diriku yang sebenarnya."


SWOOOSSSHHH!!!


Mortem muncul bersama Haruki dan Suzuka, Mortem mulai melihat sekitar dimana hanya terdapat Shira, Eclipse, Korrina, dan Shizen yang sedang berada di ruangan itu. Korrina melirik ke arah Mortem lalu ia tersenyum, "Selamat datang kembali, sepertinya kita baru saja mengumpulkan 6 Weapon of Ancient Heroes. Itu artinya kita harus mengumpulkan yang lainnya demi memunculkan kuil para pahlawan.


Mortem mengangguk lalu ia menghampiri Korrina, "Mama, apakah ada cara lain untuk mengalahkan Bamushigaru?" Tanya Mortem.


"Legenda yang berasal dari zaman kuno mengatakan bahwa kita harus mengumpulkan semua Weapon of Ancient Heroes di satu tempat, informasi mengatakan bahwa kita membutuhkan kuil dimana terciptanya Weapon of Ancient heroes itu untuk mencegah kebangkitannya Bamushigaru untuk kedua kalinya, kuil itu terletak di planet Legendarius paling dalam, jadi kuil itu sepertinya berada di dalam bawah tanah...?" Korrina mulai mengetik di keyboard hologram yang ada di depannya lalu ia mulai menciptakan sebuah peta yang terbuat dari hologram, peta itu mulai menunjukkan sebuah tanda X yang mengartikan kuil tersebut terletak di lambang X itu, "Tunggu..." Mortem dan Korrina mulai menatap lambang X itu dengan sangat teliti.


"Letaknya dekat dengan rumah Shira." Ucap Mortem, Shira bangkit dari atas tanah lalu ia menghampiri mereka berdua dan mulai menatap peta itu, "Ahh... Kalian benar, apakah kita harus datang menuju lambang X itu?" Tanya Shira dan Korrina hanya mengangguk, "Dengan syarat kita harus mengumpulkan semua Weapon of Ancient Heroes untuk membuka jalan menuju bawah tanah, tanah-tanah yang ada di lambang X ini terbuat dari batu yang bernama Ometone."


"Ometone...?" Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan, "Ometone adalah jenis batu yang sangat kuat dan tebal hingga tidak ada satupun yang bisa menghancurkannya kecuali Omni-Slayer, batu ini adalah logam dari pedang Omni-Slayer. Sepertinya batu-batu ini sudah terlumuri dengan rumput-rumput jadi kita tidak bisa melihat batu Ometone yang memiliki warna biru kegelapan." Korrina mulai memegang dagunya.

__ADS_1


"Beberapa Weapon of Ancient heroes sedang dikumpulkan oleh Virra dan yang lainnya, tetapi ada satu Weapon of Ancient Heroes yang direbut oleh Seraph... Itu artinya kita harus mencari markas organisasi Seraph!" Ucap Korrina hingga ia mulai menghantam telapak tangan kanannya.


"Bagaimana caranya kita mencari markas Seraph?" Tanya Mortem.


"Dengan memancing mereka, ide-ku terdengar cukup bagus menurutku sih, tetapi aku akan menerimanya jika kalian tidak setuju dengan ideku." Korrina mulai merubah hologram itu menjadi sebuah rencana, "Hal pertama yang harus kita lakukan adalah membiarkan satu Legenda membawa dua Weapon of Ancient Heroes kepada seorang Elf agar Elf itu bisa percaya bahwa Legenda yang sedang menyamar itu berada di sisi mereka, di saat itulah Legenda yang menyamar itu membawa Weapon of Ancient Heroes yang di curi oleh mereka."


"Mama, sepertinya idemu cukup buruk. Bukannya Seraph memiliki seorang anggota yang mampu menciptakan ras campuran...?" Tanya Mortem selagi menunjukkan wajah yang serius, Korrina mulai memegang dagunya, "Itu artinya anggota itu tidak akan tertipu dengan trik murahan ya...? Ughhh... Apa dong...!?" Tanya Korrina selagi mengacak-acak rambutnya.


"Mama, aku penasaran... Apakah ras Elf sejenius itu hingga mampu menciptakan ras campuran Hyugen, Dengel, dan Vampelf?" Tanya Mortem.


"Mungkin saja, generasi saat ini cukup berbahaya, nak. Kita tidak tahu apa yang akan dimiliki generasi baru." Ucap Korrina, "Ras Elf yang mampu menciptakan ras campuran sepertinya tidak akan bisa kita tipu dengan mudah, jika seorang Legenda menyamar memasuki markas Seraph maka hidupnya akan berakhir di sana... Seorang ras yang pintar terkadang memiliki banyak pemikiran tentang musuhnya. Misalnya Eclipse ya." Korrina mulai menunjuk Eclipse.


"Ehh...?! Kok aku!?" Eclipse mulai menunjuk dirinya sendiri.


"Ini hanya contohnya, misalnya kau yang menyamar untuk menjadi rekan mereka ya... Kau memberikan Weapon of Ancient Heroes itu kepada Elf tersebut dan mereka pasti akan membawamu karena kau mampu mengambil dua Weapon of Ancient Heroes yaitu Crossbow dan Bow misalnya...." Korrina berjalan ke depan selagi memegang dagunya, "Jika kau bertemu dengan seorang Elf yang cerdas itu maka dia akan segera mengetahuimu dengan mengambil DNA atau darah-mu... Di saat itulah kau akan tertangkap basah dan  terbunuh." Ucap Korrina selagi menunjukkan wajah seram kepada Eclipse.


"E-Ehh...!? A-Aku terbunuh...!?" Eclipse mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat seperti ketakutan, "Ya... Bisa saja mereka membunuhmu dengan menyiksamu... Mulai dengan mengeluarkan organ-organmu..." Korrina mulai mencoba untuk menakut-nakuti Eclipse karena ia tahu bahwa Eclipse itu polos sekali, "Ahhh...!? Organ-organku...!?" Eclipse mulai memegang seluruh tubuhnya.


"Ya... Bisa saja para Elf itu menjadikanmu sebagai budak mereka, bahkan di sisi lainnya kau akan di hipnotis oleh mereka dan memperkosamu..." Korrina mulai tersenyum jahat, "E-Ehh...!? I-Itu artinya mereka akan menodai tubuhku...!? Kedua dadaku yang lebih besar dari nenek...!?" Ucap Eclipse selagi berkaca-kaca, Korrina mulai tersindir ketika Eclipse mengatakan bahwa kedua dadanya lebih besar dari Korrina, "Ugh..."


"Yah... Pokoknya kau tidak akan bisa pulang, Eclipse!!! Hahahahahaha!!!" Korrina mulai tertawa seperti gadis yang jahat, Eclipse mulai menangis ketika ia mendengar semua perkataan Korrina, "Hweeeehhhhhh!!! Aku tidak mau meninggalkan Papa...!!! Aku tidak mau mereka menodai tubuhku...!!!" Eclipse melesat menuju arah Shira lalu ia memeluk Shira erat, "Aku takut di cium...!!! Di cium itu membuat aku hamil...!!! Aku tidak mau para Elf busuk itu menciumku...!!!"


"Hah...? Hamil karena mencium..." Korrina langsung menunjukkan wajah yang terlihat nafsuan, "Hamil itu melalui hubunga---"


BAAAMMM!!!


Ujung kepala Korrina baru saja terhantam oleh pukulan Mortem, "AAWWWW!!!" Teriak Korrina, ia mulai memegang ujung kepalanya yang baru saja terhantam oleh Mortem, "M-Mortem...!? Apa yang kau lakukan kepada Mama-mu yang cantik dan suci ini...!?" Tanya Korrina kesal, Haruki mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat seperti puas melihat Korrina sang dewi suci baru saja terkena pukul oleh anak sendirinya karena tindakannya yang terlihat mesum.


"Mama tahu 'kan cucuku Eclipse itu polos!!!" Ucap Mortem selagi menunjukkan ekspresi kesalnya.


"Ahaha... Eclipse itu terlalu polos, Mama suka bermain dengannya---"


SWWOOOSSSHHH!!!


Tiba-tiba Elvis kembali pulang dengan kondisi tubuh yang terluka, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan luka tebasan dan banyak sekali darah mulai berjatuh dari tubuhnya, Elvis sedang memegang lengan kirinya yang sudah putus, "Ughhh... N... Naoki..." Elvis terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang sudah pingsan, Elvis kembali pulang sendirian tidak bersaman Naoki.


"E-Elvis...!!!" Mereka semua langsung terkejut ketika melihat Elvis datang dengan tubuh yang dipenuhi luka besar.

__ADS_1


__ADS_2