Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 83 - Super Eclipse Blaze


__ADS_3

Shiro mulai berjalan ke depan hingga ia tiba-tiba muncul tepat di belakang Kalizu tanpa ia sadari, seluruh tubuh Kalizu tiba-tiba terbakar karena perbuatan Shiro. Shiro sempat untuk memukulnya beberapa kali di kecepatannya tadi. "Cih..." Kalizu mulai mengusap pipi kirinya yang terdapat sebuah darah di bagian itu.


Shiro melirik ke belakang. "Shiratori Shiro?! Aku tidak pernah mendengar seorang Legenda yang memiliki nama seperti itu!!!" Kalizu bergerak menuju Shiro lalu ia mulai memukulnya beberapa kali, tetapi semua serangan Kalizu berhasil tertangkis oleh rantai-rantai Shiro yang terbakar, rantai-rantai itu terletak tepat di belakang punggungnya.


Kalizu terus menyerang Shiro dengan berbagai cara hingga pukulan atau tendangan Kalizu tidak mengenai tubuh Shiro sedikitpun karena kecepatan dan juga rantai-rantainya yang menyelamatkan dirinya dari serangan maut milik Kalizu.


Shiro memutuskan untuk menyerang balik, ia dan Kalizu langsung mulai saling memukul satu sama lain. Ketika Kalizu hampir saja menghantam wajah Shiro, lengan kanannya tiba-tiba terbelit oleh rantai Shiro dengan sangat erat, setelah itu Shiro langsung berputar dan menendang perutnya dengan sangat keras.


"Apa-apaan ini...?! KEKUATAN APA YANG KAU MILIKI INI?!" Tanya Kalizu dengan ia melayang di atas langit lalu mulai menciptakan bola energi yang sangat amat besar, setelah itu ia melempar bola tersebut menuju arah Shiro.


Shiro langsung menangkis sihir itu dengan hanya menggunakan rantainya saja hingga bola energi itu terpental menuju luar angkasa. "... ..." daratan mulai dipenuhi dengan api-api yang berwarna merah dan juga emas. Homuze dan anak-anak Shiro mulai merasa sangat terkejut melihat kekuatan Shiro yang baru, sepertinya ia telah sembuh dalam kondisi batasannya yang pernah ia hancurkan.


Shiro dan Kalizu mulai terbang menuju satu sama lain hingga mereka mulai saling memukul satu sama lain. "Mama... Kekuatan mengerikan apa sebenarnya itu...?" Tanya Methode dengan wajah yang terkejut.


"Papa telah mencapai wujud yang ia selalu ingin capai. Papa-mu adalah seorang Saint yang ingin sekali dijuluki sebagai Saint yang memilih jalannya sendiri. Ia tidak berencana untuk menjadi dewa karena ia ingin mengalahkan para dewa dengan caranya sendiri yaitu dengan menciptakan wujud yang tidak berkaitan dengan Saint God itu." Jawab Homuze.


Flashback.


Shiro sedang duduk di atas kasur selagi menatap lantai dengan wajahnya yang kalem, ia sedang memikirkan tentang Arika yang terus menyerang nyawa Legenda yang tidak berdosa. "... ..." Shiro mulai mengepalkan kedua tinjunya hingga Homuze yang sedang tertidur di atas kasur mulai perlahan terbangun, ia mulai membuka kedua matanya dengan perlahan hingga ia melihat Shiro yang masih belum menggunakan kaos.


"Shiro..." Homuze mulai tersipu malu melihat suami-nya yang baru saja mengambil keperawanannya bisa seganteng dan sekeren ini, ia perlahan mulai duduk di atas kasur selagi menghalangi tubuhnya menggunakan selimut. "Maaf, Homuze. Apakah aku telah membangunkanmu?" Tanya Shiro.


"Tidak sih... Aku hanya merasakan perasaan yang aneh. Apakah Shiro sedang kebingungan?" Tanya Homuze dengan ia mulai mendekat dengan Shiro lalu ia mulai menepatkan telinga kananya di dada milik Shiro. "Jantung-mu terdengar seperti musik... Apakah kamu sedang memikirkan sesuatu, sayang?" Tanya Homuze.


Shiro menatap kembali kepada Homuze. "Sepertinya begitu..." Shiro mulai mencium bibir Homuze sebentar lalu ia mulai menatap perut Homuze yang terlihat sedikit besar, Shiro langsung meraba perut Homuze yang membesar itu. "Apakah... Apakah kau sedang mengandung anakku, Homuze?" Tanya Shiro.


"Mmm..." Homuze mengangguk selagi menunjukkan wajah yang terlihat canggung, seluruh wajahnya mulai memerah seperti tomat. Shiro tersenyum lebar karena ia merasa lega bahwa Homuze sedang hamil sekarang, seluruh tubuh Shiro mulai terasa seperti berbeda dari sebelumnya, berbeda dari Shiro yang pernah melawan Azriel.


"Jangan tersenyum seperti itu... Apakah kau tahu bahwa kita sudah melakukannya selama 5 jam penuh?" Tanya Homuze dengan ia menatap ke arah laim.


"Sepertinya tidak ada salahnya bagiku untuk tidak menjadi dewa ya... Homuze..." Shiro mulai berbicara tentang sesuatu yang ia pikirkan.


"Tentu saja, kau ini kepala keluarga dari Shiratori. Kamu memutuskan apa yang ingin kau mau sedangkan diriku ini... Aku hanya akan mengikuti jalan yang kau lalui, Shiro..." Homuze tersenyum lalu ia mulai memegang lengan kiri Shiro dengan sangat erat. "Wujud ketiga Saint... Saint God adalah wujud dimana kita para Saints telah resmi dijuluki sebagai dewa. Wujud itu akan memberi para Saint sebuah energi sihir dewa dimana mortal biasa tidak akan bisa merasakan energi tersebut tetapi bisa saja menahan sihir itu..."


"Sepertinya aku sendiri tidak tertarik untuk mencapai wujud itu, Homuze. Aku membenci dewa, aku membenci semua hal yang mengandung tentang kekuatan penuh atau maha kuasa seperti seorang dewa. Aku hanya ingin menjadi seorang mortal biasa... Seorang Saint yang tidak ingin mencapai wujud dewa atau dijuluki sebagai dewa..."


"Dengan bantuanmu Homuze... Aku bisa mencapai wujud Flaming Form itu. Wujud yang bisa membawaku menuju kekuatan yang mampu menyetarai para dewa-dewa... tetapi, menggabungkan wujud Saint Revolution dengan Flaming Form itu sama saja dengan bunuh diri... Saint Revolution menguras tenaga cukup besar, aku harus terbiasa."


"Jadi...?"


"Aku hanya harus mahir terhadap pergabungan wujud itu. Aku akan mencoba untuk bisa menggabungkan wujud Saint Observation dan Blazing Form. Aku akan menciptakan wujud yang meningkatkan kecepatan lebih dan juga kekuatan murni yang lebih, jika aku menggabungkan kedua wujud itu maka aku bisa bergerak cepat, menggunakan rantai-rantaiku, dan kekuatan murni-ku bisa saja melampui kekuatan murni dari Saint Revolution."


"Super Eclipse Blaze... Aku akan menamakannya itu. Wujud pergabungan yang akan aku coba untuk sempurnakan." Shiro tersenyum lalu ia menatap wajah Homuze. "Bantu aku, Homuze."


Homuze tersenyum karena ia sepertinya benar-benar tidak tertarik untuk menjadi seorang dewa, Homuze langsung mencium pipi Shiro dengan sepenuh cinta yang ia miliki untuk Shiro. "Dengan senang hati, suamiku!" Homuze langsung memeluk Shiro dengan sangat erat hingga Shiro juga mulai memeluk balik dan mencium dahinya.


FLASHBACK END!!!


"Super Eclipse Blaze... Nama wujud yang telah Shiro ciptakan sendiri dan sempurnakan sendiri, ia mampu memiliki wujud buatannya sendiri. Sesuai namanya, Super Eclipse Blaze adalah perubahan yang memungkinkan penggunanya untuk menyerang, bertahan, dan bereaksi sendiri tanpa sadar alias berdasarkan insting, ia juga mampu menyerang, bertahan, dan bereaksi lebih cepat melalui rantainya. Rantai-nya juga termasuk sumber perasa dan penglihatan Shiro lainnya hingga ia bisa mendengar dan melihat pergerakan selanjutnya dari musuhnya sendiri, Shiro bergerak dan bertarung tidak seperti yang biasanya Saint lakukannya. Mereka bahkan juga sama sekali enggak bisa merasakan gerakan Shiro karena seluruh tubuhnya yang tiba-tiba terbuat oleh api-api panas, terkadang akan susah untuk memukul atau menendangnya karena tubuhnya yang terbuat dari setengah cahaya dan api. Hal ini bisa mengartikan bahwa Shiro bukannya bergerak, namun bertarung layaknya seperti api yang terbakar panas."


"Meski begitu, penggunanya enggak bereaksi secara sporadis. Shiro masih tetap berada di dalam keadaan sadar dan bisa menyusun strategi serta beradaptasi dengan situasi pertarungan. Wujud Super Eclipse Blaze juga memungkinkan penggunanya mengerahkan kekuatan termasuk daya tahan, kecepatan, akurasi, refleks, dan energi sihir mencapai potensi maksimalnya. Hal ini pun memungkinkan Shiro bisa bereksperimen dengan serangannya, dan tidak menutup kemungkinan juga untuk menggunakan wujud lainnya yaitu Saint Revolution saat berada di keadaan Super Eclipse Blaze."


"Beda dari perubahan Saint Revolution yang bisa dijuluki sebagai wujud Saint yang kedua, warna rambut Shiro saat menggunakan wujud ini itu sama persis seperti Mama menggunakan Flaming Form. Rambutnya akan berubah menjadi merah dan terbakar, matanya pun berubah warna menjadi emas dengan bentuk yang lebih tegas dan juga kedua mata itu mengartikan bahwa ia juga sedang berada di setengah wujud dari Saint Revolution. Tubuhnya pun mengeluarkan aura berwarna emas yang memancarkan panas, bersama dengan partikel yang melaju ke atas seperti energi yang diberikan seseorang. Tidak cuma tampilan saja, perubahaan Super Eclipse Blaze membuat suara Shiro seperti kombinasi antara suara asli dan suara saat dia berada dalam mode kemarahannya atau bisa disebut sebagai mode dimana ia kehilangan kendali di wujud Eternal-nya yang asli."


Shiro memukul perut Kalizu dengan sangat dalam lalu ia menendang dagunya dengan sangat keras dan mengakhiri tendangan itu dengan berputar 360° lalu menendang kepalanya dengan sangat kencang. Setelah ia berhasil menendang kepala Kalizu, Shiro langsung memukul dada Kalizu dengan sangat kencang hingga ia terpental ke belakang.

__ADS_1


Kalizu langsung meluncurkan yang melebihi ratusan bola energi sihir hijau menuju arah Shiro, dengan cepat Shiro melakukan backflip ke belakang dan mulai menghindari sihir-sihir itu selagi melakukan beberapa backflip. Kedua rantai Shiro yang berada di atasnya mulai memanjang hingga rantai tersebut langsung menghantam daratan hingga Shiro melompat dengan sangat jauh selagi menghindari sihir-sihir milik Kalizu.


Ia mendarat tepat di belakangnya, lalu Kalizu melirik ke belakang dan tanpa henti terus meluncurkan bola energi hijau menuju arah Shiro yang sedang bergerak maju menujunya, semua bola energi sihir milik Kalizu langsung tertebas habis oleh kedua rantai milik Shiro yang sangat tajam dan runcing.


Shiro dan Kalizu mulai mengadukan tinju mereka bersamaan. Mereka berdua langsung mulai saling memukul satu sama lain tanpa henti hingga Kalizu melompat ke atas lalu mencoba untuk menginjak kepala Shiro, tetapi tendangan itu mampu tertahan oleh rantai milik Shiro hingga pergelangan kaki Kalizu mulai terbelit oleh rantainya lalu Shiro melemparnya ke arah kirinya.


Kalizu memukul perut Shiro hingga tiba-tiba tinjunya menembus tubuh api Shiro, dengan cepat Shiro menghantam wajahnya menggunakan sikutnya lalu ia berputar 360° dan menendang punggungnya dengan sangat keras hingga ia terpental ke depan.


Shiro melanjutkan tendangan itu dengan muncul tepat di depan Kalizu lalu ia memukul perutnya dengan sangat dalam hingga mereka berdua langsung mengenai beberapa gunung selagi terdorong ke depan karena dorongan hantaman maut milik Shiro.


Shiro mundur beberapa langkah lalu ia menatap Kalizu yang sedang bernafas berat. "Hah...!!! Hah...!!! Hah...!!!"


Seluruh serpihan batu yang berada di sekitar Kalizu mulai melayang menuju atas langit. "Aku...!!! AKU TIDAK BISA KALAH OLEH SEORANG MORTAL SEPERTIMU...!!! AKU INI DEWA!!! AKU INI ABADI!!!" Teriaknya dengan sangat keras hingga ia merobek bajunya lalu seluruh tubuhnya mulai membesar dan berotot. Kalizu langsung mengerahkan semua dorongan yang ada di dalam tubuhnya hingga Shiro sendiri langsung terkejut dan menghalang dorongan itu menggunakan kedua rantainya.


Homuze mulai menciptakan tembok besar di depannya agar ia bisa melindungi anak-anaknya. "Cih... Ternyata potensi Kalizu memang benar kata Korrina, dia menambah kuat di setiap ia sekarat atau mati. Apakah dia memiliki batasan dalam tubuh abadinya itu...?" Tanya Homuze.


Seluruh daratan mulai terhalangi oleh api-api panas, Kalizu sedang berdiri tegak selagi menunjukkan eksperesi yang sangat amat kesal. Shiro bisa merasakan kekuatan dan sihir Kalizu yang sekarang berada di puncak kekuatan penuh.


Kalizu muncul tepat di depan Shiro lalu ia memukulnya dengan cepat, tetapi Shiro berhasil menangkis pukulan itu hingga mereka berdua langsung mulai memukul satu sama lain. "JYAAAHHHH!!!" Kalizu mencoba untuk memukul perut Shiro, tetap ia berhasil membelit tinju kanannya menggunakan rantai yang berada di punggungnya.


"KAU SUDAH TAMAT....!!! KAU SUDAH MEMBUAT DEWA KEGELAPAN MARAH!!!" Kalizu meledakkan dirinya sendiri hingga Shiro terpental ke belakang lalu terjatuh di atas tanah. Kalizu mulai mengisi sebuah energi sihir di tangan kirinya hingga telapak tangan kirinya bersinar. "NECROMANCER WAVE MAGNETRON!!!" Kalizu mulai meluncurkan sebuah gelombang hijau yang dilumuri oleh listrik melalui telapak tangan kirinya.


Shiro dengan cepat berhasil menghindari gelombang itu dengan melompat ke atas. Seketika Shiro melayang di atas langit, tiba-tiba ia di serang oleh beberapa bola energi milik Kalizu, secara reflek rantai-rantai Shiro langsung menangkis semua bola energi tersebut. Kalizu muncul tepat di atas Shiro selagi meluncurkan sihir Necromancer's Wave Magnetron lagi.


"Cih...! HAAAAAA!!!" Shiro meluncurkan Shiromura Eclipse menuju arah sihir milik Kalizu hingga kedua sihir mereka langsung teradu. Tiba-tiba sihir milik Kalizu mampu menyerap sihir milik Shiro hingga sihir Kalizu langsung mengenai kedua telapak tangan Shiro. "Ahhh...?!"


"Release!" Kalizu menunjuk sihirnya menggunakan telunjuknya hingga gelombang yang ia luncurkan mulai membesar hingga akan meledak tepat di depan wajah Shiro.


"UAAAAGGGHHHHHHH!!!" Teriak Shiro yang terkena oleh sihir milik Kalizu. Sihir itu meledak dengan sangat dahsyat di atas daratan dan beruntungnya ledakan itu tidak berhasil meledakan planet Lemia.


Tiba-tiba Shiro bergerak laju menuju arah Kalizu hingga ia langsung menunjukkan wajah yang kesal karena telah melihat Shiro masih terus mengganggunya. Shiro mulai memukul seluruh tubuhnya, tetapi Kalizu muncul tepat di belakang Shiro hingga mereka tiba-tiba mulai saling menendang wajah mereka dengan bersamaan.


BAAAMMMMM!!!


Shiro dan Kalizu mulai saling mendorong satu sama lain selagi memegang kedua telapak tangan mereka dengan sangat erat. "Kau masih memiliki kekuatan sebanyak ini?! Mortal sialan...!!!"


"Cih...!!!" Beberapa gelombang api mulai muncul hingga melingkari mereka berdua. Shiro menendang perut Kalizu dengan sangat dalam hingga ia langsung memuntahkan banyak darah melalui mulitnya, Kalizu mulai menyerang balik dengan memukul seluruh tubuhnya tetapi Shiro dengan mudah berhasil menangkis semua serangan itu menggunakan rantainya.


Tiba-tiba Kalizu mulai meraba perut Shiro lalu ia meluncurkan bola energi tepat di perutnya hingga ia terpental ke atas langit. "UGGHHH!!!" Kalizu muncul tepat di atasnya lalu ia menginjak punggungnya menggunakan kedua kakinya.


"NECROMANCER'S WAVE MAGNETRON!!!" Kalizu meluncurkan gelombang yang sangat amat besar menuju arah Shiro hingga gelombang itu mengenai punggungnya dan membawanya menuju daratan.


BAMMMMMMMMMM!!!


Shiro tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang mulai melemah, Kalizu mulai berdiri tegak di atas gunung selagi menatap Shiro. "Apakah itu sebuah kertas yang mengenaiku...?" Tanya Shiro dengan perlahan ia mencoba untuk bangkit dari atas tanah dengan seluruh tenaga terakhirnya.


"Ggrrrgghhh... Pengganggu sialan...!!!"


"Aku akan terus bertarung agar diriku bisa melampui tubuh Mortal-ku dan menjadi potensi mortalku menjadi potensi yang sangat besar hingga mampu mengalahkan para dewa... Sebenarnya aku tidak tertarik untuk menjadi salah satu dari dewa itu melainkan aku hanya tertarik untuk mengalahkan mereka menggunakan caraku sendiri... Inilah saatnya aku mengalahkan dewa sepertimu menggunakan tubuh seorang mortal!" Shiro mengepalkan kedua tinjunya dengan sangat kencang.


"TUTUP MULUT KOTOR-MU ITU!!! BERANI-BERANINYA KAU MEMBANDINGKAN DEWA DENGAN SEORANG MORTAL YANG HANYA BISA BERADAPTASI SEDIKIT DEMI SEDIKIT... BATASAN KALIAN TELAH MENGARTIKAN BAHWA KALIAN TIDAK AKAN BISA MELAMPUI PARA DEWA-DEWI!!!" Kalizu bergerak maju menuju arah Shiro lalu ia mulai memukulnya beberapa kali, tetapi Shiro dengan mudahnya berhasil menghindari semua serangan itu.


Shiro memukul wajah Kalizu dengan sangat kencang lalu Kalizu mencoba untuk menyerang balik dengan memukulnya, tetapi rantainya berhasil menahan serangan itu. Seluruh serangan Shiro langsung mulai di tangkis oleh rantai-rantainya. Tiba-tiba Shiro memiliki celah yaitu perutnya, perutnya langsung tertendang oleh Kalizu hingga ia terpental ke belakang.


Kalizu muncul tepat di depan Shiro lalu ia mencoba untuk menginjak perutnya, tetapi Shiro mundur beberapa langkah. "Chains of Reclipse: Soaring Flames!" Tiba-tiba beberapa rantai yang dilumuri oleh api muncul tepat dari dalam daratan, rantai-rantai itu mulai menghantam seluruh tubuh Kalizu dengan sangat cepat hingga ia tidak sempat menahannya.

__ADS_1


"GAAHHHHHHH!!!" Kalizu meledakkan dirinya sendiri lalu ia meluncurkan beberapa bola energi sihir menuju arah Shiro, dengan cepat Shiro berhasil menghindari semua sihir itu selagi melompati salah satu dari bola energi itu dan melompati serpihan batu yang berada di sekitarnya.


Shiro melompat menuju arah Kalizu lalu ia memukul dadanya dengan sangat kencang hingga ia terpental ke belakang lalu mengenai gunung yang berada di belakangnya. Shiro mendarat tepat di depan Kalizu. "Apakah kau bisa menutup mulutmu rapat-rapat dan jangan pernah untuk meremehkan potensi para mortal...?" Tanyanya.


"Omong kosong seperti kotoran itu...!!! SEHARUSNYA DI HAPUSKAN SAJA!!!" Teriaknya hingga ia langsung meluncurkan Necromancer's Wave Magnetron menuju arah Homuze dan anak-anaknya. Shiro langsung terkejut melihat apa yang Kalizu lakukan.


...


...


SWOOOOOSSHHH!!!


Shiro muncul tepat di depan Homuze lalu ia menendang gelombang itu menuju atas langit. Shiro langsung menunjukkan wajah yang sangat kesal hingga dahinya mulai ber-urat, Shiro mendarat tepat di depan Homuze selagi mengepalkan kedua tinjunya. "S-Shiro..." Ucap Homuze dengan nada yang terkejut karena Kalizu hampir saja melukainya bersama anak-anaknya.


"Kau...!!!"


"Memang omong kosong...!!! Semua yang kau katakan adalah omong kosong, kau adalah seorang Legenda bodoh yang tidak mengetahui apapun tentang kekuatan dewa atau dewi!!!" Ucap Kalizu.


"Aku hanyalah seorang mortal, ya... Aku tidak mengetahui banyak tentang dewa, tetapi jika kau mencoba untuk menyerang atau menyakiti istriku dan anak-anakku..."


"KAU TIDAK AKAN AKU MAAAFKAAAAAAAN!!!" Teriak Shiro dengan sangat kencang hingga ia langsung bergerak maju dengan sangat cepat hingga wajah Kalizu langsung terhantam oleh tinju kanan milik Shiro.


BAMMMMMMMM!!!


Kalizu terdorong mundur hingga ia membuat lubang yang sangat amat besar. Shiro mulai memukul seluruh tubuh Kalizu, tetapi ia mulai menahannya. Dengan cepat seluruh tubuh Kalizu tiba-tiba terhantam oleh rantai-rantai Shiro yang muncul di bawah tanah, Shiro berputar lalu ia menendang dagunya dengan sangat kencang.


Kalizu mulai meluncurkan beberapa gelombang tebal menuju arah Shiro, dengan cepat ia langsung bergerak selagi meluncur di atas gelombang sihir miliknya. Mereka berdua langsung mulai mengadukan pukulan mereka bersama hingga mereka berdua terus bergerak ke segala arah selagi memukul satu sama lain.


Kalizu terus memukul seluruh tubuh Shiro, tetapi henti hingga tubuhnya langsung menembus dan sekarang ia berada tepat di sebelah kanannya selagi mengepalkan tinju kanannya. Shiro langsung menghantam wajah Kalizu dengan sangat keras hingga ia terpental ke bawah. "SHIROMURA ECLIPSE!!!" Shiro meluncurkan sihir warisannya menuju arah Kalizu hingga gelombang emas yang besar itu langsung mengenai seluruh tubuhnya.


"GUAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!! AAAAAAARRRRGGGGGGGHHHHHHHHHHHHH!!!"


BAAMMMMMMMM!!!


Kalizu tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang lemah, Shiro mendarat tepat di depannya lalu ia menunjuk Kalizu menggunakan telunjuk jarinya. "Walaupun kau ini abadi, kau masih bisa merasakan kesakitan 'kan? Aku akan menyegelmu sekarang..." Telunjuk jari Shiro mulai bersinar emas.


DAG! DAG!


...


...


Tiba-tiba Shiro langsung memuntahkan darah yang sangat banyak dari mulutnya hingga punggungnya langsung meledakkan darah yang sangat banyak. "UAAAARRRGGGGGHHHHHH...!!!" Shiro langsung berubah kembali menjadi wujud biasanya.


Kalizu langsung tersenyum dengan sangat lebar. "KESEMPATANKU!!!" Kalizu mulai menendang perut Shiro, tetapi tiba-tiba Homuze menangkis tendangan itu menggunakan kaki kanannya.


BAMMMMMMM!!!


Homuze langsung membawa Shiro mundur beberapa langkah dari arahnya. "Apa...!?" Kalizu mulai merasa sangat kesal melihat pengganggu baru bisa datang dan menyelamatkan Shiro.


Homuze mulai mengalirkan energi sihirnya ke dalam tubuh Shiro lalu ia mulai menyembuhkan Shiro perlahan hingga ia bisa berdiri kembali. "Apa itu tadi...? Aku kira kamu sudah menyempurnakan wujud itu..." Tanya Homuze dengan eksperesi yang terkejut.


"Itu tidak mudah tau..." Ucapnya selagi memegang lengan kanannya, ia lalu menatap wajab Kalizu yang terlihat sangat amat kesal.


"Tidak apa-apa... Yang penting kita berdua harus menyegelnya bersama, mari kita melakukannya bersama, Shiro." Homuze mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya hingga ia langsung berubah menjadi Homuze Flames.

__ADS_1


"Ya..." Shiro mulai melakukan kuda-kuda bertarung yang sama dengan Homuze hingga ia juga langsung berubah menjadi Shiro Flames.


__ADS_2