Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 117 - Kekacauan di Pantai


__ADS_3

Arata muncul tepat di balkon-nya lalu ia melihat semuanya telah berkumpul. "Oh...? Semuanya sepertinya telah berkumpul di satu tempat." Arata tersenyum lalu ia menghampiri Methode, ketika ia mengelus-elus perut Methode, ia melihat Alvin yang sedang tersenyum selagi menatap Arata dengan tatapan yang cukup menyeram. "Cih...! Kenapa kau datang ke sini?!" Tanya Arata.


"Aku datang karena istriku akan melahirkan bersama istrimu. Nahhhh..." Alvin langsung tersenyum dan memiliki sebuah ide, ia mengangkat jari tangan kananya. "Bagaimana kalau kita melakukan sedikit sparri---"


Korrina menatap wajah Alvin dengan tatapan yang terlihat mengerikan. "HIIII!!!" Alvin langsung mundur beberapa langkah dan sembunyi di belakang Rina dan Aiko. "Dasar tepos... Pengganggu...!!!" Ucap Alvin pelan karena ia datang untuk bertarung dengan Arata, itu hanya yang ia pedulikan saja. Alvin langsung membantah perintah Korrina, ia muncul tepat di belakang Arata karena ia tahu Korrina tidak akan bisa melakukan apapun dengan perutnya yang hamil itu. "Ayo, Arata! Tunjukkanlah Kuro!!! Ayo!!! AYOOOOOO~~~~" Ucap Alvin selagi memaksa, ia mulai memegang kedua bahunya.


Arata mundur beberapa langkah. "Jangan sentuh aku!!!" Ucap Arata hingga Korrina mencoba untuk bangkit dari kursi tetapi ia kembali duduk di atas kursinya. "Ugh...!" Korrina memegang perutnya. "O-O-Oi, Alvin!!! Ini tidak adil, apa yang kau coba lakukan!?" Tanya Korrina, ia tidak bisa menghampiri Alvin karena seluruh tubuhnya sedang terjebak di sihir Crimson Seal milik Alvin. "Tetaplah di situ, sayang~ Aku ingin bertarung melawan Arata~!" Alvin mulai tertawa terbahak-bahak.


Arata mulai membiarkan Alvin memaksanya, ia langsung melirik ke arah lain. "Kalau kau tidak mau, bagaimana jika kita lakukan sparring bersama Shira?!" Tanya Alvin, ia mulai menatap Shira yang terlihat terkejut. "E-Ehh!? Kenapa aku?!" Tanya Shira selagi menunjukkan dirinya sendiri.


"Anak ini tidak mau di ajak sparring jika aku sajanya yang mengajaknya, kau juga harus mengajaknya, Shira!!!" Ucap Alvin dengan wajah yang terlihat serius.


"Baiklah, baiklah, dengan satu syarat." Ucap Arata, ia melirik ke arahnya lalu ia mulai mengacungkan jari telunjuknya. "Jika kau ingin terus melakukan sparring bersamaku maka... Kau harus melakukan seratus triliun sit-up!!! Jika kau benar-benar melakukannya maka aku bersedia untuk bertarung denganmu."


"Seriusan!? AKHIRNYA!!!" Teriak Alvin keras hingga ia berjalan pergi, ketika mereka semua melihat Alvin yang akan melakukan tantangan dari Arata, mereka semua membulatkan kedua matanya bahwa Alvin benar-benar akan melakukan 100 trilliun sit-up. "Terima kasih banyak, Arata!!!" 


"WOI!!! JANGAN CURANG!!! KAU HARUS MELAKUKAN SERATUS TRILIUN SIT UP!!!" Teriak Arata karena ia mulai curiga bahwa Alvin akan curang. Alvin sekarang sedang melakukan sit-up dengan kecepatan yang melampui para dewa, ketika ia mendengar Arata mengatakan hal seperti itu, ia langsung menambahkan kecepatannya hingga mampu membuat lantai retak. "Protection Barrier!" Ucap Korrina, ia mulai melindungi seluruh tubuh Alvin dengan barrier agar ia tidak menghancurkan lantai balkon rumah Arata.


"Apa dia akan benar-benar melakukannya!?" Tanya Arata selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut. "Baiklah, aku akan melakukan sihir waktu agar mempercepat kelahiran anakku yang baru dan cucuku!" Ucap Korrina hingga tiba-tiba Alvin melompat ke atas lalu ia mendarat di atas lantai selagi menunjukkan senyuman lebarnya. "Beres!!! seratus triliun sit-up, beres!" 


Alvin menghampiri Arata lalu ia mulai menatap wajahnya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat senang. "Janji adalah janji loh~" Ucap Alvin, semua orang langsung membulatkan mata mereka karena Alvin baru saja berhasil melakukan sit-up. "Kau terlalu cepat!!! Bahkan jika kau mencoba untuk melakukannya maka itu akan menghabiskanmu beberapa tahun lamanya!" Ucap Arata selagi menunjukkan ekspresi yang kesal.


"Apa kau tidak menghitung sit-up mu?!" Tanya Arata.


"Tentu saja aku menghitung... Memangnya aku ini Legenda sampah apa yang suka curang...?" Tanya Alvin, ia mulai menghitung jari-nya satu-satu. "Seperti... satu triliun, dua triliun, tiga triliun... Hehehe~" Alvin langsung tertawa karena melakukan sit-up seratus kali itu cukup mudah dan ia pikir ia harus mengitungnya mulai dari satu triliun hingga seratus triliun. Semua orang langsung terjatuh karena kebodohan Alvin. "KOK SUAMIKU MENDADAK BODOH BEGINI...!?" Tanya Korrina selagi menepuk kepalanya.


"KAU PERNAH BELAJAR MATEMATIKA TIDAK SIH!?" Teriak Arata.


"Ehh salah...? Bukannya setelah satu triliun itu... Bukannya dua triliun?" Tanya Alvin selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius. "TENTU SAJA TIDAK!!! ITU NAMANYA CURANG!" Teriak Arata, ia mulai lelah berurusan dengan kebodohan Alvin.


"Otak Alvin terkadang suka berubah menjadi bodoh ketika yang hanya ia pikirkan adalah pertarungan... Lebih baik kau pergi saja, Arata." Ucap Korrina, ia muncul tepat di belakang Alvin selagi memegang bahu kirinya. Arata langsung melompat ke belakang dan mendarat di sebelah Methode. "Alvin... Sudahlah! Anak barumu ini mau lahir." Ucap Korrina.

__ADS_1


"Ehh...? Baiklah..." Alvin menghela nafasnya.


***


Korrina dan Methode sedang berbaring di atas kasur, mereka berdua siap melahirkan karena mereka sudah bisa merasakan kesakitan dari tendangan-tendangan anak mereka semua. Korrina mulai menciptakan ilusi dirinya dimana ilusi dirinya akan membantu mereka berdua melahirkan tanpa harus merasakan kesakitan. "Baiklah, apakah kalian berdua sudah siap?" Tanya ilusi itu.


Semua orang mulai terkesan melihat itu kecuali Alvin, Mortem, dan Rina karena mereka sudah hampir sering melihat Korrina menggunakan ilusinya demi membantu seseorang melahirkan tanpa harus merasakan kesakitan. "Bagaimana caranya agar mereka tidak bisa merasakan kesakitan apapun ketika melahirkan...?" Tanya Aiko.


"Dengar melakukan transfer terhadap Lenergy dengan bayi yang ada di perut mereka." Jawab ilusi Korrina, ia mulai meraba kedua perut mereka yang besar lalu perut mereka perlahan-lahan bersinar karena ilusi Korrina sedang memasukkan sumber Lenergy-nya ke dalam perut mereka agar ia dengan mudah bisa mengeluarkannya melalui sihir teleportasi atau transfer. "Hmmm..." Ilusi Korrina mulai berkeringat karena ia mencoba untuk melingkari bayi-bayi itu dengan sempurna jika ilusi Korrina melakukan sedikit kesalahan maka ia bisa saja membawa daging mereka berdua tanpa di sengaja.


Mortem mulai mengusap-usap keringat yang di wajah Korrina. "Baiklah... Sacred Magic: Transfer Body and Energy!" Ucap ilusi Korrina hingga Lenergy yang masuk di kedua perut mereka mulai keluar dan membentuk sebuah lingkaran yang cukup besar dan perlahan-lahan muncullah bayi mereka di dalam lingkaran itu sedang menangis, semua bayi pasti akan menangis ketika mereka dilahirkan, kecuali bayi yang baru saja tereinkarnasi atau bayi yang tidak memiliki nyawa.


"HWEEEEHHHHH!!! HWEEEEHHHHHHH!!!" Korrina melahirkan bayi perempuan lagi, Alvin langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut karena Korrina melahirkan bayi perempuan tiga kali berturut-turut. "Astaga... Perang akan terus berlanjut..." Perang yang ia maksud adalah Rina, Aiko, Agfi, dan anak barunya akan bertarung atau berkelahi demi memperebutkan Alvin. "Ugghhh... Aku mohon bayi selanjutnya itu laki-laki." Alvin mulai memohon.


"Hwaaaahhhh...!!! Hwaaaahhh...!!!" Methode melahirkan bayi laki-laki, Arata langsung meneteskan beberapa air mata ketika ia melihat bayi pertamanya lahir sehat bersama Methode juga. Korrina dan Methode tidak merasakan kesakitan apapun, Korrina dan Methode langsung menggendong anak mereka masing-masing. Alvin dan Arata menghampiri istri mereka lalu mereka mencium dahi istri mereka. "Alvin, lihat... Perempuan lagi~" Korrina tersenyum


"Ya... Ahaha, itu artinya aku harus mengurus Agfi dan anak ini bersamaan?" Tanya Alvin. "Tidak, tenang kok... Aku juga akan membantumu." Korrina tersenyum lalu ia memberikan bayi itu kepada Alvin dan Alvin menggendongnya. "Bagianmu untuk memberinya nama." Korrina terkekeh.


"Tentu saja."


"Kalau begitu aku akan memberinya nama Aqrila Ghifari." Alvin tersenyum lalu ia mengelus-elus pipinya dengan pipinya sendiri. "Selamat datang ke semesta, Touri. Aqrila~" Alvin mulai mencium pipinya beberapa kali hingga Aqrila tertawa. Arata mulai menggendong bayi laki-lakinya lalu ia menatap wajah tidurnya. "Seorang laki-laki... Itu artinya aku akan mewarisinya kekuatan dari tujuh dosa besar..." Arata tersenyum.


"Hebat juga, Arata, aku mulai membayangkan cucuku akan mewarisi kekuatan dosa Wrath dan kekuatan api Sacred bersamaan. Jika di gabungkan menjadi satu, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Generasi baru sangatlah berbahaya." Korrina tersenyum. Arata mengangguk. "Kau ada benarnya, Dewi Korrina." Arata tersenyum.


"Jadi, nama apa yang pantas untuk anak laki-laki kita, Arata?" Tanya Methode dengan sebuah senyuman di wajahnya. "Bagaimana kalau... Shimatsu Araku, sepertinya di akan mewarisi dosa Wrath." Arata tersenyum lalu ia mulai memeluk anaknya. Mereka semua yang melihat langsung ingin menggendong anak Arata dan Alvin karena wajah mereka terlihat imut. Mereka semua mulai bergiliran menggendong Aqrila dan Araku.


Beberapa menit kemudian, Alvin mulai menghampiri Methode dengan sebuah senyuman. "Apakah kakek boleh menggendong cucu kakek~?" Tanya Alvin selagi tersenyum lebar. Arata menjauh dari Alvin karena ia tidak mau mendekatinya. "Hmm~ Tentu saja boleh~" Methode mengangguk hingga ia memberikan Araku kepada Alvin lalu ia mulai menggendongnya. "Halo~ Ini kakekmu loh~" Alvin tersenyum lebar. "Ciluk baaa~~~~" Alvin mulai membuat wajah yang terlihat menyeramkan bagi Araku, ia langsung menangis. "HWAAAHHHHHH!!!!" Teriak Araku


Arata langsung memunculkan pedang Wrath dan pedang Greed-nya di kedua tangannya lalu ia mulai menunjuk Alvin. "Jauhkan kedua tanganmu dari putraku, dasar legenda bodoh!!!" Ucap Arata selagi mengancam Alvin dengan tatapan yang terlihat menakut. "Uwahhh!!! Ayo!!!" Alvin berubah menjadi wujud Limit Breaker X-nya hingga mampu membuat mereka semua terdorong ke belakang kecuali Methode, Aqrila, dan Araku karena mereka terlindungi oleh barrier milik Korrina.


"Grrrrggghhh...!!!" Arata hampir saja melesat menuju arah Alvin, tetapi Korrina menghentikan mereka berdua dengan melempar Alvin keluar dari rumah. "UWAHHHH!!!" 

__ADS_1


"Lebih baik kita berlibur di pantai yang terletak di Kamitouri!" Ucap Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat senang. "Ehh!? Dewi Korrina, apa kau serius?!" Tanya Shira.


"Tentu saja, hari ini kita semua harus berlibur di pantai terbaik di seluruh semesta yang bernama pantai Seinaru!!! Kita semua akan berlibur di Kamitouri selagi menikmati tempat terindah yang ada." Ucap Korrina hingga mereka semua mulai mengangkat tangan mereka selagi berteriak 'Ya', Arata melihat Methode senang dan itu membuatnya ingin ikut bersama juga.


Beberapa hari kemudian, Korrina sudah mengumpulkan beberapa anggota untuk ikut berliburan dan mereka semua langsung pergi ke semesta Kamitouri dan tujuan awal mereka adalah bersenang-senang di pantai yang bernama Seinaru, para gadis sedang bermain voli, bermain air, berjemur, bermain pasir, dan semua hal normal lainnya. Sedangkan laki-laki mereka semua sedang menikmati es, berenang, naik perahu, memancing dan yang terakhir adalah melihat pakaian bikini yaitu Shira, Alvin dan Alvian. "O-Oi, Alvian, sudah saatnya bagianku!!!" Ucap Shira, Alvian yang hidungnya di penuhi dengan darah mulai memberikan teropong kepada Shira dan Shira mulai menatap pakaian bikini milik Homura hingga hidungnya mulai mimisan. 


"Enak ya punya istri yang memiliki dada besar, aku lihat apaan coba...? Aku sama saja seperti melihat papan kayu." Ucap Alvin, Shira memberikan teropong itu kepada Alvin lalu ia mulai menggunakannya untuk melihat dewi-dewi malaikat yang memiliki dada besar. "Nah... Ini baru... bagus... Lebih dari melihat sekedar papan---" Tiba-tiba Korrina muncul tepat di depan Alvin selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat mematikan. Kedua teropong Alvin langsung memperlihatkan kedua dada Korrina yang rata. "Lah?! Apaan ini?! Kok ada papan sega---"


Korrina menendang teropong itu ke atas langit. Shira dan Alvian langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat ketakutan ketika melihat Korrina yang tiba-tiba muncul di depan Alvin. Alvin langsung membulatkan kedua matanya dan setelah itu menatap wajah Korrina yang terlihat menakutkan. "Ahh...!!!!"


"KALIAN AKAN MENGHADAPI KONSEKUENSINYA!!!" Teriak Korrina keras hingga Alvin dan yang lainnya langsung melarikan diri dari Korrina. "UWAHHHH!!!" Mereka bertiga lari secepat mungkin hingga Korrina mengejar mereka juga dengan berlari secepat mungkin seperti atlet lari. "SALAHKAN DIRIMU KARENA DADA-MU ITU RATA, MAMA!!!" Teriak Alvian keras.


"RATA!? APAKAH KAU BARU SAJA MENGATAKAN MAMA CANTIKMU INI RATA!?" Tanya Korrina selagi menghancurkan daratan menggunakan aura-auranya. "FAKTANYA MEMANG BEGITU... KOK AKU MALAH JADI IKUT-IKUTAN...!?" Tanya Shira, ia terkena masalah karena Alvin mengajaknya untuk melihat bikini para gadis. "DASAR RATA!!! KAU SEHARUSNYA SADAR BAHWA DADAMU ITU SEPERTI JALAN YANG RATA!!!" Teriak Alvin.


"DADA RATA?! KAU BERANI-BERANINYA MENGATAKAN ISTRIMU INI RATAAAA!?" Teriak Korrina keras hingga mereka bertiga langsung terpental ke atas langit. Di sisi lainnya Methode, Eclipse dan Mortem sedang bermain voli bersama Vinna, Korin, dan Rianna. "Pass!" Mortem mengoper bola itu ke arah Methode. Methode melompat lalu ia mencoba untuk melakukan Smash kepada bola voli yang ada di atasnya.


"Tidak akan aku biarkan!!!" Vinna melompat lebih dulu lalu ia mulai melakukan Smash kepada bola vola itu hingga bola tersebut melesat menuju arah pasir tanpa sebuah perlawanan, team Korin baru saja mendapatkan satu poin. "Grrrggh...!!!" Mortem mulai merasa sangat kesal karena tim Korin mampu meninggalkan tim Mortem dengan 5 poin.


"Mantap!!! Kita bisa menang melawan kakak!!!" Ucap Vinna dengan ia menampar pantat Korin. "Hyahhh~ Lagi dong~" Ucap Korin selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat menikmati tamparan itu, Vinna langsung menampar pantat Korin beberapa kali hingga ia terjatuh di atas pasir. Rianna hanya bisa menghela nafasnya berat berada di satu tim dengan kedua kakaknya yang tidak waras. "Hahhh... Ada si sadist dan ada si masokis..." Rianna menepuk wajahnya.


"Lanjut...!!!" Teriak Mortem hingga pertandingan selanjutnya Mortem mulai melampiaskan kekesalannya kepada Korin, setiap bola melesat menuju arahnya Mortem langsung melakukan smash dengan sangat keras hingga bola itu mengenai wajah Korin beberapa kali. "Ughhhh...!" Korin terus terkena oleh bola voli itu hingga ia langsung terjatuh dengan ekspresi wajah yang terlihat menikmatinya. "Lagi~" Ucap Korin.


"Dasar masokis!!!" Teriak Vinna dan Rianna bersamaan. "Mama, jangan lakukan hal itu kepada Kak Korin dong!" Ucap Methode, Mortem langsung tersenyum. "Hmph! Dia menyukainya, jadi mama lakukan hal yang sama saja!" Ucap Mortem.


Beberapa menit kemudian, para laki-laki mulai bermain bola voli juga. Team Alvin yaitu Alvin, Arata, dan Shira sedangkan team satunya lagi adalah Team Alvian, Rivin, dan Vivin. Team di tentukan melalui kertas yang mereka ambil dan sepertinya Arata merasa sangat kesal berada di team yang sama dengan Alvin. "Grrrggghh...!" Mereka semua sudah berpengalaman bermain voli di Yuusuatouri jadi mereka tahu peraturannya hingga Alvian langsung menggunakan kekuatan Crimsonnya ke arah Arata, tetapi Arata menangkis bola vola itu ke aras Shira lalu Shira melompat dan melakukan smash kepada voli itu hingga voli itu melesat menuju arah Alvian.


"SERAHKAN PADAKU!!!" Teriak Vivin hingga ia melesat ke depan lalu ia berputar dan menendang bola voli itu menggunakan gaya permainan sepak bola."Woi! Kau menendang bola..." Alvin melompat ke atas lalu ia menghantam voli itu ke arah kedua biji Vivin hingga kedua mata Vivin langsung tajam dan menghindari bola voli itu. "itu...? Sial, aku tidak mengenainy---"


BAAAMMMM!!!


Bola voli itu mengenai kedua biji Alvin dengan sangat keras hingga ia langsung membulatkan kedua matanya. "UGGGHHHH!!!" Alvin langsung terjatuh dan ia mulai memegang alat kelaminnya yang baru saja terkena oleh bola voli besar dan berat itu, bola itu bisa melesat kembali ke arahnya karena Alvian secara diam-diam menendang bola itu dan mengarahkannya kepada kedua biji Alvian. "Hahaha!!! Rasakan itu!!! Team kami mendapatkan poin terbesar untuk bisa membuat bijimu pecah, Ayah tua!" Ucap Alvian selagi tertawa, ia dan adik-adiknya mulai melakukan tos.

__ADS_1


"UGGHHHH!!! SIALAN!!!" Teriak Alvin karena ia baru saja mendapatkan sebuah karma. Shira dan Arata mulai menertawai Alvin diam-diam. "Itu yang kau dapatkan ketika kau menghancurkan biji orang lain, Dewa Alvin..." Ucap batin Shira.


__ADS_2