Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 41 - Mantra Pergabungan


__ADS_3

"Solar Eclipse...? Jadi itu kekuatan Saint ras Eternal Shira yang engkau takutkan, Papa!?" Tanya Mortem dengan wajah yang serius.



"Untuk sekarang iya... Tetapi ketika seluruh kekuatan dan sihirku telah pulih kembali, aku tidak segan untuk mengalahkannya dengan 1 jari..." Jawab Alvin dengan penuh kepercayaan. Karena ia bangkit kembali ke semesta Touri, Alvin masih belum bisa membangkitkan seluruh kekuatannya.



Alvin menoleh kepada Shira dengan wajah yang datar. Korrina langsung muncul tepat di belakang Alvin. "Eina. Hancurkan dia."



"SCARLET FLAMES!!!" Eina menembakan sihir lasernya ke arah Shira dengan sangat cepat. Shira hanya bisa melihat sihir itu, lalu ia menutup kedua matanya dengan sangat amat pasrah. "Berakhir sudah... Aku tidak bisa bergerak lagi..."



"BLAZING LOTUS!!!"



SLAAAAAAAAAAAAAAASHHHH!!!



...



...



Homura tiba dengan membelah laser itu menjadi debu dengan pedang katananya yang bernama Blaze of Heaven.



"Perbuatan Kakek dan Kakak membuat api-apiku bergejolak tinggi..." Homura berubah menjadi wujud Homuze. Homuze mulai menatap Eina dengan tatapan yang sangat tajam.



"Apakah itu...?" Eina langsung terkejut melihat adiknya setelah sekian lamanya. "Homuze...!?"



Semua legenda mulai terkejut melihat Homuze yang datang untuk menyelamatkan suaminya. Alvin mulai merasa sangat marah dan kesal karena selalu saja ada yang menghalang rencananya. "Homuze, sekarang kau berencana untuk menghalang?"



"Tidak... Ini kewajibanku untuk membiarkan suamiku hidup abadi dan membiarkan ras Eternalnya juga hidup abadi" Homuze menunjukan katananya kepada Eina.



Shira terjatuh dan ia mulai memegang tanah dengan wajah yang sangat kelelahan. "Hah... Hah... Kau tidak... Boleh... Mengganggu..."



"Homuze... Pilih jalanmu sendiri. Apakah itu jalan mati? Atau... Apakah itu jalan menyerah?" Tanya Shira dengan tubuhnya perlahan mengeluarkan asap warna emas.



"Jalan mati---"



...



...



"Chains of Reclipse: Wrapped Chains...!!!" Shira tiba-tiba mengeluarkan rantai yang sangat kuat dan juga ketat kepada Homuze. Rantai itu muncul di seluruh tubuh Homuze dan lalu mengikatnya dengan sangat erat agar Homuze tidak bisa menganggu kematian Shira.



"Apa yang...? Shira...?" Homuze melirik ke Shira dengan wajah yang sangat kebingungan. Shira mulai tersenyum. "Maafkan aku, Homuze... Tapi... Aku sudah menghadapi takdirku."



"Apa...?! Takdir apa yang kau maksud!?" Tanya Homuze yang mulai berusaha untuk melepaskan dirinya dari rantai kuat itu. Tetapi rantai itu terasa sangat kuat dan keras hingga Homuze tidak bisa menghancurkan rantai tersebut.



Homuze berubah kembali menjadi Homura. "Takdir... Dimana... Diriku ini harus segera di hentikan." Ucap Shira dengan nadanya yang terdengar seperti berbeda.



Semua legenda langsung terkejut mendengarnya. Alvin tiba-tiba mulai tertawa dengan sangat senang. "Hahahah... Hahahah...!"



Lama-lama Alvin mulai tertawa seperti orang jahat. "HAHAHAHAHAHAHA!!!"



"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!! MENARIK SEKALI KAU INI, SHIRATORI ALVIN...!" Alvin merasa sangat tertarik dengan Jiwa Shira yang tiba-tiba berubah menjadi jiwa kecil dari Legenda. Shira sudah benar-benar menghadapi takdirnya.



"Shira...?" Mortem tidak bisa melakukan apapun kecuali melihat. "Jangan bodoh!!! Kau ingin mempertaruhkan nyawamu!?" Bentak Mortem.



"Hentikan atas semua perkataan kalian semua, Mortem... Homuze..."



"Aku mempertaruhkan nyawaku... Itu untuk memperlihatkan diriku sebagai Saint Legenda yang terhebat dan juga... Layak..."



Alvin mulai mendarat di atas tanah dengan wajah yang tersenyum. "Apakah kau memiliki permintaan terakhir sebelum kau dibunuh, Shira?"



"Ya... Aku ingin kau untuk berlanjut menyelamatkan Yuusuatouri..."



"Mengerti..."

__ADS_1



DAG DAG!!!



Jantung Saint Shira tiba-tiba berdetak dengan sangat keras hingga ia tiba-tiba memegang dadanya dengan sangat keras. "AGGGGGGGGGHHHHH!!! GRAAAAAGGGGHHHHH!!!"



Mata kiri Shira langsung berubah menjadi warna emas, kuning dan juga hitam dengan sangat cepat. Itu artinya... Dia setengahnya telah berubah menjadi Solar Eclipse. Shira dengan cepat langsung memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.



"AGGGGGHHHHHHHHH!!!" Teriak Shira dengan sangat keras. Mereka semua tiba-tiba mendengar nada mengerikan di teriakan itu.



"GAAHHHH!!! CHAINS OF RECLIPSE!!!" Shira memukul tanah hingga rantai-rantai yang sangat keras dan tidak bisa dihancurkan mulai muncul di bawah tanah lalu membelit kedua lengan Alvin dengan sangat erat.



"S-Sial---" Rantai itu langsung menutupi mulut dan mata Alvin dengan sangat cepat agar ia tidak bisa mengeluarkan sihir lainnya. Seluruh tubuhnya telah terbelit oleh rantai-rantai itu.



Korrina terkejut melihat itu. "Alvin---"



Seluruh tubuh dan bahkan kedua mata hingga mulut Korrina terbelit juga oleh rantai milik Shira dengan sangat ketat.



"Apa yang...? Dia mampu... Menahan Ayahanda dan Ibunda...?" Mortem terkejut melihat itu. Sepertinya rantai itu cukup berbahaya juga. Eina terbang menghampiri Shira dengan sangat cepat. "SIALAN KAU---"



Shira menunjuk Eina dengan sangat cepat. Seluruh tubuh Eina langsung terbelit oleh rantai-rantai itu. "Mmmm...!!!"



Shira langsung melempar Mortem dan Homura menggunakan rantai yang tumbuh di punggungnya. Shira menatap mereka berdua dan ia masih bisa mengendalikan tubuhnya sedikit. "Lari...!!! LARRIIIIIIII!!!"



"AAGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!" Shira mengeluarkan sinar yang sangat besar dan juga rantai-rantai mulai bermunculan di tanah.



Mortem dan Homura langsung terkejut melihat itu. "Itu 'kah ras Eternal Shira!?" Homura merasa sangat terkejut.



"CRYSTAL OF CRIMSON!!!" Mortem mulai menghancurkan rantai-rantai yang mencoba untuk membelit dirinya dan itu ternyata memberi waktu cukup lama untuk menghancurkan rantai itu.



"Sial... Rantai yang terbuat dari sihir apa ini... Keras sekali..."



"ECLIPSE BLAST!!!" Shira menembak Homura dengan sihir laser yang keluar dari mulutnya.




BAAAMMMMM!!!



Rantai-rantai mulai muncul di seluruh tubuh Homura, tetapi Homura melompat dan menghindari rantai-rantai itu dengan sangat cepat. "Cih... Tidak ada cara lain lagi, Mama..."



"Kita bisa menenangkannya dengan Mantra Pergabungan, Homura."



"Apa!?"



Mortem menunjuk tanah. "Dengan Mantra Pergabungan... Aku memerintahkan mantra pergabungan ini... GABUNGKANLAH DIRIKU DENGAN ANAKKU, SHIRATORI HOMURA!!!"



Sebuah simbol mantra Mortem muncul di tanah yang ia injak. "Ayo, Homura!" Mortem melompat ke dalam simbol itu. Homura mengangguk, "Hmm." Homura melompat ke dalam simbol itu.


u


"GRAAAAAAAAAGGGGHHHH!!! AGGGGGGGGGHHHHH!!!" Shira terus berteriak dengan sangat marah dan ia perlahan kehilangan kendali terhadap dirinya sendiri.



"ECLIPSE BLAAAAAAASSTTT!!!" Shira menembak sihir itu lagi dengan sangat cepat dan ke segala arah.



BAAAAAAAAAAMMMMM!!!



Tiba-tiba seorang legenda baru menghancurkan sinar itu dengan satu tangannya saja. "Shira, aku akan mengalahkanmu!!!"



"Kau... Kau...!? SIAPAAAAA!?"



"Mantra Pergabungan telah mempergabungkan Mortem dan Homura menjadi satu... Dengan batas 10 menit..."



"Kau bisa memanggil kami... Mortemura!!!" Mortemura mulai mengeluarkan api-apinya di seluruh tanah dengan sangat dahsyat seperti gunung berapi.



"Mortemura... Ya...? HAHAHAHAHA... Jika kalian memikirkan sesuatu untuk mengalahkan diriku ini... Itu hanya menghabiskan waktu saja." Shira menunjukan mata Eternal-nya yaitu mata kirinya. Mata kanannya masih terlihat sama dan belum berubah menjadi mata Eternal.

__ADS_1



"Mortemura...! KAU HARUS SECEPATNYA BUNUH DIRIKU--- AGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Shira dengan ia terjatuh di atas tanah, lalu ia langsung memegang mata kirinya yang terasa sangat menyakitkan. Tubuh kirinya mulai perlahan berubah menjadi warna kulit coklat. "GRRRRRR..."



Mortemura mengangkat kedua lengannya. "INFINITY BLAZES!!!" Api-api mulai bermunculan di atas langit dan mulai mengepung Shira.



"ATTTTAAACCCKKKK!!!" Mortemura menunjuk Shira dengan sangat cepat. Semua itu langsung melaju menuju arah Shira dengan cepat.



BAAAAAAAAAMMMMMMM!!!



Api-api itu terus mengenai Shira dengan sangat cepat dan mulai membakar Shira hidup-hidup. "Rencanaku adalah... Jangan membunuh Shira!!!"



Mortemura menunjuk Shira, tetapi kedua lengannya langsung terbelit oleh rantai milik Shira dengan sangat cepat, "HAHAHAHAHA!!!" Shira muncul di depan Mortemura dengan wajah yang sangat gila dan tidak terkendali. Mata kanannya mulai perlahan bersinar dan itu pertanda buruk.



"Ahhh!!!"



"GRUDLESS STRIKEEEEE!!!" Shira memukul Mortemura tetapi Mortemura memegang tinju milik Shira dengan sangat kuat.



BAAAAAAAMMM!!!



Mortemura langsung menghantam wajahnya dengan dahinya hingga Shira terdorong mundur. Mortemura berpikir dengan cepat untuk mematahkan kedua rantai itu dengan sihir apinya.



BRAKKKK!!!



Mortemura kembali terbebasi dari rantai-rantai tersebut. Ia dengan cepat terbang menghampiri Shira, "CRIMSON BLAZE DOOOOOOM---" Kedua lengan Mortemura langsung terbelit oleh rantai itu lagi. Shira muncul di depan Mortemura.



"SAINT ENCHANTED!!!" Shira berubah menjadi wujud Saint Enchanted, "Shhhhh..." Shira tersenyum seperti psikopat yang haus darah. Seluruh tubuh Mortemura langsung terbelit oleh rantai-rantai itu.



"Uggghhh!!! T-TIDAAAAAAKK!!!" Teriak Mortemura yang tidak bisa melakukan apapun.



Cincin yang berada di belakang punggung Shira mulai menghadapi Mortemura. "RASAKAN KECAHAYAAN MAHA KUASA INI..."



"ECLIPSE BURST... FLAAAAASH!!!" Shira menembakan sihir eclipse yang maha kuasa itu tepat di depan seluruh tubuh Mortemura.



BAAAAAAAAAAAMMMM!!!



Mortemura terbakar dengan cahaya itu hingga ia terpental mundur dan mengenai tanah. Mortemura membuat lubang yang sangat besar dan juga...



Ia mulai terbelah menjadi dua atau bisa disebut dengan... Kembali menjadi Homura dan Mortem. "Uggghhhh..."



Homura bangkit dari tanah dengan kondisi terluka. "Shira... Shira... Ini aku..." Ucap Homura yang mencoba untuk menyadarkan Shira.



Shira muncul tepat di depan Homura dengan sangat cepat. Shira menunjukan wajah marahnya kepada Homura. "Sayang... Ini aku..."



Homura memegang tangan kanan Shira, "Panas... Mungkin ini efek dari melakukan seks denganku ya...? Kau bisa bertarung dengan dewa-dewi..."



Shira mencekik leher Homura dengan sangat kasar hingga Mortem langsung terkejut melihat itu. "HOMURA!!!"



"Ggghhhhhhh...!!!" Shira mencekik Homura dengan sangat keras dan juga tampa ampun, Homura mulai perlahan kehabisan nafasnya.



"Ini... Aku... Shiratori... Homura... I-Istrimu..." Homura mencoba untuk menenangkan Shira. Mata kanan Shira tiba-tiba mulai meneteskan air matanya karena masih ada harapan bahwa Shira belum sepenuhnya berubah menjadi ras Eternal.



"Uggghhhh..." Homura mulai merasa sangat kesal bahwa Shira telah benar-benar berubah menjadi ras Eternal.


"Sial... Sial... Aku.... Mengutuk... Mu..."



"Shiratori Alvin..."



"Namaku bukanlah Shiratori Alvin lagi... Tetapi... Shiratori Shiro." Shiro tersenyum dengan sangat jahat melihat Homura yang sedang merasa sangat kesal.



"Kau... Kau... Tidak akan pernah... Kumaafkan lagi, Shiro..."



STAAAAAAAAABBB!!!

__ADS_1




__ADS_2