
ZWOOOOSHHH!!!
Pesawat luar angkasa itu tiba di luar angkasa dimana tidak terdapat planet-planet, Shira terjatuh di atas lantai selagi menunjukkan ekspresi yang terkejut. "Uggghh...!" Corni mulai menatap sekitar luang angkasa menggunakan sihir Crimson's Aura Vision, aura Crimson Corni mulai melesat keluar dan setelah itu Corni mengejamkan kedua matanya agar ia bisa melihat luar angkasa dengan aura crimson yang baru saja ia keluarkan tadi, "... ..." Corni tidak bisa melihat planet yang dekat, satu-satunya planet yang hanya ia bisa lihat adalah orbit dan meteor di sekitarnya.
"Apakah kita masih di semesta Yuusuatouri?" Tanya Corni kepada Virra. Virra langsung menjawab dengan menganggukan kepalanya, "Kita masih berada di semesta Yuusuatouri kok, tetapi kita berada jauh dari planet-planet yang ada di Yuusuatouri." Virra mulai menekan beberapa tombol hijau, orange, dan putih di depannya dan ia mengakhirinya dengan menakan tombol yang memiliki warna biru.
TREENNGGG!!!
Sebuah antena muncul di atas pesawat itu hingga antena itu mulai memancarkan sebuah laser ke depan dan membuka sebuah dimensi yang berbentuk horizontal, "Selamat datang..." Virra memasukkan pesawat itu ke dalam dimensi itu hingga mereka semua tiba di planet yang terlihat cukup canggih, "...di desa Saint!" Lanjut Virra, semuanya terlihat canggih dan bahkan Shira bisa melihat mobil yang di jalankan oleh kuda, "Lah!? Udah ada mobil kok masih di bantu sama kuda!?"
Virra mendaratkan pesawatnya di atas tanah yang memiliki lambang P, Virra langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat puas, "Phew... Sudah lama sekali aku tidak menggunakan pesawat super cepat ini!" Virra melepaskan sabuk pengamannya lalu ia melirik ke belakang dimana ia melihat Eclipse yang sedang menghalang mulutnya, "Mmmmmm...!!!" Eclipse merasa sangat mual dan ia sudah tidak menahan kemualan itu.
"ASTAGA!!! SHIRA!!! ANAKMU MAU MUNTAH DI PESAWAT HEBATKU!!!" Teriak Virra.
"Ehhh...!?" Shira bergegas menuju arah Eclipse lalu ia melepas sabuknya dan setelah itu ia menggendong Eclipse lalu ia bergerak menuju pintu keluar yang sudah terbuka, Shira langsung mencari tempat yang kosong agar Eclipse bisa muntah. Shira melihat tempat yang pas yaitu di bawah pohon yang berada di depannya, Shira menepati Eclipse di bawah pohon itu, "Muntahlah."
"HOEEEEEEEEEEEKKKKKKKK...!!!" Eclipse mulai muntah di bawah pohon itu dan Shira hanya bisa memijit belakang lehernya, "Seharusnya kamu memberitahu aku bahwa kamu mabuk perjalanan di luar angkasa dengan pesawat." Ucap Shira. Virra dan Corni menatap mereka berdua, "Ini semua salahmu, Virra." Ucap Corni.
"Ahaha... Maaf..." Jawab Virra selagi menggaruk-garuk rambutnya, tiba-tiba Corni dan Virra mulai mendengar suara segerombolan laki-laki yang melesat menuju arah Virra, "VIRRAAAAAAAA!!!" Teriak segerombolan laki-laki itu hingga mengepung Virra dari segala arah, Corni langsung terpental ke belakang karena mereka semua, "Urgh...!"
Shira melirik ke belakang lalu ia melihat segerombolan laki-laki yang sedang mengepung Virra, "Virra!!! Aku membutuhkan tanda tanganmu...!!!"
"Virra!!! Menikahlah denganku!!!"
"Virra!!! Berpacaranlah dengan ku!!!"
"Virra!!! Tanda tangan pantatku...!!! Aku mohon...!!!" Ucap para penggemar Virra yang mencintainya, mereka semua mengatakan semua hal yang terdengar menjijikan bagi Shira, ia bahkan langsung menghalang kedua telingan Eclipse yang sedang tertidur karena ia baru saja selesai muntah, "Mereka ini sebenarnya siapa sih...?"
Corni muncul di sebelah Shira, "Shira, kita harus pergi duluan."
"Ehh...? Kemana" Tanya Shira.
"Menuju laboratorium seorang Saint Tracer!" Ucap Corni, ia menatap Eclipse yang sedang tertidur, "Apa dia baik-baik saja?" Tanya Corni selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat khawatir, Shira mengangguk lalu ia menggendong Eclipse seperti seorang putri, "Baiklah, ayo, aku akan mengikutimu dari belakang." Ucap Shira hingga Corni melompat ke atas lalu melesat menuju arah labolatorium milik seorang Saint Tracer. Shira langsung mengikutinya dari belakang.
"Jadi... Apa rencana kita...?" Tanya Shira.
__ADS_1
"Kita harus menanyakan tentang Saint Heroes yang lainnya kepada Saint Researcher itu." Ucap Corni selagi memegang dagunya karena ia mulai mencoba untuk mengingat cara agar mereka semua bisa mencari Saint Heroes yang lain, mereka harus bergegas dengan cepat sebelum para Elf dari organisasi Seraph menyerang mereka dan merebut Weapon of Ancient Heroes mereka, "Aku tidak tahu bahwa Saint masih memiliki tipe yang lain bernama Saint Heroes" Ucap Shira selagi menatap Eclipse yang sedang tertidur.
"Saint Elemental, Saint Super Elemental, Saint Zero, Saint Universal, Saint Heroes, Saint Multiversal, dan Saint Hybrid. Terkadang Saint akan terus berkembang hingga menciptakan tipe yang baru, Shira. Dulunya Saint hanya memiliki tipe Saint Elemental saja hingga suatu hari percintaan atau hubungan terjadi di antara saint-saint itu hingga menciptakan Saint yang baru." Ucap Corni.
"Virra juga bisa menciptakan Saint tipe baru jika ia mau, tetapi ia tidak mau menciptakan sesuatu yang dapat membuatnya kesakitan di akhir. Ia tidak mau kehilangan para Saints yang ia cintai itu karena Virra menganggap mereka semua seperti keluarga." Corni mulai menatap wajah Shira yang terlihat mulai mengerti tentang cara bekerjanya tipe tentang Saint, "Kau mau tahu apa yang terjadi terhadap Virra ketika Saint Elemental punah karena perbuatan Shiro dan Rionald..." Tanya Corni.
"Boleh..." Shira mengangguk.
"Virra mengamuk dan menangis tiada hentinya ketika Saint yang ia sangat cintai mati, Shira. Termasuk dirimu dan teman-temanmu mulai dari Naoki...Virra bahkan hampir saja memiliki tujuan untuk membunuh semua ras Legenda yang mencoba untuk berniat jahat." Ucap Corni hingga membuat Shira terlihat terkejut, "Apakah dia akan mencoba membunuh para raja yang egois...?" Tanya Shira.
"Ya... Virra bisa melakukannya dalam beberapa detik dan pekerjaannya akan selesai dengan cepat, ia juga bisa membaca niat jahat dan pikiran menggunakan kekuatan Saint Mind-nya." Virra muncul di sebelah Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat bersalah, "Maaf ya, tadi banyak penggemarku yang meminta tanda tangan." Ucap Virra selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat canggung.
"Bagaimana kau bisa memiliki penggemar seperti mereka, Virra?" Tanya Shira.
"Yahhh... Mungkin karena aku adalah ratu yang memimpin desa ini." Jawab Virra hingga membuat Shira terkejut, "Seorang ratu?! Hebat!" Ucap Shira selagi menunjukkan ekspresi wajah yang terlihat terkejut.
"Hahaha, tidak ada apa-apanya kok. Lagian juga aku yang menciptakan desa ini dan semua Saint tinggal di sini damai tanpa ada kerusuhan." Ucap Virra.
"Jadi benar ya...? Desa ini adalah desa yang hanya ditinggali oleh para Saint." Ucap Shira, Virra mengangguk lalu ia mulai melihat para Saint yang ia sangat sayangi lalu setelah ia tersenyum lebar melihat mereka semua hidup dengan damai, "Ah iya! Apakah Eclipse baik-baik saja?" Tanya Virra, ia mulai menatap Eclipse yang masih tertidur.
"Elvis' Saint's Research Lab." Ucap Shira selagi membaca papan yang ada di atas labolatorium itu, "Apakah Elvis adalah si Saint Researcher itu?" Tanya Shira kepada Virra dan ia hanya bisa mengangguk, setelah itu ia mulai membuka pintu lab itu, ketika mereka memasuki ruangan itu, seluruh tubuh mereka terasa sangat sejuk karena terkena oleh angin AC. "AC yang aku rasakan ini lebih alami dari AC di dunia asli." Mereka semua berjalan ke depan selagi melihat sekitar dimana terdapat banyak sekali teknologi canggih dan rumit.
Virra berhenti berjalan karena ia melihat Elvis sedang meneliti tubuh mayat di ruangan penelitian mayat, Virra langsung bergegas menghampirinya. "Ada apa ini...? Tumben sekali kau sedang mengatasi seorang maya---" Ketika Virra melihat mayat itu, ia langsung mengenalnya karena mayat itu adalah seorang Saint Heroes yang ia kenal, "Houmei Asakusa!?" Virra langsung menghalang mulutnya ketika ia melihat mayat itu adalah seorang Saint Heroes.
Corni dan yang lainnya tiba selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius ketika menatap mayat itu, kedua lengan mayat itu membusuk dan bahkan sebelah dari kepalanya membusuk juga, "Siapa yang melakukan ini...?" Tanya Shira dengan ia mulai melihat dada mayat itu berlubang besar sekali, bahkan Shira tidak bisa melihat jantungnya lagi.
"Elvis!!! Beritahu aku...!!! Dimana kau menemukan mayat ini!?" Tanya Virra selagi menunjukkan rautan wajah yang terlihat kesal, "Kau tidak boleh emosian seperti itu, Virra... Semua ini terjadi karena takdir yang sudah dekat bagi seluruh Saint Heroes. Para ras Elf sudah mulai bergegas dan merebut Weapon of Ancient Heroes." Ucap Elvis selagi meneleti sebuah panah yang ada di depannya, panah itu di halangi oleh tabung yang dilapisi dengan hologram yang mampu mendeteksi efek negatif.
"Aku yang membawanya ke sini, Virra." Ucap seorang Saint yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu, mereka semua langsung melirik ke arah Saint itu, "Haruki...!?" Ucap Virra, ia langsung bergegas mendekatinya selagi memegang kerah bajunya, "Dimana kau menemukan Asakusa!? Bagaimana bisa tubuhnya membusuk seperti itu dengan cepat!?" Tanya Virra.
"Aku menemukannya di planet Legendarius, Elvis sudah memberiku tugas untuk mengumpulkan semua Saint Heroes di satu tempat. Dan ketika aku mencari Saint Axe yaitu Houmei Asakusa, aku menemukannya di dalam gua dengan kondisi yang sudah seperti itu... Bahkan aku juga melihat banyak sekali panah dan pedang di sekitar jasad Asakusa." Ucap Haruki, Elvis langsung mengambil panah itu.
"Sepertinya aku sudah mendapatkan beberapa informasi penting tentang senjata yang digunakan oleh organisasi Seraph." Ucap Elvis selagi menatap panah itu. Virra dan yang lainnya langsung menatap Elvis dengan tatapan yang terlihat serius, "Sepertinya panah ini berasal dari Yoseitouri, sebuah semesta yang memiliki sebuah energi yang bernama Vile's Natural. Vile's Natural adalah sumber energi alam yang berkebalikan jadi sumber energi ini sangatlah busuk hingga mampu membuat tanaman maupun makhluk hidup membusuk... Para Elf menggunakan ini sebagai racun dan perang..." Ucap Elvis.
"Vile's Natural itu sama dengan racun yang di miliki bangsa Legenda, tetapi racun ini sangatlah berbahaya... Satu tetesan saja maka tubuhmu akan membusuk dan tidak akan bisa di kembalikan, misalnya jika satu tetesan dari Vile's Natural mengenai lengan kananmu makan lengan itu akan membusuk dan lepas dengan sendiri menciptakan kesakitan yang tidak bisa kita bayangkan..." Elvis mulai mengambil tikus mati yang terletak di atas lantai lalu ia mulai menusuk tikus itu menggunakan panah yang ia pegang.
__ADS_1
Ketika panah itu menusuk tikus itu, tikus tersebut langsung membusuk dan berubah menjadi debu-debu kecil, "Efeknya akan berjalan dengan cepat... Walaupun kau kehilangan salah satu anggota tubuhmu karena Vile's Natural, kalian tidak akan bisa mendapatkannya kembali... Bahkan jika kalian menggunakan sihir regenerasi atau sihir penyembuhan, misalnya meregenarasi lengan kanan yang sudah putus menjadi lengan yang baru maka metode itu tidak berguna... Vile's Natural akan membusukannya lagi karena energi ini akan selalu ada di dalam sel-sel kita dan setiap bulan terlewati... Vile's Natural akan menyebar di seluruh tubuh kita dan membuat kita busuk sampai mati." Elvis langsung menghancurkan panah itu menggunakan tangan kanannya.
"Sepertinya kita sudah kehilangan satu Saint Heroes bersama dengan Weapon of Ancient Heroes." Elvis mulai berjalan menghampiri ruangan utamanya dimana di ruangan itu terdapat sebuah peta besar yang menunjukkan ketiga semesta Touri, Elvis mulai membuka semua lemari yang ia miliki untuk mencari sesuatu, "Virra, bantu aku untuk mencari Tracker of Heroes itu..." Ucap Elvis, Virra mengangguk lalu ia mulai membantu Elvis.
Corni ikut membantu juga karena tidak ada waktu untuk di habiskan begitu saja sebelum korban lainnya jatuh, Eclipse mulai terbangun lalu ia menatap Shira dan Haruki, "Papa..."
"Ahh... Eclipse, kamu sudah bangun...?" Shira mulai menepatinya di atas lantai, Eclipse mulai melirik ke arah Virra dimana ia sedang mengacak-acak ruangan. Shira melirik ke arah Haruki, "Kau ini Saint Heroes ya?" Tanya Shira.
"Ya."
"Mari kita berkenalan... Aku adalah Shiratori Shira, seorang Saint Solar Eclipse!" Ucap Shira, ia mengulurkan lengan kanannya. Haruki tersenyum, "Namaku adalah Shichiro Haruki, seorang Saint Dual-Sword." Haruki dan Shira mulai berjabat tangan, setelah itu Haruki berjalan pergi untuk mengambil sesuatu, "Sepertinya masih ada banyak lagi Saint yang lebih kuat dariku... Melihat hal itu membuatku terbakar penuh dengan semangat!!!" Ucap batin Shira.
Eclipse mulai melihat sekitar dimana ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkesan. "Uwahhh... Hebat..." Eclipse menghampiri ruangan pengendali dimana ia melihat banyak sekali tombol aneh di sana, Eclipse langsung menatap semua tombol itu dengan ekspresi yang terlihat penasaran, "Ini bisa melakukan apa ya...?" Tanya Eclipse dengan ia mulai menekan tombol penghancuran lab itu.
"Labolatorium akan hancur dalam waktu... 10...9...8..." Eclipse langsung menunjukkan wajah yang polos, seluruh lampu ruangan mulai berubah menjadi warna merah yang berkedip-kedip, Shira datang menghampiri Eclipse lalu ia menekan kembali tombol penghancur itu, "Penghancuran lab di batalkan..." Shira datang karena ia disuruh oleh Elvis untuk mematikan tombol penghancur lab itu.
"Eclipse, apa yang kau lakukan disini...? Tempat ini berbahaya bagimu." Ucap Shira, ia mulai memegang tangan kanan Eclipse lalu ia membawanya pergi dari tempat itu. Setelah itu Shira dan Eclipse melihat Haruki yang sedang memegang sebuah kotak berwarna coklat, "Wah! Apa itu?" Tanya Eclipse selagi menunjuk kotak yang Haruki pegang.
"Hm...? Oh~ Ini hanya sebuah alat." Haruki mulai tersenyum jahil, kedua matanya bisa melihat dengan jelas bahwa Eclipse ini terlalu polos, "Alat apa itu...? Boleh aku mencobanya!?" Tanya Eclipse selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat bersemangat.
"Tentu saja." Haruki memberi kotak itu kepada Eclipse, ia mulai melihat sebuah tuas di kotak itu, "Bagaimana caranya aku menggunakan alat ini...?" Tanya Eclipse selagi menatap kotak itu dengan teliti.
"Kau hanya harus memutar tuas itu." Haruki mulai menunjuk tuas yang terdapat di kotak itu, "Baiklah~" Eclipse langsung memutar tuas itu beberapa kali hingga ia mulai mencoba untuk menahan tawanya, Shira membiarkan mereka berdua bermain karena ia melihat Elvis sedang mengumpulkan beberapa kristal bulat yang memiliki warna berbeda-beda, "Apakah ini Tracker of Heroes---"
"HWAHHHHHHHH!!!" Teriak Eclipse keras karena ia baru saja dikejutkan oleh sebuah badut yang mengerikan, badut itu keluar dari dalam kotak itu karena Eclipse sudah memutari tuas itu sebanyak sepuluh kali, kedua matanya langsung berkaca-kaca, "Uhh... Dasar sialan!!!" Eclipse mulai melempar kotak itu ke arah Haruki, ia bangkit dari atas lantai lalu ia mulai memukul Haruki pelan, "Bodoh! Bodoh! Bodoh!!!"
Shira yang tadinya melihat Eclipse terkejut mulai kembali melirik ke arah kristal-kristal ini, "Jadi apakah kristal ini mampu melacak Saint Heroes yang lainnya...?" Tanya Shira, Elvis mengangguk lalu ia mulai menekan tombol yang memiliki nama Saint Heroes. Sebuah tabung besar muncul tepat di depan Elvis, "Masukan semua kristal itu ke dalam tabung ini, semuanya." Ucap Elvis, ia mulai memasukkan kristal itu satu-satu. Virra, Corni, dan Shira ikut membantu hingga semua kristal itu sudah masuk ke dalam tabung itu.
Elvis langsung meraba tabung itu. "Track Activated!" Ucap Elvis hingga tabung itu langsung di lindungi oleh besi titanium, perlahan-lahan tabung yang di lindungi oleh titanium itu mulai menciptakan lima belas antena di sekitarnya. Semua antena itu bersinar dan memancarkan beberapa cahaya ke arah peta itu, Elvis bisa melihat bahwa semua Saint Heroes sedang berada di Yuusuatouri dan itu bagus, "Lima belas Saint heroes yang ada... satu mati dan dua aman, itu artinya kita harus mencari Saint Heroes lainnya yang berjumlah dua belas." Ucap Elvis selagi memegang dagunya.
"Ohh, sepertinya aku tidak di undang di masalah besar seperti itu..." Tiba-tiba suara laki-laki mulai terdengar dari arah lorong, ia mulai tersenyum selagi melihat peta Yuusuatouri yang sedang di sinari oleh cahaya-cahaya yang dimiliki oleh kristal-kristal itu, Shira melirik ke arah laki-laki dan setelah ia menatap wajahnya, "Ahh...!!!" Shira langsung membulatkan kedua matanya.
Laki-laki itu mulai menatap Alvin lalu ia mulai menunjukkan ekspresi yang sama dengan Shira yaitu terkejut, kedua mata mereka terbuka dengan sangat lebar hingga mereka perlahan-lahan menunjuk satu sama lain, "K-K-Kau... Kau 'kan...!" Ucap mereka bersamaan.
"Shira...!?"
__ADS_1
"Naoki...!?"