Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 128 - Teruslah Berjuang!


__ADS_3

"Hah... Hah... Hah..." Shira mulai bernafas cukup berat, seluruh tubuhnya terasa lelah, tetapi beberapa menit kemudian tubuhnya kembali ringan. Shira yang mempunyai sihir untuk menyerap sinar apapun dan dia sudah menyempurnakan semua sihir itu berkat latihannya, ia pernah berlatih di dalam lava dan di atas matahari.


Shira berubah kembali menjadi wujud normalnya lalu ia mulai mengusap keringat yang terdapat di seluruh wajahnya, "Fuuhhhh..." Shira menghela nafasnya lalu ia tersenyum, Eclipse mendarat di sebelah Shira lalu ia memeluk Shira dengan sangat erat, "Papa...!!! Syukurlah...!!!" Teriak Eclipse selagi meneteskan beberapa air mata.


"Eclipse..." Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut ketika ia menatap wajah Eclipse yang terlihat seperti mengkhawatirkan dirinya, "Papa berhasil nak... Tenang saja, Papa tidak akan menyerah sebelum Papa berhasil mengalahkan musuhku." Jawab Shira dengan sebuah senyuman di wajahnya, Eclipse menatap wajah Shira lalu ia mengangguk, "Hmm! Aku percaya bahwa Papa pasti memiliki strategi yang cukup hebat!"


Eclipse melirik ke arah Xavier dimana ia sudah tidak bisa merasakan kekuatan yang dahsyat di dalam dirinya, "Apa Papa bisa merasakan sumber energi sihirnya...?" Tanya Eclipse.


"Perlahan-lahan Papa mulai bisa, mungkin karena setiap Legenda kadang beradaptasi di setiap pertarungan, Manergy ini sama dengan Lenergy, tetapi terdapat sedikit kekontrolan di dalam sumber energi sihir Xavier." Ucap Shira. Terkadang Lenergy adalah sumber energi sihir yang suka menyebar kemana-mana setiap bertarung dan Lenergy terkadang sering meningkat di setiap waktunya mereka bertarung, tetapi Manergy berbeda.


Manergy tidak akan bisa menyebar kemana-mana karena efek dari sumber energi sihir manusia yaitu Mana, jadi Xavier bisa mengontrol Manergy agar tidak tersebar kemana-mana dan bahkan Manergy akan terus meregenerasi ketika seorang Hyugen bertarung atau memanaskan tubuhnya jadi singkatnya itu sama seperti pemanasan, Shira mengalami waktu yang cukup sulit ketika ia mencoba untuk merasakan keberadaan Xavier dan untungnya ia langsung membunuh Xavier secepatnya sebelum ia berubah menjadi wujud Saint.


"Papa, bagaimana Papa bisa menyerap semua cahaya atau sinar yang dimiliki matahari...?" Tanya Eclipse selagi menatap matahari menggunakan kedua matanya, "Papa sering latihan dalam mengumpulkan cahaya dan sinar... Mulai dari cahaya lampu, lava, atau semua hal yang bisa memancarkan cahaya atau sinar. Dan Papa mencoba untuk berlatih di atas matahari selagi mencoba untuk membiasakan tubuh Papa merasakan cahaya dan sinar milik matahari dari dekat..." Ucap Shira.


"Papa menciptakan sihir cahaya yang bernama Light of Million Spirit, sebuah sihir yang mampu mengumpul semua cahaya dan sinar apapun termasuk cahaya kecil saja bisa..." Shira mulai menyalakan jari telunjuknya menggunakan cahaya yang terdapat di tubuhnya, "Light of Million Spirit bisa papa gunakan semau Papa jika tubuh papa mampu menampung beberapa cahaya dan sinar." Ucap Shira.


"Jika Papa tidak dapat menampung semua cahaya itu maka Papa ubah dengan sihir yang bernama Light of Collection... Sihir yang mampu menyimpan semua sinar yang Papa kumpul dan semua sinar itu akan terpindah ke matahari ciptaan Papa." Ucap Shira hingga membuat Eclipse terkesan karena Shira dan Eclipse sama-sama memiliki kesamaan, Shira belajar untuk menciptakan matahari yang sama karena Eclipse dan Eclipse belajar untuk mengumpulkan cahaya-cahaya karena Shira.


"Light of Million Spirit menurut Papa cukup berbahaya jika kita tidak bisa berkonsentrasi karena jika kita meluncurkan gelombang cahaya maka gelombang itu bisa saja tersabar kemana-mana, "Dan hebatnya lagi... Papa tidak menggunakan sihir cahaya ciptaan Papa yang bernama Transferring Light: Might Boost, sebuah sihir yang mampu mengubah semua cahaya yang Papa kumpulkan menjadi sumber kekuatan... Pemakaiannya cukup beresiko Papa takut tidak bisa mengontrol kekuatan besar itu dan Papa juga takut tubuh Papa hancur..."


"Awwww....!!!" Eclipse menghalang kedua matanya karena ia terlalu lama menatap matahari dan kedua matanya tidak terlindungi oleh cahayanya jadi kedua penglihatannya mulai terasa silau karena ia melihat matahari terlalu lama, "K-Kenapa Eclipse?!" Tanya Shira, ia mulai memegang kedua pipi Eclipse, Eclipse mulai menatap wajah Shira dan kedua penglihatannya hanya memperlihatkan kehitaman, "Papa... Papa dimana...?" Tanya Eclipse, ia mulai panik.


"Papa di sini..."


"Papa manaaaaaa.....!!!" Eclipse mulai panik, ia mulai meneteskan beberapa air mata karena ia tidak bisa melihat, "A-Aku butaaaa...!!!" Shira menghela nafasnya lalu ia mulai menyalakan kedua jarinya dengan cahaya, setelah itu ia mulai meraba dahi Shira menggunakan jarinya yang bersinar, "Radiance's Blessing..." Shira mulai memasukkan beberapa cahaya ke dalam kepala Eclipse hinga kedua penglihatan Eclipse kembali dan ia bisa melihat Shira kembali, "PAPA!!!" Eclipse langsung memeluk Shira.


"Ohh, Eclipse, betapa polosnya kamu ini, nak... Apakah Homura selalu menjagamu di dalam rumah...?" Shira menghela nafasnya.


***


Markas Seraph Exitium, Smith melihat Xavier baru saja kalah oleh Shira. Smirth dan Geras sedang melihat pertarungan Shira dan Xavier melalui bola kristal yang mampu mencari lokasi apapun karena kristal itu diciptakan oleh Chogo, "CHOGOOOOO!!!" Teriak Smith kesal karena Xavier kalah begitu saja.


"Apakah Xavier kalah begitu saja...!? Aku kira ciptaanmu itu jauh lebih kuat dari Legenda murni yang bernama Shiratori Shira itu!!!" Teriak Smith kesal hingga Chogo mulai menekan tombol dimana ketika tombol itu di tekan sebuah mesin yang memiliki penampilan hampir sama persis seperti laser mulai muncul dari markas itu, mesin itu mulai membidik menuju arah Xavier, "Tenang, tuanku. Aku akan mengenainya menggunakan mesin penembak yang bernama Laser of DNA, sebuah mesin yang mampu memasukkan sebuah DNA ke dalam seseorang ketika mereka tersengat oleh laser ini."


"Xavier memiliki sihir listrik itu artinya aku akan memasukkan DNA ras Elemental Thunder, ras Elemental adalah ras yang terciptakan dari sihir itu sendiri dan mereka bisa meregenerasi hingga kembali pulih menggunakan sihir yang mereka sempurnakan... Aku akan memasukkan tabung yang berisi DNA Elemental Thunder ini ke dalam inti mesin Laser of DNA." Chogo mulai memasukkan tabung yang berisi DNA itu ke dalam inti mesin Laser of DNA.


"Ciptaanku tidak jauh dari kata sempurna, tuanku. Xavier pasti akan membunuh mereka langsung." Ucap Chogo hingga ia mulai menekan yang memiliki tulisan TEMBAK.  Laser itu langsung meluncurkan gelombang listrik merah menuju arah Xavier.

__ADS_1


Shira merasakan keberadaan listrik itu, ia mulai menggendong Eclipse lalu ia mundur ke belakang hingga ia melihat Xavier tersengat oleh gelombang listrik merah itu, "A-Apa...?" Shira melirik ke atas dan ia tidak sempat untuk melihat gelombang listrik merah itu berasal dari mana.


Tiba-tiba kedua kaki Xavier melompat lalu mendara di atas daratan, langit-langit mulai menggelap hingga munculah beberapa listrik merah yang menyengat tubuh Xavier, "T-Tidak mungkin...!" Ucap Shira selagin membulatkan kedua matanya karena ia melihat Xavier tanpa sebuah tubuh dan kepala bisa bangkit, Shira langsung bisa merasakan Manergy-nya yang meningkat tiada batasannya, "A-Ahh...!"


"P-Papa...!" Eclipse mulai menunjuk ke depan dimana ia melihat Xavier mulai meregenerasi tubuh bagian atasnya, "LIGHT OF JUDGEMENT!!!" Teriak Shira hingga ia meluncurkan cincin emas ke arah Xavier, Xavier langsung terbang ke atas langit dan mulai menghindari semua sihir yang Shira gunakan, "S-Sial...!!!" Shira terus meluncurkan sihir Light of Judgement-nya ke arah Xavier dan Eclipse juga mulai menggunakan sihir Sun Wrath, sebuah sihir yang mampu menciptakan matahari dengan ukuran yang bisa Eclipse buat semaunya.


Xavier mampu menghindari semua sihir yang Shira dan Eclipse gunakan, *BAM!* Tubuh bagian atas Xavier langsung kembali hingga membuat Eclipse dan Shira menunjukkan ekspresi kesalnya karena Xavier sudah seharusnya mati ketika terkena oleh gelombang terkuat yang Shira kerahkan, "T-Tidak mungkin...! Bagaimana kau bisa?!" Tanya Shira selagi menunjuk Xavier yang sedang menatap kedua telapak tangannya.


Xavier menatap Shira dengan tatapan yang terlihat tajam, "Grrgghhh..." Shira melesat ke atas langit lalu ia dan Xavier mulai saling menatap satu sama lain, "Seharusnya kau sudah mati, Xavier... Semua ini omong kosong, bagaimana kau bisa kembali hidup...!?" Tanya Shira kesal.


Xavier mulai mengepalkan kedua tinjunya, "Sepertinya penciptaku baru saja memberiku DNA ras Elemental yang mampu memiliki sihir regenerasi yang sempurna." Ucap Xavier hingga membuat Shira terkejut karena ia pernah membaca sebuah buku tentang ras Elemental, sekarang Shira mulai mengerti kenapa Xavier bisa meregenerasi hingga pulih. Xavier masih memiliki kedua kakinya dan itulah kenapa Xavier bisa meregenerasi tubuh bagian atasnya.


Shira sekarang harus mengalahkan Xavier dengan menghancurkan seluruh tubuhnya agar ia tidak bisa meregenerasi dan ia mulai berpikir keras, "Itu artinya..." Shira mulai berkeringat karena ia baru saja sadar bahwa Xavier baru saja mendapatkan Legend's boost, sekarang kekuatan Xavier tidak bisa Shira rasakan lagi, "...dia mendapatkan Legend's  Boost."


"Ekspresimu mengatakan semuanya, Shira. Sepertinya kau sudah tahu ras Elemental..." Ucap Xavier yang mulai memiringkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, ia mulai meregangkan kedua lengannya ke atas karena ia sekarang akan bertarung melawan Shira tanpa harus menahan diri, "Terima kasih karena sudah memberiku Legend's Boost, Shira... Aku bisa merasakan seluruh atributku meningkat---"


Xavier muncul di depan Shira hingga Shira langsung membulatkan kedua matanya karena melihat kecepatan Xavier yang tidak bisa ia lihat dan rasakan begitu saja, "Sekarang aku akan beradaptasi karena aku ini manusia juga... Aku tidak akan meremehkanmu...!!!" Xavier langsung menendang lengan kanan Shira dengan sangat keras hingga terdengar suara tulang yang patah berasal dari lengan kanannya.


CRAAAAACCCKKKKK!!!


"PAPAAAA!!!" Teriak Eclipse.


Eclipse mencoba untuk menghampiri Shira, tetapi Shira langsung menatap wajahnya dengan tatapan yang terlihat tajam, "Ahh...!" Secara reflek, Eclipse langsung terdiam dan tidak bisa menggerakan seluruh tubuhnya ketika ia melihat tatapan Shira tadi, tatapan tadi membuat Eclipse ketakutan karena ia tidak mau melihat Shira marah.


Mulut Shira hanya bisa meringis kesakitan karena tendangan tadi yang mampu membuat lengan kanannya patah, "Nrrggghhh...!!!" Shira mulai menatap Xavier dengan tatapannya, walaupun ia merasa kesakitan Shira masih tidak mau menyerah, ia ingin mengalahkan Xavier menggunakan seluruh kekuatannya sendiri, "Arrggh... Grrggh..." Shira terus meringis kesakitan hingga keringat-keringatnya mulai berjatuhan.


"Rrgghhh...!!!" Shira langsung berubah menjadi wujud Saint Titan-nya, ia bangkit dari atas tanah selagi memegang lengan kanannya, "Kau masih bisa bangkit...? Hmph, menakjubkan!" Ucap Xavier selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


"Baiklah, aku akan menunjukkan wujud Saint-ku...!!! GRRAAAAGGGGHHHHHH!!!" Teriak Xavier keras hingga ia langsung berubah menjadi wujud Saint Revolution-nya, Shira langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut bahwa Xavier memiliki wujud Saint Revolution, seluruh kekuatan dan Manergy Xavier sekarang sudah tidak bisa lagi Shira rasakan.


Aura-aura merah Xavier terus membesar hingga beberapa kilat merah mulai melingkari seluruh tubuhnya dan menciptakan sebuah guntur yang menghancurkan daratan, Eclipse langsung menghindari semua guntur yang mencoba untuk mengenainya, "P-Papa..."


Shira dan Xavier secara bersamaan mulai melesat menuju arah satu sama lain hingga mereka melesatkan tinju mereka ke depan, kedua tinju mereka tidak mengenai target yang mereka incar lalu setelah itu mereka berdua berbalik arah danmulai menatap satu sama lain dengan ekspresi yang terlihat serius, Xavier muncul di depan Shira lalu ia mulai memukul wajahnya hingga ia terpental ke belakang, "Grrrgghhh...!"


Xavier muncul di depan Shira lalu ia menghantam perut Shira dalam sekali hingga ia terpental ke belakang dan Shira juga sempat memyemburkan sedikit air ludah dari mulutnya, "Grrggghhh....!!!" Xavier muncul di bawah Shira lalu ia memegang kaki kanannya dengan sangat erat lalu ia mulai melesat ke arah planet yang tidak berpenghuni dan setelah itu ia menghantam tubuh Shira dengan planet yang tidak berpenghuni itu sampai planet itu hancur menjadi serpihan batu kecil.


BAAMMMM!!!

__ADS_1


Setelah itu Xavier mulai memutari Shira 360 derajat hingga Shira mulai merasa kesakitan karena lengan kanannya yang patah baru saja kena hantem dengan planet hingga mampu membuat planet itu hancur, Xavier melesat menuju arah planet lain yang tidak berpenghuni lalu ia menghantam Shira dengan planet yang ada di depannya hingga planet itu hancur menjadi kepingan-kepingan kecil, "UAAAAAAAAAGGGGGGGGHHHHHHHH!!!" Teriak Shira kesakitan hingga seluruh tubuhnya mulai dipenuhi dengan darah.


Shira mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Xavier yang masih memegang kaki kanannya dengan sangat erat, "AAHHHHH!!!" Teriak Shira kesakitan karena Xavier mulai melesat menuju arah meteor besar lalu ia menghantam Shira dengan meteor tebal itu hingga wajah Shira langsung dipenuhi dengan darah dan kedua mata pupilnya perlahan-lahan menghilang, "AAAAAAAAGGGGGHHHHHHHHH!!!!!" Teriak Shira keras.


Xavier melesat menuju arah planet besar yang tidak memiliki penghuni lagi, planet itu sama besarnya dengan bulan, Xavier langsung menghantam Shira dengan planet itu hingga planet tersebut mulai hancur menjadi kepingan-kepingan kecil, "GRAAAAAGGGGGHHHHHHHHHHHHH!!!!" Teriak Shira kesakitan karena ia sudah tidak bisa menggerakan seluruh tubuhnya lagi, seluruh tubuhnya terasa berat baginya karena ia baru saja terkena hantem dengan beberapa planet yang besar dan keras.


Xavier mulai memutari Shira lagi dan setelah itu ia melesat menuju arah planet yang dilumuri oleh lava, Xavier melesat menuju arah planet itu lalu ia menghantam Shira dengan planet yang dilumuri oleh lava itu hingga setengah dari bajunya mulai terbakar hangus, "AAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Teriak Shira kesakitan, ia tidak bisa melakukan apapun kecuali teriak dan merasakan kesakitan yang ia rasakan saat ini, planet yang terhantam itu hancur menjadi kepingan-kepingan kecil.


Xavier melempar Shira menuju planet Ferugero lalu ia melesat menuju arahnya dan mulai memegang kepalanya dengan sangat erat, "RASAKAN INI, SHIRAAA!!!" Teriak Xavier hingga Xavier mulai melesat menuju arah planet Ferugero dengan kecepatan yang melampui para dewa lalu setelah ia melihat daratan planet itu, Xavier langsung menghantam wajah Shira dengan daratan itu hingga mereka berdua langsung menciptakan lubang yang sangat panjang dan besar.


Mereka sekarang sedang berada di dalam tanah, Xavier masih mendorong wajah Shira ke depan hingga wajahnya menghancurkan tanah yang ada di depannya. Mereka berdua langsung muncul di permukaan yang lainnya dan setelah itu Xavier melemparnya ke depan hingga Shira berubah kembali menjadi wujud biasanya dan ia mulai tergeletak di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat seseorang yang sudah mati, "... ..."


Xavier mendarat di depan Shira lalu ia mulai menatapnya, "Kau adalah Saint Legenda yang cukup hebat, Shira. Aku menghormatimu---" Eclipse muncul di depan Xavier lalu ia menendang dadanya tetapi Xavier melompat ke belakang, "Kau ingin melawanku sekarang...?" Tanya Xavier.


"Ya..." Jawab Eclipse, mereka berdua langsung melesat ke atas langit.


Shira perlahan-lahan menggerakan jari dari lengan kirinya lalu ia mulai mengejamkan kedua matanya, "Transferring.... Light..... Recuperation.... Boost..." Tiba-tiba matahari yang Shira tatap mulai bersinar cerah hingga berubah menjadi warna merah, matahari yang ia lihat langsung memancarkan gelombang cahaya besar menuju arah Shira hingga mampu menyembuhkan seluruh luka-luka hingga kembali pulih, Shira menatap kedua telapak tangannya dan ia langsung bisa melihat lengan kanannya bisa digerakan kembali.


Shira bangkit dari atas tanah lalu ia melihat Eclipse yang terhantam di perutnya hingga ia langsung terpental menuju daratan. *BAAMMMM!!!* "Eclipse, jangan bantah perintah Papa-mu!" Ucap Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Eclipse mengangguk lalu ia melompat ke belakang dan menjauh dari Shira agar ia tidak terluka karena pertarungan dahsyat mereka.


Xavier mulai menatap Shira yang kembali bangkit dengan kondisi yang pulih, "B-Bagaimana dia bisa...?!" 


Shira langsung menaikkan aura emasnya hingga aura itu langsung melepaskan dorongan besar di sekitarnya, daratan yang Shira injak mulai retak karena tekanan yang Shira keluarkan, "Hrrrgggghhhhh....!!!" Shira berubah menjadi wujud Saint Revolution-nya lalu setelah itu Shira menaikkan seluruh auranya karena ia berencana untuk menggunakan wujud yang lebih kuat lagi dari Saint Revolution, "GRRRRGGGHHHH...!!!!" Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.


"Tidak akan aku biarkan---" Tiba-tiba seluruh tubuh Xavier langsung terbelit oleh rantai-rantai yang Shira kerahkan dari bawah tanah, "A-Apa ini...!?" Xavier mulai menghancurkan semua rantai itu, tetapi beberapa rantai lainnya muncul dan mulai membelit seluruh tubuh Xavier.


"GRRRGGHHH!!! HRAAAAAAGGGHHHHH!!!" Teriak Shira keras hingga ia langsung memunculkan api-api emas di sekitarnya, api-api itu mulai terlapisi dengan aura emasnya, Xavier melirik ke atas langit dimana ia melihat matahari sedang menyinari seluruh tubuh Shira, sepertinya matahari itu sedang memberi Shira beberapa kekuatan atau bisa saja Shira menyerap semua cahaya yang terdapat di matahari, "HRAAGGGHHHH!!!" Shira langsung melepaskan api-api emas di sekitarnya hingga mampu membuat Eclipse kepanasan.


"HRRRRGGGGHHHHH....!!!!" Api-api Shira dalam sekejap berubah menjadi api sacred dan setelah beberapa detik terlewati, api Shira kembali menjadi emas. Kedua pupil mata Shira mulai terbakar dengan api emas miliknya, "JYAAAAAGGGGHHHHHH!!!" Teriak Shira keras hingga ia melepaskan gelombang emas menuju arah matahari hingga matahari itu langsung menyerap gelombang milik Shira.


BAAAAAAAAAAMMMMMMMMMMM!!!!


Shira melepaskan dorongan dan tekanan yang besar di sekitarnya hingga mampu membuat Xavier terdorong ke belakang, rantai-rantai yang membelitnya langsung ia hancurkan dan setelah itu Xavier mendarat di depan Shira selagi menatap wajahnya, "Hmph... Sepertinya kau mencampurkan sihir perubahan apimu dengan wujud Saint Revolution..." Xavier mulai menyilangkan kedua lengannya.


"Flaming Form dan Saint Revolution." 


Shira baru saja menggunakan wujud api yang Homura ciptakan dan nama dari wujud itu adalah Flaming Form, wujud yang mampu membuat sihir api bertambah kuat bersama dengan kekuatan Shira juga akan meningkat cukup besar. Shira menggabungkan wujud Flaming Form dengan wujud Saint Revolution hingga membuat sebuah wujud gabungan yang bernama Flaming Saint Revolution atau bisa disebut dengan Shira Flame Revolution.

__ADS_1


Shira membuka kedua matanya lalu ia menatap wajah Xavier dengan tatapan mematikannya, "Kau ini sebenarnya seorang ras yang bisa menghormati musuhmu, tetapi kau tidak menggunakan ras kehormatan itu menjadi sebuah kebaikan..." Ucap Shira.


"Aku akan membunuhmu dengan cepat...!" Kedua pupil mata Shira bersinar cerah.


__ADS_2