Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 154 - Waktu yang Terbatas


__ADS_3

Komi menunjukkan kecepatan yang sulit dilihat oleh Haruka dan Korrina sendiri, beberapa serangan bertubi-tubi mengenai seluruh tubuh mereka berdua sampai mereka memuntahkan darah yang cukup banyak.


Haruka mencoba untuk menghentikan waktu, tetapi Komi menyambut-nya dengan senang hati sampai ia mematahkan lengan kanan Haruka sampai tulang-tulangnya patah.


"AHAGGGHH!!!"


"Haruka!" Korrina bergerak menuju arah Komi dan melakukan beberapa serangan kecil, untungnya Komi tidak perlu menahan serangan lemah itu.


Kesempatan Korrina dalam menyerang Haruka gunakan untuk memulihkan lengan-nya kembali, kekuatan Korrina terlihat jauh berbeda dibanding Komi, sekuat apapun serangan Korrina yang memiliki tenaga penuh nyatanya dapat membuat Komi tidak merasakan sakit.


Komi terlihat tidak tertarik sama sekali melawan mereka berdua, ia hanya bisa menguap dan membalas serangan mereka dengan satu serangan yang lebih menyakitkan sampai membuat mereka terdorong ke belakang. Hanya dua tangan sudah cukup untuk membuat mereka terluka cukup parah.


"Sial!!!" Korrina mengisi sihir [Final Shine Attack].


"Mari kita lakukan, Mama!" Haruka melakukan hal yang sama dengan Korrina.


"FINAL SHINE ATTACK!!!" Mereka berdua menembakkan [Final Shine Attack] dengan kecepatan penuh menuju Komi.


Komi tersenyum sinis melihat gelombang merah yang datang, kali ini ia tidak mencoba untuk menangkisnya atau menghindarinya melainkan ia melompat masuk ke dalam gelombang tersebut dan menyerang mereka berdua secara bersamaan, dengan beberapa serangan kombinasi membuat mereka sudah merasa lelah.


Komi menghantam wajah Korrina lalu memegang wajahnya dan menghantam-nya kepada Haruka, sebuah hantaman kuat membuat beberapa tulang Haruka hancur dan retak.


"Ughhh... Tidak bisa..."


Komi melempar mereka ke depan, "Dasar tidak berguna..."


"Cih... Kekuatan-ku ternyata masih belum sepenuhnya kembali..." 


"Apa yang kau harapkan dari reinkarnasi, Haruka...? Sepertinya Zoiru dan Bamushigaru baru saja membuat sebagian dari kekuatan-mu menghilang, butuh waktu yang lama ya agar kekuatan-mu bisa kembali seperti semula--- Ahhhhh! Aku lupa kalau kau akan mati~~~"


Haruka tidak menyangka Komi memiliki kekuatan dan kemampuan yang sangat tinggi berbeda dari dulu, ia merasa sulit untuk mempercayai bahwa Komi memiliki peningkatan yang cukup pesat terhadap kekuatan-nya sendiri. Selain kekuatan yang besar, Komi juga mampu beradaptasi dari kesalahan yang pernah ia lakukan, Haruka bisa melihat Komi yang berkembang pasti karena darah Succubus-nya.


"Ini semua tidak masuk akal..."


"Kenapa kau berbicara seperti itu...?"

__ADS_1


"Siapa yang awalnya bilang...? Keseimbangan itu adalah yang paling utama sampai-sampai kau datang ke sini hanya untuk menghancurkan dimensi ini...?"


"Tentu saja aku, keseimbangan itu mutlak! Hampir sama seperti kutukan ketika hancur!"


"Berbicaralah seperti itu kepada dirimu sendiri, Komi. Memangnya dirimu yang memiliki darah Succubus itu tidak menghancurkan hukum keseimbangan alam semesta...?"


"Apa...?!" Komi terkejut ketika mendengar itu.


"Karena bangsa Succubus atau darah-nya, mereka bisa saja menjadi sesosok mortal yang paling kuat dan bahkan melampaui dewa dan dewi sekalipun sehingga mereka dapat dipilih menjadi dewi segalanya. Apakah kau sadar bahwa kau sendiri yang mempercayai keseimbangan telah menghancurkan keseimbangan itu sendiri---"


Tepat ketika Haruka selesai berbicara, Komi bergerak gesit, kecepatannya meningkat jauh lebih cepat dari sebelumnya, Komi menghantam wajah Haruka beberapa kali. Setelah terkena serangan olehnya, Komi melanjutkan serangan lainnya sampai membuat Haruka terpental ke belakang.


Haruka tidak bisa menghindar dan melawan karena perbedaan kekuatan mereka yang sangat jauh, Haruka menciptakan sebuah barrier Sacred di depan-nya, hasilnya tepat sama yaitu Haruka masih terdorong ke belakang dengan beberapa serpihan barrier yang menusuk anggota tubuh-nya.


Korrina merasa tidak berguna hanya diam dan melihat Haruka yang terus disiksa oleh Komi, ia berusaha untuk mengerahkan semua sihir yang ia pelajari tetapi meskipun itu adalah hal yang tidak berguna, Komi menatap Korrina dan sanggup untuk muncul di depannya. Seolah Korrina itu adalah sasaran empuk karena ia sudah tidak mampu melihat kecepatan Komi.


Stamina Korrina menjadi terkuras di setiap pukulan Komi yang terkena, darahnya mulai menggantikan seluruh Lenergy dan Stamina Korrina yang habis.


Haruka mengisi seluruh Lenergy semaksimal mungkin untuk memundurkan waktu sebelum Komi datang ke dimensi tersebut tetapi Komi tersenyum karena menyadari tindakan licik Haruka, tanpa aba-aba Komi muncul di depan Haruka dan menghantam seluruh tubuhnya menggunakan tubuh Korrina.


Mereka berdua sama-sama merasakan kesakitan karena Komi tidak memberi belas kasihan apapun kali ini, dengan tersisa beberapa stamina dan Lenergy di dalam tubuh mereka lagipula tidak ada cara lain untuk bisa mengalahkan atau melukai Komi sekecil apapun.


Setelah Korrina memulihkan semua luka-lukanya, ia segera menghampiri Komi dan melakukan beberapa serangan sihir api Sacred. Sayangnya seluruh tubuh Korrina terkena serangan yang tidak bisa dilihat bahkan Korrina tidak melihat Komi menggerakkan sedikit dari tubuhnya. 


Komi membuka kedua matanya lebar dan terlanjur menyerang mereka berdua menggunakan dorongan yang dikeluarkan melalui kedua matanya. Komi tersenyum puas melihat mereka mencoba sekuat mungkin, tetapi tidak bisa.


"Aku akan menunjukkan sesuatu yang pasti pernah kalian lihat sebelumnya..." Komi meraba wajahnya menggunakan telapak tangan kiri-nya dan telapak tangan kanan-nya mulai bersinar warna merah Crimson.


"Sihir Crimson...?"


"Hati-hati, Mama!"


"[Crimson Chronicle!]" Komi tersenyum sinis dan mengangkat lengan kanannya ke atas.


Korrina melotot ketika mendengar sihir yang akan Komi keluarkan, beberapa kristal merah muncul mengelilingi Korrina dan Haruka sampai mereka tidak bisa melihat celah untuk kabur, satu-satunya cara agar mereka bertahan adalah menahan semua kristal itu.

__ADS_1


"Sihir milik Mortem...?"


"HAHHHH!!!"


Komi menggunakan serangan area yang berakibat fatal, semua jutaan kristal itu bergerak gesit menuju arah mereka berdua, kecepatan-nya tidak bisa dilihat bahkan mereka berdua langsung menerima beberapa tusukan di bagian anggota tubuh mereka dengan semua kristal itu.


"AAAGGGHHHHHH!!!" Mereka berdua teriak kesakitan.


ZWOOSSHHH!!!


Haruka untungnya menggunakan [Time Rewind] dan berhasil menyelamatkan dirinya serta Korrina dari terkena sihir mematikan tadi, Komi mulai merasa kesal melihat kejadian tersebut.


"Cih... Seharusnya aku menggunakan [Omni's Resolution] tadi."


Korrina dan Haruka melakukan serangan koordinasi. Melihat gerakan mereka yang mulai meningkat dan kerja sama mereka seperti itu membuat Komi merasa kewalahan karena semua serangan yang dilakukan oleh Komi menjadi tidak berguna karena Haruka dan seketika ia menggunakan [Omni's Resolution], ia segera menyerangnya dengan sekuat tenaga agar ia tidak fokus dalam menggunakannya.


Komi menerima beberapa luka yang dilakukan oleh serangan mereka, saat melihat celah, Komi segera memukul wajah mereka berdua sampai berdarah. Komi melanjutkannya dengan melakukan beberapa serangan bertubi-tubi.


Komi mendorong Haruka mundur dan mulai menambahkan beberapa serangan lain kepada Korrina sampai ia memuntahkan darah yang cukup banyak.


"AHAAGGGHHHHH!!!!"


Komi memegang kepala Korrina lalu ia melancarkan sebuah serangan menggunakan lutut-nya sampai tengkorak Korrina hancur dan membuatnya pingsan sampai tumbang di atas batu-batu meteor.


Haruka hanya bisa diam dan mengusap darah yang terdapat di mulut-nya, sihir waktu sepertinya cukup beresiko untuk digunakan sekarang karena Komi melihat dirinya. 


Satu pergerakan yang salah maka dia akan terluka oleh beberapa serangan fatal miliknya, Komi benar-benar gegabah karena sepertinya ia yakin bahwa kekuatannya saat ini mampu mengalahkan apapun yang ada di dimensi asli, dia berada di puncak yang jauh dari Korrina bahkan dirinya yang menciptakan Komi sendiri.


"Ini semua salahku karena sudah menciptakan dimensi tempat tinggal-mu, Komi."


"Seharusnya kau bangga bahwa kau menciptakan kesempurnaan."


"Aku tidak butuh itu."


Haruka dan Komi maju sambil melakukan beberapa serangan yang mengenai satu sama lain.

__ADS_1


Seluruh tubuh Haruka terkena jutaan serangan yang dilancarkan oleh Komi sampai-sampai ia sempat berpikir bahwa tidak ada cara lain untuk bisa menang melainkan pasrah. Komi tidak tau bahwa Haruka terlihat pasrah dalam pertarungan ini karena dia sudah tidak menyerang-nya kembali melainkan diam dan menerima serangan.


"BERAKHIR SUDAH!!!" Komi mencekik leher Haruka dan membuat kepala-nya terpisah dari tubuhnya. 


__ADS_2