
Liburan keluarga Shiratori dan Ghifari berakhir dengan cepat, mereka semua sekarang mulai melakukan aktifitas kesibukan mereka. Eclipse yang sedang berada di atas balkon mulai mencoba untuk mencari Lenergy milik Virra dan Corni, mereka berdua tidak menemukan sumber Lenergy itu dan bahkan Eclipse tidak bisa mencari Lenergy milik Shira juga. "Mereka semua kemana ya...?" Tanya Eclipse dengan ia mulai menghilang lalu muncul tepat di planet bulan yang ia ciptakan, bulan itu adalah tempat latihannya yang cukup bagus.
Eclipse mulai mengejamkan kedua matanya hingga aura-aura emas muncul di sekitarnya dan mulai melumurinya. Eclipse membuka kedua matanya lebar hingga ia langsung berubah menjadi wujud Saint Revolution. "Saatnya berlatih..." Ucap Eclipse selagi menatap kedua telapak tangannya. "Sun Creation!!!" Eclipse mulai menciptakan beberapa matahari replika di sekitar planet bulan ciptaannya.
"Sun Blessing!" Ucap Eclipse dengan ia mengangkat kedua lengannya ke atas, semua matahari yang melingkari bulan itu mulai meluncurkan cahaya besar ke arah Eclipse dan cahaya itu langsung Eclipse serap. "Aku merasakannya...!!! Light of Creation...!" Eclipse langsung menciptakan sebuah katana melalui tangan kanannya menggunakan cahaya dari matahari yang ia serap. "LIGHT OF BURNING SUN!!!" Teriak Eclipse hingga ia mengayunkan katananya secara horizontal ke depan, api panas mulai melumuri katananya dan api itu mulai menciptakan gelombang horizontal yang melesat ke depan.
"Mari kita lakukan, bulan...!!!" Teriak Eclipse hingga ia mulai mengangkat lengan kirinya, bulan yang ia injak mulai memancarkan cahaya-nya ke arah Eclipse dan ia langsung menyerap cahaya yang bulan itu berikan. "Moon Blessing!!!" Eclipse melompat ke atas hingga sebuah naga kegelapan muncul keluar dari bulan. "Dark of Summoning!!!" Naga yang keluar dari dalam bulan itu mulai melingkari Eclipse seperti melindunginya.
Eclipse langsung berkeringat karena ia menggunakan banyak Lenergy untuk menyerap cahaya dari bulan dan matahari. "Mari kita lakukan ini naga kecantikanku!!!" Teriak Eclipse hingga ia menciptakan bulan besar tepat di atas kepalanya, naga yang melingkari Eclipse langsung berubah menjadi cahaya bulan, setelah itu Eclipse menyerap cahaya itu dengan lengan kirinya. Eclipse melompat ke atas lalu ia melesat menuju arah bulan yang ada di atasnya. "Ayolah..." Eclipse langsung mengepalkan tinju kirinya dengan sangat erat.
"FIST OF MOON'S DRAGON!!!" Teriak Eclipse keras lalu ia melesatkan tinju kirinya ke depan hingga naga yang terserap oleh lengan kirinya muncul kembali tepat di belakangnya. Eclipse langsung menghantam bulan itu menggunakan tinju kanan-nya hingga tinju itu mampu membuat lubang yang besar di bulan itu, Eclipse masuk ke dalam lubang itu dan ia mulai melayang di atas angkasa selagi menatap naga miliknya sedang melingkari bulan itu lalu naga itu melahap habis bulan yang Eclipse hantam.
BAMMMMM!!!
Naga milik Eclipse langsung meledak dan ketika Eclipse melihat serangan terbarunya ia langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat senang dan bersemangat, kedua matanya bersinar seperti bintang yang bersinar di malam hari. "Hebaaaaat...!!! Akhirnya aku bisa menyempurnakan sihir itu!!!" Ucap Eclipse hingga ia terjatuh di atas bulan karena terlalu bersemangat hingga ia lupa untuk mengontrol keseimbangannya.
"Cukup menakjubkan, Eclipse." Ucap Virra yang sedang berdiri tepat di belakangnya. Eclipse melirik ke belakang lalu ia melompat ke atas dan kembali berdiri tegak. "Ahh! Aku menemukan kalian!" Ucap Eclipse selagi menunjukkan senyumannya, ia melihat Virra dan Corni yang sedang berdiri di belakangnya. "Apakah kalian tadi melihat latihanku?! Hebat bukan!? Sihir yang aku ciptakan itu." Ucap Eclipse.
"Sihir yang kau ciptakan tadi cukup hebat juga, Eclipse. Aku tidak percaya bahwa kau akan menciptakan sihir yang menyetarai para dewa." Ucap Corni selagi menyilangkan kedua lengannya, ia menghampiri Eclipse lalu setelah itu ia mulai meraba dada-nya. "Tetapi, sihir itu membutuhkan konsentrasi yang berat atau kau akan menghancurkan sesuatu yang tidak bisa kau bayangkan." Corni menunjuk planet yang tidak berpenghuni, Eclipse dan Virra melirik ke arah kanan dan ia melihat banyak sekali batu-batu meteor, batu-batu itu berasal dari planet yang sudah hancur. "A-Aku menghancurkannya...!?" Eclipse langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut.
"Jika Eclipse melakukan sihir itu di dalam atmosfir planet maka ia bisa saja menghancurkan planet yang ia tepati misalnya jika Eclipse menggunakan Fist of Moon's Dragon di planet Legendarius maka ia bisa saja menghancurkan planet itu karena naga bulan itu memiliki sumber Lenergy-nya sendiri yang mampu membuat daratan retak dan belah menjadi beberapa bagian."
"Lenergy yang tidak bisa dikendalikan maka efek-nya bisa saja cukup beresiko... Layaknya seperti bom waktu yang akan meledak dalam beberapa detik atau menit." Ucap Corni. "Jadi sihir Lenergy naga-ku masih belum bisa di kontrol?" Tanya Eclipse, Corni mengangguk lalu ia mulai menepuk kedua bahu Eclipse. "Tenang saja, Eclipse. Semua pekerjaan ada prosesnya, kita semua tidak akan langsung bisa, jika ada maka mereka sama dengan sampah." Ucap Corni.
"Terima kasih atas semangatnya, Kak Corni!" Jawab Eclipse. "Ehem!" Virra muncul di tengah mereka berdua karena tujuan dirinya dan Corni datanglah adalah untuk membawa Eclipse dan Shira ke suatu tempat. "Ngomong-ngomong, Eclipse. Dimana Shira?" Tanya Virra.
"Aku seharusnya yang menanyakan hal itu kepada kalian, aku tidak bisa merasakan Lenergy milik Papa!" Ucap Eclipse, Corni dan Virra mulai memegang dagu mereka selagi berpikir. "Aneh..." Ucap Virra, Corni langsung menatap wajah Virra dengan ekspresi yang terlihat serius. "Peluang besar dia bisa saja terculik oleh para Elf itu." Ucap Corni.
"Elf? Tunggu, apakah itu ras yang memiliki telinga runcing itu?"
"Singkatnya ras Elf itu ras paling bajingan dari manusia." Jawab Corni selagi menyilangkan kedua lengannya. "Kenapa bajingan...?"
__ADS_1
"Mereka ini licik dan cerdas dalam membuat senjata, mereka akan bergerak ketika mereka memiliki rencana yang pas untuk mereka lakukan. Ras Elf sebenarnya sudah punah karena perbuatan Ren dan Rin, tetapi sepertinya masih terdapat sebagian ras Elf yang selamat dari kehancuran itu... Sepertinya para Elf yang selamat dari kehancuran itu mulai berencana untuk menghancurkan ras kita... Ras Legenda." Ucap Corni selagi memegang dagunya.
"Apakah mereka memiliki kemampuan tersembunyi? Sama seperti kita bangsa Legenda, malaikat, dan iblis yang memiliki kemampuan tersembunyi misalnya Legenda memiliki Legend's Boost dan Legend's Arrival bukan?" Tanya Eclipse.
"Semua ras sudah pasti akan memiliki kemampuan tersembunyi mereka. Ras Elf, ras yang memiliki penampilan sama persis seperti manusia tetapi kedua telinga mereka itu runcing dan mereka di lindungi oleh cahaya partikel-partikel kecil yang dihasilkan oleh alam-alam di sekitar mereka. Sumber energi sihir mereka bernama Supernatural Energy, energi sihir yang tidak bisa di rasakan dengan mudah karena energi sihir mereka secara singkat sama dengan energi alam... Seperti pohon, tanaman, planet, dan semua hal yang ada di planet kita. Planet kita 'kan di penuhi dengan energi alam." Corni mulai menjelaskan semuanya tentang Elf karena ia pernah berpengalaman bertarung dan bekerja sama bersama ras Elf.
"Jika kita bertemu dengan ras itu maka yang hanya kita rasakan adalah keberadaan alam. Jadi jika mereka memiliki kecepatan para dewa dan sihir teleportasi maka kita harus menggunakan otak kita untuk menebak serangan atau pergerakan mereka."
"Ahh...? Terdengar cukup sulit juga jika di bayangkan. Bisa saja ras Elf langsung membunuh kita."
"Kau benar, ras Elf tidak memiliki pengampunan bagi musuhnya sendiri, mereka akan langsung membunuh musuh mereka dengan senjata kuno yang mereka ciptakan melalui Supernatural Energy. Mereka semua layaknya seperti assassin... Elf memiliki kemampuan yang sama seperti Legend's Boost yaitu Supernatural's Blessing, sebuah kemampuan yang bisa membuat Elf itu mengumpulkan semua Supernatural's Energy yang ada di segala semesta dan mereka mengumpulkannya di satu tubuh hingga tubuh mereka akan tersembuhkan dari segala luka, kebal terhadap apapun dan juga atribut mereka akan meningkat. Mereka hanya bisa menggunakan Supernatural's Blessing ketika seluruh tubuh mereka sudah lelah atau terluka, dan proses dalam mengumpulkan semua Supernatural's Energy akan berjalan cukup lama."
"Terkadang beresiko dan terkadang menguntungkan." Ucap Virra selagi memegang dagunya. "Sepertinya Shira sekarang sedang terjebak di sihir ilusi mereka yang bernama Supernatural's Barrier." Ucap Corni.
"Supernatural's Barrier? Apa itu?" Tanya Virra dan Eclipse selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan. Corni langsung melesat menuju planet Legendarius karena Shira sepertinya membutuhkan bantuannya, Corni menambahkan kecepatannya ketika terbang agar ia tidak terlambat untuk menyelamatkan Shira, "Tunggu!" Ucap Virra, ia mulai mengikuti Corni dari belakang, Eclipse menunjukkan ekspresi yang terkejut karena ia di tinggal sendirian. Eclipse menaikkan seluruh auranya lalu ia melesat menuju arah Virra dan Corni..
"Tunggu, Kakak, sihir ilusi...? Apakah kau tahu sihir Supernatural's Barrier yang kau maksud itu?" Tanya Virra selagi melirikkan mata kedua bolanya ke arah Corni. Corni hanya bisa mengangguk, "Sihir itu berdampak cukup kuat bagi elf dan berbahaya bagi ras seperti kita. Sebuah sihir yang menciptakan sebuah barrier lingkaran besar, ketika seseorang memasuki barrier itu maka mereka tidak akan bisa merasakan apapun yang ada di luar mereka dan tidak ada jalan keluar bagi mereka."
"Dari luar kita tidak akan bisa melihat barrier itu kecuali kita bisa merasakan Supernatural's Energy. Ketika berada di dalam barrier itu bersama ras Elf maka seseorang yang akan menjadi mangsa Elf itu memberikan seluruh energi alamnya kepada Elf yang menciptakan barrier itu, energi alam yang aku maksud adalah energi alam luar. Misalnya seorang ras Legenda yang tinggal di planet Legendarius, secara perlahan-lahan energi alam itu memasuki tubuh mereka dan memberikan mereka sedikit kebugaran dan kesegaran untuk membantu mereka beraktifitas."
***
"Sepertinya aku terjebak di planet yang tidak bisa aku ketahui ini..." Ucap Shira yang sedang berjalan di daratan yang dipenuhi dengan daun-daun hijau, yang hanya bisa Shira rasakan adalah oksigen segar dan angin-angin sejuk yang mengenai rambut-rambutnya, "Hah...?" Shira tiba-tiba melihat beberapa orang yang sedang memakai jubah warna hijau, warna hijau itu memiliki kesamaan dengan warna hijau daun yang Shira injak saat ini.
Shira langsung menghampiri mereka semua. "Apakah kalian baik-baik saja? Ada apa?" Tanya Shira yang mencoba untuk membantu mereka. Semua orang yang berjubah itu langsung melirik ke arah Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan. "Yahhh... Kami tidak tahu jalan pulang..."
"Bisa kamu membantu kami, pemuda?" Tanya orang yang berada di depan Shira selagi memegang sebuah peta, Shira mengambil peta itu lalu ia mencoba untuk melihat peta tersebut. "Hmm...? Peta apa ini...?" Tanya Shira, ketika Shira melihatnya selama beberapa detik, ia baru sadar bahwa peta itu adalah peta planet Legendarius, "Sejujurnya, aku ini tersesat juga sih..." Ucap Shira selagi mencoba untuk mencari tempat dimana mereka berada.
Secara diam-diam semua orang yang berada di belakang Shira mulai melepas jubah hijau mereka. Mereka semua memegang sebuah senjata yang berbentuk aneh, hampir sama seperti bentuk sebuah senjata yang bernama Crossbow. Seseorang yang berada di belakang Shira mulai menodongkan crossbow-nya tepat di belakang punggung Shira, "Jangan bergerak, Saint Shiratori Shira." Ucap seseorang yang menondongkan Crossbow-nya, sepertinya ia mengenal nama Shira.
"Apa...? Siapa mereka...?" Dua orang yang berada di belakang Shira mulai berjalan ke depan lalu menatap wajahnya selagi menodongkan Crossbow mereka, Shira langsung membulatkan kedua matanya ketika ia melihat mereka berdua, "R-Ras Elf...!?"
__ADS_1
"Apakah kau baru saja melihat ras seperti kami, Shira?" Tanya Elf yang berada di sebelah kirinya, "Ya... Jangan-jangan aku tersesat karena kalian bertiga...?" Tanya Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Apa yang kalian inginkan dariku?" Lanjut Shira.
"Kami membutuhkan jantung Saint-mu, Shira. Itu saja dan kau aman, bahkan kami juga bisa membawamu pulang. Pilihlah jawabanmu... Cara lemas atau cara kasar...?" Tanya Elf yang berada di sebelah kirinya, ia mulai menodongkan Crossbow-nya ke arah dada Shira.
"Cobalah jika kalian bisa...!!!"
ZWOOOSSHH!!!
Tiba-tiba seluruh tubuh Shira langsung bersinar, ketiga Elf itu langsung menembakkan panah mereka ke arah Shira yang sedang bersinar. Panah-panah itu tiba-tiba menembus tubuh Shira, jadi Shira yang mereka serang menggunakan Crossbow hanyalah sinar cahaya yang Shira ciptakan. Shira muncul tepat di belakang Elf yang berada di sebelah kanan lalu ia menendang kepalanya hingga Elf itu terpental ke depan. "Hehe...! Sudah lama aku tidak bertarung melawan seseorang yang mencoba untuk mengambil jantung Saint-ku." Ucap Shira.
Shira tadi menggunakan sihir yang bernama Light of Decoy, sihir yang mampu menciptakan sebuah tubuh palsu dengan menggunakan cahaya di sekitarnya, tubuh itu tidak akan bisa terluka atau terkena serangan oleh apapun. Jika Shira menggunakan sihir itu maka ia akan menghilang secepatnya dan juga meninggalkan sebuah jejak cahaya yang berbentuk sama sepertinya. Mereka berdua langsung melesatkan beberapa panah melalui Crossbow mereka menuju arah Shira, "Kau tidak akan bisa menghindar sekarang!" Ucap Elf yang berada di tengah.
SWOOOSSHHH!!!
Suara dari panah Crossbow yang dilesatkan menuju arah Shira. Shira langsung mengambil panah yang hampir saja menusuk dahinya. "Ahh...!?" Kedua Elf itu langsung membulatkan mata mereka ketika melihat Shira mengambil panah itu dengan cepat, kedua lengannya terlindungi oleh cahaya yang sangat cerah hingga mereka tidak tahan melihat kedua lengan Shira. "Ini, aku akan memberikannya kembali...!" Shira melempar panah itu menuju arah Elf yang ada di tengahnya hingga dahi Elf tersebut langsung tertancap oleh panah yang Shira lempar.
"Uagghhhh...!!!" Elf itu langsung terjatuh di atas tanah. "Tenang saja, aku melemparnya dengan pelan." Ucap Shira, elf yang berada di sebelah kiri langsung membuang Crossbow-nya dan mulai mengambil sebuah senjata baru yang terbentuk seperti sebuah senjata yang dibuat oleh manusia. "Rasakan ini...!!!" Ucap Elf itu dengan ia menarik pelatuk senjata itu, senjata itu langsung meluncurkan bola-bola meteor kecil yang melesat menuju arah Shira.
Shira langsung mengambil semua bola-bola meteor itu menggunakan tangan kanannya selagi menunjukkan sebuah senyuman di wajahnya. Shira langsung membuang meteor-meteor kecil itu dengan membuka genggaman tangan kanannya, beberapa meteor kecil mulai berjatuh dari telapak tangan Shira.
Shira langsung melesat ke depan selagi menghindari semua meteor-meteor kecil itu. "Sialan!!!" Teriak Elf itu yang terus menembak Shira tanpa henti. Shira mulai tersenyum lalu ia mulai menghilang dan muncul di sebelah kanan Elf itu selagi mengepalkan tinju kanannya, setelah itu Shira langsung menghantam wajah Elf itu hingga Elf itu terpental ke depan dengan kondisi yang sudah pingsan.
"Kalian para Elf mengincar Legenda yang salah, bagaimana ras seperti kalian tidak punya...? Bukannya bangsa kalian hancur karena Ren dan Rin?" Tanya Shira hingga secara diam-diam Elf yang tertancap panah di dahinya mulai mengambil Crossbow miliknya lalu ia memasukkan panah yang dilumuri oleh aura hijau dan orange. "Hehe...!" Elf itu langsung melesatkan panah-nya ke arah Shira, ketika Shira melirik ke belakang lalu ia mencoba untuk menahan panah itu menggunakan tangan kanannya yang sudah tidak lagi dilumuri oleh cahaya.
ZWOOOSSHHH!!!
Sebuah Gauntlet langsung menghantam kepala Elf itu hingga Elf itu langsung terpental ke atas langit. *BAM!* Gauntlet itu langsung memukul perut Elf itu beberapa kali hingga perutnya hancur karena hantaman dari Gauntlet itu. Shira langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan. "Ah...?" Shira melirik ke arah kanan dimana ia melihat Corni yang sedang menunjuk Elf itu menggunakan tinju kanannya. "Heroes..." Ucap Corni hingga kedua Gauntlet-nya langsung hilang.
"Ahhh...! Corni...!" Shira langsung tersenyum lebar ketika melihat Corni datang menyelamatinya, "Shira, apa yang kau pikirkan untuk menjatuhkan pertahananmu begitu saja?" Tanya Corni selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
"Ehh...?"
__ADS_1
"Para Elf ini bahaya dan kau seharusnya tidak lengah ketika selesai melawan mereka." Ucap Corni, Eclipse mulai membelit dua Elf yang masih hidup menggunakan rantai-rantainya. Virra mulai menghampiri jubah yang mereka gunakan dan setelah itu ia mengambil jubah itu, "Hmmm..." Virra mulai memeriksa jubah itu untuk beberapa detik, setelah ia memeriksa jubah itu ia langsung melihat sebuah lambang yang menunjukkan kata-kata menggunakan bahasa Elf.
"Seraph..."