Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 58 - Perayaan dan Pesta


__ADS_3

Shiro mendarat tepat di depan rumah-nya yang terlihat sangat besar karena desa-desa Legendarius kebanyakan memiliki rumah yang sangat besar juga mewah. Shiro mulai menatap langit-langit dimana hujan salju tersebut mulai membesar hingga suhu tubuhnya yang hangat langsung berubah menjadi dingin. "Dingin... Fuuuhh..." Shiro menghembuskan nafas-nya hingga ia bisa melihat nafasnya sendiri.



Shiro langsung mengetuk pintu rumahnya dengan sangat pelan. "Ya, sebentar!" Ucap Homura dengan ia langsung bergerak menghampiri pintu rumah-nya, ia berjalan cukup lambat entah kenapa tetapi hal itu membuat Shiro menunjukkan sebuah senyuman kecil di wajahnya.



Homura membuka pintu rumahnya lalu ia menunjukkan wajah yang terkejut karena telah melihat Shiro suaminya telah pulang untuk merayakan pesta kedatangan bersama keluarga-nya. "S-Shiro!!!" Homura memeluk Shiro dengan sangat erat hingga ia bisa merasakan perut Homura yang sangat amat besar karena dia sedang hamil dan sebentar lagi juga dia akan melahirkan anak Shiro yang keenam.



"Hee... Kau sangat senang bertemu denganku ya---" Shiro memeluk erat Homura, tetapi seketika Shiro memeluknya ia tiba-tiba melihat Alvin dan Korrina yang sedang menatap mereka dengan senyuman di wajah mereka, entah kenapa Shiro merasa terkejut melihat mereka karena ia sama sekali tidak bisa merasakan sedikit keberadaan seorang dewa dan dewi, apa yang terjadi ini?



Shiro mulai berhenti memeluknya lalu ia menatap Alvin dan Korrina yang sedang duduk di atas kursi sofa. "Hmph, selamat datang kembali, Shiro." Alvin mulai terkekeh melihat Shiro yang memiliki eksperesi yang sangat terkejut karena telah melihat Alvin dqn juga Korrina.



"Alvin...? Korrina...? Apa yang kalian lakukan di rumahku?" Tanya Shiro dengan wajah yang sangat serius, ia langsung menghampiri Alvin dengan wajah yang sangat serius lalu ia mulai meraba dahi-nya karena Shiro merasa sangat penasaran tentang energi sihir maha kuasa mereka yang tidak bisa ia rasakan, biasanya ketika Alvin dan Korrina dekat ia akan merasakan energi sihir yang sangat besar hingga membuatnya terkejut.



"Apaan sih kau ini?! Beraninya kau merabaku tanpa izin dariku!" Alvin langsung menghantam tangan kanan Shiro yang sedang meraba dahi-nya, Shiro langsung mundur satu langkah selagi menatap Alvin yang terlihat seperti Legenda biasa... Seorang mortal yang tidak memiliki kekuatan dewa maha kuasa.



"Energi sihir maha kuasa juga keberadaan dewa yang tidak bisa aku rasakan...! Kau pasti seorang palsu!!!" Shiro menunjuk Alvin dengan wajah yang sangat terkejut, Alvin merasa sangat tersinggung mendengar itu hingga ia langsung muncul di sebelah kiri Shiro lalu ia menghantam ujung kepalanya dengan sangat keras.



*BAGGGG!*



"A-Agh...!" Shiro langsung mundur beberapa langkah lagi lalu ia mulai meraba ujung kepalanya yang terkena hantaman dari tinju Alvin. Korrina mulai menepuk wajahnya sendiri dan Homura juga mulai menepuk wajahnya sendiri juga karena Shiro ternyata tidak mengetahui sesuatu tentang Alvin ini, ia tidak memiliki kekuatan maha kuasa-nya karena ia sekarang sedang berada di Mode Mortal-nya, itu artinya bahwa Alvin itu berada di level yang sama seperti Legenda lainnya.



"Goblok!!! Aku ini hanya ingin merasakan kembali menjadi seorang mortal sepertimu, Shiro. Jangan kau ucapkan kata palsu itu di depanku!" Alvin mengepalkan tinju kanannya dengan sangat kesal karena ia sangat membenci seseorang yang memanggilnya seorang palsu.



"Ah... Tenanglah! Diriku ini tidak mengetahui bahwa kau akan memiliki tubuh seorang Mortal, apakah kau sekarang sedang berada di mode Mortal dimana kau sekarang berada di level yang sama seperti kita?" Tanya Shiro dengan wajah yang sangat kesal.



"Itu benar sekali." Alvin mengangguk.



"Sebenarnya Shiro, kita berdua datang ke rumahmu untuk merayakan pesta kedatangan bersama karena ini pertama kalinya kita semua bisa berkumpul bersama. Kita berdua sedang berada di mode Mortal karena kita berdua ingin sekali merasakan kembali menjadi seorang mortal..." Korrina bangkit dari atas sofa lalu ia menghampiri Alvin, Alvin mulai menyilangkan kedua lengannya selagi menatap wajah Shiro yang terlihat kesal juga.



Seketika Alvin dan Shiro menatap satu sama lain, mereka berdua langsung menunjukkan wajah kesal mereka hingga aura-aura mereka bisa terasa oleh Korrina dan Homura. Mereka berdua tidak bisa akur sama sekali ketika mereka telah berkelahi atau berdebat.

__ADS_1



Homura tiba-tiba mulai menepuk kedua tangannya dengan cukup keras hingga Alvin, Korrina, dan Shiro langsung melirik kepadanya karena Homura mencoba untuk menarik perhatian mereka yang selalu saja berkelahi dan dia akhiri dengan sebuah pertarungan. "Sudah, sudah. Hari ini adalah pesta kedatangan! Kalian berdua adalah Legenda dan kalian di wajibkan untuk merayakannya tanpa SEDIKIT pertarungan apapun...!!!" Ucap Homura dengan wajah yang sangat serius.



Alvin dan Shiro langsung mengangguk dengan bersama, mereka berjalan pergi meninggalkan ruang tamu. Korrina dan Homura mulai menatap satu sama lain dengan senyuman kecil bahwa suami mereka selalu saja berkelahi ketika bertemu. "Pria... Mereka berdua selalu saja seperti ini ketika bertemu." Korrina menggelengkan kepalanya.



"Ahaha... Shiro pasti yang akan selalu memulai, dia itu Legenda yang kalem tetapi perkataannya cukup menusuk hati bagaikan tusukan pedang." Homura mulai bergerak menuju ruangan makan, tetapi Korrina membantunya berjalan karena Homura sekarang sedang merasa sangat keberatan di bagian perutnya, ia sedang mengandung seorang anak yang sebentar lagi akan lahir.



***



Beberapa menit kemudian, Shiro melihat Methode, Syna, Eclipse, dan Rina sedang duduk di atas kursi selagi menatap makanan-makanan yang telah disediakan oleh Korrina dan juga Homura bersama. Ternyata anak dari Alvin yang datang hanyalah Rina. "Rina...? Yang lainnya dimana?" Tanya Shiro kepada Alvin.



"Mereka sibuk dengan urusan mereka, ayolah, kita urusi urusan kita sendiri dengan merayakan pesta ini." Alvin menepuk punggung Shiro lalu ia duduk di sebelah Rina, ketiga anak langsung merasa sangat senang hingga mereka menunjukkan senyuman mereka karena melihat Shiro yang telah pulang untuk merayakan pesta kedatangan ini.



Shiro mengangguk, keluarga Shiratori dan juga keluarga Ghifari mulai merayakan pesta kedatangan musim dingin dengan makan bersama, mereka semua makan dengan sangat lahap dan cepat sekali karena Legenda adalah ras petarung yang membutuhkan makanan yang banyak untuk perut kosong mereka agar mereka bisa bertarung lebih kuat lagi.




"Korrina! Aku butuh daging minotaur lagi!!!" Seru Alvin selagi mengunyah daging-daging besar di kedua tangannya, Korrina mengangguk selagi memasak makanan lebih karena pesta itu diutamakan dengan makan makanan yang sangat banyak dan juga enak. Alvin melirik ke sebelah kiri dimana ia melihat slime yang telah di goreng matang seperti ayam goreng.



"Hmm...!!!" Alvin mengambil slime goreng itu lalu ia menatap Shiro. "Kau tidak mau memakan ini ya, Shiro?! Enak loh!" Alvin tanpa basa-basi langsung memakan slime goreng yang sedia sisakan untuk terakhir, hal itu membuat Shiro langsung membulatkan kedua matanya karena ia merasa sangat terkejut.



"GOBLOK...!!! AKU MENYISAKAN SLIME GORENG ITU DI AKHIR-AKHIR!!!" Teriak Shiro dengan ia bangkit dari atas kursi selagi menghantam meja di depannya hingga meja tersebut langsung terbelah menjadi dua karena hantaman Shiro.



"Ohh, kesalahanku... Maaf, maaf!" Ucap Alvin selagi menunjukkan senyuman lebarnya.



Shiro dengan cepat langsung merebut daging minotaur Alvin yang terakhir dan ia langsung memakan daging tersebut selagi menatap wajah Alvin. Alvin langsung terkejut melihat hal itu karena Shiro berani-beraninya untuk melawan balik dengan memakan makanan favorit-nya.



"Ahhh...!!! Shiro!!! Itu daging minotaur terakhirku!!!" Alvin bangkit dari atas kursi dan ia mulai menunjukkan wajah yang sangat kesal melihat Shiro yang mengambil makanannya.



"Kau yang memulainya duluan, sialan!!!" Balas Shiro dengan wajah yang sangat kesal.

__ADS_1



"Aku menyimpan daging terakhir itu sebagai makanan penutupku!!!" Balas Alvin dengan wajah mereka mulai saling mendekat dan tatapan mereka juga mulai menajam seperti serigala.



"JANGAN MEMBANGKITKAN KEMARAHANKU!!!" Teriak Shiro dengan sangat kesal.



Alvin langsung berubah menjadi wujud Crimson Breaker-nya. "AKU KIRA KITA INI TEMAN...!!!" Balas Alvin dengan wajah yang sangat kesal.



"KAU SALAH...!!!" Shiro membalas wujud itu dengan ia berubah menjadi Saint Titan.



Mereka berdua membuat keributan yang sangat besar hingga anak-anak mereka hanya bisa diam selagi menikmati makanan mereka, tiba-tiba Korrina muncul tepat di belakang mereka selagi memegang tinju kanannya. "Siapa yang siap untuk di hukum, hah...? Para Legenda pembuat keributan...?" Ucap Korrina selagi menunjukkan senyuman kecilnya, hal itu membuat Alvin dan Shiro langsung terkejut karena mereka berdua bisa merasakan aura kemarahan yang besar tepat di belakang mereka.



***



"Ggrrhh..." Shiro mengusap kepalanya yang telah kedua kalinya terhantam oleh seseorang. Ia terkena hantam oleh Korrina karena dia dan juga Alvin membuat keributan yang sangat besar..



"Ini semua salah kau..." Alvin tiba-tiba memberikan sebuah kotak hadiah kepada Shiro, ia tiba-tiba langsung kebingungan menatap hadian itu. "Untukku?"



"Emang untuk siapa lagi, hah?! Homura?"



Shiro mengangguk lalu ia menerima hadiah itu. "Terima kasih." Shiro tersenyum sedikit dan itu membuat Alvin tersenyum juga melihat anak menantunya menerima hadiah yang ia berikan, dengan cepat Shiro langsung membuka hadiah itu. Seketika ia membuka hadiah tersebut, wajahnya tiba-tiba langsung terkena oleh kue lelucon yang Alvin berikan. Sekarang wajah Shiro telah di penuhi dengan krim dari kue tersebut.



"Pfft...! Kena kau...!" Alvin mulai tertawa terbahak-bahak, Shiro langsung melempar hadiah itu ke atas lantai lalu tinju kanannya mulai ia kepal dengan sangat keras.



"SIALAN KAU!!! ALVVIIIIINNNN!!!" Teriak Shiro dengan sangat keras hingga ia mampu mengguncangkan rumahnya seperti gempa bumi.



#Tetaplah menjadi pembaca yang setia dalam membaca novel Yuusuatouri


#Aksi dari novel ini sangatlah detail (Author akan berjuang!)



__ADS_1


__ADS_2