Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 72 - Mimpi yang akan Datang


__ADS_3

Arisu lari maju ke depan selagi dikelilingi oleh monster-monster yang sangat kuat di sekitarnya, ia menghancurkan semua monster yang mengalahnya dengan menggunakan sihir apinya. Semua monster yang berada di sekitar Arisu langsung mengepungnya hingga Arisu mulai tidak bisa bergerak. "MENJAUH DARIKU!!!" Arisu mengeluarkan angin yang sangat besar di sekitarnya hingga semua monster itu terpental menuju atas langit.


Arisu melanjutkan tujuannya lagi yaitu untuk mengejar seseorang, ia terus bergerak maju menuju ke depan karena ia ingin menyelamatkan seseorang sebelum semuanya terlambat. "Papa...! Aku mohon jangan...! Dia ini temanku...!" Arisu mulai menangis karena ia tidak mau kehilangan temannya.


Seketika Arisu melihat sebuah cahaya yang bersinar tepat di depannya, ia melihat Shiro yang sedang menunjuk seorang gadis tepat di depannya. Gadis itu juga sedang berlutut tepat di depannya selagi mencoba untuk meminta ampun. "Maafkan aku... Shiro... sensei... Maafkan..."


"Perbuatanmu sudah melampui batas, Welly... Dan ini saaatnya kau aku hancurkan, seharusnya kau berterima kasih bahwa perbuatanmu itu terbalaskan dengan sebuah kesakitan yang semua orang rasakan karena dirimu..." Sebuah bola cahaya muncul tepat di depannya, Shiro sudah siap untuk menghancurkan gadis yang bernama Welly itu dengan tangan kanannya.


"T-TIDAK...!!! PAPAAAAAAAA!!!" Teriak Arisu dengan sangat keras.


...


...


Tiba-tiba Arisu langsung membuka kedua matanya dengan sangat lebar karena ia merasa sangat terkejut bahwa Papa-nya membunuh seseorang yang ia kenal. "AHHHHHHHHH...!!!" Arisu terbangun selagi berteriak sangat keras hingga membangunkan Shiro dan Homuze yang sedang tertidur, ternyata hal yang ia lihat hanyalah mimpi.


Shiro dan Homuze langsung menatap wajah Arisu yang terlihat sedih, ia meneteskan air matanya karena ia merasakan bahwa sesuatu yang ia lihat tadi bisa saja terjadi karena Arisu memiliki sebuah sihir yang mampu melihat mimpi yang akan benar-benar terjadi. "Hentikan... Papa..." Arisu mengusap kedua air matanya.


Shiro mulai mengelus puncak kepalanya. "Arisu, apa yang terjadi...?! Apa yang kau lihat?! Apakah itu mimpi buruk?!" Tanya Shiro dengan nada yang panik, ia tidak mau melihat anak-anaknya bahkan Arisu yang memiliki semua sihir dari Saint. Arisu menggelengkan kepalanya lalu Homuze mulai memeluknya lalu menggendongnya karena terlihat jelas dari wajahnya bahwa Arisu sedang mengalami mimpi buruk.


"Sudahlah, sudah... Mimpi buruk yang kau lihat itu hanyalah palsu, kau harus memberanikan diri untuk menghadapi mimpi buruk di setiap tidurmu!" Homuze mulai menepatkan kedua kakinya di atas lantai lalu ia bangkit dari tempat tidur selagi memeluk Arisu yang masih berkaca-kaca.


"Aku benci Papa... WAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Arisu dengan ia mulai menangis dengan sangat keras hingga mampu mengguncangkan rumah Shiro yang sangat besar. Shiro merasa tertembak di jantungnya karena mendengar perkataan gelombang sihir Arisu

__ADS_1


"Ehh...?! Papa...!? Ak-Aku tidak pernah melakukan hal jahat kepadamu, nak!" Homuze menatap Shiro dengan tatapan yang tajam, kedua pupilnya langsung terbakar oleh api-api. Shiro langsung terkejut melihat itu karena tatapan itu mengartikan bahwa Shiro sedang dalam masalah.


"Shiro..."


"Sumpah!!! Sumpah!!! KENAPA KAU HARUS MEMBENCI PAPA, ARISU---"


BAAMMMMMMM!!!


"UAAAGGHHHH!!!" Shiro terpental menuju atas langit hingga menghancurkan atap kamar tidur-nya sendiri karena tamparan kuat dari Homuze.


Beberapa jam kemudian, Shiro dan Arisu sedang berjalan pergi meninggalkan rumah mereka. Mereka berencana untuk pergi menuju akademi, Arisu ikut karena ia ingin melihat suasana akademi itu untuk pertama kalinya. "Awww..." Shiro mulai memegang pipi kanannya yang baru saja terkena hantaman maut Homuze.


"Papa... Maafkan aku. Entah kenapa mimpi buruk itu membuatku yakin bahwa mimpi yang aku alami tadi adalah nyata..." Ucap Arisu dengan ia memegang tangan kanan Shiro dengan sangat erat, Shiro menatap wajah Arisu lalu ia mulai melihat wajah khawatirnya dengan sangat jelas, ia bisa membaca putri kecilnya seperti sebuah buku.


"Teman...? Papa gak bermaksud jahat ya... Tapi aku tidak pernah bertemu dengan salah satu temanmu itu..." Ucap Shiro dengan wajah yang serius. Arisu tiba-tiba mengangguk lalu ia menatap Shiro dengan wajah yang terlihat sangat sedih hingga membuat Shiro langsung memeluknya dengan erat lalu menggendongnya.


"Papa benar... Tapi ketika aku melihat mimpi itu, aku merasakan perasaan bahwa teman itu adalah teman yang sangat berharga bagiku, entah kenapa semua ini bisa terjadi tetapi sihir dari Saint Dream memanglah cukup menakutkan..." Ucap Arisu dengan ia mulai menghalangi wajahnya tepat di dada Shiro hingga ia mulai menangis.


Saint Dream adalah sosok saint yang memiliki sihir tentang mimpi, setiap Saint itu bermimpi maka mimpinya itu adalah sebuah pertandaan nyata atau bisa disebut bahwa pikiran Arisu telah melompat menuju masa depan hingga ia bisa merasa bahwa mimpi yang ia alami itu nyata, tetapi tidak karena mimpi yang ia alami tadi hanyalah sebuah pertandaan bahwa mimpi itu akan terjadi entah kapan.


Shiro mulai berpikir cara lain untuk mencoba menenangkan Arisu yang sedang gelisah, ia mencoba untuk terbang tetapi ia tidak bisa karena energi sihirnya sekarang sedang hancur berkat bertarung dengan Azriel 2 bulan yang lalu. "Sial... Aku masih tidak bisa terbang..."


"Bagaimana kalau kita balap lari menuju akademi, sayang?" Tanya Shiro dengan senyuman lebar di wajahnya.

__ADS_1


"Mmm." Arisu mengangguk lalu ia menatap wajah Shiro dengan senyuman, mereka berdua langsung melakukan balap lari menuju akademi. Shiro tidak menahan diri karena Arisu dapat lari dengan sangat cepat hingga mereka berdua mulai berada di posisi yang sama.


...


...


Di suatu tempat yang sangat gelap, tempat itu berada tepat di planet Legendarius dan juga berada tepat di belakang akademi yang bernama <>, tempat gelap itu terlihat seperti hutan, daun-daun dari hutan tersebur berwarna hitam hingga daun-daunnya juga berwarna hitam, tempat itu adalah tempat yang dilarang untuk dikunjungi bagi murid-murid di akademi Raiyouri bahkan guru-guru juga tidak ada yang berani masuk ke dalam hutan gelap itu.


Rumor mengatakan bahwa hutan itu dipenuhi dengan monster yang sangat pintar dan juga kuat, terkadang di sore dan malam hari terdapat beberapa korban yang hilang dan tidak akan pernah kembali karena telah memasukan hutan gelap itu, para penjaga akademi pernah melihat beberapa organ tubuh di sekitar hutan itu hingga para panjaga itu langsung membuat sebuah tembok yang tebal dan memberi sebuah tulisan peringatan untuk tidak masuk ke dalam wilayah gelap itu.


Terkadang Shiro yang selalu berada di akademi di tengah malam sering mendengar suara monster-monster yang meraung, dan bahkan ia juga bisa merasakan aura yang sangat menyengat di hutan itu. Di kondisinya sekarang yang masih sakit karena efeknya yang telah menghancurkan batasannya, ia jadi kacau dalam menggunakan seluruh tubuhnya, ia tidak berencana untuk mengunjungi hutan itu di kondisi yang masih sakit ini.


Belum ada satupun Legenda yang pernah masuk ke dalam hutan itu lalu keluar dengan keadaan selamat, masih terdapat banyak misteri di hutan gelap itu. Tiba-tiba terdapat seorang gadis kecil yang berumur sama seperti Arisu yaitu 4 tahun, ia mempunyai rambut putih dan poni yang menghalangi mata kirinya yang berwarna merah darah. Ia memakai baju yang sangat lusuh serta jubah hitam robek-robek yang menutupi rambutnya, dan ia juga menggunakan sebuah masker ya menutupi dari bawah matanya hingga sampai ke dagunya.


Gadis kecil itu sedang menyembah sebuah patung yang terlihat seperti seorang dewa. Patung itu memiliki warna hitam dan juga menunjukkan seseorang yang memiliki rambut panjang hingga pantatnya. Gadis kecil itu mulai bersujud kepada patung itu. "Aku janji... Aku akan membangkitkanmu, dewa kegelapan... Demi mimpi Kakekku aku pasti akan membangkitkanmu."


SRSSHHH...


Tiba-tiba gadis itu mendengar sebuah pergerakan dari belakangnya, sebuah semak-semak mulai bergerak hingga tiba-tiba Arisu mulai menunjukkan dirinya dari semak tersebut. Ia mulai menunjukkan wajah yang sangat serius selagi menatap gadis kecil itu. "Aku menemukanmu..."


Gadis kecil itu langsung bangkit dari atas tanah lalu ia mulai menatap Arisu dengan tatapan yang waspada. "Aku datang ke sini bukan untuk melukaimu, Welly..."


"Ka... Kau mengetahui namaku...? Tunggu, bagaimana kau bisa menembus segel yang telah menghalangi hutan kegelapan ini...?! Bagaimana kau bisa menemuiku di tempat seperti ini?!" Tanya gadis yang bernama Welly itu dengan tatapan yang tajam.

__ADS_1


"Perkenalkan... Namaku adalah Shiratori Arisu, aku adalah seorang Saint Legenda yang memiliki kekuatan Saint Hybrid. Saint Hybrid adalah Saint yang memiliki segala sihir atau kekuatan Saint yang ada di dunia ini... Itu artinya aku bisa menemukanmu melalui sihir Saint Sensing, aku mencium aroma-mu dengan jelas." Ucap Arisu dengan wajah yang sangat serius.


__ADS_2