
Deathode mulai mengepalkan kedua tinjunya hingga dahinya dan kedua lengannya mulai ber-urat. Kedua mata Deathode mulai bersinar dengan sangat cerah hingga rambutnya yang panjang mulai perlahan melayang. "GAAAAAHHHHH!!!" Teriak Deathode dengan sangat keras hingga daratan mulai menyemburkan api lahar yang sangat panas.
Kalizu mulai mengejamkan kedua matanya untuk mencari informasi lebih tentang masa sekarang, Kalizu memiliki sihir Secret Magic yang sama seperti Welly. Secret Magic juga memiliki sihir yang memajukan otak hingga ke zaman yang maju hingga sekarang ini. Secret magic itu bernama <>
"Saint Legenda ya...? Jadi Saint mampu memiliki sihir yang bisa berubah wujud... Wujud yang mampu meningkatkan beberapa atribut, dan sekarang wujudmu itu adalah wujud Saint God ya? Hmph, lemah..." Kalizu tersenyum dengan sangat jahat.
"Apakah ini terlihat lemah bagimu...? Kau memanglah buta." Ucap Deathode dengan wajah yang sangat amat kesal.
"Kau berani-beraninya menantangku...? Seorang Dewa kegelapan, Tyouki Kalizu?" Tanya Kalizu selagi menyilangkan kedua lengannya.
"Kau meremehkanku... Aku adalah Shiratori Deathode, seorang Saint Legenda yang memiliki darah Eternal!!!" Aura milik Deathode mulai membesar hingga mampu mengguncangkan planet Lemia. Mereka berdua langsung mulai saling terbang menuju satu sama lain.
Ketika mereka saling menabrak, mereka berdua langsung membuat ledakan yang sangat besar. Deathode dan Kalizu mulai saling bergandeng kedua tangannya hingga mereka berdua mulai saling mendorong satu sama kain. Kedua lengan mereka mulai ber-urat hingga daratan yang mereka injak langsung retak. Beberapa serpihan batu di sekitar mereka mulai melayang.
"JYAAHHH!!!" Deathode mulai menendang dagu Kalizu dengan sangat keras hingga tendangan itu tidak mempan bagi Kalizu, kepalanya tidak bergerak sedikitpun karena tendangan itu. Kalizu langsung memukul perut Deathode dengan sangat keras sehingga ia langsung memuntahkan darah yang sangat banyak.
Kalizu melanjutkan pukulan tadi dengan menghantam wajah Deathode dengan sangat keras hingga ia terpental menuju arah gunung yang menyemburkan lahar panas. Deathode mulai merasa sangat kesal sehingga ia langsung terbang menuju arah Kalizu dengan kecepatan yang setara dengan para dewa, ia mulai menendang perut Kalizu dengan sangat keras hingga ia terpental menuju arah gunung yang berada di belakangnya.
Mereka berdua langsung melompat bersamaan ke atas hingga mereka mulai saling memukul satu sama lain. "Apa rencanamu...!? Kenapa kau ingin balas dendan kepada Alvin?!"
"Seharusnya akulah Kalizu yang telah menguasai para semesta-semesta yang ada saat ini, tetapi Alvin keparat itu telah mengganggu rencanaku hingga aku yang abadi ini telah disegel untuk lamanya...!!!"
"Dasar tidak berguna... Jika kau ingin membalaskan dendam-mu kepada Alvin, kenapa kau tidak bisa melewati seorang Legenda sepertiku ini?" Tanya Deathode dengan ia memukul perut Kalizu dengan sangat kencang hingga pukulan itu tidak mempan kepada perutnya, Kalizu tidak merasakan kesakitan apapun dari pukulan kencang tadi.
Mereka berdua mulai terbang menuju segala arah hingga mampu membuat beberapa lubang besar di sekitar daratan. Kalizu menghantam wajah Deathode menggunakan sikut-nya, Deathode menyerang balik dengan memukul perut Kalizu dengan sangat dalam. Pukulan dan tendangan mereka mulai saling teradu hingga mampu membuat dorongan yang sangat besar di sekitar mereka.
Deathode mengepalkan tinju kanannya dengan sangat kasar hingga tinju kanannya langsung terhalangi oleh api-api yang sangat panas, ia memukul perut Deathode dengan sangat dalam. Kalizu melakukan serangan balik dengan memukul wajah Deathode sekuat mungkin.
Deathode menyerang balik dengan memukul perutnya lagi, Kalizu mulai merasa sangat amat kesal hingga ia langsung menendang perut Deathode menggunakan lutut dari kaki kanannya, lalu ia melanjutkan tendangan itu dengan memukul perut Deathode dengan sangat dalam hingga Deathode mulai memuntahkan darahnya tepat di wajah Kalizu.
Mereka dengan bersama mengepalkan tinju kanannya hingga mereka berdua langsung saling memukul tinju mereka bersamaan. Mereka melanjutkan pukulan itu dengan saling memukul dan menendang satu sama lain. Mereka mulai bermunculan di segala tempat selagi memukul satu sama lain.
Arika perlahan membuka kedua matanya, ia mulai menatap pertarungan Deathode dan Kalizu yang terlihat seperti pergerakan seorang dewa, ia hanya bisa melihat sedikit rambut mereka yang bergerak. "A... Apa... Ini...?"
"SECRET MAGIC: UNDEAD'S DRAGON ABSORPTION!!!" Kalizu meluncurkan sihir rahasianya, dua naga yang terlindungi oleh aura kegelapan mulai bergerak maju dan melewati Deathode. Kedua naga itu langsung terbang balik menuju Deathode dari arah belakang. Deathode dengan cepat langsung terbang menuju atas langit.
Mereka berdua mulai bermunculan di segala arah selagi memukul satu sama lain, daratan-daratan mulai menyembuarkan api lahar yang sangat besar hingga batu-batu besar dan bahkan gunung yang telah hancur mulai melayang karena kedahsyatan dari kekuatan mereka. "Cih... Ini pertama kalinya aku bisa bertarung melawan seorang dewa... Jika aku terus bertarung melawannya tanpa sebuah rencana maka aku akan kalah..."
"Aku harus membuat rencana agar bisa menang..." Deathode terbang menuju atas langit dengan Kalizu yang mengikutinya dari belakang. Deathode melirik ke belakang lalu ia meluncurkan Shiromura Eclipse melalui telapak tangan kanannya. Gelombang emas itu langsung mengenai Kalizu dan membawanya menuju daratan, ketika gelombang itu mengenai daratan gelombang itu langsung meledak.
BAMMMMMMMM!!!
Kalizu tiba-tiba muncul tepat di belakang Deathode lalu ia menendang punggung Deathode dengan sangat keras hingga tendangan Kalizu mampu membawa Deathode hingga daratan.
BAMMMMMMMM!!!
Kalizu mulai melayang di atas langit lalu ia menunjuk Deathode dengan kedua telapak tangannya. "NECROMANCER'S ENERGY BLAST...!!!" Kalizu meluncurkan sebuah gelombang tebal berwarna ungu melalui kedua telapak tangannya, Deathode menatap gelombang yang meluncurkan menujunya, gelombang itu mampu menghancurkan planet Lemia jika gelombang tersebut mengenai daratan.
"Nrrghhh...!!!" Deathode mulai menahan gelombang tebal itu dengan kedua telapak tangannya. Ketika Deathode menahan gelombang tebal itu, kedua kakinya langsung menginjak daratan dengan sekuat tenaga agar ia tidak terbawa oleh gelombang itu. "GAAAAHHHH...!!! NRRRGGHHH...!!!" Kedua lengan Deathode mulai ber-urat hingga ia mulai berkeringat dengan sangat banyak.
Kalizu mulai menyilangkan kedua lengannya selagi menatap gelombang sihirnya sendiri. "Zaman sekarang ini memang menyebalkan juga, seorang Legenda biasa sekarang sudah mampu menandingi dewa..." Ucap Kalizu dengan sangat kesal. Gelombang itu mulai membesar hingga kedua lengan Deathode langsung melebar karena ia berencana untuk menghentikan sihir itu sebelum mengenai daratan.
BAMMMMMMMMMMM!!!
Gelombang itu langsung meledak dengan sangat dahsyat tepat di depan tubuh Deathode. Ledakan itu mampu membuat Deathode tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang terluka parah. "Apakah kau sudah mencapai batasanmu ini?" Tanya Kalizu, Deathode perlahan mulai mencoba untuk bangkit dari atas tanah.
"Tulang-tulangku terasa remuk, tetapi sihir regenerasiku mampu menyembuhkannya... Jika aku bisa menyerap beberapa api maka kondisi-ku akan kembali seperti semula." Deathode mulai berlutut di atas daratan dengan darah-darah yang berjatuhan melalui mulut dan kedua matanya.
"Aku adalah anak dari dewi api... Shiratori Homura, aku tidak akan membuat Mama-ku kecewa terhadap diriku karena aku tidak bisa menggunakan sihir regenerasi..." Deathode langsung bangkit dengan sekuat tenaga hingga seluruh tubuhnya langsung terhalangi oleh api-api yang sangat besar.
Seluruh luka dan tulang-tulang Deathode yang remuk telah disembuhkan karena sihir regenerasinya. "Sihir regenerasi...? Ia mampu menyerap api-api yang terdapat di planet ini dan menjadi api tersebut sebagai sumber penyembuhannya...?"
"Anak ini... Sebenarnya anak ini siapa, dia ini mampu menyerap api-api yang sangat panas. Sungguh perbuatan yang sangat berisiko, tubuhnya bisa saja langsung terbakar hangus ketika ia menyerap semua api-api itu..." Deathode mulai menatap wajah Kalizu dengan tatapan yang sangat kesal hingga Kalizu langsung tersenyum seperti tertarik.
"Menarik..."
"Aku tidak akan membiarkanmu untuk mencapai tujuan yang kau mimpikan itu...!!!" Deathode mengepalkan kedua tinjunya hingga seluruh auranya langsung membesar. Mereka berdua langsung mulai saling terbang menuju satu sama lain.
Kalizu memukul wajah Deathode dengan sangat keras sebanyak dua kali lalu ia berputar dan menendang perutnya dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang, Kalizu muncul tepat di belakang Deathode lalu ia memukul punggungnya dengan sangat keras. Kalizu mulai melakukan serangan bertubi-tubi di segala anggota tubuh, ia memukul dan menendang seluruh anggota tubuh Deathode dengan kecepatan yang ia tidak bisa lihat sendiri.
Deathode terhantam tepat di atas tanah. "Dasar bodoh, otakmu memanglah perlu diperbaiki. Sebenarnya apa yang kau pikirkan ketika kau melawanku? Kau hanya menghabiskan tenaga dan energi sihirmu demi memulihkan dirimu sendiri."
"Hah... Hah... Kekuatanku... Perlahan... Menghilang..."
__ADS_1
"Pertarungan telah berakhir, kau hanya akan melemah di setiap pertarungan yang kita lakukan. Menghabiskan waktu saja."
"TUTUP MULUTMUUUU!!!" Teriak Deathode dengan ia terbang laju menuju arah Kalizu. Kalizu melakukan hal yang sama yaitu bergerak maju menuju arah Deathode.
Deathode mulai memukul dan menendang seluruh anggota tubuh Kalizu hingga Kalizu sendiri berhasil menghindari semua serangan itu dengan sangat mudah. Kalizu tidak berdiam diri karena ia mulai merasa sangat kesal melihat Deathode yang terus melawan, ia dengan cepat memukul perutnya dengan sangat keras.
Kalizu melanjutkan pukulan itu dengan memukul seluruh anggota tubuhnya tanpa henti hingga Deathode tidak memiliki kesempatan untuk melawan balik. Kalizu menyerang titik kelemahan Deathode yaitu perut dan kepalanya, ia menendang dan memukul kedua anggota tubuh itu dengan sangat kencang hingga Deathode terus memuntahkan darah yang sangat banyak.
"NECROMANCER'S STRIKE!!!" Kalizu menghantam wajah Deathode menggunakan kedua tinjunya hingga Deathode langsung terpental menuju daratan dan membuat lubang yang sangat luas.
"Aku merasa terhormat melihatmu masih terus bertahan melawanku dan menerima beberapa serangan dariku."
"Nrrghh..." Deathode mencoba untuk bangkit kembali. "Tubuhku... Urrggghh..."
"Bagaimana? Apakah kau masih berpikir seperti orang bodoh dan masih ingin melanjutkan siksaan maut-ku?" Tanya Kalizu hingga Deathode langsung bangkit kembali hingga ia menatap wajahnya dengan tatapan yang sangat kesal.
"Kau... Kau memanglah dewa yang bodoh juga karena telah meremehkan seorang mortal... Seorang legenda yang akan bertambah kuat setiap saat. Kau meremehkan potensi yang aku miliki ini."
"Aku akan menghancurkan batasan dari wujud Saint God ini..." Ucap Deathode dengan wajah yang sangat kesal.
"Sepertinya semua ini bukanlah mustahil... Jika aku menggunakan wujud Flaming Form hingga kekuatan penuh selagi menggunakan sihir penyembuhan yang mampu merusak tubuhku karena efek dari pergabungan wujud Saint God dan Flaming Form..."
"Kedua wujud itu bersama bisa saja merusak tubuhku hingga menjadi bagian-bagian kecil. Aku harus mencobanya demi menyelamatkan Yuusuatouri...!" Kedua lengan Deathode mulai terhalangi oleh api-api yang sangat panas hingga auranya mulai dilapisi oleh api-api yang berwarna merah darah.
"HAAAAAHHHHH...!!!" Teriak Deathode hingga seluruh tubuhnya mulai bergetar dan ber-urat, ia mulai berkeringat dengan sangat banyak hingga keringat itu langsung menghilang karena api-api yang berada di sekitarnya.
"A-Apa...?! Sihir-nya... Tidak... Kekuatan murni-nya telah meningkat hingga titik kekuatan penuh?!" Ucap Kalizu dengan wajah yang sangat terkejut karena telah merasakan atribut Deathode yang meningkat drastis.
"GRRAAAAAGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH...!!!"
"K-Keparat...!!!"
"FULL POWER OF FLAMING FORM!!!" Teriak Deathode dengan sangat keras hingga seluruh tubuhnya langsung terbakar oleh api-api yang sangat panas, beberapa gelombang api mulai muncul dari bawah daratan hingga gelombang-gelombang tersebut langsung melingkari tubuh Deathode.
Kalizu langsung melebarkan kedua matanya hingga ia mulai berkeringat, kedua lengannya mulai bergetar seperti ketakutan karena telah melihat kekuatan tersebut. Arika menatap Deathode dengan wajah yang terkejut. "Apa-Apaan...?! Kakak!!!" Teriak Arika.
"HAAAAAAARRRRGGGGGGGGGHHHHHHHH!!!" Batu-batu dan api-api yang dimiliki oleh planet Lemia mulai melayang menuju atas langit. "Dia masih memiliki wujud lainnya...!?"
"NRRRGHHHHH...!!!" Deathode mencoba untuk mengendalikan tubuhnya yang perlahan terbakar habis hingga ia merasakan tulangnya mulai retak seperti akan remuk. Deathode dengan cepat langsung memukul dada Kalizu tanpa henti.
Deathode tidak menyia-nyiakan kesempatannya dalam menggunakan kedua wujud itu bersamaan, ia menendang dagu Kalizu dengan sangat keras hingga ia terpental ke atas. Deathode muncul tepat di atas Kalizu lalu ia menendang perutnya dengan sangat keras lalu ia menghantam wajahnya menggunakan sikut dari tangan kanannya dan melanjutkan serangan lainnya yaitu menghantam wajah Kalizu dengan kedua tinju Deathode yang terkepal dengan sangat kasar.
BAMMMMMMMMMMM!!!
Kalizu terpental menuju daratan hingga membuat lubang yang sangat besar. "Hah... Hah... Hah..." Deathode mulai bernafas dengan sangat berat karena ia mulai perlahan kekurangan sedikit oksigen. Kalizu melayang keluar dari lubang itu dengan wajah yang kesal.
"SIALAAAAN...!!!" Teriaknya dengan sangat keras hingga auranya mulai membesar. "Bagaimana kekuatan murni-nya bisa meningkat sebesar itu!?"
"GAHHHHHHHH!!!" Teriak Deathode dengan sangat keras hingga api-api yang berada di sekitarnya mulai membesar.
"Kau tidak tahu siapa yang kau telah lawan..." Kalizu dan Deathode mulai bersamaan terbang menuju satu sama lain. Deathode menghantam wajah Kalizu menggunakan sikut kirinya, dengan cepat Deathode berputar 360° lalu ia menendang wajahnya dengan sangat keras hingga ia terpental ke depan.
Deathode muncul tepat di depannya lalu ia menendang wajahnya dengan sangat keras hingga Kalizu terpental ke atas, Deathode bergerak cepat menuju arah Kalizu hingga ia sempat menendang perutnya menggunakan kedua kakinya. Deathode muncul tepat di belakang Kalizu lalu ia memukul punggungnya dengan sangat keras hingga ia terpental menuju daratan.
Deathode muncul tepat di depan Kalizu lalu ia menendang perutnya dengan sangat dalam. Deathode langsung mencekiknya dengan sangat dalam hingga ia langsung melempar Kalizu menuju daratan.
BAMMMMMM!!!
Deathode mulai memulihkan tubuhnya yang mulai terasa mati seperti keram. "Tubuhku benar-benar hancur... Aku hanya harus bertahan dengan sihir penyembuhan..." Kalizu muncul tepat di depan Deathode lalu ia mulai memukul seluruh tubuhnya tanpa henti, tetapi Deathode mulai menghindari semua serangan itu dengan melakukan teleportasi ke segala arah.
Deathode mulai bermunculan di sekitar Kalizu hingga Kalizu langsung mencoba untuk memukul dan menendang Deathode yang bermunculan disekitarnya. Deathode tidak berdiam diri karena ia tahu bahwa bertahan hanya akan menghabiskan wujud Flaming Form-nya, dengan cepat ia menendang wajahnya dengan sangat keras lalu ia memukul wajah Kalizu dengan sangat keras menggunakan lengan kanannya hingga tulang dari lengan kanannya langsung hancur atau bisa di sebut remuk.
CRAAAACKKK!!!
"NAAAARRGGGGGGGGHHHHH!!!" Deathode langsung meraba lengan kanannya yang terasa menyakitkan. "KESEMPATAN EMAS-KU!!!" Kalizu langsung mengisi dua buah bola energi melalui kedua telapak tangannya, ia melempar kedua bola energi itu menuju arah Deathode.
Deathode dengan cepat langsung menahan bola energi itu dengan hanya menggunakan lengan kirinya. Deathode mulai meledakkan dirinya sendiri hingga ia secepatnya langsung memulihkan kembali lengan kanannya.
"M... Mustahil..." Kalizu langsung terkejut melihat Deathode yang masih bisa menggunakan sihir penyembuhan, Deathode dengan cepat bergerak maju menuju Kalizu lalu memukul perutnya dengan sangat dalam hingga tinjunya mampu menembus perut Kalizu hingga punggungnya.
SWOOOSSHH!!!
"UAAAGGGHHH!!!" Kalizu memuntahkan darah yang sangat banyak melalui mulutnya. Deathode langsung melakukan back-flip dan menendang wajah Kalizu dengan sangat kasar hingga ia terpental menuju atas daratan.
__ADS_1
"Serangan terakhir...!!! AKU AKAN MEMBERIKANMU TIKET GRATIS UNTUK PERGI KE DUNIA KEMATIAN...!!!" Kalizu bangkit dari atas tanah lalu ia tiba-tiba mulai berlutut tepat di atas tanah karena seluruh tubuhnya terasa melemah. "Nrrghh..."
Deathode mendarat di depannya. "Kau telah gagal..." Seluruh aura Deathode langsung membesar hingga Kalizu langsung bisa merasakan bahwa Deathode langsung menggunakan seluruh kekuatan penuhnya. "FULL POWER...!!!" Telapak tangan kanan Deathode mulai mengisi energi sihir yang sangat besar.
"Ini 'kah...? K-Kekuatan penuhnya...!?"
"SHIROMURA...!!!" Teriak Deathode dengan sangat keras hingga kedua mata pupil-nya mulai menghilang. Kalizu tidak bisa menghindar atau menahan kedua seluruh tubuhnya terasa lemah dan mati rasa.
"ANJIN----"
"ECLIPSE!!!" Deathode langsung meluncurkan gelombang emas yang sangat besar dan tebal menuju arah Kalizu. Kalizu langsung menahan gelombang itu menggunakan telapak tangan kanannya hingga ia langsung perlahan terbawa mundur oleh gelombang itu.
"MENYERAHLAH!!!" Teriak Deathode dengan sangat keras hingga gelombang sihirnya mulai membesar lagi hingga mampu mengenai seluruh tubuh Kalizu.
"UAAAAAAGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Kalizu dengan sangat keras. Gelombang itu langsung meluncur menuju atas langit dan melewati luar angkasa, Deathode terus mengerahkan semua kekuatan terakhirnya hingga gelombang sihirnya terus membesar.
BAMMMMMMMMMMMMM!!!
Gelombang itu langsung meledak tepat di luar angkasa dengan sangat dahsyat, Deathode mulai kembali menjadi wujud semulanya hingga tubuhnya langsung terambil alih kembali oleh Methode. "Hah... Hah... Hah..."
...
...
Methode membuka kedua matanya dengan sangat lebar karena ia melihat Kalizu masih bertahan hidup, ia mulai menunjukkan senyuman lebarnya yang terlihat sangat menyebalkan. "Hahaha...!!! HAHAHAHAHA!!! TERNYATA TUBUHKU MASIH TETAP SAJA ABADII!!!" Aura Kalizu mulai membesar.
BAMMMMMMMM!!!
"T-TIDAK MUNGKIN...!!!" Teriak Methode dengan wajah yang sangat terkejut. "Hebat... Kau cukup menarik bisa membuat tubuhku yang sudah lama tidak bertarung bisa capai menuju level dimana aku mampu menghancurkan segala semesta yang ada...!!!" Aura Kalizu mulai membesar dengan sangat besar hingga ia meluncurkan gelombang kegelapan menuju atas langit.
Seluruh tubuh Kalizu mulai membesar hingga berubah menjadi warna ungu, rambutnya mulai perlahan berubah menjadi warna merah darah. "Ini dia... Wujud petarungku yang sebenarnya...!"
"A-Apa... Apa yang telah kau lakukan?"
"Aku sebenarnya telah mati karena sihir yang bernama Shiromura Eclipse itu, dan karena aku adalah dewa kegelapan... Aku memilih tubuh abadi yang mampu membuatku menjadi 100 kali lebih kuat ketika aku mati dan bangkit kembali!"
"Itu... Itu omong kosong...!!!"
"Sekarang... Dengan wujud-ku ini, aku hanya perlu mencari Alvin!!!" Kalizu muncul tepat di depan Methode lalu ia memukul perutnya dengan sangat dalam hingga ia terpental ke belakang.
Methode tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang terluka parah, Kalizu muncul tepat di belakangnya lalu ia mulai menjenggut rambutnya dan menunjuk wajahnya dengan jari telunjuknya. "Kau sudah habis...!!!"
...
...
SWOOOOOOOOSSSHHHHH!!!
Tiba-tiba sebuah gelombang api yang sangat besar muncul tepat di sebelah kiri Kalizu. "Apa...?" Ia langsung melirik ke kiri dimana ia melihat gelombang api itu mulai menghilang hingga menunjukkan dua Legenda, yang satu pria dan yang satunya lagi perempuan.
Kedua Legenda yang datang itu mampu membuat Methode dan Arika terkejut. "Papa...! Mama...!" Ucap Arika dengan wajah yang terkejut dan juga bersyukur karena Shiro dan juga Homuze telah datang di waktu yang sangat tepat.
"P-Papa..." Methode tersenyum kecil melihat Shiro.
Tiba-tiba Shiro langsung bergerak layaknya seperti sebuah laser menuju arah Kalizu hingga Kalizu langsung terpental ke depan dengan sangat cepat. "Dewa Kalizu...!" Teriak Welly.
Shiro mengangkat tubuh Methode lalu ia mulai bergerak dengan sangat cepat hingga ketiga anaknya langsung muncul tepat di sebelah Homuze. Homuze langsung bergegas menyembuhkan mereka semua agar mereka bisa selamat. Shiro berdiri tepat di depan Kalizu selagi menatapnya dengan wajah yang terlihat sangat kesal.
"Apa urusanmu disini...!?" Tanya Kalizu dengan ia terbang menuju arah Shiro, Shiro hanya bisa diam di tempat itu hingga ia tiba-tiba menghantam wajah Kalizu dengan tinju kanannya sampai-sampai Kalizu langsung terpental ke depan.
Kalizu mulai meluncurkan beberapa bola energi kegelapan menuju arah Shiro, bola-bola energi tersebut tiba-tiba langsung menembus tubuh Shiro tanpa memberinya sedikit kesakitan.
BAMMMMMM!!!
Shiro menunjuk Kalizu dengan telunjuknya hingga seluruh tubuhnya langsung terbelit oleh rantai-rantai emas yang muncul di sekitarnya, Shiro langsung menarik Kalizu menuju arahnya. "... ...!" Shiro memukul dada Kalizu dengan sangat keras hingga ia langsung terpental ke depan dengan sangat jauh.
"UAGGHH...!"
Homuze mulai tersenyum dan terkesan melihat kondisi Shiro sekarang. "Jadi ini 'kah...? Apakah tubuhku mampu membuatmu sekuat ini, Shiro? Kau telah menggabungkan wujud Saint Observation dengan Flaming Form menjadi satu yaitu..."
"... Super Eclipse Blaze." Rambut Shiro mulai berubah menjadi warna merah darah hingga rambutnya langsung terbakar, kedua matanya mulai bersinar warna emas yang sangat cerah hingga kedua matanya juga mulai terbakar dan mengeluarkan sedikit cahaya.
"Aku Shiratori Shiro, seorang Saint Legenda..."
__ADS_1