Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 122 - Bebaskanlah


__ADS_3

"Shira...!?"


"Naoki...!?"


Ternyata laki-laki yang berada di lorong itu adalah Naoki Souya, Shira dan Naoki langsung berjalan menuju satu sama lain selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Aku kira kau sudah mati...!?" Ucap Naoki selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


"Aku kira kau terbunuh oleh Shiro...?!" Mereka berdua saling menanyakan pertanyaan yang cukup menyinggung bagi diri mereka masing-masing, Virra langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat canggung karena ketika mereka bertemu ia mengharapkan sebuah pelukan antara kedua rival itu, tetapi yang ia pikir itu salah melainkan mereka mulai saling menanyakan pertanyaan yang terdengar menyinggung, "Apa-apaan reuni ini...? Kok meraka saling menanyakan tentang kematian mereka...?" Tanya Corni selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat canggung juga.


"Entahlah... Terkadang Saint seperti mereka memang memiliki pikiran aneh, antara mereka ini saling membenci atau saling bersyukur bahwa mereka bertemu lagi." Jawab Virra.


"Setidaknya aku akhirnya bisa bertemu dengan Shira melainkan Shiro itu...!" Ucap Naoki selagi menepuk-nepuk punggung Shira, Shira langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat senang bahwa ia bisa melihat Naoki kembali, "Bagaimana kau bisa hidup kembali, Naoki...? Apakah karena kekuatan Dewa Alvin sejak melawan Zoiru...?" Tanya Shira.


"Ya, berkat kekuatan Dewa Alvin yang mampu menciptakan kembali Yuusuatouri dengan penghuninya yang lama, aku yang sudah mati entah kenapa bisa melihat kembali desa-desa yang ada di planet Legenia." Jawab Naoki, Virra langsung mengangguk selagi memegang dagunya, ia menghampiri mereka berdua selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Hm! Hm! Papa bilang kepadaku bahwa ketika ia menciptakan kembali Yuusuatouri yang hancur maka penghuni Yuusuatouri yang sudah mati akan hidup kembali, itulah resiko untuk menciptakan kembali semesta Yuusuatouri."


"Jika ia menciptakan Yuusuatouri yang baru maka penghuni Yuusuatouri yang lama sudah pasti akan mati dan tidak akan pernah bisa kembali, Yuusuatouri yang baru tidak akan memiliki penghuni melainkan monster, tumbuhan, dan hal yang lain-lain kecuali Legenda." Shira langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat mencurigakan, kenapa Naoki tidak menampakkan dirinya ketika Yuusuatouri telah terciptakan kembali, "Mencurigakan..."


"Hah...? Untuk apa?" Tanya Virra.


"Untuk apa kauu menyembunyikan Naoki di desa Saint!? Seharusnya dia datang mengunjungiku di planet Legendarius." 


"Semua Saint yang ada di desa Saint adalah Saint yang aku lindungi, Shira. Mereka semua berada di bawah kendaliku dan aku bisa saja memberi mereka misi untuk melakukan sesuatu di luar sana. Aku melakukannya karena aku tidak mau kehilangan mereka." Ucap Virra selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Shira langsung mengepalkan kedua tinjunya karena kata-kata yang baru saja Virra ucapkan terdengar seperti seorang Legenda yang terdengar putus asa, "Virra, hal yang kau lakukan saat ini adalah cara para Legenda pengecut..." Ucap Shira selagi menunjukkan tatapan seriusnya.


Virra langsung tersenyum kecil, apa yang Shira katakan benar bagi Naoki dan Corni, tetapi Virra hanya ingin mereka semua hidup dengan damai selamanya, "Kau seharusnya sadar bahwa kau ini bersikap egois, Virra. Naoki dan Saint yang tidak ingin aman pasti ingin kebebasan dan melihat planet-planet atau semesta-semesta yang ada di Yuusuatouri." Ucap Shira.


"Kau berhak untuk diam, Shira. Apakah kau mau tinggal di tempat ini juga selamanya?" Tanya Virra, ia mulai menunjuk wajah Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Apakah ini sifat egoismu, Virra...? Aku berharap lebih darimu, jika Saint yang kau sayangi itu terus disegel di tempat ini maka Yuusuatouri akan kekurangan petarung Legenda yang kuat...!" 


"Bukannya kau pernah mengatakan bahwa Saint adalah pelindung Yuusuatouri...!? Yuusuatouri's Last Protector!!!" Teriak Shira keras, Corni berjalan ke depan lalu ia menghalang Virra dengan ekspresi yang terlihat kesal, "Aku tidak akan membiarkanmu melukai perasaan, adikku, Shira. Serahkan tugas ini kepadaku." Ucap Corni.


Shira hanya bisa diam ketika melihat Corni menghalang Virra, Naoki mulai menepuk bahu kanannya hingga Shira melirik ke arahnya lalu ia melihat wajah Naoki yang terlihat tenang di situasi seperti ini, "Semuanya akan baik-baik saja..." Ucap Naoki, Corni mulai memegang tangan kanan Virra lalu ia membawanya pergi untuk berbicara dengannya  berduaan saja.


"Naoki, apakah kau nyaman tinggal di sini hampir satu tahun penuh!?" Tanya Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Naoki hanya bisa tersenyum lalu ia mulai memukul lengan kanannya pelan, "Biarkan takdir yang melakukan tugasnya, mungkin sudah takdirku untuk berhenti menjadi seorang petarung..." Ucap Naoki.


"Tidak, ini bukan dirimu yang dulu, Naoki! Naoki yang dulu adalah Naoki yang selalu ingin mengajakku untuk bertarung...!" Ucap Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Yah... Aku bisa apa lagi, Shira? Virra sudah memberi peraturan untuk desa ini, tidak ada pertarungan sembarangan melainkan pertarungan di turnamen!" Sahut Naoki.


"Jika seseorang mencoba untuk melanggarnya maka ia akan menahan kita semua di penjaranya yang di segel oleh sihir Sacred...!" Ucap Naoki selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Shira mulai terdiam sebentar ketika ia mendengar perkataan Naoki, ia langsung menghampiri ke tempat dimana Corni dan Virra baru saja pergi, ketika Shira berjalan di lorong yang gelap kedua telinganya mulai mendengar suara debat antara Corni dan Virra, "Kau ini seharusnya sadar bahwa kau bersikap seperti Papa yang dulu!!!" Ucap Corni selagi menghantam tembok yang ada di belakangnya.


"Kenapa kau sama seperti mereka, hah...!? Sikap egois itu boleh tapi setidaknya keegoisanku itu mampu membuat semua Saint-ku aman...!!!" Ucap Virra selagi meneteskan beberapa air mata di kedua matanya, Corni langsung memegang kedua pipi Virra selagi menatap wajahnya dengan tatapan yang terlihat serius, "Bukannya Papa selalu mengatakan sesuatu tentang kematian dan takdir yang seharusnya tidak diubah...? Takdir tidak boleh di ubah secara paksa sekarang, Virra... Saint sudah ditakdirkan untuk menjadi pelindung Yuusuatouri, bukan menjadi pengangguran!" 


"Jika semua Saint yang kau cintai tinggal di sini maka mereka bisa saja cenderung ingin bunuh diri... Saint di tugaskan untuk menjaga kedamaian bukan untuk beristirahat hampir setiap hari!" Ucap Corni, Virra hanya bisa diam selagi meneteskan beberapa air mata karena dia sudah trauma terhadap Saint Elementals yang punah karena perbuatan Rionald, "Jika takdir diubah secara paksa maka sesuatu buruk akan terjadi, bisa saja pikiranmu itu terkendali oleh sesuatu yang jahat... Apakah kau ingat Papa ketika mengubah takdir secara paksa...? Ia kehilangan akal sehat dan bahkan hingga sekarang Papa masih belum bisa mempercayai pikirannya sendiri...!" Ucap Corni, ia mulai menepati dahinya dengan dahinya agar ia bisa membuat Virra tenang.


"Walaupun kau takut bahwa mereka akan mati, seharusnya kau mempercayai para Saints itu bahwa mereka akan berjuang dengan selamat... Jika kau ketakutan terhadap kehilangan para Saints yang kau cintai itu maka biarkan aku menghilangkan rasa ketakutan itu." Ucap Corni selagi menunjukkan senyuman kecilnya, Shira yang diam-diam mendengarkan percakapan mereka berdua mulai menatap Corni dan Virra yang bersikap seperti adik dan kakak sungguhan, "Bagaimana caranya...?"


"Dengan membantumu melindungi para Saints itu, kau memiliki Elvis yang bisa melacak semua Saint bukan...?" Tanya Corni, ia mulai berbicara di telinga kanan Virra, "Sekarang... Bebaskanlah semua Saint yang ada di desa ini atau... Buatlah desa yang sebenarnya di planet yang ada di Yuusuatouri."


"Tidak bisa." Jawab Virra hingga membuat Corni terkejut, "Kenapa...?" Tanyanya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut bahwa Virra masih belum ingin membebaskan mereka semua, "K-Kenapa...!? Beritahu aku!!!" Corni mulai mencekik leher Virra karena ia sudah tidak tahan melihat Virra yang masih bersikap egois, "U-Uggh..."

__ADS_1


Shira mencoba untuk menghentikan mereka, tetapi Virra langsung menendang perutnya hingga ia terdorong ke belakang selagi memegang perutnya yang baru saja tertendang, "Ugh..! Kau...!" Corni langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat mematikan, "Dengan satu syarat...!" Ucap Virra selagi mengacungkan jari telunjuknya.


Corni mulai menatap Virra, "Apa yang kau mau?"


"Aku ingin Shira dan Eclipse bertarung di Tournament of Saints, jika ia menang di turnamen itu maka aku akan membebaskan semua Saint yang ada di desa ini, tetapi jika dia kalah maka dia dan seluruh Saint yang tersisa di semesta Yuusuatouri harus tinggal di sini untuk selamanya...!" Ucap Virra selagi menunjukkan ekpsresi yang terlihat serius, Corni mengangguk, "Cukup adil."


Shira langsung berjalan pergi dan meninggalkan lorong itu, ia melihat Eclipse sedang bersama Haruki dan Naoki. Shira mulai menatap Elvis yang sedang menekan-nekan tombol sepertinya pelacak itu masih belum nemukan lokasi asli mereka melainkan cahaya-cahaya itu hanya menunjuk peta semesta Yuusuatouri saja, "Elvis, apakah proses untuk mencari para Saint Heroes itu masih lama...?" Tanya Shira.


'Ya, ini akan memakan beberapa waktu untuk bekerja." Jawab Elvis, Corni dan Virra tiba di ruangan itu selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Shira, bertarunglah di Tournament of Saints agar kau bisa membebaskan semua Saint yang terjebak di desa ini." Ucap Corni selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


"Tournament...?" Tanya Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan, Shira sudah mengetahui apa yang mereka perbicarakan jadi dia hanya bisa mendengarkan apa yang mereka coba katakan, "Ya... Kau dan Eclipse harus bertarung di Tournament of Saints melawan para Saint yang kuat sekali." Ucap Virra.


"Ehh...? Bertarung...?" Tanya Eclipse selagi menekukkan kepalanya, "Baiklah, aku siap kapanpun!" Shira mulai memukul telapak tangan kanannya lalu setelah itu ia menunjukkan senyuman yang lebar sekali.


***


Shira dan Eclipse ditugaskan untuk melawan 8 Saints di Tournament of Saints, jika mereka berdua berhasil mengalahkan mereka semua dengan menjatuhkan mereka dari arena maka mereka bisa memenangkan turnamen ini.


Shira dan Eclipse berdiri di atas arena Tournament of Saints selagi menatap 8 Saints yang mengepung mereka berdua, Shira langsung tersenyum ketika ia menatap mereka semua karena ia mengenal mereka, "Kita harus melawan Saints seperti kalian ya...?" Tanya Shira selagi menunjukkan kuda-kuda bertarungnya, "Wile... Grasia... Via... Aku mengenalkan kalian sejak kita mencoba untuk berkumpul" Shira tersenyum.


Wile adalah Saint Wind, Grasia adalah Saint Leaf, dan Via adalah Saint Earth. Eclipse menatap ketiga Saint yang berdiri tepat di depannya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Bahkan Ayumi, Yumi, dan Raitou juga ada di sini." Ucap Eclipse, Ayumi adalah seorang Saint Blizzard, Yumi adalah seorang Saint Ice sedangkan Raitou adalah seorang Saint Thunder.


Shira melirik ke arah kiri dimana ia melihat dua Saint yang tidak ia kenal, kedua Saint itu memiliki kulit yang sama dengan batu dan besi sepertinya mereka berdua adalah Saint Earthquake dan Saint Steel, "Apakah kalian berdua adalah Saint Earthquake dan Saint Steel...?" Tanya Shira.


"Ya, kau pasti Shiratori Shira, seorang Saint Solar Eclipse. Aku adalah Hibikaze Murogo seorang Saint Earthquake sedangkan seseorang yang berada di sebelahku adalah Hibikaze Gorosu, dia adalah seorang Saint Steel!" Ucap Murogo selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


Wile melesat menuju arah Eclipse lalu ia mencoba untuk memukulnya beberapa kali, Eclipse menghindari semua serangan itu dengan mudah lalu ia berputar dan menendang kepalanya hingga ia terpental ke belakang, Eclipse langsung melihat Grasia yang mencoba untuk melukai dada-nya dengan mengayunkan cakar yang terbuat dari daun-daun runcing, Eclipse dengan cepat mundur ke belakang dan hampir saja terkena tebasan oleh cakar itu, "Hampir saja...!" Eclipse mulai melakukan backflip ke belakang.


"SUN SPHERE!!!" Eclipse mulai meluncurkan bola-bola matahari kecil melalui kedua telapak tangannya, Grasia berhasil menghindari semua serangan sihir itu lalu ia muncul tepat di depan Eclipse dan mulai mencoba untuk mencabik-cabik seluruh tubuhnya, Eclipse dengan cepat menghindari semua serangan itu dengan konsentrasi agar ia tidak terkena tebasan cakar itu.


Grasia melompat ke atas lalu Eclipse melihat Wile yang muncul tepat di depannya selagi melesatkan tinju kanannya, Wile langsung menghantam perut Eclipse hingga ia memuntahkan darah yang cukup banyak, "Ughh...!" Eclipse tidak sempat untuk menghindari serangan Wile karena ia muncul dengan sangat tiba-tiba, "Eclipse!" Teriak Shira, ia melihat Eclipse baru saja terhantam oleh pukulan Wile.


"Hmph...! Seharusnya kau khawatirkan putri kecilmu itu." Ucap Raitou selagi menertawai betapa lemahnya Eclipse, Shira melirik ke belakang lalu ia melihat Eclipse sedang menahan pukulan dari serangan Wile, "Cih...!"


"THUNDERSTORM FLASH!!!" Teriak Raitou hingga ia meluncurkan gelombang listrik melalui mulutnya, gelombang itu meluncur menuju arah Shira. Shira menghindari gelombang itu dengan melakukan beberapa backflip ke belakang.


BAMMM!!! BAMMM!!! BAMMM!!!


Eclipse sekarang sedang menahan serangan Wile dan Grasia secara bersamaan, "Jika saja aku bisa menghancurkan serangan koordinasi mereka...!" Ucap batin Eclipse, ia masih menahan serangan mereka menggunakan kedua lengannya, "ICE FREEZING BEAM!!!" Teriak Yumi hingga ia meluncurkan bola-bola es melalui kedua telapak tangannya menuju arah Grasia, Grasia dan Wile langsung melompat ke atas hingga bola-bola es itu melesat menuju arah Eclipse, "Sial...!" Eclipse langsung menahan bola-bola es itu dengan kedua lengannya.


BAMMM!!!


Lengan kanan Eclipse langsung membeku, "Apa...!?" Eclipse langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut, Grasia muncul di belakangnya sedangkan Wile muncul di depannya, mereka secara bersamaan melesat menuju arah Eclipse hingga Eclipse langsung menggunakan sihir teleportasinya, Grasia secara tidak sengaja menebas dada Wile menggunakan cakar-cakar daun itu. *SLASH!* "UAGHHHH!!!" Teriak Wile kesakitan.


"Ahh, sialan...!" Raitou dan Ayumi mulai melirik ke arah Wile yang baru saja tertebas oleh Grasia, "Wile!!!" Teriak mereka bersama.

__ADS_1


"KALIAN LENGAH!!!" Teriak Shira hingga ia berubah menjadi wujud Saint Revolution-nya, ia melesat menuju arah Raitou dan Ayumi selagi mengisi sebuah bola emas di telapak tangan kanannya, "HYAAAAAGGGHHHH!!!" Shira langsung meluncurkan gelombang emas menuju arah mereka berdua hingga mereka langsung terpental ke belakang dan keluar dari arena itu.


BAMMM!!!


Eclipse muncul di depan Grasia lalu ia menghantam wajahnya menggunakan lengan kanannya yang beku, Grasia terpental ke belakang lalu Eclipse muncul tepat di belakang selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "JYAGGHH!!!" Eclipse menendang punggung Grasia menggunakan kedua kakinya hingga ia terpelanting ke atas langit, Eclipse muncul di atasnya lalu ia mengangkat kedua tangannya bersamaan dan setelah itu ia menghantam wajah Grasia hingga ia terpelanting keluar arena.


"Itu baru Shira dan Eclipse yang aku kenal." Ucap Naoki selagi menyilangkan kedua lengannya.


Yumi langsung meluncurkan gelombang putih menuju arah Eclipse hingga gelombang putih itu mengenai kedua kakinya, "Cih...!" Kedua kaki Eclipse perlahan-lahan membuka hingga menyebar menuju lehernya, "Berakhir di sini, Eclipse."


"Aku masih belum menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya, Yumi... Es ini sebaiknya di jadikan es batu saja!!!" Teriak Eclipse hingga ia berubah menjadi wujud Saint Revolution-nya, "TIDAK BOLEH ADA YANG MEREMEHKAN KEKUATAN SAINT-KU!!!" Teriak Eclipse keras hingga auranya mulai membesar, Eclipse muncul di depan Gorosu setelah itu ia langsung menghantam perutnya dalam sekali, "SUN EXPLOSIVE WAVE...!!!" Teriak Eclipse hingga ia meluncurkan gelombang sinar matahari di perut Gorosu.


BAAAMMMMM!!!


Gorusu terpental menuju arah Yumi hingga mereka berdua langsung keluar dari arena pertarungan, Murogo bergerak menuju Shira, tetapi Shira mulai muncul tepat di belakangnya setelah itu ia mulai meraba punggungnya menggunakan telapak tangan kanannya. "SOLAR BLAST" Shira menghantam sihir tersebut tepat di punggung Murogo hingga ia langsung terpental ke depan. Untungnya ia tidak melukai Murogo dengan sangat parah, Shira masih menahan diri untuk menggunakan sihir-sihir yang mampu mengakibatkan kerusakan besar.


BAMMMMMMMMMM!!!


Via muncul di belakang Shira lalu ia menendangnya, tetapi Shira melompat mundur lalu ia mulai menciptakan beberapa paku kecil yang terbuat dari sinar cahaya, paku-paku itu bisa disebut dengan nama Solar Nails, Shira melempar paku-paku itu menuju arah Via hingga Via perlahan-lahan tertancap oleh paku-paku itu lalu kemudian paku tersebut langsung meledak hingga mampu membuat Via terdorong ke belakang dan hampir keluar dari arena.


BAMMMMMMMMMMMM!!!


"GRRRRRYAAAAHHH!!! EXPLOSIVE BURST!!!" Eclipse meledakkan dirinya sendiri hingga mampu membuat Wile terpental menuju Murogo dan Via. Mereka bertiga langsung terpojoki oleh Shira dan Eclipse secara bersamaan. Jika mereka mundur beberapa langkah lagi maka mereka akan terjatuh dari arena.


"Wile!" Seru Murogo, ia sudah mulai perlahan-lahan kehabisan tenaga dan Lenergy-nya. Wile mulai merasa sangat kesal bahwa Shira dan Eclipse memiliki kekuatan yang jauh lebih dari mereka semua. "Ayo kita lakukan sihir pergabungan itu!!!" Teriak Wile hingga Shira dan Eclipse muncul tepat di depan mereka selagi menunjukkan ekspresi yang sama yaitu keseriusan.


Mereka bertiga berubah menjadi wujud Saint Enchanted lalu setelah itu mereka bertiga mulai menaikkan aura mereka hingga aura mereka langsung tergabung menjadi satu aura yang besar. "CREATION OF EARTH'S BOULDER!" Ucap Murogo dan Via, mereka berdua mulai menciptakan batu yang besar dan setelah itu mereka mengepalkan kedua tinju mereka hingga batu-batu besar itu hancur menjadi kepingan kecil.


"EARTH OF...!!!" Ucap Murogo dan Via bersama.


"WAVING TORNADO!!!" Wile langsung meluncurkan gelombang tornado besar menuju arah Shira dan Eclipse melalui kedua telapak tangannya, batu-batu kecil itu langsung terbawa oleh gelombang tornado yang Wile luncurkan, Shira dan Eclipse langsung memukul tinju mereka bersamaan selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


"HRAAAAAAAGGGHHHH!!!!" Teriak Shira keras hingga aura emasnya mulai membesar dan mampu mengguncangkan arena itu. "SHIROMURA...!!!" Shira mulai menciptakan sebuah bola emas melalui kedua telapak tangannya, sepertinya Shira dan Eclipse akan menggunakan sihir warisan Shiratori yang baru.


"BURSTING...!!!" Eclipse melakukan hal yang sama dengan menaikkan auranya lalu setelah itu ia menciptakan dua bola emas di kedua telapak tangannya.


"ECLIPSEEEEEEEE!!!!" Teriak mereka berdua bersamaan, mereka meluncurkan kedua bola emas yang ada di kedua telapak mereka ke depan hingga bola-bola emas itu pecah dan meluncurkan gelombang emas yang di lapisi dengan sinar cahaya matahari, gelombang itu berukuran sangat besar sekali hingga mampu menghapus sihir pergabungan Wile, Murogo dan Via.


BAMMMMMMMMM!!!


Gelombang gabungan Shira dan Eclipse melesat dengan cepat menuju arah mereka bertiga, "AHHH---" Mereka bertiga langsung terkena oleh gelombang besar itu, mereka bertiga terpental ke belakang dan mampu meninggalkan arena itu. Virra langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut ketika melihat potensi yang dimiliki oleh Shira dan Eclipse, "H-Hebat..."


"Lihatlah Eclipse dan Shira... Mereka berdua adalah Saint yang tinggal di semesta Yuusuatouri, mereka bisa berkembang sekuat ini karena mereka tidak terjebak di desa ini, Virra." Ucap Corni selagi menyilangkan kedua lengannya, "Janjimu harus kau tepati..." Ucap Corni selagi menunjukkan senyumannya.


Virra mengangguk, "Baiklah... Aku akan melepaskan para Saint itu setelah kita menyelesaikan tujuan kita yang sebenarnya..."

__ADS_1


"...mengumpulkan para Saint Heroes" Virra mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


__ADS_2