Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 42 - Gerhana Matahari


__ADS_3

STTTAAAAAAAB!!!



Tiba-tiba seorang Legenda menusukan sebuah pedang tepat dengan jantung Shiro, lalu Legenda itu dengan cepat mengambil jantung Saint milik Shiro.



"GUUUGGHHH!!! AGGGGGGGGGGGGGGGHHHH...!!!" Shiro mulai memuntahkan darah yang sangat banyak di mulutnya, seluruh tubuhnya mulai melemah karena ia tidak memiliki jantungnya lagi.



Homura terkejut melihatnya, ia terjatuh dan melihat Shiro kesakitan dengan sangat parah. Darah-darah mulai mengenai wajah Homura.



"TIDAAAAAK!!!" Teriak Homura dengan sangat keras, Alvin dan yang lainnya langsung terbebasi dari rantai milik Shiro.



"Hmph... Kau datang tepat waktu." Alvin tersenyum kepada sosok Legenda yang menyelamatkannya.



"Maafkan aku, Shiro..."



BAMMM!!!



Tubuh Shiro perlahan berubah menjadi warna kulit coklat karena ia hampir saja berubah menjadi wujud Eternalnya dengan sempurna, ia jatuh ke atas tanah dengan wajah yang sangat kesakitan. Homura langsung bergegas menghampiri Shiro dengan wajah yang sedih.



"Papa, apa yang sebenarnya kau rencanakan!?" Tanya Mortem dengan sangat kesal. Ia bangkit dari tanah dengan kondisi pulih kembali, "Diam dan lihatlah, Mortem... Mamamu juga sudah mengetahui tentang situasi ini." Alvin tersenyum dengan sangat senang bahwa ia tidak terlambat untuk membunuh Shiro.



"Hah?" Mortem merasakan sesuatu yang berbeda dengan wajah Papanya. Sepertinya Alvin memiliki rencana yang cukup jelas untuk situasi seperti ini. Homura mengangkat dan menatap wajah Shira yang sedang sekarat. Shira dapat mengendalikan seluruh tubuhnya lagi. "Homura... Homura... Hah..."



"T-Tidak..." Homura mulai menangis, "Bawalah anak-anak... Dan lari... Lari dari tempat ini sekarang juga..." Kedua mata Shira tiba-tiba mulai perlahan bersinar.



"Lari... Lari... Sebelum semuanya terlambat, sebelum kehancuran datang...."



"Pergi... Pergi..."



Homura terus menangis dan air matanya mulai mengenai seluruh pipi Shira, Shira hanya bisa tertawa dan menyadari sesuatu hal yang seharusnya tidak terjadi. Ia ingin melihat Homura dan anak-anaknya lari dari situasi ini sekarang juga.



"Hee... Jangan... Membuat anak-anak menjadi diriku ini yang lemah..."



"Homu... Kumohon... Ketika aku pergi... Janganlah menangis terlalu berlebihan..."



"Homu... Homu... Jagalah anak yang berada di dalam perutmu... Itu... Baik... Baik..." Shira tiba-tiba mulai memejamkan kedua matanya dengan sangat tenang, "Berikan... Nama... Bayi itu... Shiratori... Eclipse..." Ucap terakhir Shira kepada Homura.



Swooooshhh...



Shira berubah menjadi abu. Abu-abu itu mulai berterbangan dan bersinar seperti matahari yang terbit dari timur. Homura terjatuh dan ia hanya bisa menangis. Ini pertama kalinya bagi Homura yang terus menangis tanpa henti melihat suaminya mati. Mortem menghampiri Homura dan tiba-tiba Alvin menghentikannya. "Hentikan."



"Anakku kehilangan suaminya karena kau! Kau memang jahat seperti biasanya!!!" Jawab Mortem dengan sangat marah. Mortem mendorong Alvin hingga Alvin terdorong mundur, Mortem langsung menghampiri Homura dengan wajah yang khawatir.



Korrina menatap Alvin dengan wajah yang serius. "Alvin... Apakah kamu masih belum mengerti tentang kejahatan dan kebaikan---"



"Diamlah, Korrina... Ini adalah jalan yang kupilih... Virra juga bahkan setuju tentang ini dan mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya."



Mortem berlutut dan memeluk Homura dengan sangat erat, ia mencoba untuk menenangkan anaknya. "Tenanglah, Homura..."



"Mengapa Yuusuatouri adalah dunia yang sulit untuk di tebak? Masa depan dan masa lalu apa yang kumiliki ini, Mama...?"



"Shira... Shira sepertinya akan merasa sangat sedih melihatmu seperti ini... Shira sudah bilang kepada dirimu untuk tidak menangis berlebihan."



Alvin menoleh kepada Virra dengan wajah yang serius. Virra menoleh kembali dan ia langsung mengangguk.



"Baiklah, Papa..." Virra menghampiri Homura. Virra menghampiri Homura dan berencana untuk meminta maaf kepada Homura yang telah membunuh suaminya, "Maafkan aku..."



Homura menunjuk Virra dengan sangat cepat, lalu Virra terpental mundur dengan sangat keras, "... ..." Homura merasa sangat marah dan juga bersedih, perasaannya sedang tercampur aduk sekarang.

__ADS_1



BAAAAAAAAAAAAMMMMMMMM!!!



Tiba-tiba langit mulai bersinar dengan sangat terang dan berubah menjadi gelap.



BAAMMMM!!!



Shiro tiba-tiba muncul di atas langit dengan sangat cepat dengan wujud Eternalnya yang sempurna. Dia bukan lagi Shira yang mereka kenal.



"Ti-Tidak..." Alvin langsung terkejut melihat itu. Ternyata roh Eternal Shiro berhasil melarikan diri dan terbebasi dari tubuh milik Shira.



"RAAAAAAAAAAAAAAAAAAAGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Shiro hingga ia membuat sebuah ledakan bercahaya di atas langit.



"INFINITY BARRIER!!!" Korrina mengeluarkan sihir penghalang yang sangat kuat untuk melindungi semua legenda yang berada di tempat itu.



BAAAAAAAAAAAMMMMMMM!!!



...



...



"Ti-Tidak... Kita terlambat..." Eina langsung terkejut melihat itu. Ia merasa cukup merinding karena merasakan kekuatan murni Shiro yang meningkat.



"T-Terlambat?!" Mortem melirik kepada Eina dengan wajah yang kebingungan, "Eina dan aku berencana untuk menghentikan Shira sebelum roh Eternalnya berhasil melarikan diri dari tubuhnya!"



"Ketika itu terjadi... Itu semua akan menjadi mimpi burukku..."



SWOOOSSHH!!!



BAAAMMMMMM!!!




Alvin memukul wajah Shiro dengan sangat keras hingga ia terdorong mundur. Alvin mulai mendarat di atas tanah.



"Aku butuh waktu!!! Kekuatan Multiversal Eyes-ku masih belum sepenuhnya bangkit!" Ucap Alvin kepada mereka semua dengan wajah yang sangat serius. Mereka semua mengangguk, "Mengerti!"



Alvin duduk di atas tanah dan ia mulai melakukan meditasi dengan wajah yang sangat tenang. "Hmmmmmmm..."



"Akhirnya.. Aku bebas dalam tubuh sialan itu!" Shiro tersenyum, ia menatap kedua lengannya dengan senyuman penuh kenikmatan bahwa dia bisa bebas.



"Untuk saat-saat hidup terakhir kalian!" Shiro menunjuk mereka semua dengan wajah yang serius. "Kalian bisa memanggil diriku yang baru ini, Shiratori Shiro!"



"Diamlah!" Eina mulai mengeluarkan auranya yang berwarna merah. "KAU TIDAK AKAN MEMILIKI SENYUMAN ITU LAGI!!" Eina terbang menghampiri Shiro dengan sangat cepat. Dengan cepat Eina memukul wajah Shiro, tetapi...



BAAMMMMM!!!



Tangan kanan Eina langsung terbelit oleh rantai Shiro dengan sangat ketat. "Sihir ini lagi...!?" Eina menendang Shiro, tetapi Shiro langsung menghilang.



Shiro muncul dibelakang Eina dan ia langsung membelit leher Eina dengan rantainya. "AGHHH!!!"



"HYAAAAGGGHHHHH!!!" Shiro menghantam Eina ke atas tanah dengan sangat keras dan kuat.



BAMMMM!!!



"Cih." Mortem terbang menghampiri Shiro dengan sangat amat cepat. "CRIMSON PETALS!!!" Mortem menembakan sihir energi bolanya kepada Shiro. Rantai Shiro langsung menghantam bola-bola itu ke atas langit dengan sangat cepat.



BAMMMM!!!

__ADS_1



"Cih... CRIMSON---" Shiro muncul di depan Mortem dan ia langsung menampar wajahnya dengan rantai itu hingga Mortem terpental jauh dan mengenai tanah. Mortem tidak sempat untuk mengeluarkan sihirnya tadi.



BAMMMM!!!



"GRRRRRR...." Mortem mulai merasa sangat kesal, Mortem tiba-tiba muncul di belakang Shiro, tetapi Shiro langsung terlindungi dengan rantainya.



"Apa--"



BAAMMMM!!!



Kepala Mortem langsung terhantam oleh rantai Shiro, ia langsung terpental mundur dan terjatuh mengenai tanah. "Cihhh..."



"Aku sudah lelah bermain dengan legenda bakteri seperti kalian... Aku ingin membuat kehancuran... Bukan Pertarungan." Shiro muncul di bawah tanah dengan wajah yang sangat kesal, Korrina mulai mengisi energi sihirnya untuk membantu Alvin melawan Shiro.



"Beritahu aku, Alvin... Berapa lama lagi kau akan membuatku menunggu seperti ini, hah?" Tanya Shiro dengan wajah yang kesal dan lelah menunggu. Kedua mata Alvin langsung berubah menjadi Multiversal Eyes Mata dari segala semesta atau bisa di sebut mata maha kekuasaan.



"Maaf... Tetapi, wujud kebangkitanku telah tiba." Alvin bangkit dari tanah dengan wajah yang serius, "Begitu ya... Mari kita lihat kekuatan apa saja yang kalian punya untuk... MENGHENTIKAN INI!!!"



"MAHA SIHIR SAINT: CHAINS OF DESTRUCTION!!!" Rantai-rantai besar mulai bermunculan di sekitar Shiro, rantai tersebut mulai berputar seperti angin topan. Shiro melompat lalu ia terbang menuju Alvin dengan seluruh rantainya yang mulai membuat seperti tombak runcing.



Semua Legenda langsung terkejut melihat itu. "Maha sihir kuasa apa itu!?"



"Itu adalah Maha Sihir Saint... Itu sama seperti maha sihir kuasa." Ucap Virra dengan wajah yang sangat serius.



"HAAAAAAA....!!!" Alvin mulai mengisi kekuatan sihirnya untuk menembakan Final Shine Attack-nya yang sangat kuat menuju tombak besar itu. Korrina menghampiri Alvin dan ia langsung meraba punggung Alvin hingga Final Shine Attack itu langsung terisi penuh.



Shiro sudah hampir mendekati Alvin, jika sihir itu mengenai tanah maka Yuusuatouri akan hancur menjadi kepingan kecil. Alvin menembak Final Shine Attacknya ke arah Shiro dengan sangat cepat.



Shiro langsung terdorong mundur dengan sangat cepat. Shiro mulai berputar hingga tombak itu langsung mendorong sihir milik Alvin. Tiba-tiba... Homura terbang menghampiri Shiro dengan sangat cepat hingga ia muncul di belakang Shiro.



Shiro melirik ke belakang dengan wajah yang terkejut. "Apa...!? Apa yang akan kau rencanakan, Homura!!!?"



"Maafkan aku, Shiro... Aku lebih memilih sosok dirimu yang terbebasi darah kejahatan. Kumohon... Kembalilah kepadaku dengan Shiro yang baik." Aura api Homura mulai melindunginya.



"HAAHHHHHHH!!!"



"FIIIINAAAAAAAAAALLLL..." Homura mulai mengisi energi sihirnya untuk menembak sihir Final Shine Attack.


Alvin langsung tersenyum dan merasa bangga dengan cucunya. "SHIIIIIINEEEEEEEEEEEEE...." Teriak Alvin.



"ATTTTAAAAAAAAAAACCCCCKKKKKKKKKKK!!!" Teriak Homura dan Alvin dengan bersamaan. Homura menembak Final Shine Attack itu tepat mengenai tombak yang melindungi Shiro.



BAAMMMMMMMM!!!



"AAARRRRRGGGGGGGGGGHHHHHHHHHH!!!" Sihir Homura dan Sihir Alvin mulai mengenai Shiro dengan bersamaan. Maha sihir Saint milik Shiro langsung hancur hingga menjadi energi yang perlahan menghilang, "JADI... JADI... INIKAH... SIHIR WARISAN GHIFARI...?"



"BAGUS SEKALI..." Shiro tersenyum selagi seluruh tubuhnya perlahan menjadi debu karena serangan mereka berdua.



"HAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak mereka berdua.



BAAAAAAAAAAMMMMMM!!!



Homura dan Alvin membuat ledakan yang sangat besar hingga mampu sepenuhnya mengalahkan Shiro.



Jika ingin Spoiler tentang Shira maka scroll ke bawah lagi.



#Author's Note: Ini tentang kematian Shira, aku akan menjelaskannya agar kalian pembaca bisa terus lanjut sampai akhir, Shira akan hidup kembali atau bisa disebut dengan akan ke revive di Spesial Chapter II

__ADS_1




__ADS_2