Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 60 - Sesuatu yang harus diperjuangkan


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu dan setelah Homura meninggali Shiro sendirian, ia masih terus berada di sisi kuburan milik Homura selagi mengasuh Arisu yang masih sangat kecil. "Aku tidak bisa menyelamatkanmu..." Ucap Shiro dengan ia mulai memegang tanah. Wajahnya mulai menunjukkan eksperesi yang sangat kesal.



Rina mulai menghampiri Shiro dari belakang dengan wajah yang sedih, ia selalu saja melihat Shiro berada di makam ini selama berjam-jam. Rina mulai mengingat sesuatu tentang Homura dimana ia juga selalu menghabiskan waktu di pemakamam demi menemani Shira, Selvia, dan Nytia. "Rina..."



Rina berhenti berjalan, ia berdiri tepat di belakang Shiro selagi menatap kuburan milik Homura, ini pertama kalinya Rina melihat seorang ras Eternal yang merasakan kesedihan dan juga kekosongan karena kehilangan seseorang. "Mulai saat ini... Apa yang harus aku lakukan, Rina...?"



"Semua yang Shira ingin lindungi telah menghilang dan mati, aku sudah mencoba untuk melindungi mereka demi kehendakan Shira dan Homura...!" Jawab Shiro dengan ia kesal karena terus memperjuangkan sesuatu dan akhirnya malah seseorang akan menghilang di hadapan dirinya.



"Aku hanyalah seorang Eternal... Ras yang tidak memiliki sedikit perasaan apapun, tetapi melihat istriku meninggal sudah membuatku merasakan apa itu artinya menjadi seseorang yang normal...! Aku tidak bisa melindungi mereka semua...!!!" Ucap Shiro dengan seluruh tubuhnya telah terhalangi oleh salju-salju yang berturunan, tetapi Arisu tidak karena Shiro melindungi seluruh tubuhnya dari salju yang berjatuhan.



"Tapi... Kau tidak pernah berhenti untuk melindungi mereka bukan, Shiro...?" Tanya Rina dengan wajah yang sangat serius hingga Shiro langsung menatap Rina yang sedang menunjukkan sebuah buku yang Homura berikan kepadanya sendiri.



"Buku...? Ini bukan saatnya untuk membaca, Rina." Jawab Shiro dengan ia bangkit dari atas tanah lalu ia menatap buku tersebut, Rina tidak menjawab pertanyaan itu karena ia langsung memberi buku itu kepadanya dengan senyuman kecil di wajahnya. "Kau adalah suami Homura, suami dari anakku. Buku itu adalah buku yang Homura tulis selama ia masih hidup."



"Buku itu adalah sejarah yamg Homura buat selama ia masih hidup, sejak ia kecil Homura selalu menulis buku yang menceritakan semua tentang sejarah dirinya sendiri, dia bilang untuk membacanya ketika dia sudah tiada dan hari ini adalah saatnya..." Ucap Rina dengan wajah yang sangat serius



"Terima kasih, Rina... Sepertinya buku ini sangat penting bagiku..." Shiro mulai mengeluarkan kacamata-nya dari saku bajunya lalu ia langsung memakai kacamata tersebut. Shiro langsung perlahan membuka buku yang ia pegang.



Seketika ia membuka buku tersebut, Shiro langsung membaca perkataan selamat jalan di buku tersebut. Arisu mulai menangis karena ia merasa tidak nyaman dengan gendongan Shiro. "U-Uwaahhhhh...!!! Uwahhhhh...!"



"Oh, cup... Cup... Sini, Arisu-chan." Rina langsung menggendong Arisu dan mencoba untuk menenangkannya, Shiro langsung mengangguk dan mengatakan terima kasih lagi kepada Rina.



Shiro langsung membaca buku itu dan terdapat beberapa tulisan yang menceritakan semua kehidupan Homura yang pernah terjadi seketika ia masih bayi hingga sekarang, ketika ia berada di halaman yang terakhir. Ia tiba-tiba melihat tulisan berwarna merah yang mengatakan 'IOMI'



"Iomi...?" Seketika Shiro mengatakan perkataan itu, kedua penglihatannya langsung beralih ke tempat dimana ia hanya bisa melihat cahaya di segala tempat, hal itu membuatnya terkejut karena tiba-tiba seseorang mulai meraba punggungnya dari belakang. "... ...?" Shiro melirik ke belakang dengan wajah yang kebingungan.



"Ternyata kau mengatakan ilusi itu ya...? Syukurlah... Ternyata pesan ini tercapaikan kepada dirimu." Shiro langsung terkejut mendengar perkataan itu karena suara itu berasal dari seorang gadis yang bernama Homura. Shiro langsung terkejut hingga membuka kedua matanya lebar karena melihat Homura di dunia yang aneh ini.



"Jadi...? Bagaimana kabarmu, sayang?" Tanya Homura, Shiro tidak bisa bergerak dari tempatnya karena rasa kejutan yang berada di dalam dirinya karena telah melihat Homura lagi, ia terlihat sama persis seperti yang asli.



"Buku sejarahku ini aku wariskan kepadamu dan anak kita, Arisu... Suamiku dan juga putri kita yang akan mewarisi kekuatanku dengan campuran dari kekuatan Saint. Mamaku sudah tahu tentang semuanya dan bahkan buku ini..."



"Sebenarnya aku selalu menulis buku ini secara diam-diam darimu, Shiro. Aku menulis semua orang dan semua sejarah yang pernah aku temui... Berjanjilah jika kau tidak akan pernah memberikan buku ini kepada siapapun kecuali anak-anak kita dan Mama-ku."

__ADS_1



"Ini adalah perkataan terakhirku yang bisa aku pikirkan hanya untukmu, sayang... Terima kasih karena telah selalu berada di sisiku untuk selamanya."



"Aku sudah membaca semuanya, Homura... Dari halaman awal hingga halaman sekarang ini... Aku membaca semua tulisan penting yang pernah kau tulis...!" Ucap Shiro dengan wajah yang sangat serius.



"Terima kasih..." Homura tersenyum lebar hingga kedua matanya langsung meneteskan air mata terharu karena pesan ini benar-benar dapat diterima oleh Shiro. "Kita berdua ini sudah di takdirkan untuk bersama bukan...? Kita ini seperti yin dan yang, ditakdirkan untuk bersatu."



"Aku sangat senang kita bisa membuat beberapa kenangan indah... Hidupku bagaikan bunga yang bermekaran berkat dirimu yang telah memilihku sebagai istrimu..." Homura memeluk Shiro dengan sangat erat dan ia mulai terus berbicara di telinga kanan Shiro.



"Aku terkadang mendengar beberapa orang mengatakan kita ini adalah pasangan yang serasi... Kehangatan dan juga kecerahan dijadikan satu, seperti api dan juga cahaya."



"Sejujurnya, aku ingin sekali terus mencintaimu dan membuat beberapa anak lagi... Contohnya aku ingin dua puluh anak yang sangat kuat hingga kita berdua dan juga bersama anak-anak kita bisa bertarung bersama!"



"Aku ingin kita hidup hingga kita bisa membuat sejarah yang banyak, dan yang aku sangat inginkan adalah kita berdua bisa melihat masa depan dari semesta Touri... Sejak aku kecil... Aku selalu ingin mengetahui zaman dimana Kakek-ku berjuang di semesta Touri yang dulu."



Homura mulai terkekeh. "Hehe... Apa yang aku katakan...? Aku tidak bisa melakukannya 'kan...? Aku tidak bisa melihat masa lalu dari Touri dan juga masa depan dari Touri karena aku sudah tiada... Aku sudah mati." Homura mulai menangis dengan sangat terharu bahwa ia gagal menjadi seorang Legenda yang hidup bertahun-tahun, walaupun Homura gagal ia tidak memiliki rasa penyesalan karena Arisu bisa saja memenuhi mimpi Homura karena Arisu ditakdirkan untuk mewarisi semua kekuatan Homura dan juga kekuatan Saint Shiro yang digabungkan menjadi satu.



"Jantungku pasti akan berdetak penuh dengan semangat seketika aku melihat kamu dan Arisu bertarung bersama demi masa depan dari Touri... Dan juga Yuusuatouri!"




"Itukah tujuanmu...? Itu dengar seperti tidak berkaitan dengan kebaikan dan juga keburukan." Jawab Shiro dengan wajah yang sangat serius. Homura mengangguk karena tujuannya itu terdengar sangat sempurna baginya hingga Shiro terkekeh karena akhirnya ia menemukan sesuatu yang ia sangat inginkan.



"Apakah kau mulai tertarik dengan tujuanku itu...? Apakah kau juga ingin mengabulkan permintaanku?" Tanya Homura dengan ia menatap Shiro selagi menunjukkan senyuman lebarnya.



Shiro mengangguk. "Tentu saja... Tujuan itu terdengar cukup adil dan pantas bagiku, aku tidak merasakan sedikit kebaikan atau keburukan di dalam tujuan itu. Aku ingin mencobanya demimu dan keluarga kita! Perubahan apa yang akam di alami semesta Touri...?"



"Sangat beruntung... Aku akhirnya bisa membantumu menemukan tujuan yang kau inginkan di hari-hari terakhirku ini." Homura tersenyum.



"Kau memang suami yang hebat, kita ternyata selalu memiliki pendapat yang sama. Aku sangat suka dan lega bahwa sepertinya mimpiku untuk melihat masa depan dari semesta Touri masih akan terus berjalan olehmu, Methode, Syna, Eclipse, dan Arisu!"



"Sepertinya kehidupanku masih belum bisa berakhir karena dirimu yang akan menggapai mimpiku juga... Aku bisa meninggalkan Touri dengan damai dan tenang sekarang melihat suami dan anak-anakku akan menggapai mimpiku sejak kecil."



"Ketika aku berada di dunia lain... Dunia dimana para kematian beristirahat, aku akan tetap melihat dirimu dan anak-anakku di atas sana... Melihat sejarah apa yang akan kau buat dan membuatku lega karena selalu memperhatikanmu dari atas... Dari arah dimana kau tidak bisa melihatnya."

__ADS_1



"Ini pertama kalinya bagiku untuk bisa mempercayai seseorang dengan tujuan dan juga mimpiku yang sangat sempurna. Aku sangat lega dan senang hingga aku terus mengatakan dua kata itu dari mulutku."



"Aku selalu berpikir bahwa aku adalah seorang Legenda yang biasa seperti Legenda pejuang lainnya, tetapi aku sudah ditakdirkan untuk menjadi seorang anak dari dewi dari segala Legenda... Anak yang akan menjadi calon dewi dari segala Legenda juga, tetapi semua itu mustahil bukan...? Aku tidak mau menjadi seorang Legenda yang sama seperti Mamaku..."



"Aku ingin menjadi seorang Legenda biasa... Seorang Legenda yang bertarung demi membuat sejarah dan demi untuk menggapai mimpi masa depan dirinya sendiri tanpa harus mendengar apa yang semua orang katakan kepada dirinya."



"Aku juga tidak mempercayai bahwa aku akan mendapatkan seorang suami Legenda yang bertarung demi menggapai mimpi dan tujuannya sendiri... Dirimu ini untuk memilih seorang Legenda yang tidak terlalu menarik..."



"...kau seseorang yang sangat menyukai terhadap pertarungan, menjadi kuat, dan menjadi yang terbaik itu sudah membuatku tidak mempercayai bahwa kau memilihku dari beberapa Legenda gadis yang ada di alam semesta ini...?"



"Yah... Sepertinya aku menunggu 67 tahun untuk membutuhkan dirimu atau menemui seseorang yang pantas bagiku yaitu kau... Shiratori Shiro atau Shiratori Shira..."



"...Bagiku itu sangat romantis, aku mengakuinya... Kau memang hebat, kehebatanmu itu berasal dari dirimu yang membuat seseorang senang dalam kehidupannya yang pedih."



"Sebelum aku meninggalimu, aku ingin memberitahu dan memberikanmu tentang sesuatu sebelum aku mati..." Homura langsung meraba kedua telinga Shiro dengan kedua tangannya lalu ia mencium bibir Shiro untuk terakhir kalinya sebelum ia menghilang.



Seketika ia mencium bibir Shiro, mereka berdua langsung terbakar dan terlindungi oleh api-api yang sangat hangat, setelah itu Homura berhenti menciumnya lalu ia menatap wajah Shiro dengan sebuah senyuman. "Ambilah semua kekuatan dan sihir api-ku, kau membutuhkannya untuk menjadi kuat bukan...?"



"Aku akan memperhatikanmu di atas sana untuk selamanya dan juga... Aku akan selalu mencintai dirimu untuk selamanya, Shiro. Mulai detik ini jika kau tersesat di dalam kegelapan, ikutilah kompas kehangatan dari dalam hatimu, dan tapakilah jalan cahaya-cahaya yang kau rasakan..."



"Tolong selamatkan... Tolong gapailah... Tolong kabulkanlah... Tolong perjuangkan... Semua yang kau tahu dari diriku, Shi... Roo...." Homura tersenyum lalu ia menghilang seperti api yang di padamkan.



Seketika itu terjadi, kedua penglihatan Shiro langsung kembali normal dan ia melihat kuburan milik Homura yang berada tepat di depannya, ia juga melihat Rina yang sedang berada di sebelahnya selagi menggendong Arisu yang sedang tidur. "Apakah kau tadi bertemu dengan Homura...?" Tanya Shiro.



Shiro langsung terkejut mendengar itu hingga kedua matanya mulai terhalangi oleh air mata yang berjatuh, Shiro mulai menangis dan terus menangis hingga ia menunjukkan wajah sedihnya. "Ya... Tadi itu membuatku cukup terkejut... Tidak kusangka bahwa aku bisa berbicara dengannya untuk terakhir kalinya."



"Jadi dia bisa menggunakan Illusion of Miracle Image ya...? IOMI... Hebat juga." Rina menatap ke atas dimana ia mulai bangga terhadap putrinya yang kedua. Homura dan Shira sekarang pasti sudah bertemu di dunia lain dan itu bagus karena Homura tidak sendirian berada di dunia sana karena ia pasti didampingi oleh Shira.



Seketika Shiro beres membaca halaman terakhir, tiba-tiba ia melihat sebuah tulisan lain yang belum ia baca. Tulisan itu langsung Shiro baca. "Homuze...?" Shiro langsung membuka kedua matanya dengan sangat lebar seketika ia membaca tulisan itu karena Homuze itu pasti masih hidup karena dia adalah ras Eternal Homura.



"Masih ada dia... Dia pasti masih hidup dan memiliki tubuh sekarang..."


__ADS_1



__ADS_2