Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 147 - Pahlawan


__ADS_3

Corni mulai memutarkan pedangnya lalu ia mulai menunjukkan kuda-kuda berpedangnya, pedang yang Corni pegang langsung bersinar cerah hingga menyinari seluruh tubuh Bamushigaru, "Oath Slayer...!!!" Pedang Corni mulai membesar hingga ukurannya saat ini hampir sebesar dengan sebuah planet dan itu artinya pedang itu masih belum cukup untuk mengalahkan Bamushigaru, "Aku hanya harus melawan dan melawan...!!!" Ucap Corni hingga seluruh tubuhnya bersinar karena pedang besar itu mulai memberinya kekuatan.


Kekuatan itu adalah kekuatan dimana Corni bisa bertahan melawan Bamushigaru, pedang yang ia pegang itu bernama Oath-Slayer dan pedang itu adalah satu-satunya pedang untuk bisa mengalahkan Bamushigaru, caranya adalah menyegelnya menggunakan pedang tersebut lalu menghancurkan pedang itu dengan kekuatan yang diberikan dari pedang Oath-Slayer.


Dengan resiko, Corni akan mati dan itulah adalah takdir mutlak yang dimiliki Oath-Slayer ketika selesai mengalahkan Bamushigaru, Corni melesat ke depan lalu ia mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat hingga seluruh tubuh Bamushigaru mulai meninggalkan banyak sekali luka tebasan hingga perlahan-lahan pedang yang Corni pegang mulai membesar, "HARRRRGGGHHH!!!" Teriak Corni keras hingga ia terus menebas tubuh Bamushigaru tanpa henti.


"GROOAAAGGGHHHHH!!!" Teriam Bamushigaru keras hingga ia menghantam Corni sampai ke belakang, "Cih...!!!" Corni melesat ke depan lalu Bamushigaru mulai meluncurkan gelombang tipis hijau melalui seluruh tubuhnya hingga gelombang tipis itu mulai meluncur ke segala arah, "HAARRRGGHHH!!!" Mortem langsung menangkis semua gelombang tipis itu bersama Kuro, Alvin, dan Haruki.


Corni melesat ke arah kepala Bamushigaru lalu ia mengayunkan pedangnya ke depan hingga sebuah barrier mulai muncul dan menangkis pedang milik Corni. *CLANG!!!* Corni terpental ke belakang lalu ia melihat Bamushigaru melesat menuju arahnya dengan kecepatan maksimal, "SACRED FORCE!!!" Teriak Korrina hingga ia mulai mendorong seluruh tubuh Bamushigaru ke belakang menggunakan 90% kekuatannya, perlahan-lahan seluruh Lenergy yang dimiliki Korrina mulai terserap oleh anak yang berada di dalam kandungannya.


Bamushigaru menatap Korrina dan yang lainnya lalu ia meluncurkan gelombang hijau melalui kedua matanya hingga semua gelombang itu mengenai mereka, *BAM!!!* "C-Cepat sekali...!" Ucap Corni berkeringat, ia melirik ke belakang dimana ia melihat Korrina dan yang lainnya terlihat baik-baik saja.


Corni melesat ke depan lalu ia mengayunkan pedangnya lagi ke arah kepala Bamushigaru, tetapi pedang Corni langsung terhalangi oleh barrier yang sangat kuat, "ILLUSION OF SPLITTING IMAGE!!!" Teraik Corni hingga ia mulai menciptakan dua klon bayangan yang mulai muncul di atas tubuhnya dan di bawah tubuhnya, "JYAAAAGGGHHH!!!" Teriak kedua klon itu hingga mereka mulai mengayunkan pedang mereka ke arah barrier itu.


CLAAAANG!!!


Barrier itu masih bertahan dan tidak bisa hancur karena barrier itu sudah ditakdirkan untuk melindungi seluruh tubuh Bamushigaru, "CRIMSON FINAL...!!!" Corni mengangkat pedang-nya ke atas hingga kedua klonnya mulai melakukan hal yang sama, "...BLOW!!!" Corni langsung menghantam barrier itu sampai pecah. *CRACK!!!*


"GAOOOOGGGHHHHH!!!" Teriak Bamushigaru hingga seluruh kulitnya mulai menciptakan sebuah aura-aura yang membentuk seperti tali dan semua aura tali itu langsung membelit Corni dan yang lainnya, tali-tali itu mulai menekan tubuh mereka dengan sangat kencang, "Grrrgghhh...!!!" Corni mulai mencoba melepaskan dirinya dengan memutuskan tali itu menggunakan pedangnya.


"ARRRRGGGHHHHHHHHHH!!!" Teriak Corni kesakitan, Bamushigaru mulai mencoba untuk menghancurkan tubuh mereka semua menggunakan aura tali itu, "UGGHHH...!!!" Korrina langsung memuntahkan banyak sekali darah karena ia tidak bisa membebaskan dirinya, jika saja dia tidak mengandung anak maka Korrina bisa saja membebaskan dirinya dengan mudah. Bamushigaru mulai menarik Corni tepat di depan mata kanan-nya, "GRRRRGGGHHH...!!!" Kedua mata Bamushigaru mulai bersinar, "S-Sial... A-Aku gagal...?"


...


...


"HAAHHHHH!!!" Virra langsung menebas tali yang membelit seluruh tubuh Corni, "JYAAAAGGGHHHH!!!" Teriak Corni hingga ia langsung menebas mata kanan Bamushigaru dengan sangat dalam, "GRUAAAGGHHH!!!" Teriak Bamushigaru keras hingga mampu membuat mereka semua terpental ke belakang, perlahan-lahan mata kanan Bamushigaru mulai meregenerasi dan tiba-tiba pedang Corni mulai membesar lagi, "Virra...?" Corni mulai menatap Virra dengan ekspresi yang terlihat terkejut.


"Aku akan membantumu, Corni. Masih ada cara lain selain kehilangan satu nyawa." Ucap Virra. Corni mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "... ..." Corni langsung tersenyum dan mengangguk hingga Korrina mulai mendorong Bamushigaru ke belakang menggunakan kedua telapak tangannya, "Hah!!! HAH!!! HAH!!!" Korrina terus mendorongnya ke belakang menggunakan kedua telapak tangannya.


SWOOOSSHHH!!!


Haruka tiba-tiba muncul tepat di belakang Alvin selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "... ...!!!" Alvin melirik ke belakang lalu ia melihat Haruka yang sedang tersenyum, "Papa, aku kembali~" Ucap Haruka hingga membuat Alvin cukup terharu, "H-Haruka...? B-Bagaimana bisa...?"


"Lebih baik kita fokus kepada masalah besar ini, Papa... Tenang saja, aku masih bisa berbicara denganmu lagi." Ucap Haruka hingga kedua pupil matanya berubah menjadi warna hijau dengan lambang waktu, "Kalian semua....! Tahan Bamushigaru hingga aku selesai menguasai sihirku...! Ini butuh waktu!!!" Teriak Haruka hingga mereka semua mengangguk lalu menyerang Bamushigaru dengan bersamaan.


Korrina mulai mundur dan melakukan beberapa sihir buff kepada mereka semua Alvin, Kuro, Mortem, dan Haruki mulai menyerang tubuh Bamushigaru bagian belakang sedangkan Corni dan Virra bagian kepala, seluruh tubuh Bamushigaru terus dilindungi dengan barrier hingga barrier-barrier itu tidak hancur-hancur walaupun sudah mereka serang dengan serangan terkuat mereka, "Cih...! Tebal sekali...!!!" Ucap Alvin, ia mulai menendang-nendang barrier itu beberapa kali dan Korrina hanya bisa menatap Bamushigaru dari jauh.

__ADS_1


"Bamushigaru memanglah monster yang harus secepatnya dibunuh atau dia bisa saja bertambah kuat hingga bisa saja melampui diriku..." Ucap Korrina, ia melirik ke arah Haruka yang sedang mengumpulkan banyak sekali Lenergy, "Biarkan aku membantu, Haruka..." Korrina menjentikkan jari-nya hingga seluruh tubuh Haruka mulai bersinar, "M-Mama...?" Korrina menggunakan sihir yang bernama Unlimited Lenergy. "Satu kesempatan Haruka, gunakan Lenergy yang tidak akan habis itu, tapi jika kau mengeluarkan satu sihir saja maka Unlimited Lenergy itu akan hilang. Gunakanlah sihir yang berguna." Ucap Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


"Baiklah...!" Haruka mengangguk.


"OMNIPOTENT'S SAINT MAGIC!!! TOURI'S PAST HEROES SUMMONER!!!" Teriak Haruka keras hingga Korrina langsung mendorong Bamushigaru jauh sekali ke belakang, Shira dan yang lainnya tiba-tiba berhenti bergerak karena mereka semua bisa merasakan kekuatan yang besar sekali, mereka semua mulai melihat sekeliling hingga tiba-tiba mereka melihat 3 ras yang berkumpul di satu tempat yaitu ras Iblis, Legenda, dan Malaikat. Mereka semua sedang berkumpul dengan kekuatan mereka yang berada di puncak kekuatan penuh.


Semua ras itu langsung meluncurkan banyak sekali sihir menuju arah Bamushigaru hingga seluruh tubuh Bamushigaru langsung terhalangi dengan ledakan dan asap-asap, Alvin langsung melihat Ariyaku dan Yuriko, kedua orang tuanya, "Ibu...? Ayah...?" Alvin langsung menunjukkan ekspresi yang kebingungan karena ia hari ini mengalami hari yang buruk dan aneh yaitu bertemu dengan Bamushigaru, Haruka, ayah-nya, dan ibu-nya.


Haruka muncul di sebelah Alvin, "Mereka semua adalah ilusi kuat yang diciptakan dengan sihirku, Papa. Itu artinya mereka ini hanya akan bertahan selama musuh mereka telah terkalahkan." Ucap Haruka hingga ia mulai memunculkan portal di belakangnya, Shira dan yang lainnya keluar dari portal itu selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius. Bamushigaru mulai menatap sekitar dimana ia saat ini sedang dikepung oleh semua pahlawan masa lalu Touri, "GRAAAGGHHH!!!" Teriak Bamushigaru keras.


"BLOOD...!!! FOR PEACEEEE!!!" Teriak semua ras iblis hingga mereka semua melesat menuju arah Bamushigaru dan mulai menyerang ekor-nya menggunakan sihir, kekuatan, bela diri, senjata-senjata. Bamushigaru langsung teriak keras karena kekuatan mereka kuat sekali, "Apakah itu sebuah perkataan perang ras Iblis...?" Tanya Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan.


"ANGELS...!!! PROTECTS...!!! EVERYTHING...!!!" Teriak semua ras malaikat hingga mereka semua melesat menuju arah Bamushigaru dan mulai menyerang tubuhnya tanpa henti hingga Bamushgiaru tidak memiliki kesempatan untuk menyerang balik dan bergerak, "GRAAAGGHHH!!!" Shira dan yang lainnya mulai merasa sangat terkesan melihat cara mereka semua bertarung. Alvin hanya bisa menunjukkan senyuman lebarnya, "AKU TERBAKAR PENUH DENGAN SEMANGAT!!!" Teriak Alvin keras hingga Mortem muncul di barisan depan Legenda, "Legends..." Ucap Mortem.


"...NEVER DIIIIIIEEEEEESSSSSSSS!!!" Teriak semua Legenda hingga mereka semua melesat menuju arah Bamushigaru dan mulai menyerangnya dari segala arah, "TOURI LIVES ON!!!" Korrina muncul di atas mereka semua selagi memunculkan sebuah cincin putih besar di belakang punggungnya yang mampu membuat mereka semua terkena sinar cahaya dari cincin itu hingga perlahan-lahan mereka semua mendapatkan buff besar dari Korrina.


Semua ras itu mulai menyerang Bamushigaru tanpa henti hingga hal yang hanya bisa Bamushigaru lakukan adalah teriak, "GAOOOOGGGHHHH!!! GROOOOOGGGHHHHH!!!" Teriak Bamushigaru keras hingga para Legenda mulai menghantam seluruh tubuh Bamushigaru hingga ia mulai memuntahkan darah yang sangat banyak melalui mulutnya, darah itu langsung masuk ke dalam portal yang Korrina ciptakan.


Para iblis mulai menebas seluruh tubuh Bamushigaru tanpa ampun hingga perlahan-lahan Bamushigaru bisa saja di ubah menjadi sushi oleh iblis-iblis itu, "ROOOAAGGGHHH!!!" Teriak Bamushigaru hingga ia meluncurkan gelombang hijau tebal melalui tubuhnya hingga semua gelombang itu melesat menuju ras-ras itu, Korrina mulai menciptakan sebuah portal lagi di depan gelombang itu, "SERANG BAMUSHIGARU DENGAN SEMUA YANG KALIAN MILIKI!!! JANGAN MENAHAN DIRI!!!"


"AUUUGGGHHHH!!!" Corni mulai menebas-nebas wajah Bamushigaru menggunakan pedangnya yang terus membesar tanpa henti, "HAAAAAAAAA!!!" Teriak Corni keras hingga wajah Bamushigaru benar-benar hancur karena pedang yang Corni pegang itu, "LAKUKAN!!! SEMUANYA!!!" Teriak Korrina hingga ia mulai mengontrol tubuh mereka semua menggunakan aura-auranya, "A-Apa ini...!?" Tanya Shira hingga ia mulai membulatkan kedua matanya karena Korrina sepertinya mengendalikan tubuhnya, bukan tubuhnya saja bahkan tubuh mereka semua.


"GROOAAAGGGHHHHHHHH!!!! RAAAAAAAGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Bamushigaru keras hingga ia perlahan-lahan terhapuskan dari kenyataan, semua ras dari masa lalu itu langsung menghilang hingga membuat Haruka kelelahan sampai terjatuh, "Ahh...!!! hah... hah... hah..." Haruka mulai memuntahkan darah melalui mulutnya dan setelah itu ia mulai berkeringat dingin karena sudah menggunakan banyak sekali Lenergy demi mengalahkan Bamushigaru.


SWOOOOOSSSSHHHH!!!


"... ...!!!" Korrina langsung membulatkan kedua matanya hingga ia mulai mengalang mulutnya, "HOEEKKK...!!!" Korrina langsung memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya, "HOEEEKKKKKKKKKKKKK!!!!" Korrina memuntahkan darah lagi dan lagi hingga tiba-tiba ia berubah menjadi wujud 100%-nya, "A... Ah..." Korrina perlahan-lahan jatuh dari atas angkasa lalu Alvin melesat menuju arahnya dan menangkapnya, "Korrina... Apakah kau baik-baik saja...?"


"Hanya sebentar..."


"GROOOOOOOOOOAAAAAAAAAAAAGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Bamushigaru keras hingga mampu membuat semua Legenda yang berada di tempat itu langsung lumpuh, "AHHHHH...!!!" Mereka semua langsung terjatuh, tetapi Korrina langsung menciptakan lantai barrier sacred yang menahan mereka, mereka langsung tergeletak di atas barrier itu, "B-Bagaimana bisa...!?" Tanya Shira selagi menunjukkan ekspresi yang kesal melihat Bamushigaru bangkit kembali dengan kekuatan yang lebih kuat dan ukuran yang lebih besar.


"Tidak ada pilihan lain... selain... menyegalnya menggunakan Oath-Slayer..." Ucap Haruka hingga Corni mendarat di depan mereka semua, "Serahkan Bamushigaru kepadaku, aku tahu bahwa rencana tadi tidak akan berhasil sampai-sampai Bamushigaru bertemu dengan takdir yang sebenarnya yaitu... ini..." Corni mulai menunjukkan pedangnya, "Aku akan mencoba untuk menyelamatkan Touri...!!!" Corni melesat menuju arah Bamushigaru lalu ia mulai mengayunkan pedangnya beberapa kali ke arah Bamushigaru tetapi pedang itu tidak memberinya efek apapun.


"M-Mustahil---" Bamushigaru langsung menghantam seluruh tubuh Corni menggunakan kepalanya hingga Corni terpental ke belakang dengan tulang-tulang yang retak, "AGH...!!!" Bamushigaru langsung melesat menuju arah Corni dan mulai menghantam seluruh tubuhnya menggunakan ekornya hingga Corni terpental ke belakang lagi dengan seluruh tubuhnya yang mulai tertebas dan berdarah karena ekor Bamushigaru yang tajam, "NRRRGGHHH...!!! AKU HARUS BERTAHAN...!!!" Teriak Corni hingga pedang yang ia pegang bersinar dan membesar lagi.


"AKU SUDAH BERJANJI KEPADA LUNA BAHWA AKU AKAN MELINDUNGI SEMESTA TOURIIII!!!" Teriak Corni hingga ia muncul di depannya lalu ia mulai menebas-nebas kepala Bamushigaru menggunakan pedangnya hingga perlahan-lahan pedang itu mampu melukai kepala Bamushigaru, "RAAAGGGHHHH!!!" Bamushigaru langsung mengigit tubuh Corni, "Ahh...!!!" Corni terbang mundur hingga tiba-tiba tubuh bagian bawahnya terkena gigit oleh Bamushigaru.

__ADS_1


"Ahh....!!!! HUEEEGGHHH!!!" Corni langsung memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya hingga tubuh yang putus mulai meneteskan banyak sekali darah, "T... Tidak..." Ucap Corni, ia bisa merasakan bahwa seluruh tubuhnya mulai melemah, tetapi pedang itu terus memberikan Corni kekuatan hingga ia saat ini masih bisa bertahan, Bamushigaru melesat gelombang hijau melalui mulutnya dan Corni langsung memutar pedangnya hingga gelombang itu mulai terpotong-potong oleh Corni.


"HUEEGGHHH...!!!" Corni masih memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya, "Jika aku gagal maka... semuanya akan berakhir... itu artinya aku tidak bisa mengkabulkan permintaan Luna dan juga Laikin yang mencoba untuk berubah menjadi sesosok pria yang baik dan mengubah Touri menjadi tempat kedamian..."


"Mama...!!!"


"Corni!!! MAJULAH!!!"


Corni langsung membulatkan kedua matanya ketika ia mendengar suara Laikin dan Luna, "Laikin... Luka..." Corni melirik ke belakang lalu ia menatap Virra yang terlihat seperti putus asa, "Corni..." Setelah itu Corni langsung menatap Alvin yang sedang menatapnya dengan ekspresi yang terlihat serius, "... ..." Alvin mengangguk, Corni langsung menunjukkan ekspresi yang terkejut karena mereka semua benar-benar mempercayai dirinya.


"Aku... tidak akan menyerah hingga kau benar-benar mati, BAMUSHIGARU!!!" Teriak Corni hingga ia mulai melepaskan dorongan yang besar melalui pedangnya, Bamushigaru langsung terdorong ke belakang hingga perlahan-lahan pedang Corni bersinar terus dan membesar tiada batasnya, "DEMI LUNA...!!!" Pedang Corni mulai memanjang, Corni langsung menebas ekornya menjadi beberapa bagian, seluruh tubuhnya perlahan-lahan mulai mengeluarkan banyak sekali darah karena pedang itu mulai melukai dirinya juga, "DEMI LAIKIN...!!!" Corni mengangkat pedangnya ke atas.


"TRUE OATH SLAYER!!!" Teriak Corni keras hingga pedangnya mulai membesar dan memiliki ukuran yang lebih besar dari Bamushigaru, "HAAAAAAAAAAARRRRGGGGGGHHHHHHH!!!" Teriak Corni keras hingga ia mulai menebas-nebas tubuh Bamushigaru tanpa henti hingga mata kanan Corni langsung hancur, "HUGGGHHH...!!!" aura yang Corni pedang mulai mengeluarkan aura yang merasuki tubuhnya dan tubuh Bamushigaru.


"OATH FINAL COMBINATION!!!" Corni langsung mengayunkan pedangnya beberapa kali dengan pelan karena kedua lengannya tiba-tiba bergerak sendiri, kedua lengannya sudah tidak bisa Corni kendalikan karena kedua lengannya sudah mati rasa, "KAU TIDAK AKAN PERNAH MENGERTI TENTANG PERASAAN SEORANG LEGENDA YANG SUDAH KEHILANGAN BANYAK SEKALI SESEORANG YANG IA CINTAI!!!" Corni terus menebas tubuh Bamushigaru tanpa henti hingga mata kiri Corni langsung hancur dan semua indra perasaannya langsung hilang.


"Legenda tidak akan pernah mati, saat dunia memanggilmu untuk menyelamatkan sesuatu dan melindungi sesuatu...!!! Bisakah para Legenda mendengar mereka meneriakkan nama Anda? TENTU SAJA MEREKA AKAN MENDENGARNYA KARENA KAMI ADALAH SEORANG LEGENDA YANG BERTARUNG DEMI KESELAMATAN!!! DEMI KEPUASAN KITA UNTUK BERTARUNG DEMI MELINDUNGI SESUATU!!!" Teriak Corni yang terus menebas seluruh tubuh Bamushigaru, "GRAAAAGGGGGGHHHHHH!!!" Bamushigaru meluncurkan banyak sekali gelombang melalui seluruh anggota tubuhnya hingga tubuh Corni langsung terkena dengan gelombang milik Bamushigaru, tetapi tubuh Corni tidak terbakar karena seluruh tubuhnya saat ini sedang dilumuri dengan aura yang dimiliki pedang Corni.


"LEGENDS NEVER DIES!!! Mereka semua menjadi bagian dari generasi selanjutnya...!!! NAMA KITA AKAN TERUS DIINGAT KARENA KAMI INI ADALAH LEGENDA!!! Setiap kali aku berdarah karena aku mencoba untuk mencapai kebesaran!!! Tanpa henti Legenda akan terus bertahan hidup!!!" Jantung Corni mulai hancur, tetapi dia masih bergerak hingga ia mulai memotong Bamushigaru menjadi beberapa bagian yang kecil. Walaupun itu terjadi, Bamushigaru mulai meregenerasi kembali menjadi pulih.


"Para Legenda tidak akan pernah kehilangan harapan ketika semuanya dingin dan pertempuran mulai mendekat. Jauh di dalam tulang mereka, mereka akan menjadi asap. Saat api sedang ganas. Oh, angkat dirimu, sebab...!!!" Pedang Corni langsung hancur hingga menjadi aura-aura hijau tua, aura itu langsung melumuri seluruh tubuh Bamushigaru hingga perlahan ia mulai mengecil dan berubah menjadi pedang, itu artinya Corni berhasil menyegelnya, "LEGENDS NEVER DIIIIEEEESSSSSSSSSS!!!" Teriak Corni untuk terakhir kalinya hingga ia mengambil pedang itu hingga seluruh tubuhnya langsung bersinar cerah.


SWOOOSSSHHHHH!!!


Shira dan yang lainnya langsung bisa kembali bergerak, Alvin dan Korrina secepatnya melesat menuju arah Corni yang sedang melayang di luar angkasa selagi memegang pedang itu menggunakan kedua telapak tangannya, "... ..." Corni bisa merasakan Alvin dan Korrina sedang berdiri di belakangnya, Corni melirik ke belakang lalu ia menghadap mereka berdua, "... ..." Korrina tersenyum bangga dan mulai menangis melihat Corni baru saja menyelamatkan Touri, "Corni..." Korrina mulai mengusap-usap rambut Corni.


Virra muncul di sebelah Alvin lalu ia menatap Corni, "Kakak...!!! Kakak...!!!" Teriak Virra hingga ia mulai memeluk Corni dengan sangat erat, tetapi Corni tidak menjawabnya karena seluruh tubuhnya sudah mati dan tidak bisa ia rasakan dengan mudah, tetapi Corni masih diberi sedikit kesempatan untuk menghadapi mereka semua, "... ..." Korrina mencoba untuk menyembuhkan Corni, tetapi ia tidak bisa karena luka Corni itu sangat mutlak sekali dan tidak akan bisa di sembuhkan, "... ..."


"Kakak..." Virra langsung menangis terharu melihat Corni sudah tidak sadar bahwa seseorang yang sedang memeluknya dan mengelus-elus rambutnya adalah Korrina dan Virra, Corni hanya bisa diam selagi memegang kedua pedang itu, "... ..."  Alvin mulai menjauh Virra dari Corni dan setelah itu Alvin mulai memegang pipi Corni, "Papa tidak tahu kamu bisa mendengarnya atau tidak... Tapi... Papa memaafkan semua kesalahanmu untuk selamanya, Corni. Papa juga minta maaf karena Papa selalu keras kepadamu sejak itu, papa sangat bangga sekali sekarang melihatmu seperti ini..." Ucap Alvin.


Korrina mulai menepuk-nepuk kepala Corni, "Laikin... Luna... Pasti sedang menunggumu saat ini... Pergilah..." Ucap Korrina, "Kami sudah aman sekarang, sekarang Corni tinggal hidup damai di alam dimana Corni bisa bertemu dengan Laikin dan Luna... Mama yakin mereka sekarang sedang menunggu kedatanganmu dan kehadiranmu..." Ucap Korrina yang sedang menangis.


"Mamamu benar Corni, tugas terakhirmu saat ini adalah hidup damai dan tenang bersama keluargamu..." Alvin dan Korrina mulai mencium pipi kiri dan kanan Corni hingga Corni mulai menunjukkan senyuman terakhirnya, "... ..." Corni langsung membelah pedang itu menjadi dua hingga kedua pedang tersebut langsung berubah menjadi partikel-partikel emas, ketika Corni menghancurkan pedang itu. Ia sudah tidak bernyawa lagi itu artinya Corni sudah mati dengan sebuah senyuman di wajahnya, dia juga bahkan masih melayang di atas langit.


"KAKAAAAK!!!!!!" Teriak Virra keras hingga ia mulai memeluk Corni dengan sangat erat, tubuh Corni perlahan-lahan mulai berubah menjadi debu karena efek dari kehancuran pedang Oath-Slayer, jika pedang itu hancur maka penggunanya juga akan ikut hancur, "... ..." Shira mulai menangis melihat Corni baru saja mati sebagai seorang pahlawan yang telah menyelamatkan Touri.


Bukan hanya Shira yang nangis melainkan semua Legenda termasuk Kuro juga ikut menangis melihat aksi heroik yang Corni lakukan, mereka semua mulai menangis, "... ..." Korrina hanya bisa diam selagi melihat debu-debu itu dengan wajah yang bersalah karena dialah yang awal-nya tidak menghentikan Geras, jika saja Korrina menghentikan Geras maka semua ini tidak akan pernah bisa terjadi.

__ADS_1


"Takdir kematian akan selalu ada untuk kita semua dan entah kapan itu akan terjadi, pasti terjadi dan tidak bisa diubah secara paksa..." Ucap Haruka pelan dengan nada yang lemas karena ia sedang menangis.


__ADS_2