Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 93 - Permainan tangguh untuk para Legenda


__ADS_3

"Bisbol? Permainan mistis apakah itu?!" Tanya Alvin yang sedang duduk di atas kursinya selagi membaca buku tentang sihir-sihir. Shira hari ini menghadapi Alvin di istananya demi memberitahunya tentang permainan yang bernama bisbol tu, keluarga Ghifari dan Shiratori membutuhkan permainan agar bisa saling mempererat hubungan keluarga mereka.


"Kau tidak tahu permainan yang bernama bisbol itu!?" Tanya Shira dengan ekspresi wajah yang terlihat terkejut, tentu saja Alvin tidak tahu apa permainan yang bernama bisbol itu karena ia bukanlah seorang manusia dari bumi melainkan seorang makhluk yang tinggal di isekai. "Apakah aku lupa bahwa mereka semua bukan penghuni bumi sebelumnya?!"


Korrina mulai meletakkan sebuah buku yang berisi tentang permainan olahraga bagi para Legenda, buku itu berisi lengkap sekali hingga semua permainan olahraga yang terdapat di dunia asli-pun ada di buku tersebut dan dijelaskan cukup jelas. "Makanya, Alvin, aku merekomendasikanmu untuk sekali saja membaca buku yang para ras manusia itu buat." Ucap Korrina.


"Tapi tidak ada untungnya bukan? Untuk apa kita menjadikan olahraga menjadi sebuah permainan? Olahraga itu hanya untuk memperkuat fisik kita bukan bermain-main (Korrina: Kita semua butuh kesenanganlah)" Ucap Alvin selagi menutup buku sihir yang ia baca dan setelah itu ia meletakkannya di sebelah buku yang berisi tentang semua permainan olahraga bagi para Legenda, Alvin mengambil buku permainan olahraga itu lalu ia mulai membukanya dan mencari permainan olahraga yang menarik perhatiannya.


"Coba cari permainan olahraga bisbol, Dewa Alvin." Ucap Shira.


"Sayangnya bisbol adalah permainan yang cukup sulit..." Korrina mulai berbisik di telinga kanan Shira. "...para legenda yang memiliki otak bertarung saja tidak akan mengerti dalam permainan itu, contohnya suamiku yang bodoh itu..."


"Ahh... Baiklah." Shira mengangguk.


Menghabiskan beberapa menit untuk Alvin mencari sebuah halaman yang memiliki permainan olagraga yang dapat menarik perhatiannya. "Sepertinya aku menemukannya..." Alvin langsung membaca semua hal penting tentang permainan olahraga itu.


Korrina melirik kepada Shira. "Shira, bisakah kamu mengumpulkan semua anggota keluarga Ghifari dan Shiratori yang bisa untuk mengikuti  permainan olahraga ini? Jika kau selesai mengumpulkan mereka maka tolong beritahu mereka semua untuk berkumpul di pulau lapangan olahraga milik Alvin yang terletak di belakang kastil ini."


Shira menundukkan kepalanya kepada Korrina. "Dimengerti, Dewi Korrina." Shira langsung berbalik arah dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Ohh...! Sepertinya permainan ini bisa dicoba!!!" Alvin mulai tertarik terhadap olahraga itu karena ia membacanya dengan sangat pelan hingga ia langsung terbawa suasana dengan ketertarikan dari permainan tersebut. "Apa yang kamu temukan?" Tanya Korrina dengan ia mulai mendekati Alvin lalu membaca halaman yamg sedang Alvin baca.


"Defensively Ball...? Sebuah permainan olahraga yang diciptakan oleh para Legenda, tujuan dari game ini adalah mempertahankan sebuah bola yang terbuat dari besi oleh seorang pelempar, jika bola besi itu mampu mendorong si penahan ke belakang dan melewati garis merah yang berada di belakangnya maka si pelempar menang atau jika bola besi itu melewati penahan dan garis merah maka si pelempar akan menang juga..."


"Jika si penahan berhasil menahan bola dari seorang pelempar maka ia menang. Terdapat 2 team untuk permainan ini dan juga di setiap team maksimal anggota-nya 5 orang dengan hanya 1 pelempar saja." Korrina membaca semua tulisan penting di halaman tersebut dan Alvin hanya mendengarnya saja selagi menatapnya dengan sebuah senyuman diwajahnya.


"Jarak lapangannya 500 meter atau 1 kilometer...." Tiba-tiba Korrina mulai tersipu karena terus di tatap oleh Alvin, tetapi ekspresinya masih terlihat serius selagi menjelaskan permainan olahraga Defensively Ball. "Terdapat 5 ronde... Di permainan Defensively Ball ini dan disetiap ronde si pelempar harus diganti... Cara... Cara untuk menang ialah mendapatkan poin sebanyak 10 kali... Setiap poin bertambah ketika si penahan melewati garis di belakang..."


Korrina langsung menatap wajah Alvin dengan tatapan kesal. "Ada apa sih?! Apakah ada sesuatu di wajahku...?" Tanya Korrina dengan wajahnya yang terlihat sangat merah.


"Tidak apa-apa." Jawab Alvin. "Lanjutlah... Masa di tatap gitu saja sudah membuatmu malu---" Korrina langsung menyentil dahi Alvin dengan jari di tangan kanannya. "Sakit..."


"Sepertinya cukup...Soal peraturan dari permainan bisa kita atur sendiri, sepertinya aku akan mengatur aturannya dengan adil." Ucap Korrina dengan sebuah senyuman di wajahnya, Alvin langsung mengangguk.



Beberapa dari anggota keluarga Shiratori dan Alvin datang berkumpul di pulang yang hanya khusus untuk berolahraga, pulau itu sudah pasti milik Alvin karena ia bisa membeli segalanya dengan harta yang ia miliki.  Korrina sudah menjelaskan permainan apa yang akan mereka semua mainkan yaitu Defensively Ball.


Korrina sudah menjelaskan cara bermain permainan itu sangat jelas dan padat hingga mereka semua langsung tertarik untuk bermain, tetapi hanya 5 orang dengan 2 tim saja yang terpilih jadi mereka semua mulai bermain kertas-gunting-batu untuk menentukan siapa yang harus bermain.


Mereka semua mulai bermain kertas-gunting-batu dan menghabiskan beberapa menit, Korrina memberikan nama kedua team itu menjadi team Shiratori dan team Ghifari. Jadi team Shiratori hanya diperbolehkan keluarga Shiratori saja sedangkan keluarga Ghifari juga yang hanya diperbolehkan yaitu anggota keluarga Ghifari saja.


Yang berada di team Shiratori ialah Shira, Homura, Eclipse, Shou, dan Arisu sedangkan team Ghifari ialah Alvin, Korrina, Lairin, Rivin, dan Rina. Anggota keluarga yang lainnya tidak ada pilihan lain selain menonton dan menyemangati mereka semua.


Kedua team mulai saling menatap satu sama lain, karena Korrina adalah wasit dari permainan itu ia berada di tempat yang berbeda yaitu di atas langit selagi menatap lapangan, ia mencoba untuk melihat lapangan itu untuk kedua kalinya agar ia tidak ketingggalan sesuatu. "Sepertinya sudah benar..."


"Baiklah! Dengar! Permainan Defensively Ball ini memiliki peraturan yang dapat kita atur sendiri, jadi aku akan mengatur peraturannya sendi..."


"Aku akan mengaturnya dengan adil." Korrina menjentikkan jarinya hingga beberapa kata yang terbuat dari api sacred mulai muncul di atas langit.



Diperbolehkan menggunakan semua kekuatan atau sihir apapun.

__ADS_1


Diperbolehkan menggunakan perubahan wujud.


Tidak boleh saling melukai satu sama lain.


Tidak boleh menghancurkan arena lapangan.


Tidak boleh menggunakan sihir yang mengandung ilusi.



Kedua team itu langsung tersenyum dengan sangat lebar apalagi Shira dan Alvin karena mereka merasa sangat bersemangat untuk bisa menggunakan kekuatan mereka dan wujud mereka dalam permainan ini. Korrina mulai mendarat di sebelah Alvin.


"Sekarang semuanya... Mari kita mulai permainan ini seperti permainan keluarga ya~"


"Mohon kerja samanya..." Kedua tim itu mulai menundukkan kepala mereka kepada satu sama lain lalu mereka semua mulai berjabat tangan. Shira tiba-tiba menatap Rivin dan Lairin, kedua dewa dan dewi yang pertama kali Shira lihat, ia tidak pernah bertemu dengan Rivin dan Lairin. "Apakah kalian anak-anak Alvin juga?" Tanya Shira kepada Rivin dan Lairin.


"Ahh, iya, kau tidak pernah bertemu dengan Rivin dan Lairin ya?" Alvin mulai melirik kepada Rivin dan Lairin yang terlihat bersemangat. "Jadi kamu adalah seorang Saint Legenda yang Papaku selalu ceritakan ya? Senang bertemu denganmu, aku adalah Rivin Ghifari." Rivin menundukkan kepalanya kepada Shira.


"Ehh...! Senang bertemu denganmu juga, Dewa Rivin!" Shira menganggukan kepalanya lalu ia menundukkan kepalanya juga kepada Rivin, setelah itu Rivin mengangkat kepalanya dan mulai menatap Shira dengan sebuah senyuman tenang. "Kau tidak perlu bersikap formal berbicara denganku, Shira."


Shira mengangkat kepalanya. "Terima kasih banyak." Shira mulai melirik kepada Lairin yang sedang tersenyum. "Salam kenal, Shiratori Shira, namaku adalah Lairin Ghifari, putri pertama Korin Ghifari. Senang bisa bertemu dengan Saint takdir itu." Lairin menundukkan kepalanya juga kepada Shira.


Shira langsung mulai berkeringat dan bersikap sedikit panik melihat dua dewa baru saja menundukkan kepalanya kepada dirinya, padahal Shira ini seorang mortal biasa yang tidak memiliki kaitan apapun dengan keberadaan atau kekuatan Dewa. "Salam kenal juga, Shiratori Shira.... Itu namaku..." Shira menundukkan kepalanya kepada Lairin.


Beberapa detik kemudian, mereka mengangkat kepala mereka masing-masing lalu Rina mulai tertawa terbahak-bahak. "Ahahaha~ Apakah kau masih tidak terbiasa berbicara dengan para dewa dan dewi 'kah?!" Rina mulai menertawakan Shira.


"Bukan soal itu lah! Kenapa Rivin dan Lairin harus menundukkan kepala mereka ketika sedang kenalan? Aku bukanlah dewa lah." Ucap Shira dengan wajah yang serius.


"Tradisi keluarga kami ketika kenalan atau memohon ya begitu, Shira. Tradisi lebih penting dari harga diri seorang dewa." Jawab Alvin.


"Apakah kita akan memulai permainan ini atau kita akan nge-bacot saja?" Tanya Shou dengan ekspresi yang kesal karena ia sudah lama menunggu. Homura langsung menjitak kepalanya. "Shhh...!!!"


"Aww...!!! Sakit...!!!" Shou mulai meraba kepalanya yang baru saja terjitak oleh Homura. Korrina mulai terkekeh. "Ahaha... Sudah saatnya kita memulai permainan!"


Korrina maju ke depan lalu ia mulai menciptakan sebuah koin emas menggunakan sihir ilusinya. "Kedua tim diwajibkan untuk memiliki pemimpin, pilih pemimpin team kalian!" Ucap Korrina.


Alvin dan Shira langsung ke depan dengan ekspresi yang terlihat sangat bersemangat, Alvin sedang menyilangkan kedua lengannya sedangkan Shira sedang memasukkan kedua tangannya di dalam sakunya, mereka berdua mulai saling menatap satu sama lain dengan tatapan meremehkan. "Aku mulai dari team Ghifari, siapa yang akan menjadi pelempar yang pertama?"


"Aku."


"Baiklah, kalau team Shiratori?"


"Homura."


"Dimengerti, sekarang kalian pilih lambang koin emas ini, apakah babi naga atau bekantan laut?" Tanya Korrina yang sedang menunjukkan koin emas itu. "Babi naga! Aku mempercayai bahwa babi itu harus disayang!" Ucap Alvin.


"Kalau begitu aku pilih bekantan, pantatnya itu dipenuhi dengan harapan para ras yang mendapatkan kekuatan dari keomong kosongan." Ucap Shira.


Korrina langsung melempar koin emas itu ke atas dan koin tersebut berputar di atas langit lalu terjatuh menuju atas daratan, seketika koin itu terletak di atas tanah, koin itu menunjukkan lambang babi naga. "Tim Ghifari yang akan melempar pertama!" Ucap Korrina.


"Apa!? Kau tidak curang 'kan, Korrina?! Aku curiga... Kau curang karena berada di team mereka." Ucap Shira dengan wajah yang terkejut, Shira ingin melempar pertama karena Shira memiliki rasa penasaran berat tentang kekuatan yang dimiliki Rivin dan Lairin. "Tentu saja aku tidak berbohonglah... Untuk apa aku berbohong?"


"Iya, Shira, Nenek Korrina adil banget loh." Jawab Homura.

__ADS_1


Shira menghela nafasnya. "Baiklah-baiklah." Jawab Shira.



Kedua tim sudah bersiap untuk memainkan permainan olahraga itu, dari tim Shiratori terdapat Eclipse yang sedang berdiri di tempat penahan selagi meregangkan kedua lengannya. "Mohon kerja sama-nya, kakek Alvin!" Eclipse menundukan kepalanya kepada Alvin.


"Baiklah, Eclipse. Kamu harus menahan bola ini dengan seluruh kekuatanmu!!!" Ucap Alvin selagi memegang bola besi itu menggunakan kedua tangannya.


"Aku siap kapanpun! Aku mohon... Jangan menahan diri untuk menggunakan semua kekuatanmu!!!" Ucap Eclipse, ia langsung berubah menjadi wujud Saint Revolution dan itu membuat Alvin tersenyum lebar. "Hehe... Entah kenapa permainan ini membuatku bersemangat."


"HAAAAAAARRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Alvin hingga ia langsung berubah menjadi wujud Perfected Limit Breaker X. "HAAAAAAAAAAAARRRGGGHH... HYAAAAHHHH!!!" Alvin langsung melempar bola itu lurus menuju arah perut Eclipse hingga bola besi itu langsung terlumuri oleh aura crimson.


Daratan yang berada di bawah boleh itu mampu terbelah menjadi dua, Korrina dan yang lainnya langsung terkejut ketika melihat daratan terbelah menjadi dua karena bola itu yang dilumuri dengan aura crimson dan kekuatan crimson. "AHHHH!!! KECEPATAN INI---" Eclipse langsung menghela perutnya.


BAAAMMMMMMMMMMMMMM!!!!


Ketika bola itu menyentuh kedua tangan Eclipse yang mencoba untuk menghalangi perutnya, bola tersebut langsung meledakan ledakkan yang cukup besar hingga pulau itu langsung bergetar tanpa henti. "Bodoh...!" Korrina langsung menciptakan sebuah barrier tebal untuk menghalangi semua orang agar tidak terluka oleh ledakan dan dorongan yang dibuat oleh ledakan itu.


Setelah ledakan itu selesai, Korrina melihat pulau sudah benar-benar berantakan karena kekuatan Alvin yang tidak ia kontrol, pulau itu langsung terbelah menjadi dua. Korrina melihat Eclipse sedang berbaring di atas serpihan tanah yang melayang selagi memegang bola besi yang sangat kecil karena aura-aura Alvin yang membakar besi itu menjadi kecil.


Korrina juga melihat Eclipse keluar dari garis bersama bola tersebut. "Satu poin untuk keluarga Ghifari!!!" Korrina mengangkat tangan kanannya dan ia mulai menciptakan awan-awan yang berbentuk seperti score.


Team Shiratori 00 vs Team Ghifari 01.


"Ehh...?" Semua orang langsung terkejut melihat kekuatan Alvin dalam melempar bola besi itu saja, bola besi itu sangat berat hingga memiliki potensi seberat dua planet. Alvin secara tidak sadar melempar bola itu dengan semua kekuatan yang tidak ia kontrol. "Ahh..."


BAMMMM!!!


Korrina menjitak kepala Alvin dengan sangat keras. "APAKAH KAU BISA BACA PERATURAN NOMER 4?! JANGAN MENGHANCURKAN ARENA LAPANGAN BERARTI KAU HARUS MENGONTROL KEKUATANMU, BODOH!!!" Teriak Korrina dengan sangat keras hingga mampu mendorong Alvin mundur.


"Maaf, maaf, aku kelupaan...!" Ucap Alvin selagi menggaruk-garuk kepalanya. "Hmph, jika kamu menghancurkan arena lagi maka kau akan di diskualifikasi." Ucap Korrina dengan wajah yang lelah, ia langsung menghela nafasnya pelan selagi menjentikkan jarinya.


Pulau itu langsung berubah kembali menjadi normal seperti pulih kembali dari kehancuran yang Alvin buat tadi. "Kau harus kontrol kekuatanmu, Alvin!" Ucap Korrina. Alvin langsung mengangguk dan berubah kembali menjadi normal.


Sekarang yang menjadi penahan kedua di keluarga Shiratori adalah Arisu, Alvin mulai berdiri tegak selagi berpikir sebuah rencana. "Mohon kerja sama-nya, Kakek!" Arisu menundukkan kepalanya lalu ia berubah menjadi wujud Saint God.


"Baiklah... Pelan dan lembut..." Alvin mulai melempar bola besi baru itu ke arah kanan dengan tenaga yang dikontrol, tiba-tiba ketika Alvin melempar bola besi tersebut. Bola besi itu melaju dengan pelan sekali menuju arah kanan Arisu, kecepatan dari bola itu pelan sekali hingga melampui kelambatan dari seekor siput. "Ehhh!?" Semua orang langsung terkejut melihat kelambatan bola itu melaju.


"Ehh...?!" Arisu langsung terlihat sangat terkejut ketika melihat kecepatan bola tersebut. "Lebih lambat dari siput...?"


Menghabiskan waktu tiga jam untuk bola itu tiba di depan Arisu, semua orang yang menonton sebagiannya tertidur karena menunggu lama melihat bola itu sampai menuju Arisu. Arisu menatap bola itu lalu ia mengambilnya "Dapat..." Arisu menghela nafasnya selagi mengangkat tangan kanannya yang sedang memegang bola besi itu.


"Satu poin untuk keluarga Shiratori!!!" Ucap Korrina.


Team Shiratori 01 vs Team Ghifari 01.


"Jika seorang anggota dari tim penahan berhasil menangkap bola  maka itu artinya tim dari penahan itu akan menjadi pelempar sekarang." Ucap Korrina.


"Tunggu?! Apa itu!? Bagaimana peraturan-nya bisa berubah!?" Tanya Alvin dengan ekspresi yang terkejut, ia lari menghampiri Korrina yang sedang membaca buku olahraga itu lagi. "Aku seperti melewati bagian yang mengatakan... Jika si penahan dari tim A berhasil menahan bola itu melewati garis merah maka tim itu akan menjadi pelempar..."


"Naarrrggghhh...!!!" Alvin mulai memegang kepalanya.


"Salah sendiri lemparannya kaya kecepatan siput." Korrina berjalan pergi meninggalkan Alvin. Shira mulai menertawai Alvin dari belakangnya. "Hahaha! Alvin, kau seharusnya membuat kekuatanmu itu seimbang agar lemparan bola itu melaju cepat juga."

__ADS_1


"Cih...! Ternyata susah juga permainan sialan ini..." Ucap Alvin dengan ekspresi kesal.


__ADS_2