
"Bersiaplah..." Deathode mulai menunjuk Rxeonal dengan wajah yang sangat amat kesal melihat wajah tersenyum Rxeonal yang telah membunuh Selvia.
Deathode's POV
"Apakah seluruh kekuatan ini datang dari kemarahanmu yang telah kehilangan seorang adik? Dan juga kekalahan Papa dan Mamamu?"
"Hmmm... Kekuatan Saint of Fire dan kekuatan Saint of Crystal akan memberimu pelajaran yang cukup besar..." Aku meneteskan air mataku karena aku melihat Selvia menghilang di depanku dengan kedua mataku.
"Woi, woi... Kau menangis? Legenda sepertimu menangis melihat iblis mati?"
"Dia bukan iblis biasa!!! DIA ADALAH ADIKKU!!!" Aku mulai merasa sangat tersinggung dan juga marah mendengar perkataan iblis tidak berguna itu.
"DIAMLAH!!! DIVINE CHAOS!!!" Iblis sialan itu menembakan sihir bola kegelapan ke arahku. Aku hanya bisa berjalan menghampiri Rxeonal dengan sangat cepat.
SWOOOSHHH!!!
"Apa!?" Dia menyadari bahwa aku bisa menyerap semua sihir. Walaupun itu sihir mutlak atau kuat. "Kau tidak bisa mengalahkanku dengan sihir." Aku mulai menendang perut Rxeonal dengan sangat keras hingga ia terdorong mundur.
"Gunakanlah sihir yang kau mau... Itu hanya akan membuatku lebih kuat dari sebelumnya."
"JANGAN SENANG DULU!!! SPLITTING CHAOS BLITZ!!!" Rxeonal menembakkan bola-bola kecil yang meledak ke arahku tanpa henti selagi memegang jantung Selvia yang aku incar.
Aku tidak merasakan apapun, aku hanya merasakan sebuah kertas gulung yang menyentuhku. Ternyata raja iblis juga mampu bersikap bodoh dan tolol.
"Crystal Grip!!!" Aku menunjuk jantung itu dan sebuah crystal berbentuk tali mulai membelit jantung itu.
"Itu milikku---"
"DIVINE FLAMES!!!" Aku menembak api suci yang sangat panas menuju Rxeonal dan ia langsung terpental dengan sangat jauh.
Jantung itu aku tarik, lalu aku mendapatkannya dengan sangat cepat. Aku melirik kepada Skyla dan Miuki. "Ambilah!" Aku melempar jantung itu kepada mereka dan mereka langsung mengambilnya.
Miuki menangkapnya. "Apa yang harus kita lakukan?"
"Lindungi jantung itu seperti melindungi nyawa kalian sendiri..."
__ADS_1
Aku menatap Rxeonal yang perlahan bangkit dari tanah. "SACRED BLAST!!!" Aku menembak sihir api suci yang sangat dahsyat menuju arah Rxeonal dengan sangat cepat.
"Hmph. DEMON'S IMMUNITY!!!" Rxeonal mengeluarkan sihir buff-nya tetapi aku menunjuknya dengan senyuman puas. "SPELL BREAKER DESPAIR!!!" Aku menghentikan sihir buff-nya dengan sangat mudah hingga ia terkena oleh Sacred Blast itu.
BAMMMMMM!!!
"AGGGGGGGGGHHHHH!!!" Rxeonal terpental mundur.
SWOOOSHHH!!!
Rxeonal tiba-tiba muncul di belakangku dan itu membuatku lengah hingga punggungku tertendang dengan sangat keras olehnya, lalu aku terpental ke atas langit.
Rxeonal muncul di atasku dan ia langsung menginjak perutku dengan sangat keras hingga aku terjatuh menuju daratan.
Rxeonal mendarat menuju arahku dengan sangat cepat, tetapi aku berputar lalu menendang wajahnya dengan sangat keras hingga ia terpental mundur.
Aku bangkit dari tanah. "Power up-mu cukup kuat juga... Aku dengar kau menjadi lebih kuat setiap kau mati?"
"Dengan memiliki 2 nyawa lagi... Aku pasti tidak akan menghabiskannya dengan sia-sia begitu saja." Aku mulai merasa sangat amat kesal mendengar itu.
"Cih... Selvia... Mengapa kau harus melakukan ini semua?"
"FULL FORCE!!! DIVINE CHAOS BLITZ!!!" Rxeonal menembak sihir kuatnya menuju arahku dengan sangat cepat. Aku mulai mengejamkan kedua mataku dengan sangat tenang. "Selvia...." Aku mulai mengingat Selvia dan mengingatnya hanya akan membuatku marah dan juga tidak bisa mengontrol semua kekuatanku ini.
"KAU TIDAK AKAN PERNAH KUMAAFKAN!!!" Aku menyerap sihir Rxeonal dengan sangat cepat. Api-api suci mulai melindungi seluruh tubuhku.
Aku terbang menghampiri Rxeonal dan mulai menendang wajahnya dengan sangat keras hingga ia terdorong mundur.
BAAMMMM!!!
"BARRAGING SACRED FLAMES!!!" Aku menembak api suci menuju arah Rxeonal tanpa henti. Rxeonal menahannya dengan kedua lengannya.
Aku langsung muncul di depan Rxeonal dan mulai memukul wajahnya tanpa ampun, hingga aku berputar lalu menendang wajah Rxeonal dengan sangat keras hingga ia terdorong mundur.
Aku terbang menghampiri Rxeonal lagi. "APAKAH KAU SENANG MENGHANCURKAN WILAYAH INI DAN JUGA ADIK TERSAYANGKU!?" Aku menendang dagunya dengan sangat keras.
__ADS_1
Rxeonal berputar dan ia langsung merasa sangat kesal karena terkalahkan dan terpojoki. "LEGENDA SEPERTIMU HANYA BISA DIAM!!! DIVINE CHAOS!!!" Rxeonal menembak sihir itu lagi.
Kedua lenganku bersinar dan aku memukul sihir itu hingga aku menyerapnya. Aku berputar lalu menendang wajahnya dengan sangat keras.
"Kau hanyalah pengecut yang bisa mengandalkan kekuatan para pasukanmu!? KAMU BISA APA TANPA PASUKAN-PASUKAN ITU!?" Teriakku.
"DIAAAAAM!!!" Rxeonal menembak Divine Chaos ke arahku tanpa henti, tetapi aku terus menyerap semua sihirnya hingga sihir yang ingin aku gunakan bangkit.
Aku muncul depan Rxeonal lalu memukul dadanya dengan sangat dalam hingga ia memuntahkan darah yang sangat banyak.
"DIVINE--"
Aku menendang tangannya karena aku lelah menyerap sihirnya itu dan setelah itu aku berputar lalu menendang wajahnya dengan sangat kasar.
"Aku akan berikan dirimu sihir yang kau berikan kepadaku..."
"AHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!! HAHHHHH!!!" Aku berubah menjadi wujud Saint Titan dengan sangat cepat karena seluruh potensiku telah bangkit di dalam tubuh hebat ini.
Seluruh tubuhku terlindungi oleh crystal dan juga api suci. "SIAL---"
"FINAL CRYSTALLIZED HEAVEN!!!" Aku mengeluarkan banyak crystal yang sangat tajam menuju arah Rxeonal. Dan seluruh tubuh Rxeonal mulai tertusuk dan tercabik-cabik oleh crystal-crystal itu.
"AGGGGGGGGGHHHHH!!!"
"KAU AKAN MEMBAYAR SEMUANYA!!!" Aku meneteskan air mataku, lalu aku mencoba untuk mengeluarkan sihir selanjutnya.
"SACRED--" Aku menghilang.
SWOOOSHHH!!!
Aku muncul di depan Rxeonal, lalu aku mencekik lehernya dengan sekuat tenaga, hingga ia tidak bisa bernafas lagi. "BLAAAAAAASSTTT!!!" Aku meledakan diriku sendiri dengan sangat dahsyat.
BAAAAAMMM!!!
__ADS_1