Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 45 - Perjalanan baru


__ADS_3

10 TAHUN KEMUDIAN



Sejak kematian Shira dan sisi ras Eternalnya (Shiro.) Shira akhirnya bisa menjalani hidupnya dengan sangat tenang di dunia kematian, tenang tetapi ia juga harus meninggalkan istrinya yaitu Homura...



Walaupun Homura di tinggal selamanya oleh Shira, ia berjanji untuk tidak mencari suami lain. Dia selalu mengunjungi kuburan Shira hanya untuk berbicara dan tersenyum dengannya.



Tetapi... Alvin pernah berkata bahwa seseorang yang mati... Tidak akan pernah bisa bangkit kembali, tapi dengan ras yang bernama astral... Itu memiliki kesempatan kecil agar Shira bisa kembali hidup menjadi ras Astral Legenda. Tetapi Shira tidak mendapatkan kesempatan kecil itu melainkan Shiro yang mendapatkannya.




Tok... Tok... Tok...



Suara langkahan Methode hang sedang berjalan di tangga yang menuju ke bawah atau bisa di sebut dengan... Dunia Astral tinggal.



Methode pergi jauh dan meninggalkan Homura dan saudara-saudaranya hanya untuk mencari tahu bahwa Shira atau Shiro masih hidup di dunia astral.



Korrina pernah memberitahu Methode bahwa dia masih hidup dan Methode langsung bergegas dengan sangat jauh untuk ke tempat ini. Setelah melakukan beberapa langkahan, Methode tiba didepan pintu yang sangat besar.



Methode melihat seorang Legenda yang sedang berdiri disana selagi menghisap rokoknya. "Kau ini Shiratori Methode ya? Kau tepat waktu, Methode."



"Vivin... Aku ingin masuk ke dunia astral."



Vivin membuka pintu besar itu, Methode menunduk kepada Vivin, lalu ia bergerak menghampiri dunia itu dengan wajah yang serius.



"Baiklah... Terima kasih."



"Hati-hati... Ketika kau tetap disini selama 1 minggu... Kau akan terkutuk menjadi salah satu ras astral."



"Dimengerti." Pintu yang berada di belakang Methode langsung tertutup dengan sangat rapat.



***



Methode berjalan di tengah kota yang penuh dengan ras astral berterbangan di atas langit. "Ternyata para astral tinggal disini..."



"Hmmm..."



Methode berhenti sekejap, lalu ia mulai mencari energi sihir milik Shiro. Methode bisa meresakan sedikit energi negatifndi arah barat, "Papa... Kau memang benar masih hidup... Tapi sepertinya kau Papa yang memiliki kekuatan gerhana matahari itu." Methode merasa lega dan senang bahwa Shiro memang benar-benar masih hidup.



Methode mulai menahan tangisannya dan ia langsung bergegas bergerak menuju arah barat.



***



Shiro membuka kedua matanya dan ia mulai merasakan energi sihir milik Methode, "Energi ini... Methode...?"



"Apakah...? Dia kesini untuk mencoba membebaskan diriku ini?" Kedua mata Shiro langsung bersinar dan ternyata kekuatan Saint Solar Eclipse-Nya masih ada di dalam jiwanya. "Aku harus keluar dari tempat ini sekarang juga..."



Shiro melelehkan kedua rantai itu dengan kedua matanya yang bersinar. Dan ia langsung terbebaskan dari rantai itu. Ia bangkit dari lantai lalu ia menatap dirinya sendiri di depan cermin yang sangat besar.



Shiro terasa bahwa seluruh tubuhnya terlihat seperti hantu. "Aku terlihat buruk..." Jawab Shiro dengan wajah yang sangat amat datar, ia perlahan mulai menyadari sesuatu.



"Ohhh... Begitu ya...? Ternyata aku cukup beruntung untuk diberi berkah kehidupan yang kedua..." Shiro menghampiri pintu besar yang berada di depanny. "Eclipse Breaker." Shiro mengeluarkan pedangnya di tangan kanannya.



BAAAMMMMMM!!!



Shiro menghancurkan pintu itu dengan hanya satu tebasan. "Aku masih bisa... Bertemu dengan istriku dan anak-anakku... Dengan melihat sisi baikku mati, sepertinya aku harus menjalani kehidupan Shira yang baru..." Shiro menghampiri ruangan yang terdapat sihir yang sangat menyengat bagi dirinya. Ia bisa melihat beberapa astral yang sedang terkurung. "Malang sekali, hmph..."



***

__ADS_1



Tempat dimana Homura berada, ia sedang mengajak Eclipse anak perempuannya yang kelima jalan-jalan, "Baiklah! Aku tidak akan kalah sekarang, Mama!" Eclipse mulai mencari sebuah kristal es di tempat taman yang penuh salju.



Homura menemukan kristal es itu dengan sangat cepat. "Ketemu."



Eclipse melirik kepada Homura dengan wajah yang sangat terkejut dan ia dengan kedua kakinya yang sangat kecil mulai berlari menghampiri Homura, "Mana!? Aku tadi udah melihat jarak itu dengan teliti!"



Homura berlutut lalu menunjuk sebuah kristal yang bersembunyi di belakang batu yang sangat besar. "Satu poin untuk Mama... Hehehe~"



"Ahhh! Aku tidak akan kalah!" Eclipse lari ke arah timur dengan sangat cepat, ia berencana untuk tidak kalah lagi.



Beberapa detik kemudian, Eclipse akhirnya menemukan kristal es itu. "Ketemu satu!"



"Mama sudah menemukan 2 loh." Homura melihat satu kristal es lagi dekat dengan pohon yang berada di depannya, "Ehhh!?" Eclipse lari menghampiri Homura dengan sangat amat cepat.



Homura menunjukan serpihan kristal itu dengan wajah yang tersenyum. Eclipse mulai kebingungan melihat kristal es itu, itu terlihat seperti es yang sudah hancur. "Ehhh...? Itu bukan crystal es."



"Itu bisa terhitung juga loh, karena... Serpihan kristal itu masih bisa di hitung dengan krisal es, sayang." Homura tersenyum lalu ia mengelus rambutnya yang bewarna emasnya.



"Hmmmmm...! Curang...!!!" Teriak Eclipse dengan wajah imutnya, "Aku tidak mau main sama Mama lagi jika Mama terus-terusan curang!" Eclipse menyilangkan kedua lengannya.



"Oh tidak! Maaf! Mama minta maaf." Homura tersenyum lalu ia menunduk kepalanya kepada Eclipse untuk mencoba meminta maaf.



"Mama janji tidak akan curang lagi?" Eclipse menatap wajah Homura.



"Iya, janji." Homura mengangguk dengan wajah yang tersenyum.



"Baiklah, seorang dewi matahari dan bulan akan memaafkan Ibunda!" Eclipse tersenyum dengan sangat lembut, senyuman itu membuat hati Homura terasa sangat hangat.




Kembali ke tempat dimana Shiro yang terbebasi dari ruangannya. Ia berjalan di tengah lorong dan mulai melihat banyak sekali wujud astral yang terkurung dan disiksa habis-habisan. "Malang sekali mereka... Mungkin mereka memiliki dosa yang lebih parah dariku."



Tak lama kemudian, Shiro menemukan ruangan yang berisi penuh dengan dokumen-dokumen penting, ia bergegas masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah yang serius.



Shiro mulai menemukan dokumen yang sangat banyak di atas lantai berserakan. "Bagaimana ruangan ini bisa berantakan...?"



Shiro mengambil dokumen yang ia injak dengan kaki kanannya, lalu ia membacanya. "Shiratori Shiro... Mati di tangan Dewa dari segalanya, Alvin Ghifari..."



Shiro tiba-tiba menginjak satu dokumen lagi, ia melirik ke dokumen tersebut. "Hmm?"



Shiro mengambilnya, lalu ia mulai melihat dokumen itu dengan wajah yang sangat serius.


"Huh...?" Shiro langsung terkejut melihat itu dan ia mengingat seseorang di dokumen itu. "Hmm...? Yagami dan Oyora...?" Shiro merasa tidak percaya bahwa Yagami dan Oyora bisa beruntung untuk memiliki kehidupan kedua. Ia langsung tersenyum dengan meremehkan. "Kedua berandalan kampung ini memiliki keberuntungan yang besar juga ya..."



Yagami dan Oyora ternyata berada di belakang Shiro dengan wajah jahat mereka. Mereka mencoba untuk menyerang Shiro. "Hehehe..."



Shiro melirik ke belakang, lalu ia menembakan Solar Flash kepada mereka berdua dengan sangat cepat.



BAAMMMM!!!



Seluruh penjara mulai hancur hingga sistem pintu dan rantai mulai menghilang karena perbuatan Shiro. Para Astral yang terkurung di dalam penjara itu langsung bebas karena ulah Shiro.



Shiro melihat Oyora dan Yagami yang masih utuh, mereka menghindari serangan tadi dengan sangat cepat. "Tidak kusangka kau bisa memiliki kehidupan kedua... Shira." Ucap Yagami.



"Ohh? Apakah kau melihat perubahan baru Shira yang sekarang, Yagami?" Tanya Oyora. Ia ternyata salah paham tentang Shiro, Shiro bukanlah Shira. Rambut dan kulit Shiro itu jauh lebih berbeda dari Shira.



"Ya... Dia terlihat cukup jahat. Apa yang terjadi ya~?" Tanya Yagami dengan wajah yang mengolok-ngolok Shiro yang sudah mati.

__ADS_1



"Kalian salah orang. Aku bukanlah Shira... Shira sudah mati, aku adalah penggantinya yang bernama Shiratori Shiro." Ucap Shiro dengan wajah yang sangat datar.



"Hmph, bodo amat! Kau tetaplah sosok Shira yang selalu kita benci!" Oyora tersenyum dengan sangat jahat dan juga kesal.



...



...



Shiro tiba-tiba menghantam wajah Oyora dengan rantainya, ia langsung terpental mundur dan mengenai dinding-dinding di belakangnya.



"Oyora---"



"CHAINS OF RECLIPSE!!!" Rantai-rantai mulai bermunculan di belakang punggung Shiro, semua rantai-rantai itu langsung melaju ke arah Yagami. Yagami dengan cepat memegang rantai-rantai itu.



"Walaupun kau memiliki kekuatan yang baru... Kita juga tidak lupa untuk BERLATIH!!!" Yagami menarik rantai itu, lalu ia melempar Shiro ke arah layar komputer yang sangat besar.



BAAMMMMMMMMM!!!



WIIIIUUUUU!!! WIIIUUUU!!!



Suara alarm mulai berdering dengan sangat keras dan itu artinya bahwa para Guardians akan datang dan menghukum para astrals yang mencoba untuk kabur.



"Sial..." Shiro bangkit dari lantai dan ia langsung menghantam seluruh tubuh Yagami dengan rantainya.



BAMMMM!!!



Yagami terpental jauh oleh rantai-rantai tersebut. Shiro bergegas langsung bersembunyi di tempat yang sangat aman.



BAMMMMMM!!!



Suara hantaman para Guardian mulai terasa sangat dekat. Para astrals mulai berteriak dengan sangat keras karena mereka perlahan tersiksa dengan cara yang sadis.



Shiro mulai mengintip dan ia melihat bahwa astral-astral itu berubah menjadi debu setelah disiksa oleh para Guardian. "Astaga... Menyusahkan sekali. Ternyata melawan para guardians itu sama saja seperti melakukan bunuh diri."



"AGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH...!!!"



Shiro mulai berkeringat sedikit, jika ia melakukan satu pergerakan yang salah... Itu semua akan berakhir dengan sangat cepat.



Tiba-tiba dua Guardian mulai menghampiri ruangan Shiro lalu menghampiri menuju arah barat dimana Shiro sedang bersembunyi di peti itu.



Kedua mata Shiro bersinar. Ia menghancurkan penutup peti itu, lalu ia membelit kedua kepala guardians itu dengan rantainya.



"Selamat malam!"



Shiro mengeluarkan Eclipse breaker di kedua lengannya, lalu ia memotong kedua kepala Guardians dengan sangat cepat.



BAMMMM!!!



Kedua guardian itu langsung meledak menjadi kepingan yang sangat kecil. Shiro bangkit dan melihat sebuah senjata yang mereka pegang.



"Tombak ya...? Jadi itu senjata mematikan mereka..." Shiro mengambil tombak itu dan ia langsung mematahkannya lalu mengambil kekuatan yang berada di dalam tombak itu.



"Ini akan berakhir fatal sepertinya..." Kedua mata Shiro bersinar terang.



__ADS_1


__ADS_2