Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 131 - Kemampuan dan Kecerdasan Haruki


__ADS_3

Shizen tiba-tiba melihat Korrina yang sedang berdiri di sebelahnya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "D-Dewi... Korrina...?" Korrina langsung menunjuk Shizen dan ia mulai memulihkan seluruh kondisinya hingga ia bisa menggerakan seluruh tubuhnya kembali, "Ahh..." Shizen mulai menatap kedua telapak tangannya lalu ia perlahan-lahan bangkit dari atas tanah, ia menatap Korrina yang sedang memegang sabit milik Shizen, "Syukurlah... Setidaknya kau dan Weapon of Ancient Heroes ini selamat."


Shizen langsung berlutut di depan Korrina karena ia baru saja bertemu dengan istri dari Alvin Ghifari, "Dewi Korrina...! A-Apa yang membawamu kemari!?" Tanya Shizen, ia mulai menunjukkan wajah semangatnya karena ia baru saja bertemu dengan dewi suci, ia berharap bahwa Korrina melihat pertarungannya tadi ketika ia bertarung melawan Rinc, "Pertarunganmu melawan Rinc membuatku cukup terkesan, Shizen." Ucap Korrina.


"T-Terima kasih banyak." Korrina menunjuk Shizen lalu ia membangkitkan seluruh tubuhnya karena ia tidak suka dipuja sebagai seorang dewi, ia hanya ingin berbicara dengan seseorang selagi menatap satu sama lain. Korrina hanya memperdulikan sesuatu yang ia inginkan misalnya lambang Lust tadi dan dia juga tidak mau melihat seseorang memujanya karena dia ini dewi, "Bangkitlah dan berbicaralah denganku tanpa harus memujaku... Aku tidak membutuhkan pujaan siapapun."


"B-Baiklah."


"Sihir yang kau gunakan tadi... Apakah itu sihir kuno Crimson...? Bagaimana kau bisa menggunakan sihir itu...?" Tanya Korrina.


"Ahh, sihir Crimson yang guruku ajarkan padaku." Ucap Shizen, ia mencoba untuk menggunakan sihir itu lagi, tetapi ia tidak bisa menggunakannya karena Shizen hanya bisa menggunakan sihir Crimson dengan batasan 3 tahun sekali, jika dia memaksakannya makan seluruh tubuhnya akan hancur menjadi kepingan-kepingan kecil, "Apakah kau memiliki kaitan dengan Alvin Ghifari? Suamiku..." Tanya Korrina.


Shizen mengangguk, "Ya, sejak desa-ku diserang oleh segerombolan Legenda jahat... Aku kehilangan semuanya termasuk keluargaku dan seseorang yang aku sangat cintai... Aku mencoba untuk melarikan diri, tetapi aku tidak bisa karena kedua kakiku yang mulai terasa lemas. Para Legenda jahat menemukanku dan hampir saja membunuhku, tetapi... Dewa Alvin datang dan menyelamatkanku." Ucap Shizen.


"Di saat itulah Dewa Alvin membawaku dan melatihku di sebuah daratan luas dimana hanya ada rumput-rumput hijau saja, ketika aku melihat aksi dan sihir yang Dewa Alvin lakukan, aku merasa terkesan dan takjub bahwa ia memiliki sihir yang keren bagiku... Ketika aku berlatih dengan Dewa Alvin, aku memaksanya untuk melatihku sihir Crimson, dia memberitahuku bahwa sihir Crimson itu sangatlah berbahaya bahkan bisa saja membunuh penggunanya...."


"...aku tidak peduli karena aku tahu Legenda seperti kita ini bisa menghancurkan batasan, setelah berlatih selama lima tahun bersama Dewa Alvin, aku bisa menggunakan sihir itu perlahan-lahan dan di saat itulah Dewa Alvin pergi meninggalkanku." Ucap Shizen.


"Jadi begitu... Apakah Alvin mengingat Saint Legenda yang bernama Shizukaze Shizen ini...?" Korrina mulai memegang dagunya, "Baiklah, untuk sekarang kita pergi ke desa Saint untuk menjaga keamananmu dan Saint Heroes yang lainnya." Ucap Korrina.


"Ehh...?" Shizen mulai menunjukkan ekpresi yang terlihat kebingungan.


***


Haruki melompat ke atas lalu ia melesat menuju arah Serilda dan mulai mengayunkan kedua pedang-nya menuju arah kepalanya, tetapi Serilda menahan serangan pedang itu menggunakan sabit-nya yang tebal karena dilapisi dengan beberapa darah, "Blood Manipulation of Defensively!!!" Serilda menggunakan sihir api yang mampu membuat sabit-nya lebih tebal dan lebih kuat dari tebasan pedang Haruki.


Serilda juga menggunakan sihir warisan Elf-nya yang bernama Creation of Weapon's Intensify, sebuah sihir yang mampu membuat senjata yang ia pegang menjadi lebih tajam dan lebih tebal ketika menahan sebuah serangan, "Blade of World's End...!" Haruki meluncurkan serangan tebasan yang sangat kuat ke arah Serilda yang berada di depannya, Serilda langsung memutarkan sabitnya hingga mampu menahan serangan Haruki.


CLAAANGGG!!!


Haruki dan Serilda langsung terpental ke belakang, Serilda memutarkan sabitnya lalu ia mulai mengumpul sihir angin di sabitnya, "STORM OF DEVASTATING BLOOD!!!" Serilda mulai mengumpul beberapa darah di planet itu lalu ia mulai melepaskan gelombang angin ke arah Haruki beserta dengan darah-darah yang berada di dalam gelombang itu, "Cavalries of the Thousand Blade Strike!!!" Haruki langsung membuat serangan seribu tebasan dengan kecepatan yang sulit untuk dilihat oleh mata biasa.


Serilda mulai memutarkan sabit-nya lalu ia melesat menuju arah Haruki dan mulai menyerangnya menggunakan sabit yang ia pegang, Haruki menangkis semua serangan itu lalu ia menyerangnya balik dengan mengayunkan kedua pedangnya secara bersamaan hingga kedua lengan Serilda mulai terkena tebasan itu, "Blood of Dimensional..." Serilda melompat ke belakang lalu ia menciptakan sebuah belati yang terbuat dari darah dan setelah itu ia melempar belati itu ke arah Haruki.


Haruki menangkis belati itu lalu ia melihat Serilda melempar beberapa shuriken yang terbuat dari darah, "OPEN...!!!" Serilda mengayunkan sabitnya ke arah kanan hingga sebuah portal muncul di depan sabit itu dan portal lainnya muncul di sebelah Haruki hingga ujung dari logam sabit itu langsung menusuk lengan kanan Haruki cukup dalam, "Ahhh...!" Haruki lengah ketika melihat Serilda yang bisa menggunakan portal, ia mulai menatap luka tusuk itu, "Sial..."


Portal itu terbuat dari darah yang berasal dari dalam tubuhnya, Serilda mulai menarik sabitnya lalu ia mulai tersenyum jahat, "Jangan meremehkan Vampelf..." Haruki berlutut karena lengan kanannya mulai berdenyut cukup cepat, mungkin karena efek dari sabit Serilda yang memiliki racun juga, "Racun 'kah...?"


"Self-Heal!" Ucap Haruki hingga seluruh tubuhnya mulai bersinar cerah dan luka tebas yang terdapat di lengan kanan Haruki mulai teregenerasi hingga pulih dan mampu menghilang racun yang ada di dalam tubuhnya, "Dua Self-Heal lagi... Aku harus menyimpannya..." Haruki melesat ke depan lalu ia mengayunkan pedang kiri-nya ke arah lengan kanan Serilda, tetapi Serilda langsung menangkis pedang kirinya hingga lengan kiri Haruki langsung mengangkat ke atas karena dorongan yang dimiliki Serilda. Haruki berputar lalu ia mencoba untuk menendang perut Serilda dan Serilda langsung tersenyum jahat karena ia bisa saja memutuskan kaki kanan Haruki, tetapi Serilda langsung membulatkan kedua matanya melihat Haruki yang menendang ke depan.


Serilda mengayunkan sabit-nya ke arah kaki kanan Haruki dan mencoba untuk memutuskannya, tetapi Haruki langsung tersenyum sombong karena Serilda baru saja menginjak sebuah jebakan, ketika Haruki menendang ke depan ia langsung berputar 360 derajat dan menangkis sabit Serilda menggunakan pedang kirinya.


CLAAANGGGG!!!


Sabit Serilda langsung terpental ke atas langit, Serilda mulai membulatkan kedua matanya bahwa Haruki baru saja menipunya, "JYAAGGGHHH!!!" Teriak Haruki hingga ia menggerakan kedua pedangnya ke atas dan menebas perut Serilda hingga meninggalkan bekas luka yang memiliki garis lurus. "Blade Dervish...!" Haruki langsung menyayat  dan membuat luka yang cukup besar di perut Serilda.


"GRRRGGGHHHH!!! HENTIKAN SERANGAN ITU!!!" Serilda menunjuk sabitnya hingga sabit itu melesat menuju arahnya lalu ia mengambil sabit itu dan ia mulai mengayunkannya ke depan, Haruki langsung menghindari serangan itu karena sihir-nya yang memberinya sedikit kemampuan dalam meningkatkan kelincahan dalam menghidari sebuah serangan.

__ADS_1


Luka-luka Serilda perlahan-lahan mulai menciptakan daging yang baru, "Aku tidak akan membiarkanmu menyembuhkan dirimu sendiri....!!!" Haruki melesat ke depan, tetapi Serilda menunjuk Haruki hingga darah-darah yang berada di daratan mulai menciptakan beberapa duri tajam yang hampir saja menusuk Haruki, Haruki melompat ke belakang lalu ia menatap wajah Serilda yang tiba-tiba muncul di depannya, "WALTZ OF CHAOS!!!" Serilda mengayunkan sabit-nya yang terlumuri dengan aura merah darah.


Haruki langsung menahan serangan itu dengan menyilangkan kedua pedangnya. *CLANG!!!* Mereka berdua langsung terpental ke belakang lalu Haruki melesat ke depan dan mulai mengayunkan kedua pedangnya hingga membuat Serilda terpojok ke belakang karena telah menahan serangan Haruki yang cukup kencang.


Haruki melompat ke belakang lalu ia melesat kembali menuju arah Serilda, senjata mereka langsung teradu hingga menciptakan suara yang cukup keras, sabit Serilda perlahan-lahan retak karena serangan Haruki., Serilda mendorong Haruki mundur, tetapi Haruki terus melesat ke depan dan mulai mengayunkan pedangnya beberapa kali, "BLOOD POISON NAILS!!!" Serilda mulai mengeluarkan darah racun dari belakang punggungnya dan darah-darah itu langsung berubah menjadi paku, paku-paku itu melesat ke depan dan hampir saja menusuk kepala Haruki.


Haruki menangkis semua paku-paku itu lalu ia melihat Serilda yang mengayunkan sabit-nya beberapa kali, tetapi Haruki menghindari semua serangan itu dengan melompat ke belakang beberapa kali, Serilda muncul di belakang Haruki lalu ia mengayunkan sabitnya ke depan, tetapi Haruki menahan serangan itu dengan kedua pedangnya, ia menahan serangan itu tanpa harus menatap wajah Serilda.


Haruki langsung menendang perut Serilda hingga ia terpental ke belakang, Serilda berputar lalu ia melesat ke depan dan mulai mengayunkan sabitnya beberapa kali. Haruki menahan semua serangan itu dengan menyilangkan pedangnya, Serilda mulai menciptakan sebuah batu besar menggunakan darahnya sendiri, "BLOOD OF MANIPULATION!!!" Serilda langsung mengayunkan sabitnya ke depan hingga Haruki menghindari serangan itu dengan mundur ke belakang, tetapi ia melihat batu yang ada di atasnya mulai mencoba untuk menindihnya.


Haruki melompat ke belakang lagi lalu ia melihat Serilda yang muncul di belakang dengan dua sabit di kedua tangannya, Serilda langsung mengayunkan sabit itu ke depan, tetapi Haruki melesat ke atas dan baju yang menghalang punggungya tertebas dengan sabit itu, "Hampir saja..."


"SCYTHE OF SORROW!!!" Serilda mengayunkan kedua sabitnya secara vertikal hingga kedua sabit itu meluncurkan gelombang merah vertikel menuju langit-langit, Haruki langsung berbalik arah, "Suppressed Blade Shot!" Haruki menembak bilah pedang yang ditekan suara tembakannya, kedua logam pedang Haruki melesat menuju arah gelombang itu dan menghancurkannya.


BAAMMMM!!!


Serilda tersenyum lalu ia tiba-tiba merasakan keberadaan Haruki yang berada tepat di belakangnya, ia langsung mencoba untuk menggorok leher Serilda, tetapi Serilda melompat ke depan dan mulai melempar sabit yang ia pegang di tangan kirinya, "Relentless Blades!" Haruki melakukan tiga serangan kombo anti-unit serangan menebas ke sabit yang melesat menuju arahnya, sabit itu langsung hancur dan berubah menjadi darah biasa, "Lifestealing Attack!" Haruki langsung menyerap darah yang terdapat di depannya.


"Sepertinya kau cukup sulit untuk dibunuh karena pertahananmu... Mari kita lihat, apakah darahmu ini tidak terbatas...?" Tanya Haruki selagi menunjukkan kuda-kuda berpedangnya, Serilda melesat menuju arah Haruki lalu Haruki mengayunkan kedua pedangnya ke depan dan Serilda langsung menahan serangan itu menggunakan sabitnya, tetapi ia langsung terpental ke belakang.


Haruki melesat ke atas lalu ia tiba di belakang selagi menunjuk Serilda menggunakan kedua pedangnya, "Divergent Distortion...!" Haruki meluncurkan gelombang biru muda transparan menuju arah Serilda, Divergent Distortion adalah serangan tipe sihir yang efektif merusak sihir pertahanan musuh dengan mendistorsikan Lenergy dan sirkuit sihir, "BLOOD OF MANIPULATION: DEFENSIVELY BARRIER!!!" Seluruh tubuh Serilda langusung terlindung dengan darah-darah yang menciptakan sebuah lingkaran besar, Serilda sedang melindungi dirinya sendiri di dalam barrier yang terbuat dari darah itu.


Kedua mata Haruki bersinar lalu ia melesat ke depan dan melakukan sihir Lifestealing attack, ia mulai menebas barrier itu sebanyak ratusan kali dengan kecepatan cahaya, barrier yang Serilda ciptakan telah sepenuhnya terserap oleh Haruki, ia langsung berputar dan menendang perutnya hingga Serilda terpental menuju gelombang biru muda itu.


BAAMMMMMMM!!!!


"Mustahil...!!!" Serilda mulai merasa kesal, ia melompat ke atas lalu ia menciptakan sabit yang lebih besar dari tubuhnya, ia mengayunkan sabit itu ke arah Haruki, "Chaos Barrier." Haruki menjentikkan jari di tangan kanannya hingga sebuah barrier yang berwarna ungu kehitaman muncul di seluruh tubuhnya, ujung sabit itu mengenai barrier itu dan membuat suara yang kencang hingga mampu membuat Serilda terpental ke belakang.


"Blood of Manipulation: Bow of Blood Poison!" Serilda menciptakan busur yang memiliki panah-panah beracun, ia menciptakan senjatanya melalui darah yang tercampur dengan racun, Serilda melesatkan beberapa panah menuju arah Haruki, Haruki maju ke depan lalu ia mematahkan semua panah itu menggunakan kedua pedangnya, "... ..." Serilda sepertinya sudah mulai kehabisan ide untuk menyerang Haruki menggunakan apa.


Serilda mulai menciptakan sebuah pedang lalu ia melesat menuju arah Haruki dan Haruki melesat menuju arah Serilda, mereka dengan bersamaan mulai mengayunkan pedang mereka. *CLANG!* "Aku akan menggunakan semuanya...!!! BLOOD COLLECTION RELEASE...!!!" Beberapa darah mulai teregenerasi di dalam tubuh Serilda dan perlahan-lahan seluruh tubuhnya mulai berlubang, "Aku harus menyerap darahnya dengan menusuknya---"


Tiba-tiba sebuah pedang muncul di perut Serilda lalu pedang itu melesat ke depan dan hampir menusuk perut Haruki, untungnya Haruki melompat ke belakang dan menyerap pedang darah itu, "Creation of Bloods... Manipulation...!!!" Serilda langsung melepaskan beberapa darah di sekitar Haruki hingga ia sekarang mulai dikepung dengan darah-darah yang mulai menciptakan pedang dan pedang besar atau bisa disebut dengan Greatsword, semua pedang itu memiliki efek racun jadi Haruki harus berhati-hati


"Cavalries of the Thousand Blade Strike!!!" Haruki mulai menebas semua pedang yang melesat menuju arahnya menggunakan kedua pedangnya, pergerakan Haruki cukup cepat hingga ketika ia menatap ke depan ia melihat Serilda yang muncul di depannya selagi menunjuk Haruki menggunakan telapak tangan kirinya, "HARGGGHHH!!!" Serilda memunculkan sebuah logam pedang di telapak tangan kirinya, Haruki langsung menunjukkan wajah yang terkejut ketika melihat itu, ia dengan cepat langsung melindungi dirinya dengan Chaos Barrier.


CLAAAANGGG!!!


Haruki muncul di belakang Serilda lalu ia mengayunkan kedua pedangnya tepat di belakang punggung Serilda, tetapi ia langsung melihat bahwa punggung Serilda terlindungi dengan barrier yang terbuat dari darah, dengan cepat Haruki menyerap darah itu menggunakan kedua pedangnya. Haruki langsung mencoba untuk menusuk punggung Serilda, tetapi Serilda menangkis pedang itu menggunakan pedang yang muncul di belakang punggungnya, "Dasar aneh!!!" Haruki dan Serilda mulai mengadukan pedang mereka berdua.


CLANG! CLANG! CLANG! CLANG! CLANG!


Haruki melompat ke belakang lalu ia melompat ke depan selagi berputar 350 derajat, ia langsung mengayunkan kedua pedang-nya ke arah kepala Serilda, tetapi Serilda langsung menahan pedang itu menggunakan darah yang muncul di bawah daratan, darah itu berbentuk seperti tombak yang besar sekali, "Apa---"


ZWASSSHHH!!!


"HUUGGHHH!!!" Haruki langsung memuntahkan darah yang cukup banyak melalui mulutnya karena ia baru saja tertusuk dengan tombak panjang dan besar yang muncul di daratan, Haruki langsung terbawa tombak itu ke atas langit, Serilda tertawa jahat lalu ia menunjuk Haruki hingga tombak itu mulai menciptakan tombak yang besar di sekitar Haruki dan melesat menuju bagian fatalnya, "HAAAAAAAAAARRRRGGGGHHHH!!! BLOOD DRAIN!!!" Teriak Haruki kesal hingga ia langsung mengubah semua tombak darah itu menjadi darah bulat, semua darah itu langsung Haruki serap hingga membuat luka tusukannya teregenerasi menjadi daging yang baru.

__ADS_1


Serilda muncul di depan Haruki lalu ia menghantam kepalanya menggunakan tongkat yang besar sekali, Haruki terpental menuju daratan lalu Serilda mulai mengangkat kedua telapak tangannya hingga ia mulai menciptakan sebuah energi merah besar, energi itu ia kumpulkan melalui darah-darah yang ada di seluruh semesta Yuusuatouri, "BLOODS OF SPIRIT BLITZ!!!" 


Haruki langsung melempar kedua pedang-nya ke arah Serilda dan Serilda langsung menghindari kedua pedangnya, Haruki menunjuk kedua pedangnya selagi melesat menuju arah Serilda. Serilda gagal untuk melempar bola energi-nya, Haruki mengambil kembali kedua pedangnya lalu ia mulai melakukan beberapa serangan ke depan. Serilda memunculkan sebuah perisai besar di tangan kirinya lalu ia memunculkan pedang di tangan kanannya, Serilda menahan semua serangan Haruki menggunakan perisai itu.


"LIFESTEALING ATT-" Serilda menghantam seluruh tubuh Haruki menggunakan perisai itu hingga ia terpental ke belakang, Serilda melesat ke depan lalu ia menginjak perut Haruki dengan telapak kaki kanannya, "JYAGGHHH!!!" Serilda mencoba untuk menusuk kepala Haruki, tetapi Haruki langsung membuka kedua matanya lebar hingga membuat Serilda terpental ke belakang.


Haruki bangkit selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, "... ..." Haruki tiba-tiba muncul tepat di depan Serilda dengan kecepatannya yang tiba-tiba meningkat, Serilda membuka kedua matanya lebar lalu ia menahan serangan Haruki yang mengarah ke leher Serilda.


CLAAAANG!!!


Haruki berputar lalu ia menendang wajahnya hingga ia terpental ke belakang, Haruki mulai bermunculan di sekitar Serilda selagi mencoba untuk menyerangnya, tetapi Serilda mulai menyerang seluruh arah menggunakan kedua sabit yang ia ciptakan. Haruki terus menghindari dan bermunculan di sekitar Serilda hingga membuat darah Serilda menurun setidap detik karena ia menggunakan sihir darah terlalu berlebihan, ia mulai berkeringat karena ia takut bahwa Haruki bisa saja menyerang bagian vitalnya.


"BLOOD EXPLOSION!!!" Serilda meledakkan dirinya sendiri hingga darah mulai tersebar dimana-mana bahkan tubuh Haruki, Haruki mundur lalu ia melihat darah yang berada di seluruh wajahnya mulai menciptakan beberapa senjata, "HAGHHH!!! BLOOD DRAIN!!!" Haruki langsung menyerap darah-darah yang ada di tubuhnya, ketika ia melihat ke depan ia sadar bahwa Haruki sedang dikempung dengan senjata-senjata yang tajam.


SWOOSSSHHH!!!


Haruki terbang ke atas lalu ia menghancurkan semua senjata itu dan menyerap darah-nya menggunakan kedua pedangnya, Serilda melempar beberapa tombak ke arah Haruki lalu Haruki mulai melompati tombak-tombak itu selagi mendekat dan mengejar Serilda, ia mulai melompat lalu ia melesat ke arah Serilda.


BAAAMMMM!!!


Kedua mata Serilda hancur tertebas oleh kedua pedang Haruki, mereka berdua melesat menuju daratan hingga Serilda tergeletak di atas tanah dengan kedua penglihatannya yang sudah hilang, "GRRRGGGHHH...!!!" Haruki langsung menaikkan kedua pedangnya dan mulai mencoba untuk menusuk kedua paru-paru Serilda, tetapi Serilda menahan ujung pedang itu menggunakan darah yang terdapat di kedua matanya yang hancur.


"GUARRRRGGGHHHH!!!" Teriak Serilda keras hingga munculah beberapa paku runcing di seluruh tubuhnya, Haruki melompat ke belakang lalu ia melihat Serilda yang melesat menujunya selagi menggunakan sihir darahnya untuk mencoba menusuknya lalu mengendalikan darah milik Haruki, Haruki mulai menyerang semua darah itu, tetapi kedua lengan Haruki mulai terarah dengan duri-duri darah yang terdapat di seluruh tubuh Serilda.


Serilda masih bisa melihat karena ia bisa merasakan keberadaan Haruki cukup jelas, Serilda langsung meludah dari mulutnya hingga membuat kedua penglihat Haruki terhalang, "Grgh---" Serilda langsung menendang perutnya dalam hingga Haruki terpental ke belakang, Serilda langsung menunjuk Haruki hingga daratan mulai menciptakan duri-duri darah yang melesat menuju arah Haruki.


Haruki melompat ke atas lalu ia mulai melesat menuju arah Serilda, Serilda mulai menciptakan perisai yang lebih besar dari tubuhnya, Haruki langsung menendang-nendang perisai itu menggunakan kedua kakinya, "Roundhouse Kick!" Haruki mulai menendang-nendang perisai Serilda hingga hancur lalu ia menendang wajah Serilda hingga ia terdorong ke belakang.


Serilda melesat ke atas lalu ia mulai mengepalkan kedua tinjunya hingga seluruh tubuh Haruki langsung terbelit oleh rantai-rantai yang terbuat dari darah, kedua kaki Haruki bahkan tertarik oleh rantai darah yang berada di dalam daratan itu hingga seluruh tubuh Haruki langsung masuk ke dalam daratan itu, "Cih..."


"BLOODS OF SPIRIT BLIZT!!!" Serilda mengangkat kedua tangannya hingga ia langsung memunculkan kembali bola energy darah yang ia kumpulkan tadi, "KAU DAN PLANET ITU LEBIH BAIK MUSNAH!!!" Serilda melempar bola energi itu ke arah Haruki, Haruki melompat keluar dari dalam daratan itu lalu ia mulai mundur beberapa langkah, ia mulai menatap planet ini yang masih utuh dan ia tidak memiliki pemikiran untuk melarikan diri, Haruki melesat ke atas langit lalu ia mencoba untuk menjauh dari bola energi tersebut.


SWOOSSHHH!!!


Bola energi itu terus mengikuti Haruki sampai ia mati, bola energi itu terus membesar hingga mampu melampui besarnya planet terbesar di semesta Yuusuatouri, Haruki menghela nafasnya "Tidak ada cara lain..." Haruki mulai memegang kedua pedangnya dengan sangat erat selagi terbang mundur ke belakang karena bola energi itu melesat menuju arahnya cukup cepat, kedua pedangnya mulai bersinar warna merah, ungu, hitam, dan biru tercampur menjadi satu, "OMNIPOTENT'S SAINT MAGIC...!"


"CHAOS... VENGEANCE!!!" Haruki membuat serangan gelombang ungu kehitaman yang mematikan, terdapat beberapa aliran listrik kuning di sekitar gelombang itu, gelombang itu langsung menghilang bola energi milik Serilda. gelombang itu langsung mengenai seluruh tubuh Serilda, Haruki mulai mengendalikan gelombang itu keluar dari semesta agar gelombang tersebut tidak menghancurkan apapun kecuali Serilda.


Gelombang Chaos Vengeance adalah serangan gelombang yang mematikan ke target musuh, maha sihir Saint ini dapat mematahkan semua sihir, bahkan sihir yang mustahil dan berbahaya. Membunuh lawan dengan merusak semua organ-organ dan sistem-sistem tubuhnya bahkan termasuk merusak semua sel-sel jaringan, organ-organ vital, memotong aliran darah, dan menyerap semua sumber energi milik musuh menjadi milik Haruki.


BAAAAMMMMMM!!!


"GUAAAAAAAAAGGGGGGGGGHHHHHHHHHH!!! PERSETAN KAU, SHICHIRO HARUKI!!! AKU MENGUTUK KAU DARI ALAM KEMATIAN...!!!" Seluruh tubuh Serilda terbakar habis oleh gelombang itu, "Hah... Hah...Hah..." Haruki mulai berkeringat cukup banyak hingga Lenergy yang ia miliki langsung tersegel dan bahkan tubuh Haruki perlahan-lahan lumpuh hingga ia terjatuh di atas planet itu. Sihir tadi cukup beresiko bagi Haruki, ia hanya perlu menggunakan sihir itu di situasi yang genting.


Gelombang tadi berpotensi menghancurkan semesta juga bahkan sihir Shira yang Shira luncurkan kepada Xavier bisa saja hancur, tetapi resikonya dapat membunuh dirinya sendiri, "Grrggghh..." Haruki berubah menjadi wujud normalnya dan ia tidak bisa bergerak sama sekali.


"Space and Time: Control!" Tiba-tiba Haruki mendengar suara seorang gadis, tiba-tiba langit-langit mulai berubah menjadi cerah dan gelap setiap detiknya hingga beberapa detik kemudian langit-langit berubah kembali menjadi cerah, "Ahh...!" Haruki langsung bisa bergerak kembali karena sihir yang digunakan oleh seorang gadis yang berdiri tepat di depannya.

__ADS_1


Haruki menatap gadis itu dengan tatapan yang terlihat kebingungan, "Selamat, Haruki..." Gadis itu langsung tersenyum, "...kau menang!"


__ADS_2