
Di suatu tempat, tempat dimana para ras Malaikat tinggal yaitu di semesta yang bernama Xuusuatouri, semesta itu terletak di sebelah Yuusuatouri karena dirumorkan semesta Xuusuatouri adalah semesta yang sangat maju hingga memiliki semua teknologi yang sangat canggih, dan bukan hanya itu saja karena Xuusuatouri itu dipenuhi dengan kebaikan melainkan keseimbangan dari baik dan juga buruk.
Xuusuatouri bisa disebut seimbang dalam kebaikan dari ras Malaikat sehingga semesta itu masih bisa bertahan berkat Alvin. Xuusuatouri adalah semesta yang pantas untuk dikunjungi sebagai berwisata karena para Malaikat pasti akan menyambut para pendatangan baru.
***
"H-HENTIKAN... HENTIKAN....!!!" Ucap seorang pria yang dada-nya sedang di tebasi oleh pedang yang sangat tajam, pedang itu membuat bentuk kota di dada-nya hingga kulit dari pria tersebut langaung terkupas. Setelah kulit dada pria tersebut terkupas seseorang yang sedang menyiksa-nya tiba-tiba melihat jantungnya yang masih berfungsi.
"Ahhh.... Ma-Malaikat gagal..." Ucap seorang malaikat yang sedang disiksa, seketika ia mengatakan perkataan itu ia langsung mati karena kehabisan darah. Malaikat itu langsung mencabut jantung dari tubuh malaikat yang sudah mati itu, ia perlahan langsung menatap jantung tersebut dengan teliti hingga ia tiba-tiba merasakan cahaya di dalam jantung tersebut.
"Jantung yang murni... Jantung yang pantas dalam eksperimen kita... Jantung yang hanya malaikat miliki diberi nama dengan <> telah sepenuhnya aku dapati di tangan ini. Malaikat yang memiliki jantung ini bisa disebut sebagai malaikat yang sangat murni dan taat terhadap dewi dari segala malaikat yang bernama Semi Hakamagi, Semi adalah seorang dewi yang menjaga Xuusuatouri dengan baik.
Berbeda seperti Yuusuatouri, semesta Xuusuatouri hanya memiliki satu pemimpin dalam memimpin semesta-nya yaitu dewi, dewi Semi adalah seorang dewi yang memimpin seluruh malaikat hingga seluruh kota juga bisa terhitung. Sedangkan Yuusuatouri, para Legenda dipimpin oleh raja-raja yang memimpin kota-kota tersebut jadi terkadang Legenda hanya akan memiliki kepercayaannya terhadap raja tersebut karena Legenda sangat membenci dewa dan dewi, Zuusuatouri atau semesta dimana para iblis tinggal juga sama seperti semesta Yuusuatouri.
"Apakah ini yang kau butuhkan, Riziel?" Malaikat itu langsung melempar jantung yang ia pegang kepada Riziel hingga LEGENDA itu mengambil jantung tersebut dan menatapnya. "Kerja bagus seperti biasanya, Oui."
Mereka sedang berada di laboratorium yang dipenuhi dengan teknologi yang sangat canggih. Terdapat beberapa malaikat dan tiga Legenda di tempat itu sedang menatap sebuah Legenda yang memiliki tubuh setengah robot, Xuusuatouri juga dikenal sebagai semesta yang mampu menghidupkan yang mati dengan mengubah mereka menjadi setengah robot, itu juga jika mereka mampu mengumpulkan beberapa Sacred Heart dengan kesempatan 20% akan berhasil.
"Sebenarnya, kapan kalian akan menyerah? Dan kenapa kau ingin sekali melakulan penghidupan terhadap seseorang yang sudah mati...? Jika Alvin mengetahui tentang ini maka dia akan bertindak secepat mungkin." Ucap Oui dengan wajah yang sangat serius.
"Hmph, aku tidak terlalu memperdulikan tentang dewa bodoh itu karena aku hanya ingin membalaskan dendamku terhadapnya karena telah membunuh Shuri dan pengguna sihir kuno lainnya." Ucap Riziel dengan sangat kesal. Pengguna sihir Kuno adalah sosok yang memiliki sihir yang beresiko tinggi seperti memberikan efek yang tidak di inginkan oleh si pengguna, sihir kuno ini adalah sihir yang kuat juga hingga hanya terdapat 8 orang yang memiliki sihir tersebut, tetapi sekarang terdapat 3 orang yang telah memiliki sihir tersebut.
"Dia tidak sendirian, Papa." Ucap seorang Legenda yang berada di sebelahnya.
"Ya, aku tahu itu... Dia sepertinya memiliki rekan-rekannya juga ya? Shiratori Shiro, seorang Saint Zero yang memiliki kekuatan Saint dari gerhana matahari." Ucap Riziel dengan wajah yang sangat serius.
"... ..."
__ADS_1
***
Di luar angkasa, dimana para Legenda-Legenda sedang terbang jauh menuju Xuusuatouri dari Yuusuatouri. Perjalanan yang sangat jauh dan mereka bisa bernafas di luar angkasa dan bertahan terbang menuju Xuusuatouri menggunakan barrier suci yang Korrina buat. "Jadi...? Kau sebenarnya butuh apa dari kita ini, Alvin?" Tanya Shiro dengan wajah yang kebingungan.
"Seseorang... Aku merasakan seseorang merencanakan sesuatu yang sangat aku benci." Ucap Alvin dengan wajah yang sangat serius hingga itu membuat Shiro dan Homuze terdiam. Shiro dan Homuze membawa dua anak mereka yaitu Syna dan juga Arisu karena mereka ingin ikut untuk berpetualang.
"Bukannya kau adalah dewa dari segala semesta bukan? Kau bisa menghapus mereka dari kenyataan dengan kekuatan maha kuasa itu." Jawab Shiro.
Alvin tiba-tiba tersenyum dan tertawa. "Tidak perlu, aku ingin bertarung melawan mereka dengan tubuh Mortal ini... Sudah lama sekali aku tidak bertarung secara adil, ahahaha!!!" Alvin mulai tertawa karena ia tidak ingin menghabiskan musuhnya dengan cara yang cepat, ia lebih memilih bertarung sepuas mungkin.
Shiro menepuk wajahnya hingga ia berhenti terbang menuju semesta Xuusuatouri. "Ini semua bodoh! Kau bodoh! Aku tidak ingin ikut." Shiro menyilangkan kedua lengannya hingga langsung menatap ke belakang.
Mereka semua langsung berhenti terbang, mereka semua lalu menatap Shiro yang sedang kesal. "Ayolah, Shiro. Bertarung itu pasti akan menyenangkan bukan? Apalagi jika kau bertarung melawan seseorang yang kuat." Ucap Alvin dengan wajah yang serius.
"Itu benar, Shiro. Pertarungan yang kakek Alvin katakan bisa saja berkaitan dengan tujuan dalam melihat masa depan...!" Homuze mulai mencoba untuk mengajak Shiro hingga Arisu langsung memegang celana Shiro dengan wajah yang kecewa bahwa Shiro tidak ikut.
Tiba-tiba Syna melompat menuju Shiro lalu memeluknya dari belakang, ia juga mencoba untuk membujuk Shiro sama seperti Arisu. "Ayolah, Papa...! Ayolah! Ayolah! Ayolah! Ayolah!!!" Ucap Syna yang terus mengatakan 'Ayolah' hingga membuat Homuze terkekeh melihat anak-anaknya mencoba untuk membujuk Shiro.
Alvin mulai berpikir sebentar, ia ingin sekali membawa Shiro pergi bersamanya agar mereka bisa bertarung bersama dan juga ia mencoba untuk tidak memberitahu musuh seperti apa yang akan mereka semua lawan.
Beberapa detik kemudian, Alvin langsung menemukan ide yang sangat bagus hingga mampu membuat Shiro tidak memiliki pilihan lain selain ikut dengan mereka. "Shiro, bagaimana kalau kita melakukan sedikit sparring?" Tanya Alvin.
Shiro langsung melirik kepada Alvin, wajahnya terlihat seperti tertarik dalam tawaran tersebut. "Ohhh...? Apakah kau telah menemukan ide cara untuk membawaku menuju Xuusuatouri?" Arisu dan Syna langsung mundur beberapa langkah menuju Homuze.
"Tentu saja. Jika kau menang maka kau bebas untuk tidak ikut, jika aku menang maka kau terpaksa harus ikut." Alvin mulai bersiap untuk bertarung hingga ia melakukan pose kuda-kuda bertarungnya.
"Aku terima itu, Alvin...!" Shiro langsung melakukan pose kuda-kudanya.
__ADS_1
"Jika seseorang terjatuh maka dia kalah!" Ucap Alvin dengan ia berubah menjadi wujud Crimson Breaker, sebuah wujud kedua dari sihir kunonya yaitu Crimson. Rambut dan kedua mata Alvin langsung berubah menjadi warna merah darah hingga auranya mulai membesar, wujud itu mampu meningkatkan kekuatan murni dengan sangat drastis.
"Jika kau ingin menggunakan wujud-wujud maka aku tidak takut...!" Shiro langsung berubah menjadi wujud Saint Revolution hingga mereka berdua langsung mengeluarkan dorongan yang sangat besar. Korrina dan yang lainnya langsung menjauh dari mereka karena mereka bisa saja melukai seseorang.
Alvin langsung terbang menuju Shiro dengan kecepatan suara, lalu Alvin memukul perut Shiro dengan cepat hingga punggung Shiro langsung mengeluarkan sebuah rantai lalu membelit tangan kanan Alvin yang mencoba untuk memukul perutnya. "... ..." Shiro langsung melempar Alvin ke arah kanan dengan menggunakan rantai yang berada di belakang punggungnya.
Shiro langsung mengeluarkan Eclipse breaker di tangan kanannya. "Aku menang...!!!" Shiro mencoba untuk menusuk punggung Alvin menggunakan pedang itu, Alvin melirik ke belakang dengan sangat cepat hingga ia langsung mengeluarkan sebuah bola energi di tangan kirinya.
Alvin langsung menghantam pedang tersebut menggunakan bola energi-nya hingga pedang yang Shiro pegang langsung terpental ke atas karena dorongan sihir itu. Aura mereka langsung membesar hingga mengejutkan Shiro dalam sekejap. "Apa...?" Ucap batin Shiro dan Alvin.
Alvin dan Shiro langsung mundur hingga Alvin menatap seluruh tubuh Shiro dengan sangat teliti karena ia teringat oleh seseorang yang pernah ia lawan dulu. Alvin pernah melawan Shiro sekali dan menang, tetapi sekarang melawan Shiro saat ini membuat Alvin teringat oleh seseorang yang pernah ia lawan dulu. "Perasaan ini...? Apakah aku pernah merasakan sihir ini dari suatu tempat...?"
Alvin muncul telat di depan Shiro lalu ia mulai memukulnya hingga Shiro langsung menahan pukulan itu dengan kedua lengannya.
BAMMMMM!!!
Kedua mata Shiro bersinar lalu ia melompat dan menendangnya hingga Alvin langsung menunduk lalu terbang ke bawah. Shiro berputar lalu ia terbang menuju Alvin dengan sangat cepat. "Tidak akan aku biarkan kau lari---"
BAGGGGGGG!!!
Tiba-tiba perut Shiro terhantam dengan sangat kuat oleh tinju kanan Alvin hingga membuatnya langsung terkejut karena ia tidak bisa melihat setitik pergerakan Alvin. Korrina dan yang lain juga bahkan tidak bisa melihat pergerakan Alvin. "B-Bagaimana kau...?! Guaaghhh!!!" Shiro langsung memuntahkan darah yang banyak lalu ia berubah kembali menjadi wujud asalnya.
"Aku menang... Itu artinya kau harus membantu tujuanku. Musuh yang akan kita lawan sudah pasti akan memiliki pergerak yang sama sepertiku dan kau sepertinya telah lengah..." Ucap Alvin dengan wajah yang serius. Korrina langsung menyadari sesuatu tentang Alvin bahwa ia tiba-tiba berubah menjadi seseorang yang sangat serius ketika melawan Shiro, ia juga langsung merasakan bahwa Alvin sedang menggunakan 75% dari kekuatan wujudnya.
Alvin berubah kembali menjadi wujud normalnya. "Shuri...? Ya...?"
__ADS_1