Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 53 - Rencana Masa Depan


__ADS_3

"Dengan kematiannya Raitou dan juga Ayumi... Kita bisa lihat bahwa Shiro dan Homura adalah sosok ras yang sangat berbahaya." Ucap Rionald dengan memegang jantung Saint Thunder dan Blizzard. Ternyata Raitou dan Ayuma mati tanpa sebuah jantung... Karena rencana B Rionald adalah untuk mengambil jantumg Raitou dan Ayumi.



"Untung saja... Kedua jantung ini bisaku bawa dan aku akan menggantikan mereka saat ini." Rionald memasukan kedua jantung itu ke dalam tubuhnya. "Aghh...!!!" Rionald mulai bersinar.



Naoki berjalan pergi dari tempat itu karena ia tidak begitu terhibur disana. "(Dia hanya memanfaatkan Jantung Saint, huh...?)"



***



Aku dan Homuze berlutut di atas tanah dan membuat sebuah peta dimensi yang kita berada, kita sedang membuat sebuah rencana. "Bertarung melawan mereka semua dan para saint itu sama saja dengan bunuh diri."



"Hmmm... Apa rencana kita?" Tanya Homuze.



"Dengan kondisi tubuhku yang perlahan mulai menyempurnakan kekuatan Eternal, mungkin saja aku bisa memiliki efek samping di tubuhku ini." Aku mulai menunjuk sebuah peta yang menunjukan sebuah danau yang sangat besar.



"Saint Fountain...?" Ucap Homuze dengan sangat serius. Ia melirik kepadaku. "Aku masih kurang mengerti dengan tempat itu..."



"Tempat itu adalah tempat air terjun yang pas untuk latihan kita, Homuze... Dengan kita bersama bisa mendapatkan sebuah energi sihir besar..." Ucapku dengan sangat serius bahwa air terjun itu bukanlah air terjun biasa. "Air terjun itu mampu menyembuhkan segala penyakit dan juga kutukan... Aku hanya butuh menyentuhnya dan seluruh tubuhku bisa bertahan selama beberapa hari."



"Penambahan energi sihir ya...? Itu cukup menarik. Sepertinya aku bisa bebas dari tubuh Homura." Ucap Homuze dengan wajah yang serius.



"Apa yang kau maksud dengan tubuh Homura? Kau belum bebas dari tubuh miliknya?" Tanyaku.



"Kau tidak tahu bahwa tubuh diriku disini sudah hancur? Aku mati melawan seseorang sejak aku hidup, dulunya aku dan Homura itu hidup bersama." Ucap Homuze dengan wajah yang sangat serius.



"Kau mati...? Hmph, takdir yang sama sepertiku ya? Kau memanglah Homuze yangku tahu."



"Apa-apaan cara bicaramu itu?"



"Tidak, aku hanya ingin tahu kenapa kau harus merasuki tubuh Homura, aku kira kau memiliki masalah dengan tubuhmu itu."



"Tidak, aku sudah mati dan rohku sekarang berada di dalam tubuh Homura, aku cukup beruntung karena ingatanku masih ada. Setelah aku mendapat berita dari Homura bahwa Shiratori Shiro akan bangkit... Aku sudah tidak sabar ingin bebas dari tubuh Homura."



"Apakah Homura mengijinkanmu untuk selalu menggantinya? Dan bagaimana caranya kau bebas dari tubuh miliknya."



"Jawabannya cukup mudah. Dia selalu mengijinkanku untuk mengantikannya, entah kenapa dia selalu begitu kepadaku. Dan jawaban kedua itu cukup mudah jika aku sudah mengetahui kegunaan dari Saint Fountain, jika aku memiliki energi sihir yang berjumlah banyak... Aku bisa bangkit kembali dan bahkan aku bisa membuat tubuhku sendiri menjadi semula, jadi aku tidak perlu merasuki tubuh Homura."



"Begitu ya... Aku mengerti sekarang."



"Ketika aku bebas... Entah kenapa aku ingin sekali balas dendam kepada seseorang yang pernah membunuhku, jika aku bertemu dengannya... Aku tidak akan memaafkannya."



"Mari lanjut." Homuze menunjuk peta di arah barat dimana tempat itu sudah rusak dan hancur. "Tempat apa ini?"



"Itu tempat kuno... Tempat tinggal Virra yang dulu dan ia bilang bahwa tempat itu terdapat cerita tentang Saint yang lainnya." Ucapku, ingatan Shira yang sedikit ternyata bisa aku ingat.



"Tempat itu akan kita kunjungi setelah kita mengunjungi Saint Fountain, untuk sekarang kau cobalah untuk bebas dari tubuh Homura."



"Hanya itu saja?" Tanya Homuze


__ADS_1


"Tempat itu dijuluki sebagai Temple of the Saint. Tempat yang dapat membuat seluruh potensi Saintku bangkit dan juga... Virra bilang kepadaku untuk mengunjunginya agar aku bisa mengendalikan tubuh Saint ini."



"Benar juga, kita adalah ras Eternal, ras yang dipenuhi dengan kebencian dan bahkan energi negatif yang bisa menghancurkan segala kemulian dan kesucian." Ucap Homuze dengan sangat serius. "Dengan seluruh tubuhku yang sudah terkendali... Aku bisa bertarung serius melawan para Saints."



"Kau ingin membunuh mereka semua?" Tanya Homuze.



"Entahlah, sepertinya mereka tidak bisa mengerti apa yang kita bicarakan, mereka hanya akan terus melindungi Rionald, jadi aku tidak memiliki pilihan lain selain membunuh mereka demi keselamatan Shiratori."



"Pilihan baik karena para Saints telah di cuci otak oleh sihir milik Rionald yang bernama Brainwash, sihir yang cukup kuat untuk mencuci otak dan menjadikan korban seperti bonekamu."



"Methode..." Ucapku dengan wajah yang sangat kesal.



"Methode? Kau pikir bahwa keturunan Ghifari dan Shiratori akan terpengaruhi oleh sihir Brainwash? Tidak akan karena keluarga kita semuanya kebal terhadap sihir mematikan seperti itu." Jawaban Homuze membuatku yakin karena aku masih bisa mengendalikan energi negatifku, sepertinya aku merasa sedikit kebal untuk merasakan kesakitan dari energi negatif itu.



Homuze bangkit dari tanah dan ia mengangguk. "Dimengerti, ayo." Homuze terbang ke arah tempat Saint Fountain, ia meninggalkanku. "Solar Leap."



SWOOOOOOOOOSSSHHHH!!!



***



Dengan kita berdua yang akan melawan para Saints... Walaupun aku mempunyai rencana sementara, ini semua masih saja hal yang sangat mustahil untuk kita berhasil. Kita membutuhkan ritual pembangkitan anakku dan Homuze di masa depan... Siapa tahu aku bisa mendapat Eclipse atau Methode yang sudah besar. Bahkan Syna juga adalaha pilihan yang cukup bagus.



Aku harus memberitahu Homuze dan menyuruhnya untuk melakukan itu sebelum dia bebas dari tubuh Homura karena energi sihir yang berjumlah besar.



SWOOOOOOOOOSSSHHHH!!!




"Ehh? Kenapa---"



"Duluanlah!" Aku mendorong Homuze dari belakang hingga ia terjatuh ke dalam sungai itu, sepertinya dia akan marah soal itu.



SPLLAAASSHHH!!!



"Ahh!! Cough! Cough!" Sepertinya aku terlalu memaksakannya. "Sialan kau, sayang..." Homuze menatap kedua lengannya dan tiba-tiba sebuah simbol elemen api mulai muncul di seluruh lengannya.



"Jadi... Inikah? Penambahan energi sihir..." Homuze mulai menatap seluruh tubuhnya yang perlahan bersinar.



"Hmm." Aku masuk ke dalam air itu dan mulai menutup kedua mataku. Seluruh tubuhku mulai bersinar dan itu pertandaan yang cukup baik. "Sepertinya semua ini berjalan sempurna---"



Homuze tiba-tiba memelukku dari belakang dengan wajah yang serius seperti penjahat, tentu saja... Kita berdua ini setengah penjahat. "Pikiranmu sepertinya terganggu."



"Kau mengetahuinya ya?"



Homuze mulai meraba leherku dan ia mulai mengelus rambutku. "Seorang istri pasti mengetahuinya..."



"Homuze, aku membutuhkan energi sihirmu untuk mengerahkan semua yang diriku punya."



"Kau ingin membuat sebuah Ritual Pembangkitan dari masa depan? Ritual yang dapat memanggil sosok ras di masa depan yang bertahan hingga 2 minggu?" Tanya Homuze dengan sangat serius.

__ADS_1



"Iya, dengan 3 bantuan... Kita bisa saja berhasil dalam membunuh mereka semua."



Homuze melompat dan ia mendarat di atas tanah dengan wajah yang serius. Aku langsung muncul di sebelah Homuze. "Kau akan melakukannnya?"



Homuze berlutut dan ia mulai membuat sebuah lingkaran simbol Shiratori. Homuze tau bahwa dia ingin memanggil anaknya dari masa depan untuk membantu kita. "Aku akan memilih jalan yang kau pilih, Shiro. Aku berjanji, soal tubuhku nanti bisaku urus karena masalah ini lebih penting dan rumit.



"Kerahkan semuanya, Homuze. Aku ingin ritual ini berjalan dengan sukses.



Homuze mengangguk. Kedua lengannya mulai menunjuk lingkaran simbol itu. "Dengan perintah dari elemen api, aku memanggil sosok ras masa depan yang akan membantu kita saat ini..."



Lingkaran sihir itu langsung bersinar dan terbakar oleh api-api milik Homuze. Aku mulai menutup kedua mataku dan berpikir. Aku bisa merasakan Homuze mengeluarkan banyak energi sihir, sepertinya ia ingin mengorbankan semua sihirnya dan menghabiskannya karena ritual ini menghabiskan energi sihir hingga habis.



"Dengan Ibundamu yang mencoba untuk membangkitkanmu dari masa depan, aku memanggilmu untuk memenuhi kebutuhanku." Kedua lengan Homuze mulai terbakar dan itu terasa sangat sakit.



"SAATNYA BANGKIT DEMI KELUARGA SHIRATORI!!!"



SWOOOOOOOOOSSSHHHH!!!



Lingkaran itu langsung meledak di depan mata kita dengan sangat dahsyat.



"Ugh..." Homuze perlahan jatuh pingsan dan aku langsung mengangkat seluruh tubuhnya dan merasa sangat terhormat bahwa dia benar-benar melakukannya.



"Terima kasih, Homuze..."



Aku melirik kepada asap-asap itu dengan wajah yang sangat serius. "Kau datang...?"



BAAAAAMMM!!!



...



...



Tiba-tiba aku melihat seorang gadis yang berambut emas panjang dengan wajahnya yang terlihat serius. Dia memiliki tubuh remaja. Kedua lengannya sepertinya sedang memegang sebuah pedang emas dan ungu yang terbuat dari rantai.



"Apakah gadis itu yang memanggilku?" Tanya gadis itu selagi menunjuk Homuze yang sedang pingsan. "Tidak... Aku dan dia yang memanggilmu. Apakah kau tidak mengetahui diri kami?"



"Hmph... Jauh-jauh aku di panggil ke dimensi bejat ini, jangan-jangan kamu ini Papaku?"



"Tentu saja, papamu dari dimensi ini, bisa disebut bahwa aku berasal dari dimensi lain."



"Sudah kuduga... Dengan panggilan dari ritual itu, sepertinya Papa dan Mama membutuhkan sebuah bantuan besar."



"Hm. Aku ingin tahu siapa dirimu!?" Tanyaku dengan wajah yang sangat serius.



"Shiratori... Eclipse!" Eclipse tersenyum dengan sangat serius. Ternyata Homuze berhasil memanggil anakku yang sangat kuat saat ini di keluarga Shiratori.



__ADS_1


__ADS_2