Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 137 - Legenda yang ditinggal


__ADS_3

Rudal tadi mampu membuat ledakan yang cukup besar hingga menimbulkan asap-asap yang menghalangi planet Legendarius, seluruh kota dan desa yang terdapat di planet tersebut sudah pastinya hancur karena rudal tadi memiliki ledakan yang sama dengan nuklir, "Hweeeehhhhh...!!! Hweeeehhhhhh...!!!" Suara tangisan Shiori mulai terdengar dan ia saat ini sedang dipeluk oleh Homura yang masih hidup, tetapi mata kanannya terkena ledakan itu hingga hancur, "Urggghh... S... Shio...ri..." Homura memeluk Shiori erat hingga tiba-tiba dua Elf lainnya mulai menghampiri Homura selagi memegang pedang.


Homura mulai melindungi Shiori dengan melirik seluruh tubuhnya dengan api-api yang bisa ia ciptakan dengan Lenergy yang tersisa, kedua Elf itu hanya bisa menertawai Homura yang menciptakan api seperti korek api, Arisu tiba-tiba meluncurkan gelombang sihir api ke depan hingga kedua Elf itu terpental menuju atas langit, "... ..." Homura melirik ke arah Arisu, ia langsung melihat seluruh tubuh Arisu yang terlumuri dengan darah-darah termasuk lengan kanannya yang busuk, "M... Mama..." Arisu tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang pingsan.


"A... Arisu..." Homura memaksakan seluruh tubuhnya lalu ia berjalan menuju Arisu dan ia tiba-tiba ikut terjatuh, Homura melirik ke depan lalu ia melihat Aqrila dan Aiko yang berada di kondisi terluka juga, "Hah... hah... hah...." Aiko perlahan-lahan menyembuhkan seluruh lukanya dan ia juga mulai menyembuhkan luka-luka Aqrila hingga tiba-tiba Elf lainnya muncul di depan Aiko dan menghantam wajahnya hingga ia terpental ke belakang lalu Elf tersebut menendang wajah Aqrila hingga ia terpental ke belakang.


Agfi langsung muncul di depan Elf tersebut dan mulai menghantam perutnya lalu ia memasukkan sebuah racun ke dalam tubuh itu, "Red Snowflakes..." Agfi memasukan racun ke dalam tubuhnya yang menyebabkan darah Elf itu membentuk menjadi kepingan-kepingan kristal, Agfi berputar lalu ia menghantam tubuhnya hingga pecah, "Hah... hah... hah..." Agfi langsung berlutut dengan kondisi yang terluka karena ia terkena rudal itu juga, "Setidaknya... datanglah... Kak Virra... Kak Corni..." Agfi tergeletak di atas tanah.


Blair mendarat tepat di depan Alvin yang terluka cukup parah di seluruh tubuhnya, Rina juga terluka karena rudal tadi memiliki efek yang luar biasa hingga ledakan tadi mampu menggagalkan sihir termasuk barrier Crimson milik Alvin, "U-Urgh..." Alvin menatap wajah Blair yang terlihat seperti tersenyum lebar melihat Alvin tidak berdaya, Blair langsung mencekik lehernya cukup keras, "A-Arrrggghhhhh...!!!"


Blair langsung memukul seluruh tubuh Alvin menggunakan tinju kanannya. "Aggghhhh...!!!" Alvin memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya ketika melihat Blair memukul-mukul seluruh luka yang terdapat di tubuhnya, Alvin memukul wajah Blair dan pukulan itu tidak mampu membuat Blair terluka, "Bodoh... Kalian semua tidak akan bisa melakukan apa-apa ketika terkena oleh rudal tadi." Blair mulai menghantam seluruh tubuh Alvin tanpa henti hingga Alvin sudah tidak tahan teriak lagi, ia hanya bisa menghadapi takdirnya, "A... Agghh..."


Blair melempar Alvin ke depan lalu ia melesat ke depan dan setelah itu ia menghantam perutnya menggunakan tinju kanannya dan setelah itu Blair langsung menghantam wajah Alvin di daratan, "Gurgghhh..." Blair langsung menginjak-injak tubuh Alvin dan setelah itu ia menginjak dadanya, "UAAAAARRRRGGGHHHHHH!!!" Teriak Alvin keras, ia sekarang mulai teriak kesakitan karena Blair yang terus menginjak tubuhnya dan setelah itu Blair menendangnya menuju arah Rina hingga Alvin langsung **** tubuh Rina.


Blair menghampiri mereka berdua lalu ia menunjuk mereka menggunakan telapak tangan kanannya, "Kau dan bersama anakmu bisa pergi ke dunia kematian sekarang juga---"


Arata muncul di depan Blair lalu ia menendang kepalanya hingga ia terpental ke depan, Arata tiba-tiba datang dengan sihir teleportasinya dan ia tanpa disadari menyelamatkan Alvin, seorang dewa yang menurutnya sangat mengganggu karena dia selalu mengajaknya untuk berkelahi. Arata melirik ke belakang lalu ia berjalan menuju arah Alvin dan menatap wajahnya, "Terima kasih, Arata... Kau benar-benar menyelamatkan nyawaku..." 


Alvin mulai memeluk Rina erat lalu Arata menendang tubuhnya hingga ia terpental menuju arah Methode yang sedang menyembuhkan mereka semua menggunakan Sacred Heal, seluruh luka mereka bisa di sembuhkan kecuali lengan kanan Arisu yang busuk dan mata kanan Homura yang busuk juga, Methode perlahan-lahan lemas lalu ia tertangkap oleh Arisu. "Kakak... Terima kasih..." Ucap Arisu hingga ia mulai perlahan-lahan mentransfer Lenergy-nya ke dalam tubuh Methode.


Methode mulai mengelus-elus rambut Arata dan setelah itu ia memberikan Araku kepada Arisu dan Arisu menggendongnya, Methode menghampiri Alvin yang terluka sangat parah, "Biarkan aku menyembuhkan---" Alvin langsung memberikan Rina kepada Methode, "Sembuhkan dia dulu... Aku mohon..." Alvin tersenyum kecil lalu ia melirik ke arah Arata yang sedang mengayunkan kedua pedangnya ke arah Blair, seluruh tubuhnya mulai terbelah menjadi beberapa bagian hingga ia terus meregenerasi. Arata tidak membiarkannya menyerang dirinya jadi ia terus menyerangnya tanpa henti.


Pasukan Elf lainnya mulai turun dari pesawat luar angkasa yang berada di atas planet Legendarius, semua Elf itu langsung melesat menuju arah Methode. Homura dan yang lainnya langsung melesat menuju arah mereka semua dan membasmi mereka satu-satu, Rina membuka kedua matanya lalu ia melihat Alvin yang terluka parah, "PAPA!!!" Rina langsung menghampiri Alvin dan setelah itu ia mulai memeluknya dengan sangat erat.


"OMNI-HEALING!!!" Teriak Rina hingga ia langsung menyembuhkan kondisi Alvin hingga kembali pulih, setelah Rina menyembuhkan kondisi Alvin hingga pulih, "... ...!!!" Alvin membuka kedua matanya lebar hingga kedua pupil matanya bersinar menjadi warna biru.

__ADS_1


Alvin melesat menuju arah mereka lalu ia menendang-nendang kepala mereka hingga hancur seperti balon yang pecah, Alvin terus menyiksa mereka tanpa henti menggunakan kedua kakinya saja hingga mampu membuat Homura dan yang lainnya terkejut bahwa Alvin bergerak cukup cepat hingga mampu membuat semua Elf itu mati.


Arata menusuk perut Blair menggunakan kedua pedangnya lalu ia mendorong Blair mundur hingga Blair mulai mengeluarkan remote, "Tidak akan aku biarkan...!!!" Arata melesat ke depan lalu Blair mulai menciptakan tembok yang terbuat dari darah dan setelah itu Blair menekan tombol yang di pegang oleh remote-nya hingga pesawat yang berada di atas mereka mulai mengeluarkan ras Elf yang lainnya hingga mereka semua mulai berjumlah jutaan dan mampu melingkari planet Legendarius, "Cih... Mereka terlalu banyak---" Alvin melirik ke kanan lalu ia meluncurkan Final Shine Attack melalui kedua telapak kakinya hingga Elf yang berada di sebelah kanan langsung terbakar habis oleh gelombang itu.


Pesawat milik Virra datang lalu mulai membukakan pintu pesawatnya, "SEMUANYA!!! CEPAT MASUK KE DALAM PESAWAT ITU!!!" Teriak Alvin keras hingga tiba-tiba Shichiro Dias seorang Saint Sword dan Shichiro Kotone seorang Saint Greatsword mulai menyerang semua Elf yang berjumlah banyak itu, Alvin mulai melanjutkan serangannya dengan menghancurkan tubuh mereka menggunakan kedua kakinya.


Dias mulai membawa Homura dan yang lainnya masuk ke dalam pesawat, Rina menatap Alvin yang sedang menyerang semua Elf itu, "Papa!!! Ayo!!!" Teriak Rina, ia melesat masuk ke dalam pesawat itu selagi menatap Alvin yang masih menyerang semua Elf itu sedangkan Arata masih menyerang Blair yang berada di belakangnya, ia mencoba untuk melesat menuju arah pesawat itu, tetapi Blair masih menyerangnya. Tiba-tiba Alvin muncul di depan Blair lalu ia menendang wajahnya hingga ia terpental ke belakang, "Cepat...!" Suruh Alvin kepada Arata hingga ia langsung melesat ke arah kapal itu selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


Methode sudah memberitahu Arata bahwa hari ini ia harus menyelamatkan Alvin dan menurut sedikit tentang perintah yang masuk akal, Alvin menyuruhnya untuk pergi ke tempat yang lebih aman dan ia melaksanakannya agar ia bisa melindungi anaknya yaitu Araku, pesawat Virra mulai diserang oleh Elf itu, "CRIMSON BURNING BARRIER!!!" Rina menciptakan barrier yang terbuat dari crimson api, barrier itu langsung melindungi pesawat milik Virra.


Semua Elf itu langsung menghantam barrier milik Rina menggunakan semua serangan yang mereka buat hingga tiba-tiba beberapa Elf mulai mengeluarkan sebuah pistol lau menembakkan peluru yang mengandung Anti-Magic, semua peluru itu melesat ke depan dan mampu membuat lubang di barrier milik Rina, "Cih...! Elf menjijikan...!!!" Rina mulai melapisi barrier nya hingga Corni datang lalu meraba punggungnya, "Transfer Lenergy...!" Corni langsung mentransferkan Lenergy kepada Rina agar ia bisa menciptakan barrier lainnya.


"Oi, kau!!!" Teriak Alvin kepada Dias dan Kotone, "Cepatlah masuk ke dalam pesawat itu...! Aku akan menyusul kalian!!!" Alvin terus terbang menuju arah Dias dan Kotone lalu ia menendang semua Elf yang mencoba untuk menyerangnya hingga satu peluru melesat menuju arah pipinya lalu Alvin mulai menghindari peluru itu, "Senjata ini...?" Alvin langsung melihat beberapa peluru yang melesat menuju arahnya, "CRIMSON BREAK!!!" Alvin membuka kedua matanya lebar hingga ia langsung menghantam semua peluru itu sama hancur, sihir itu mampu menghancurkan segala energi negatif termasuk peluru Anti-Magic itu.


"CEPATLAH!!!" Teriak Alvin hingga kedua lengannya mulai berdarah karena menggunakan Crimson Break berlebih, Rina mulai membukakan pintu untuk mereka semua masuk. Dias melesat masuk ke dalam pesawat itu lalu Rina menutup kembali barrier-nya karena beberapa Elf hampir saja masuk ke dalam.


ZWOOSSHH!!!


"UGGHHH...!!!" telapak tangan kanan Alvin terkena oleh peluru Anti-Magic dan Omni's Energy hingga perlahan-lahan lengan kanan Alvin mulai membusuk, tetapi Alvin langsung memutuskan lengan kanannya agar efek dari kedua energi itu tidak melepaskan parasit yang mampu membuat lengan kanannya tidak bisa meregenerasi, "GRAGGGHHH!!!" Teriak Alvin hingga ia meregenerasi lengan kanannya, Lenergy Alvin mulai terkuras karena sihir regenerasinya tadi.


"Pesawat ini sebentar lagi akan kehabisan bahan bakar... Jika itu terjadi maka pesawat ini akan meluncur menuju desa Saint..." Ucap Virra berkeringat karena ia melihat bahan bakar pesawat itu mulai terkuras cepat karena pesawat itu hanya diam di langit dan menyia-nyiakan bahan bakar yang dimiliki pesawat itu, "...cepatlah!!!" Teriak Virra hingga Kotone langsung melempar senjatanya ke arah Alvin hingga ia bersama pedang Kotone terpental ke belakang hingga memasuki pesawat itu, "Oi!!! APA YANG KAU LAKUKAN!?" Teriak Alvin.


"KOTONE!!! APA YANG KAU LAKUKAN!?" Teriak Dias, Alvin melesat menuju arah Kotone dan Kotone langsung mendorong Alvin menggunakan sihir anginnya hingga ia terpental ke belakang dan kembali memasuki pesawat itu, Kotone langsung menutup pintu pesawat itu secara paksa menggunakan sihir anginnya. Virra menatap bahan bakar yang dimiliki pesawat itu hingga sebuah hologram muncul di depannya dan mengatakan 'Peluncuran bensin terakhir dilaksanakan.'


Pesawat Virra langsung melesat ke depan dengan kecepatan cahaya dan meninggalkan Kotone, "KOTONE!!!" Teriak Dias hingga pesawat itu langsung masuk ke dalam desa Saint.

__ADS_1


SWOOOOSSSHHH!!!


Pesawat itu tiba di tempat parkiran dan mendarat di atas daratan, Alvin mulai menatap pedang itu dan ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut, "T-Tidak mungkin... Apa yang aku lakukan...?!" Tanya Alvin karena ia baru saja meninggalkan seorang Legenda, Alvin mendorong pedang itu ke depan lalu ia bangkit dari atas lantai, "Tidak apa-apa, kakek... Semua ini bukan salahmu kok...!" 


Alvin berjalan ke depan lalu ia menghantam pintu pesawat itu hingga ia melihat Mortem dan yang lainnya sedang menunggu kedatangan mereka, "Selamat datang kembali..." Alvin tiba-tiba jalan melewati mereka semua lalu ia mulai duduk di bawah pohon selagi memegang kepalanya, Rina mengikutinya dan ia mulai memeluknya agar bisa membuat Alvin tenang, "Kenapa...? Apa yang terjadi...?" Tanya Mortem.


Shira menatap wajah Alvin yang terlihat trauma sepertinya hal yang tidak seharusnya terjadi ternyata terjadi dipikiran Shira, Haruki tiba-tiba melihat isi pesawat itu dan ia hanya melihat Shichiro Dias dan Shichiro Nina, "L-Loh...? Dimana Kak Kotone...?" Tanya Haruki selagi menatap wajah Dias, "Kakak Dias pasti tahu 'kan...? Kemana Kak Kotone...?" Lanjutnya.


Dias mulai menepuk kedua bahu Haruki hingga ia mulai menatap wajahnya dengan tatapan yang terlihat pasrah, "Maaf, Haruki... Sepertinya Kak Kotone tidak akan pernah bisa kembali lagi..."


Haruki langsung membulatkan kedua matanya hingga ia melirik ke arah Alvin, "Maafkan aku, Saint Dual-Sword... Seharusnya aku yang menyelamatkan Kotone dan membiarkannya dia pergi dulu, tetapi dia malah mendorongku masuk ke dalam pesawat Virra..." Ucap Alvin selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat bersalah, Haruki hampir saja memegang kerah baju Alvin, tetapi semua itu percuma jika dia memarahi Alvin karena melampiaskan kemarahan tidak akan bisa menyelamatkan Kotone atau membuatnya hidup kembali, "Sial...!!! Semua ini sia-sia jika aku memarahi kau...!"


Haruki menarik kedua pedangnya lalu ia menancapkan kedua pedang Weapon of Ancient Heroes di atas tanah, kedua mata Haruki mulai terlihat seperti kehilangan harapan layaknya kedua matanya blank, "Aku selesai dengan ini... Aku muak. Aku lelah... Ambil saja pedang itu, aku hanya membutuhkan kedamaian, permisi..." Haruki melesat ke atas langit lalu ia pergi meninggalkan mereka semua dengan ekspresi yang terlihat depresi.


"... ..." Alvin memejamkan kedua matanya.


***


Mortem dan yang lainnya sedang menyusun rencana cara untuk mencegah kebangkitannya Bamushigaru, semua sedang berkumpul di satu tempat kecuali Alvin yang sedang berada di dalam kamar dimana Korrina sedang tertidur di atas kasur itu, "... ..." Alvin mulai memegang tangannya lalu ia mulai mencium tangannya, "Aku datang dan kau menyambutku dengan berbaring seperti orang yang mati ya...?" Tanya Alvin.


Alvin menatap wajah Korrina dan wajahnya terlihat seperti ekspresi yang sudah tidak bernyawa lagi, "... ..." Alvin mulai meraba dadanya dan ia mulai mencari detakan jantungnya, "Ahh...?" Alvin masih bisa merasakan detakan jantung yang terdengar pelan, ia mulai menepati tangan kanannya di atas perutnya lalu ia bangkit, "Aku janji bahwa aku tidak akan kehilangan Legenda lainnya, Korrina..." Ucap Alvin.


Alvin langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang kotor, setelah ia melepaskan semua pakaian ia langsung menyalakan shower dan mulai menikmati shower air panas hingga ia menatap ke dalam dimana terdapat cermin di dinding, "...  ..."


"Aku akan bertambah kuat..." Ucap Alvin hingga tiba-tiba ia melihat seorang gadis yang berdiri tepat di belakangnya, "... ...!" Alvin melirik ke belakang lalu gadis itu mulai menghilang dan setelah itu ia menatap kembali cermin hingga melihat sesosok gadis yang memiliki rambut silver dan kedua matanya yang memiliki warna biru tua, bahkan Alvin juga bisa melihat mata di belahan dadanya yang besar itu, beberapa lama kemudian Alvin melihat gadis itu melesatkan tangan kanannya ke depan, "Ahh...!!!" Alvin melirik ke belakang lalu tiba-tiba mulutnya langsung tertutup oleh gadis tersebut.

__ADS_1


"Alvin... Beristirahatlah..."


"Mfffffhhhhhhh....!!!!" Seluruh Lenergy dan tenaga Alvin langsung terkuras oleh gadis itu hingga ia perlahan-lahan jatuh pingsan, "Hehehe..." Gadis itu langsung tersenyum jahat.


__ADS_2