Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 39 - Kebangkitan Alvin


__ADS_3

Shira yang berada di tempat latihannya mulai berjalan pulang dengan wajah yang kelelahan karena ia baru saja beres berlatih. Ia rasa bahwa seluruh tubuhnya merasa sangat kesakitan ketika ia menggunakan kekuatan energi negatif.



"... ..."



...



...



Tiba-tiba sebuah bola energi yang berada di atas langit melaju dengan sangat menuju arah Shira.



BAAAMMMMM!!!



Shira melompat dan menghindari sebuah sihir besar yang hampir mengenainya dengan sangat cepat.



BAAMMMM!!!



Shira mulai mendarat di atas tanah dengan wajah yang sangat serius. Ia tiba-tiba melihat legenda yang menembak sihir kuat itu kepada dirinya. "Hah!?" Shira tiba-tiba merasa tidak mempercayai apa yang ia lihat sekarang bahwa legenda yang menembak sihir tadi itu adalah Alvin.



"Dewa... Alvin...?"



"Kehidupanmu disini sudah berakhir, Shira... Kau akan aku bunuh sebelum semuanya terlambat. Ayo... Hadapilah takdirmu!" Alvin tiba-tiba menembak bola energi yang berjumlah cukup banyak Shira.



Shira dengan cepat menghindari seluruh bola energi yang melaju menghampirinya. "Jika kau mau membunuhku... Kau harus mencobanya!"



Shira memukul tanah dan sebuah barrier mulai melindungi seluruh tubuhnya. "FINAL SHINE ATTACK!!!" Alvin menembakan sihir warisan Ghirari yang sangat kuat menuju arah Shira.



"POTENHOPE!!!" Shira tiba-tiba muncul di belakang Alvin dengan wajah yang sangat kesal. "TUJUANMU MEMBUNUHKU ITU APA!? ECLIPSE BREAKER!!!" Sebuah pedang yang terbuat dari rantai muncul disebelah Shira dan ia langsung mengambilnya lalu mulai menebas Alvin, tetapi...



CLAAANG...!!!



Alvin menahan pedang itu dengan hanya satu jarinya saja. "Karena ras Eternal yang sedang berada di tubuumu..." Alvin menghancurkan pedang itu dan Shira langsung mundur.



"Ras Eternal?"



"Ya... Karena kau sudah resmi menjadi suami dari Homura, itu berarti kau juga sudah resmi menjadi salah satu keluarga berdosa ini... Dan memiliki kutukan ras Eternal!!!"



"Kutukan...?! Keluarga berdosa...?"



"Benar sekali... Keluarga ini memiliki kutukan berdosa bernama ras Eternal... Itu sama seperti istrimu dan juga Mortem! Mortem adalah ras Eternal Rina."



"Jadi... Yang kau maksud adalah aku akan berubah menjadi sosok yang mengerikan dan juga jahat?" Tanya Shira dengan wajah yang sangat marah, ia tidak mempercayai apa yang Alvin katakan.



"Hmph... Benar sekali, dan itulah kenapa kau harus aku bunuh sebelum semuanya terlambat dan sebelum kutukanmu keluar dari tubuhmu itu."



"Maaf, Dewa Alvin, tapi... Aku tidak mau meninggalkan dunia ini dan aku belum siapa untuk mati." Shira mengeluarkan pedang lainnya dengan sihir Eclipse Breaker.



"Kau tahu kekuatan seorang dewa yang baru saja lahir kembali ke dalam dunia ini...?"

__ADS_1



"Legenda mengatakan bahwa musuh yang kuat bukanlah masalah kecil untuk para LEGENDA---"



Alvin muncul di depan Shira dengan sangat cepat hingga itu membuatnya sangat lengah dan terkejut. "Jiwa Legendamu memang mirip sekali seperti semua Legenda yang bejat...!!!"



BAAAMMMM!!!



Alvin memukul perut Shira dengan sangat kasar hingga ia terpental mundur dan terkena sebuah gunung yang sangat besar.



"Agh..." Shira memuntahkan banyak darah dimulutnya.



"Shira... Kau tau bahwa 20 persen itu adalah kesempatan dimana kau bisa memiliki dua nyawa?" Tanya Alvin dengan sebuah senyuman.



"Apa 'kah... Yang kau maksud itu... Wujud Astral? Ras dimana seorang ras yang sudah mati memiliki kesempatan kecil untuk menjadi ras Astral..."



"Benar sekali. Jadi, kau tidak perlu melawanku sebanyak itu, menyerahlah. " Alvin tersenyum dengan sangat serius.



Shira mulai tersenyum dan masih tidak ingin menghadapi takdirnya. "Aku suka penawaran itu, Dewa Alvin, tapi... Menyerah dan membiarkan musuhku membunuhku itu... Bukanlah seorang Legenda yang layak!"



"Cih... Kau membuatku merasa senang dengan jiwa itu dan juga merasa sangat marah dengan penolakan itu."



Alvin tiba-tiba menunjukan seluruh tubuhnya kepada Shira dengan wajah yang serius. "Shira... Seranglah aku dengan kekuatanmu..."



Shira terbang menghampiri Alvin dan ia mulai menebas dada Alvin dengan sangat cepat. "HYAHHHH!!!"




Shira tiba-tiba menembus dari tubuh Alvin. "Hah...?" Shira melirik ke belakang dan ia melihat bahwa Alvin masih berada di kondisi pulih. Ternyata seluruh tubuh Shira berhasi menembus seluruh tubuh Alvin.



"Hmph... Ilusi Transcended Body and Time... Seorang legenda dewa yang belum cukup setara denganku tidak akan pernah bisa menyentuhku." Sihir itu adalah sihir ilusi yang mampu membuat Alvin tidak bisa diseorang oleh seorang Legenda yang tidak memiliki kekuatan dewa sepertinya.



"Cih..."



Pedang Shira mulai menghilang dan tiba-tiba... Lengan kanan dan kirinya mulai bersinar dengan sangat terang dan mulai terlindungi oleh energi negatif.



"NEGATIVE LIGHT: MODE RIGHT AND LEFT!!!" Shira muncul tepat di depan Alvin dan ia langsung memukul perut Alvin dengan sangat keras hingga pukulannya tidak menembusi perut Alvin dan mampu merusak ilusi tersebut.



BAAAAAAAMMMMM!!!



"AGGGHHH!!" Alvin mulai memuntahkan banyak darah dan ia merasa terkejut bahwa ilusinya telah hancur oleh kekuatan energi negatif milik Shira.



"Apa yang...?"



"Jangan sombong dulu..." Shira tersenyum



Alvin tiba-tiba memegang kepala Shira dan ia langsung menghantamnya ke bawah tanah dengan sangat keras.



BAMMMMM!!!

__ADS_1



Alvin membuat lubang yang sangat amat besar dengan hantaman tersebut, Shira mulai terluka dan merasa melemah karena menggunakan energi negatif itu. "Kau ini... Apa...?"



"Dewa yang telah mengubah seluruh dunia ini..." Alvin mulai meraba perut Shira.



"Berakhir sudah---"



BAMMMMM!!!



Mortem tiba-tiba menendang wajah Alvin hingga ia terpental mundur dengan sangat jauh. Mortem dan Shira mulai mendarat di atas tanah.



"Agh..." Shira mulai merasa sangat kesakitan di kedua lengannya.



"Cih!!!" Alvin menatap wajah Mortem dan tiba-tiba kedua mata Mortem mulai terlindungi oleh sebuah topeng.


"Ayahanda... Jangan mencoba untuk membunuh suami dari putriku." Mortem mulai berbicara dengan nada yang sangat marah.



"Kau mencoba untuk melawan Ayahandamu ini, Mortem? Kau masih belum mengerti tentang idealku ini ya...?" Ucap Alvin dengan sangat kesal.



"Idealmu memang sudah gila sejak pembuatan semesta Touri yang baru... Kau memohon kepada Omni-Crystal dengan permohonan yang keji!"



Omni-Crystal adalah kristal permohonan untuk para dewa-dewi yang sangat kuat... Kristal itu dapat mengabulkan segala permohonan, dan seketika seseorang bertemu dengan kristal itu, maka... Dewa atau Dewi itu cukup beruntung...



"Permohonan yang keji ya? Beritahu ak, Mortem... Apa yang akan terjadi jika semesta Touri ini tidak aku ubah ulang...?"



"Hah...!?" Mortem langsung merasa sangat terkejut mendengar itu.



SWOOOOSSHHH!!!



"Menyerahlah, sayang... Ayahanda memilih jalan ini untuk kebaikanmu dan Shira." Tiba-tiba Korrina muncul di sebelah Alvin dengan wajah yang serius. "Ibunda...? " Mortem langsunlg terkejut melihat Korrina.



"Ideal Ayahandamu adalah... Untuk mengubah dunia ini menjadi dunia tanpa kehancuran dan peperangan abadi..."



"Ideal miliknya itu tidak gila... Tetapi, kau lah seorang putri pertama kita yang tidak mengerti tentang ideal Ayahanda."



"Jangan bercanda!!!" Bentak Mortem dengan sangat keras. Shira yang terluka hanya bisa melihat keluarga Ghifari itu mulai berdebat. Ia rasa bahwa ia adalah ancaman bagi Alvin.



"Permohonan Ayahanda ternyata telah terkabuli dengan sempurna... Dan juga, kau masih hidup karena keajaiban yang Ayahanda berikan kepadamu, Mortem."



"Kau harus mengerti tentang semua situasi yang kau hadapi ini."



"Seorang putri dari dewa dan dewi bisa membantah perintah mereka yang sedang tidak adil terhadap kehidupan!!!" Teriak Mortem dengan sangat keras. Topeng Mortem mulai terbuka dan ia mulai menatap kedua wajah Ibunda dan Ayahandanya dengan sangat kesal dan muak. "Aku ingat bahwa... Mama dan Papa membunuhku hanya untuk sebuah kristal permohonan itu...!!!"



"Ohh...? Jadi kau ingat ya." Alvin mulai tersenyum. Semua yang dikatakan Mortem benar, Alvin dan Korrina membunuh Mortem untuk kebangkitannya kembali Omni-Crystal.



"Tentu saja... Aku pasti akan mengingatnya...!"



__ADS_1


__ADS_2