Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 51 - Dimensi Saint


__ADS_3

BAAAAAAAAAAAAAMMMMMM!!!



"Apakah kau berhasil mengalahkan Ayumi, Methode?" Tanya Shiro dengan wajah yang serius.



"Hah... Hah... Hah..." Methode berubah kembali menjadi wujud normalnya dan ia mulai mencari energi sihir milik Ayumi. "Aku tidak bisa merasakan energi sihirnya, Papa... Ada yang aneh disini." Methode melirik kepada Shiro, Shira juga sedang mencari Raitou yang telah kabur.



"Sialan... Aku juga tidak bisa merasakan energi sihir Raitou... Mereka sepertinya kabur. Memang kurang hajar dan juga pengecut sebagai Super Elemental Saint." Ucap Shiro dengan sangat kesal.



"Papa, apakah kau ingat ketika mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing?"



"Ya... Mereka dari keluarga Aenzbern, tidak kusangka kekuatan sihir Aenzbern memang sangat mengerikan." Shiro mulai memegang dagunya selagi berpikir, ia mulai melihat sekitar yang terasa berbeda dari dunia luar.



"Hmm..."



"Methode, apakah kau tahu dimana kita sekarang?"



Methode mulai melihat ke atas dimana ia tidak bisa melihat apapun kecuali dua planet yang sangat besar. "Kedua planet itu terlihat asing, Papa."



Shiro melirik ke atas dan ia mengangguk. "Ya... Ini sudah tentu pasti bahwa kita berada di dimensi lain."



"Yuusuatouri tidak memiliki kedua planet aneh itu."



"Mari kita menuju daratan, Papa." Methode terbang menghampiri tanah dengan sangat cepat.



Shiro melirik ke atas dengan wajah yang serius. "Ya." Shiro terbang mengikuti Methode.



SWOOOOOOOOOOOSSSHHHHH!!!



***



Tempat luar dimana portal itu masih menyala, Homura diam-diam menghampiri portal itu dengan wajah yang sangat serius. "Mereka semua masuk ke tempat ini ya...?"



"Aku tidak bisa mempercayai suami dan putriku yang bodoh itu tanpaku..." Homura melompat masuk ke dalam portal itu dengan sangat cepat.



SWOOOOOOOOOSSHHHH!!!



HOMURA'S POV



Aku muncul di atas langit dan mulai perlahan jatuh menuju tanah. Aku secepatnya menembak api yang sangat kuat ke belakangku dengan sangat cepat.



Shiro dan Methode mendarat di atas tanah dan mereka tidak melihat apapun. "Cih... Apa ini---"



"SHIROOOOOO!!!" Teriakku.



BAAAAAAAAAAAAAMMMMMM!!!



Aku menabrak Shiro dengan sangat kuat hingga kita membuat sebuah lubang yang sangat besar. Methode terlihat terkejut soal itu.



"Wahhhhhhhh... Apa itu?" Methode melirik ke atas dengan wajah yang kebingungan seperti melihat meteor jatuh.



***



"Hehehe~ Sepertinya aku tidak bisa mempercayai suamiku yang bodoh dan putriku yang ceroboh." Aku mulai tertawa kepada mereka berdua.



"ALASAN APA-APAAN ITU!?" Teriak mereka berdua dengan sangat keras, sepertinya mereka langsung marah melihatku datang.



Di suatu tempat yang besar dan tidak jauh dari tempat Shiro dan yang lainnya berada. Ayumi dan Raitou muncul di depan tahta yang sangat besar.



Mereka berdua langsung berlutu kepada tahta yang berada di depan mereka. "Maafkan kami dengan kekalahan kami ini, Tuan Rionald..."



"Mereka sangatlah kuat dan memang tidak bisa diremehkan begitu" Ucap Raitou yang terluka cukup parah oleh serangan Shiro.



Rionald mulai merasa sangat kesal dan juga marah. "SIALAN!!! KENAPA KALIAN BISA KALAH SEPERTI INI!?"



Raitou and Ayumi langsung terkejut mendengar Rionald marah. "Maafkan kami, tuan Rionald!" Mereka berdua terus menunduk dan tidak bisa bergerak sama sekali.



"Sekarang... Kita berjanji untuk tidak mengecewakanmu lagi."



"Hentikan." Ucap Rionald dengan sangat kesal, kedua matanya langsung tertutup. "Jalankan rencana B..." Rionald tersenyum dengan sangat jahat. Ia mulai menunjuk mereka bedua, kedua lengannya langsung bersinar berwarna ungu. "Brainwashed."



Kedua mata Raitou dan Ayumi langsung bersinar warna ungu, itu artinya mereka berdua sedang di cuci otak oleh Rionald.



Tempat dimana Shiro dan yang lainnya berada, aku dan yang lainnya sedang berjalan menghampiri kastil yang sangat tua itu dan semakin lama sudah bisa semakin terlihat kastil yang kita cari-cari.

__ADS_1



"Homura, apakah kau merasakan sebuah sihir yang menyengatmu?" Tanya Shiro.



"Tidak, seluruh tempat ini terasa begitu sunyi... Dimensi Saint ini cukup aneh juga----" Tiba-tiba aku langsung merasakan energi sihir yang sangat besar disekitar kita.



"DARK BINDING!!!" Tiba-tiba Naoki mulai membelit kedua kaki Shiro dan yang lainnya dengan sihir kegelapan.



"Ap-Apa!?" Shiro mulai lengah oleh sihir milik Naoki. "BLIZZARD FROZE!!!" Ayumi menembakan sihir bekunya menuju kedua lenganku dan yang lainnya hingga kita tidak bisa bergerak.



"LEAF OF BINDINGS!!!" Grasia mengeluarkan sihir daunnya untuk mengikat seluruh tubuhku dan yang lainnya.



Ini semua adalah jebakan dan kita sama sekali tidak bisa bergerak karena sihir kombinasi mereka... Aku mulai tidak mengerti apa rencana Naoki dan Miuki sekarang, kenapa mereka tiba-tiba menyerang kita?



Mereka penghianat sialan. Aku melirik ke Shiro dan aku bisa membaca raut wajahnya yang sangat kesal. "Wahh... Sungguh licik sekali mengalahkan kita dengan cara 3 lawan 7." Ucap Shiro.



Kita di kepung oleh Naoki, Miuki, dan kelima Saint lainnya. Mereka tersenyum dengan sangat jahat melihat kita yang tidak bisa melarikan diri lagi.



Naoki menghampiri Shiro. "Maafkan aku Shiro, tapi sebenarnya inilah rencanaku..." Kedua mata Naoki bersinar berwarna ungu, itu artinya dia telah di cuci otak. "T-Tidak mungkin...?"



"Rencanaku...? Jangan-jangan kau sudah terpengaruhi oleh si sialan Rionald itu?" Tanya Shiro.



"Dia bukanlah sialan, Shiro. Kaulah keluarga keturunan Ghifari dan Shiratori yang sialannya mencoba untuk menghancurkan dunia ini dengan kekuatan kalian."



"Jangan sok tahu, Naoki. Kita keluarga Shiratori tidaklah sama dengan keluarga Ghifari---"



"DIAMLAH!!!" Ucap Raitou dengan sangat kesal, Raitou menunjuk kita semua dengan wajah yang kesal.



"Berikan jantung Saint kalian sekarang juga atau kita harus melakukannya dengan paksa." Kedua lengan Raitou mulai terlindungi oleh listrik.



"Kenapa kalian harus mengambil jantung milik Shiro dan Methode?" Tanyaku dengan wajah yang sangat kesal.



"Jantung Saint itu milik Rionald dan ia akan menggunakannya untuk menjadi pahlawan... Dia juga akan mengubah segalanya, bahkan Yuusuatouri." Raitou tertawa.



"Kalian memanglah bodoh..." Ucap Shiro dengan wajah datarnya.



"Silahkan, ambilah jantungku... CARI HINGGA KALIAN DAPAT." Shiro tersenyum dengan sangat jahat, ia mulai terlihat seperti penjahat... Tentu saja, dia itu ras Eternal Legend.



"Raitou... Perkataan dia cukup jujur sekali, dia tidak memiliki Jantung Saint itu." Ucap Ayumi dengan sangat serius, bagaimana bisa? Bukannya jantungnya itu selalu ada di dalam hatinya?




Tiba-tiba Wile mengambil jantung Methode dengan sangat cepat. "AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Teriak Methode dengan penuh kesakitan.



"METHODE!!!" Teriakku dengan sangat terkejut. Aku mulai merasa sangat kesal dan juga marah. "HENTIKAN ITU SEKARANG JUGA, ANJING KAMPUNG!!!"



"Hahh... Hah.... Hah..." Methode mulai merasa sangat kesakitan dan aku tidak bisa melihatnya. Aku ingin sekali memberikan mereka pelajaran yang sangat menyakitkan.



"Bawalah Methode ke kastil itu, Grisai dan Via." Ucap Naoki, Grisai dan Via langsung mengangguk lalu mereka langsung menggusur Methode yang lemah ke arah kastil. Methode tidak bisa melawan karena jantungnya yang hilang.



"Si-Sialan...!" Ucap Shiro dengan sangat kesal. Raitou dan Naoki menunjukku dan Shiro. "Inilah tempat dimana kalian akan mati--"



"HOMUZEEE, BANTU KAMI!" Aku meledakkan diriku dan Homuze langsung mengambil alih tubuh milikku.



BAAAAAAAAAAAAAMMMMMM!!!!!



Shiro meraba bahuku dan kita langsung terbang dengan sangat jauh ke arah barat untuk melarikan diri, kita tidak bisa melawan para Saint itu berdua. Itu sama saja dengan bunuh diri.



"Mereka melarikan diri..." Ucap Naoki dengan sangat kesal.



"Hmph. Tidak akan kubiarkan." Raitou berubah menjadi listrik dan ia langsung pergi mengikuti Shiro diam-diam.



***



Aku dan Shiro tiba-tiba terjatuh dari langit menuju tanah. "Aghhhh... Ahhhh..." Aku melihat Shiro yang sedang kesakitan selagi memegang dadanya. "Shiro, apakah kau tidak apa-apa?" Tanyaku dengan wajah yang serius.



Aku membalikan tubuhnya dan aku bisa melihat bahwa dadanya mengeluarkan darah yang cukup banyak. "Hahh... Hah... Hah... Ini efek dari ras Eternal yang hidup, aku belum menyempurnakan tubuh ini."



"Ini penyakitmu ya...? Ras eternal tidak bisa bertahan lama, jadi kau memaksakan dirimu untuk hidup?" Aku meraba dada Shiro.



"Negative Power." Aku memberikan Shiro kekuatan Eternalku agar ia bisa menahan penyakitnya cukup lama.



SWOOOOOOOOOSSSHHHH....



Shiro membuka kedua matanya dan ia langsung berkeringat dengan sangat banyak. "Homuze... Tanpa Methode disebelahku aku tidak bisa bertahan dengan sempurna, dia seperti obat bagi tubuh lemah ini..."

__ADS_1



"Tanpa energi negatifku... Atau energi khusus ras Eternal, aku tidak bisa terlalu lama menggunakan kekuatan gerhana matahari."



"Aku berusaha mungkin untuk mencoba menyembuhkan dirimu---" Aku merasakan suara listrik yang mulai mendekat.



"THUNDERBOLT OF JUSTICE!!!" Raitou menembak tombak lstrik yang sangat besar ke arah kita. Aku memegang lengan kiri Shiro dan kita langsung menghindari sihir milik Saint itu.



Aku menatap wajahnyadengan sangat marah. "Apa yang kau butuhkan dari kita, Saint Thunder?"



"Membunuh kalian berdua tentu saja. Perkenalkan... Namaku adalah Raitou Aenzbern, aku datang untuk membunuh kalian berdua." Raitou tersenyum.



Shiro menghampiri Raitou, aku langsung mencoba untuk menghentikannya dengan memegang bajunya. "Apa yang kau lakukan, bodoh? Kau mencari celah untuk mati lagi?"



"Tidak... Aku sudah mulai agak membaik." Ucap Shiro dengan raut wajah yang sangat serius. Shiro menghampiri Raitou. Kedua lengan Raitou langsung terlindungi dengan listrik.



"Bagaimana kalau kita bertarung dengan tangan kosong?" Tanya Shiro dengan wajah yang sangat kesal.



"Hmph..." Listrik Raitou langsung menghilang. Ia langsung menunjukan gaya bertarungnya. "Majulah." Shiro mulai bersiap.



Raitou lari menghampiri Shiro dan ia mulai memukul wajah Shiro.



SWOOOSH!!!



Shiro menghindari serangan itu dan ia langsung menendang wajah Raitou, tetapi Raitou menahannya.



BAAAAMMMM!!!



BAGGGG!!! BAGGG!!!



Mereka berdua saling memukul satu sama lain dengan hanya menggunakan tangan kosong. Shiro melompat dan ia langsung memegang kepala Raitou lalu melemparnya ke bawah tanah dan ia langsung menginjak wajahnya.



SWOOOOOOOOOSSSHHHH!!!



Raitou menghindar lalu menendang perut Shiro hingga ia terdorong mundur. Shiro dan Raitou melompat, mereka langsung saling memukul satu sama lain hingga kedua pipi mereka terkena dengan pukulan mereka masing-masing.



BAMMMM!!!



"Aku dipilih menjadi Super Elemental Saint oleh Virra untuk mencari apa itu sebenarnya dari keadilan." Raitou mulai memukuli Shiro tanpa henti.



"Mencari keadilan yang sebenarnya? Kau bodoh sekali." Shiro menahan pukulan Raitou dengan wajah yang sangat serius. Shiro lalu mencekik leher Raitou dan menghantamnya di atas tanah dengan wajah yang serius.



Shiro's POV



"Keadilan yang sebenarnya tidak terdapat di Rionald---"



"Kau tutup saja mulutmu, Shiro... Keluarga Ghifari tidak akan pernah mengetahui apa itu sebenarnya dari keadilan, aku berbicara tentang keadilan bukan keegoisan."



"Apa yang kau tau dari keluarga Ghifari?" Tanyaku dan tiba-tiba ia menendang perutku dengan sangat keras hingga aku terdorong mundur.



Aku mundur dan melihat bahwa bibirku sudah terdapat darah dari tendangan kejutan Raitou. "Saint Thunder memang tidak bisa di remehkan begitu saja... Setiap tendangan dan pukulan pasti ada energi listrik di dalamnya."



Homuze mulai berpikir bahwa Shiro itu tidak mengetahui kebenaran tentang keluarga Ghifari. "Aku tidak mempunyai pilihan lain..." Homuze menghela nafasnya.



"THUNDERBOLT FLASH!!!" Raitou tiba-tiba terlindungi oleh listrik yang sangat kuat.



"Apakah---"



Raitou tiba-tiba muncul di depanku dan ia langsung memukul wajahku tanpa henti dan juga cepat.



BAGGG!!! BAGGG!!! BAGGGG!!!



Pukulannya terasa sangat menyakitkan, ternyata... Super Elemental Saint memiliki pukulan yang sangat menyakitkan.



BAGGG!!! BAGGG!!! BAGGG!!!



Raitou terus memukul wajahku tanpa henti hingga aku terus mengeluarkan banyak darah dari mulutku. Wajahku mulai terasa mati, darah telah keluar dari kulit-kulitku. "Aghhhh..."



Homuze menyilangkan kedua lengannya dan ia mulai menutup kedua matanya.



"TRANSFER WORLD!!! BURST OPEN!!!" Kedua mata Homura langsung bersinar dan tiba-tiba aku dan Raitou langsung terdiam oleh sihir milik Homuze.



SWOOOOSHH!!!


__ADS_1



__ADS_2