Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 110 - Penyerangan putus asa


__ADS_3

Shira dan yang lainnya sedang menatap sebuah hologram yang sangat besar, hologram itu berada di tengah-tengah balkon dan hologram itu menunjukkan pertarungan antara Shin dan Arata yang berjalan cukup sengit. Korrina-lah seseorang yang memunculkan hologram itu untuk menunjukkan pertarungan mereka semua kepada Shira dan yang lainnya. "Sialan... Lengan kiri Shou putus karena pedang iri hati itu...?" Ucap Shira selagi menunjukkan wajah yang terlihat serius.


Hologram itu sudah menunjukkan pertarungan mereka semua ketika Shou tiba di planet itu, Shira dan Homura tidak merasa kecewa karena melihat Methode membantu Arata karena mereka berdua tau bahwa pertarungan mereka hanya mementingkan tentang tujuan dan mereka tahu bahwa pertarungan itu hanyalah pertarungan biasa layaknya seperti sparring. "Sepertinya Shin juga memiliki masalah yang sama dalam melawan Arata... Arata itu terlalu kuat bagi mereka sejujurnya." Korrina memegang dagunya.


"Dia hampir sama kuatnya dengan Alvin." Ucap Korrina, Alvin hanya bisa tersenyum selagi menatap pertarungan yang sengit itu, kedua lengannya bergetar sendiri yang mengartikan dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Arata dan bertarung bersamanya hingga ia puas. Tapi Alvin tau bahwa Arata memiliki sesuatu yang menarik perhatiannya dan hal itu masih belum di tunjukkan di pertarungan ini. "Mama, Rina sudah tidak kuat melihat mereka terluka..." Ucap Rina.


"Tenang saja, ketika pertarungan mereka berakhir... Mama akan mendatangi mereka dan menyembuhkan kondisi mereka sampai pulih" Korrina tersenyum lebar.


Di sisi lainnya, Shin sedang mengayunkan pedangnya beberapa kali menuju arah Arata sedangkan Arata menahan semua serangan itu menggunakan Sword of Envy. "Blessing of Envy!!!" Arata menggunakan sihir iri hati yang mampu membuat tubuhnya kebal terhadap serangan senjata apapun. Seluruh tubuh Arata langsung bersinar hingga ia berhenti melawan Shin, Shin tersenyum lalu ia mengayunkan pedangnya beberapa kali ke tubuh Arata. Arata tidak bisa merasakan kesakitan apapun dari pedang milik Shin bahkan pedang itu tidak mampu meninggalkan bekas luka ditubuh-nya.


"Sihir apa yang dia gunakan...!? Bagaimana bisa pedangku tidak melukainya!? Ini mustahil...!!!" Shin terus mengayunkan pedangnya tanpa henti walaupun tubuh Arata tidak terluka sama sekali. "Sihir ini...!!! Aku akan mencoba untuk merusaknya!!! Aku adalah Legenda yang akan mengalahkanmu, bajingan!!!" Shin terus menyerang Arata tanpa henti hingga ia membuat shockwave besar di belakang tubuh Arata.


"Jangan bodoh!!! Sihirku ini tidak akan bisa dihancurkan oleh pedang lemah yang kau pegang!!!" Arata menendang perut Shin dalam lalu ia menghantam leher belakangnya menggunakan gagangan pedang yang ia pegang, setelah itu Arata langsung mendorongnya hingga Shin terpental ke depan dan terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang merasa pegal di bagian lehernya. "Gugh..." 


Arata mengganti pedangnya menjadi Wrath, logam pedang itu langsung terlumuri oleh api yang sangat panas dan Arata mencoba untuk meluncurkan gelombang tebas lagi menuju arah Shin, tetapi ia terhentikan oleh Clare yang menendangnya dari arah kanan. Arata langsung terpental ke belakang, Clare melesat menuju arahnya lalu ia mengayunkan sabit-nya menuju arah Arata, tetapi ia langsung menahan serangan itu menggunakan pedangnya.


Arata menyerang balik dengan menusuk-nusuk pedangnya ke depan, tetapi Clare langsung menahan semua tebasan itu menggunakan gagangan dan logam dari sabit yang ia pegang. "Cih... Pergerakan tangan dan pedangmu sama cepatnya hingga aku tidak bisa memprediksinya." Shin melihat pergerakan Arata dan ia langsung konsentrasi ketika melihat pergerakannya, ia perlahan-lahan mulai belajar cara untuk menghindari serangan yang ia kerahkan kepada Clare.


Arata langsung menghantam wajah Clare menggunakan sikut dari lengan kanannya hingga Clare terpelanting ke belakang. Clare langsung melakukan backflip agar ia bisa mendarat dengan selamat, Arata muncul di depannya lalu ia mengayunkan pedangnya menuju arah puncak kepala Clare, tetapi ia langsung menahan serangan itu menggunakan sabit yang ia pegang. Setelah itu Arata langsung menghantam wajah Clare menggunakan tinju kirinya.


Shin muncul tepat di belakang Clare selagi mengangkat pedangnya tinggi, tetapi Arata langsung menghantam wajahnya menggunakan tinju kirinya tanpa harus melihat ke belakang. "Uagh!" Shin terdorong ke belakang, Clare mengayunkan sabitnya ke atas untuk menusuk dagu Arata, tetapi ia langsung menghindari serangan itu, tetapi dagu Arata terkena sedikit tebasan dari sabit itu hingga sabit milik Clare meninggalkan luka kecil di dagunya. Arata langsung menendang perutnya dalam sekali hingga ia terdorong ke belakang.


Shin melesat ke depan lalu ia mencoba untuk menusuk punggung Arata, tetapi Arata menghindari serangan itu lalu ia memegang kaki kanan Shin, setelah itu Arata berputar 360 derajat. Arata melempar Shin ke depan hingga ia terus berputar dan tidak bisa mengontrol keseimbangan tubuhnya saat ini. Shin berhenti berputar lalu ia berhasil mendarat di atas tanah selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.


"Cih! Dasar pengganggu!!!" Arata langsung menusuk-nusuk pedangnya ke depan dengan kecepatan yang melampui para dewa, Shin langsung tersenyum meremehkan karena ia bisa melihat pergerakan tangan dan pedang Arata yang terasa cukup lambat bagi dirinya, ia baru saja menemukan solusinya dengan melihat Clare dan Arata bertarung. "Aku bisa melihat jelas..." Shin memegang gagangan pedangnya dengan sangat erat.


"...seranganmu!!!" Shin langsung menusuk perut Arata dengan sangat dalam menggunakan pedang yang ia pegang, ia sebenarnya mencoba untuk mengincar jantung Arata, tetapi kedua matanya bisa melihat bahwa dadanya sedang terjaga oleh kedua tangannya yang bergerak cukup cepat. "UAGHH!!!" Arata langsung memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya, bahkan luka tusuk yang berada di perutnya mulai mengeluarkan darah yang cukup banyak. Shou dan Clare langsung terkejut ketika melihat Shin berhasil menusuk perut Arata dan melukainya cukup parah.


Shira dan yang lain juga bahkan terkejut ketika melihat Shin mampu melukai Arata, Korrina mengangguk ketika melihat itu bahwa Shin memiliki potensi yang cukup bagus dan ketika ia sedang serius bahkan ia bisa saja menandingi Arata dengan keseriusan yang ia miliki. Arata langsung menunjukkan wajah yang terlihat kesal, bahkan perutnya mulai merasakan kesakitan yang terasa menyengat sekali. "Hmph... Luka inilah yang kau dapatkan ketika kau terlalu meremehkanku..." Shin tersenyum seperti merendahkan Arata yang baru saja terluka oleh pedang yang ia pegang.


"HAAAAHHHHH!!!" Shin langsung menyerang Arata dengan mengayunkan pedangnya beberapa kali, Arata menangkis semua serangan itu selagi memegang luka tusuk yang berada di perutnya. "Grrrr...!!!" Lama-lama Arata mulai merasa sangat kesal hingga ia bisa saja membunuh Shin karena sudah melukainya cukup parah. "H-Hebat... Aku tidak percaya bahwa Shin mampu melukai Arata dengan menusuk perutnya..." Ucap Shou selagi menunjukkan wajah yang terlihat cukup terkesan.

__ADS_1


Shin terus menyerang Arata secara bertubi-tubi sedangkan Arata menahan semua serangan itu dengan wajah yang terlihat kesal. "Sepertinya Shin melihat pertarunganmu dan aku, tuan... Ia bisa menandingi Arata karena ia perlahan-lahan belajar untuk mencari cara agar ia bisa menandingi Arata..." Ucap Clare, tubuhnya terasa pegal karena serangan Arata kepadanya terasa sangat kasar.


Shin menendang Arata mundur lalu ia muncul tepat di belakang, Arata melirik ke belakang dan ia langsung mengayunkan pedangnya ke arah leher Shin, ternyata Shin yang berada di belakang Arata adalah ilusi yang ia ciptakan. Shin yang asli masih berada di depan Arata, ia menendang luka tusuk Arata yang terletak di perutnya hingga ujung sepatu dari Shin langsung masuk ke dalam perut Arata. "Guugghhh...!!!" Luka tusuk itu mengalami pendarahan lagi karena tendangan Shin.


"Kau jauh lebih kuat dan lebih cepat ketika kau bertarung melawan Shou dan Clare!" Shin sekarang mulai meremehkan Arata yang mendadak melemah. Arata langsung merasa sangat kesal mendengar perkataan Shin yang terdengar seperti meremehkan dirinya, ia langsung menebas wajah Shin hingga tebasan itu meninggalkan luka gores di dahi milik Shin. Shin langsung terpental ke belakang dengan dahi yang berdarah. "Guargh...!"


Shou langsung melakukan beberapa backflip ke belakang lalu ia meluncurkan Final Shine Attack menuju arah Arata. Arata mengubah pedangnya menjadi Sword of Gluttony, ia langsung menangkis gelombang sihir itu menggunakan pedangnya hingga gelombang itu langsung terserap oleh pedang yang Arata pegang. Arata melesat ke depan lalu ia mengayunkan pedangnya ke arah dada Shin hingga itu mampu merobek bajunya.


Arata menghantam wajahnya lalu ia menendang dagunya dengan sangat keras hingga ia terpental ke atas, Arata muncul di atas Shin lalu ia menebas dada Shin sebanyak dua kali hingga mampu membuat luka tebas yang berlambang X besar di dada-nya. "UGGHHH!!!" Luka X itu langsung mengeluarkan darah yang cukup banyak, sepertinya Arata sudah tidak akan memberikan Shin kesempatan untuk menyerah, ia sekarang lebih memilih untuk menyiksanya.


Shin terpental menuju daratan lalu Arata muncul di depan Shin, ia langsung meluncurkan Shiromura Eclipse tepat di depannya. Ia memiliki sihir ini karena ia pernah meniru-nya ketika melawan Shou, jadi ia masih inget bentuk-bentuk Shiromura Eclipse. Gelombang emas itu langsung mengenai Shin hingga ia langsung terbawa oleh gelombang itu ke depan.


"Uagh...!!!!" Shin langsung mencoba untuk menghilangkan gelombang itu dengan menahannya menggunakan kedua telapak tangannya. "Grrgghh...!!!" Shin berusaha sekuat mungkin untuk melarikan diri karena jika gelombang itu meledak maka luka X yang berada di dada-nya akan membesar dan membuat luka itu lebih buruk lagi bagi tubuhnya.


"SHIN!!!" Teriak Shou, ia langsung menyuruh Clare untuk mencari botol yang terisi air suci, ia berencana untuk memulihkan Shin dan dirinya agar mereka berdua bisa menyerang Arata secara bersamaan, mungkin saja peluang menang akan bertambah jika mereka berdua bekerja sama, apalagi jika Clare ikut membantu.


Gelombang itu terus melaju ke depan dan membakar Kisetsu milik Shin. "GUARRRGGGGGHHHH!!!" Teriak Shin keras hingga ia langsung menaikan aura-nya agar bisa menghentikan gelombang itu, aura-aura milik Shin langsung melindungi luka-lukanya.


BAMMM!!!


Asap-asap itu langsung menghilang dan menunjukkan Shin dengan kedua lengannya di bawah karena ia merasa lemas di kedua lengannya. Baju-nya terbakar habis karena sihir Shiromura Eclipse, ia melihat Arata yang sedang menatapnya dengan tatapan tajamnya. "Hah... hah... Cih... Aku sudah menusuk perutnya dan dia masih memiliki kekuatan sebanyak ini..." Shin mulai merasa kesal sekarang dan ia juga merasa sangat menyesal karena meremehkan Arata.


"Kau tidak akan bisa mengalahkanku, dasar bodoh." Jawab Arata


"Apa...!?"


"Aku bisa merasakan di setiap seranganmu bahwa kau ini arogan dan masih meremehkanku... Tidak ada setitik kemurnian dalam cara kau membela diri yang benar sendiri." Arata menunjuk Shin dengan pedang yang ia pegang. "Apakah itu saja yang harus kau katakan padaku?" Tanya Shin selagi tersenyum kesal.


"Ya, aku ini arogan dan meremehkanmu!!!" Shin langsung menaikan seluruh kekuatan dan bahkan aura-nya yang berwarna crimson gelap. "Tapi, bagiku, justru itulah harga diriku sebagai seorang Legenda yang berasal dari keluara Ghifari!" Shin langsung menunjuk ke depan dengan telapak tangan kanannya lalu ia mulai menciptakan sebuah bola energi merah.


"GAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Teriak Shin keras hingga aura-auranya mulai membesar, setelah itu ia langsung menggenggam bola energi itu, ia memundurkan lengan kanannya. Ia berusaha untuk meluncurkan Final Shine Attack terkuatnya ke arah Arata. "Aku tidak bisa mengalahkanmu!? Jangan membuat diriku tertawa sampai mati!!!"

__ADS_1


"Aku tidak pernah bisa membuang siapa diriku ini... Namaku adalah Kuroshin Ghifari, salah satu dari anggota keluarga Ghifari!!! Aku adalah anak dari seorang Dewi crimson yang bernama Rina Ghifari...! Aku sebagai penurus Ghifari akan mengalahkanmu, ARATAAA!!!" Teriak Shin dengan nada yang terdengar kesal. Seluruh aura Shin mampu membuat dorongan dan shockwave yang besar di sekitarnya, bahkan angin mulai bergerak seperti ** beliung di Mugen no Kensei.


"H-Hebat, Shin... Lenergy-mu terus meningkat tiada batasnya." Ucap Shou. Arata hanya bisa menatap Shin dengan tatapan tajamnya, ia bisa merasakan dorongan besar di sekitar tubuhnya. "Arata...!!! Setelah semua yang kau katakan padaku, kamu tidak akan mencoba menghindar ini, 'kan!?" Arata langsung melempar pedang-nya ke atas langit.


"Kerahkan..."


"FINAL SHINE ATTACK!!!" Shin meluncurkan sihir Final Shine Attack menuju arah Arata, gelombang crimson yang ia luncurkan menuju arah Arata mampu menghancurkan daratan. Gelombang Final Shine Attack itu dilumuri dengan listrik-listrik merah, Arata langsung menunjukkan wajah yang terlihat terkejut dan setelah itu ia langsung menghalang gelombang itu menggunakan kedua lengannya.


BAMMM!!!


"MANTAP!!!" Teriak Shou. Gelombang itu meledak seperti ledakkan nuklir dan pada saat itulah Clare memberi Shou dua botol air suci, ia langsung membuka penutupnya dan setelah itu ia langsung meminum botol itu sampai habis. Perlahan-lahan seluruh tubuh Shou langsung kembali pulih. 


Setelah ledakan itu beres, Shin langsung menatap ke arah ledakan itu dan melihat Arata tergeletak di atas tanah. Shin tidak merasakan Lenergy milik Arata, itu artinya ia berhasil mengenai-nya dengan sihir Final Shine Attack. Tiba-tiba pedang Arata berputar di atas dan hampir saja menusuk puncak kepala Shin, dengan cepat Shin melompat ke belakang hingga pedang itu menancap di atas daratan."Hah... Hah... Hah..." Shin mulai bernafas cukup berat.


"Heh...Hehehe... HAHAHAHAHAHAHA!!!" Shin mulai tertawa terbahak-bahak karena ia baru saja menang melawan Arata. "Hmph! Rasakan itu! Legenda paling terkuat dari keluarga Ghifa--- Ahhh!!!"


Shin langsung merasakan aura menyengat tepat di belakang punggungnya, ia melirik ke belakang dan ia melihat Arata sedang meraba punggungnya dengan sebuah bola energi emas di tangan kanannya. "AHH!!! SHIN!!!" Teriak Shou karena Arata yang sedang tergeletak di atas tanah tadi hanyalah sebuah aura yang Arata ciptakan. "Gluttony's Starvation..." Ucap Arata, ia baru saja menggunakan sihir pedang Gluttony yang mampu menciptakan sebuah tubuh palsu yang mampu menyerap sihir apapun.


Sihir Final Shine Attack Shin terserap oleh tubuh palsu Arata, aura milik Arata langsung melesat menuju arah dirinya dan merasuki tubuhnya. Luka tusuk yang ada di perutnya langsung meregenerasi hingga pulih karena efek dari sihir Gluttony-nya yang mampu mengubah sihir yang terserap menjadi sumber sihir penyembuhan. "Terima kasih, Shin... Tanpa dirimu aku tidak akan bisa menyembuhkan luka tusuk yang kau berikan kepadaku!" Arata bisa menggunakan sihir Gluttony karena pedang Gluttony yang ada di depannya, Arata hanya bisa menggunakan sihir tujuh dosa besar ketika pedangnya muncul atau ada.


"Shiromura Eclipse..." Arata langsung meluncurkan gelombang emas tepat di belakangnya hingga Shin terpental menuju arah Shou, Clare melesat menuju arah Arata selagi memotong-motong gelombang emas itu lalu ia mulai mengayunkan sabit-nya beberapa kali menuju arahnya. "Cih...!!!" Arata melompat mundur selagi menghindari semua serangan itu.


Shou menangkap Shin dan setelah itu ia membuat Shin terbaring di atas daratan, ia mulai membuka penutup botol yang berisi air suci itu lalu ia mulai membuka mulut Shin dan memasukkan air itu ke dalam mulutnya. Seluruh tubuh Shin langsung kembali pulih, ia menatap Shou. "Shou..."


"Kita sendirian melawan Arata sepertinya mustahil, Shin... Kita hanya harus bekerja sama melawan Saint bodoh itu." Ucap Shou, ia membantu Shin berdiri. Shin melirik ke Arata yang sedang memukul wajah Clare hingga ia terpental ke depan melewati Shou dan Shin. "Cih... Ayo... Mari kita tendang pantat-nya dengan cara kerja sama..."


"Ya... Ayo..." Shou dan Shin langsung menatap Arata, Arata menatap kembali selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius. "HAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH...!!!" Teriak mereka bersama hingga aura mereka langsung membesart dan meluncurkan sebuah gelombang ke atas langit.


Arata bisa merasakan kekuatan dan Lenergy mereka menaik terus hingga menepati puncak kekuatan penuh. "SAINT GOD!!!" Teriak Shou hingga ia langsung berubah menjadi wujud Saint God yang berada di kekuatan penuh. "Ahhh!!!" Shira yang sedang menatap hologram itu langsung menunjukkan wajah yang terlihat terkejut dan terkesan bahwa Shou sudah memiliki wujud Saint God.


"Mereka berdua sepertinya langsung menaikkan seluruh atribut mereka hingga kekuatan penuh..." Korrina tersenyum melihatnya.

__ADS_1


"Grrrgghh...!!! AKU...!!! AKU...!!! AKU AKAN MEMBUAT NAMA KELUARGA GHIFARI TERSEBAR DENGAN KEBAIKAN...!!! AKU AKAN BERTAMBAH KUAT HINGGA BISA MENGALAHKANMU!!!" Teriak Shin hingga ia langsung berada di wujud terakhirnya, Shin God Mode yang berada di puncak kekuatan penuh.


"Ini semua yang kita miliki, Arata...!" Ucap Shou. Arata hanya bisa diam dan tidak mengatakan sedikit kata kepada mereka berdua, Shin dan Shou langsung berjalan menuju arah Arata selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, mereka bertiga mulai bertarung dengan serius karena pertarungan sudah mencapai puncak akhir.


__ADS_2