
Terdapat pedang tujuh dosa besar di belakang punggung Kuro yang sedang berputar, ia langsung menatap wajah Shou dengan tatapan yang terlihat serius, Shou mulai mencoba untuk menggerakan tangannya tetapi itu terasa berat sekali. Ia perlahan-lahan mendekati Kuro. "Sang pemilik tujuh dosa besar, hah...? Bagaimana bisa kau berada di tempat ini...? Dimana Arata!?" Tanya Shou.
"Aku menggantikan posisi-nya saat ini... Jika Arata sekarat maka bagianku untuk bertarung sudah tiba, aku adalah sang pemilik tujuh dosa besar yang tinggal di dalam tubuh Arata. Singkatnya aku ini hampir sama seperti ras Eternal."
"Apa yang anak itu lakukan!? Menyerahlah!!!" Teriak Homura, ia mulai tidak tega melihat Shou yang sudah benar-benar kelelahan melawan Arata dan sekarang dia harus melawan Kuro.
"Ini belum berakhir...! Jangan meremehkan bangsa Legenda!" Shou mengepalkan tinju kanannya lalu ia mulai mencoba untuk beristirahat bentar dengan melemaskan seluruh tubuhnya, Kuro hanya bisa menghela nafasnya melihat Shou yang masih memiliki kemauan untuk bertarung melawannya. "Aku masih harus terus melawan musuhku."
Shin yang tertindih oleh meteor itu melihat Shou yang masih ingin melanjut kan untuk berkelahi. "Shou... Hentikan...!!! Lebih baik... Kita menyerah saja...!" Ucap Shin yang sudah muak, ia sekarang ingin menyerah saja sebelum sesuatu yang tidak mereka inginkan terjadi seperti lengan kiri Shou yang sudah tidak ada.
"RASAKAN INI!!!" Shou melesat menuju arah Kuro lalu ia mulai memukulnya beberapa kali dengan tenaga tersisa, Kuro tidak menghindar atau menahan serangan itu melainkan dia hanya diam. Pukulan Shou mengenai seluruh tubuh Kuro, tetapi itu tidak mampu membuatnya terluka. Kuro tidak merasakan apapun dari pukulan yang Shou kerahkan.
Kuro langsung menghantam wajah Shou hingga ia terpental menuju daratan. "GUUGHH!!!" Kuro mendarat di depan Shou selagi menatapnya dengan tatapan yang serius. "SHOUUU!!!" Teriak Homura, ia mencoba untuk mencari sumber Lenergy Shou agar ia bisa pergi menyelamatkannya. "Percuma, Homura... Mugen no Kensei adalah dimensi yang hanya bisa Arata atau Kuro tempati, kau tidak bisa menyelamatkan Shou saat ini." Ucap Korrina.
Shou perlahan-lahan bangkit dari atas tanah, ketika ia bangkit dan berdiri tegak Kuro bisa melihat mata kirinya yang sudah babak belur, ia sepertinya memukul Shou terlalu berlebihan hingga meninggalkan luka babak belur yang berwarna ungu. "Hah... Hah... Hah... Semua ini belum berakhir...!!!"
Shou pelan-pelan berjalan menuju Kuro dengan kedua kaki yang sudah lemas, nafas Shou mulai terdengar berat karena ia sudah berada di puncak batasan dari kekuatannya. Tubuhnya sudah tidak bisa lagi berlanjut untuk melawan Kuro. Shou melesat menuju arah Kuro lalu ia memukul dadanya hingga pukulan itu tidak mampu membuat Kuro terluka, Kuro menyerang balik dengan menendang perut Shou hingga ia terpental ke belakang.
"GWAGHH!!!" Shou melesat menuju arah Kuro lalu ia mulai menendangnya beberapa kali, tetapi Kuro masih tidak bisa merasakan kesakitan dari serangan yang Shou kerahkan. Kuro menghantam wajah Shou hingga ia langsung berlutut di depan Kuro. "Bertarung denganku menggunakan semua emosimu hanya akan membuatku lebih kuat, Shou... Lebih baik kau menyerah!!!"
Shou memukul perut Kuro dan setelah itu Kuro langsung menendang pinggang Shou hingga terdengar suara tulang yang patah. *CRACK!* "Uaghhh...!!!" Kuro langsung memukul-mukul wajah Shou tanpa henti hingga mulutnya mulai mengeluarkan banyak darah termasuk tulang kepalanya mulai retak. Shou perlahan-lahan mundur selagi di siksa oleh Kuro. "Pukulannya... terasa... berat..."
Kuro terus memukul wajahnya tanpa henti untuk membuat Shou menyerah, Shin dan Clare yang tertindih dengan tenaga yang sudah habis menatap Shou dengan tatapan yang tidak tega. "Tuan...!" Ucap Clare lemas.
"T-Tubuhku... terasa... seperti ingin hancur..." Ucap batin Shou. Kuro langsung memukul leher Shou menggunakan kedua tangannya. "UGGHHHH!!!" Shou langsung terjatuh dan berlutut tepat di depan Kuro.
"Kau sudah tidak memiliki peluang untuk menang." Ucap Kuro.
"Cih... Tidak peduli... Setidaknya aku menang melawan Arata... Sekarang kau yang harus aku kalahkan agar aku membuat malu kalian berdua..." Ucap Shou dengan nada yang terdengar lemas, Shou langsung memegang lengan kanan Kuro dengan sangat erat hingga lengan kanan Kuro langsung terbakar dan membuat Shou terpental ke depan. Shou perlahan-lahan langsung mencoba untuk bangkit. "Ughh... Grrgh..."
"Semua ini belum berakhir." Ucap Shou yang kembali bangkit, ia mulai berkeringat dan darah-darah mulai mengalir di seluruh tubuhnya bahkan keringatnya mulai berjatuh. "Hah... Hah... Hah..." Kuro muncul di depan Shou lalu ia menghantam wajahnya menggunakan tinju kanannya hingga Shou terpental ke belakang dengan kondisi yang tidak sadar.
"Shou!!! Bangkitlah!!! Bangunlah!!!" Teriak seorang gadis yang terdengar seperti suara Rigel.
"U-Ughh..." Shou bisa mendengar suara Rigel dari dalam hati dan pikirannya.
"Shou, apa yang sedang kau lakukan!?"
Shou langsung tersenyum ketika mendengar suara Rigel. "Setidaknya biarkan aku tidur sebentar... Sial..." Ucap Shou, ia bangkit dari atas daratan lalu ia kembali menatap Kuro dengan tatapan yang terlihat serius. "Hah... hah... hah..." Keringat Shou terus berjatuh dari tubuhnya dan Kuro hanya bisa menghela nafas lagi melihat kebodohan Shou yang masih ingin terus melawan dirinya.
"Shou... Hentikan...!!!" Teriak Shin.
"Pertarungan ini sudah berakhir... Dan kenapa kau masih harus terus bertarung melawanku walaupun kau sudah tahu jawabannya." Ucap Kuro.
__ADS_1
"Hmph... Entahlah."
"Tetapi, bahkan jika aku katakan, seorang bajingan tanpa emosi sepertimu tidak akan pernah mengerti..."
"...apa artinya bertarung untuk menempuh tujuanmu yang besar...! Tujuan untuk menyelamatkan bangsa legenda!!!" Shou melesat menuju arah Kuro lalu ia mencoba untuk memukulnya, tetapi Kuro menghantam wajah Shou menggunakan tinju kanannya hingga ia terpental ke belakang.
"SHIROMURA ECLIPSEEEEE!!!" Teriak Shou hingga ia meluncurkan gelombang emas menuju arah Kuro dan gelombang itu langsung terserap oleh Kuro hingga masuk ke dalam tubuhnya. "Kau tidak akan pernah belajar, dasar bodoh." Ucap Kuro.
"BAJINGAAAN!!!" Shou melesat menuju arah Kuro lalu ia mencoba untuk memukulnya, tetapi Kuro langsung memegang tinju kanan Shou. "Setidaknya aku menghormati jiwa Legenda-mu yang kental terhadap terus berjuang... Menyerah itu ada batasannya." Ucap Kuro
"Semua ini berakhir disini...!" Kuro menghantam wajah Shou hingga ia langsung terpental ke belakang dengan tulang kepala yang sudah hancur. "Uaggghhh....!!!" Teriak Shou, mulutnya mengeluarkan banyak sekali darah dan tubuhnya sudah tidak bisa bergerak lagi. Semua ternyata terasa mati karena ia terus memaksakan tubuhnya yang sudah lelah. "Aku tidak bisa menyelesaikan tujuanku... Aku memanglah bodoh dan tolol karena bisa menyelesaikan tujuanku... Maaf... Rigel... Nenek... semua..." Shou tergeletak di atas lalu ia mulai menangis.
Shin dan Clare secara bersamaan memberikan tenaga dan sumber energi mereka kepada Shou, mereka berdua meluncurkan dua bola energi emas menuju arah Shou hingga bola energi itu mulai memasuk ke dalam tubuhnya dan membuat Shou bersinar cerah. Shou mengepalkan tinju kanannya lalu ia bangkit dari atas tanah dengan wajah yang terlihat serius. "Clare dan Shin masih mempercayaiku..." Ucap Shou.
"Kau sungguh bodoh, Shou. Tenagamu dan Lenergy-mu sekarang meningkat, kenapa kau tidak mencoba untuk menyerah sekarang?" Tanya Kuro.
Shou mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya. "Legenda bertarung dengan tinju... Bukan mulut..." Ucap Shou, ia melesat menuju arah Kuro dan setelah itu Shou terus memukul seluruh tubuhnya tanpa henti. Kuro mulai memukul seluruh tubuh Shou, tetapi Shou berhasil menghindari semua serangan itu karena ia memiliki tenaga yang cukup untuk bisa menghindar dan menahan.
Shou muncul tepat di belakang Kuro lalu ia mencoba untuk memukulnya, tetapi perut Shou langsung terhantam oleh sikut dari tangan kirinya. "GUAAAGGHHH!!!" Shou mulai memuntahkan darah dari mulutnya dan setelah itu Kuro memukul wajahnya hingga ia terpental ke belakang dan mengenai pedang yang sangat besar. "Grrggh..."
Di sisi lainnya, Homura langsung bergerak menghampiri Korrina dan ia mulai sujud di depannya dan memohon. "Aku mohon, nenek...!!! Selamatkan Shou, Shin, dan Clare sebelum mereka terbunuh oleh Kuro!!! Aku mohon... Selamatkanlah mereka...!!!" Ucap Homura dengan nada yang terdengar lemas, Alvin langsung menatap wajah Korrina yang terlihat seperti tenang. Korrina mulai menunjukkan sebuah senyuman lebar di wajahnya. "Tenanglah... Bantuan sebentar lagi akan datang kok." Jawab Korrina.
XUUSUATOURI
Flashback
"Jika diriku mengamuk atau terkalahkan oleh mereka semua maka secara otomatis aku akan tergantikan oleh sang pemilik tujuh dosa besar... Dia bernama Kuro." Ucap Arata. Methode mulai mendengarkan semua perkataan Arata. "Kuro adalah sesosok mortal terkuat yang ada di semesta Touri, ia mampu menyetarai wujud Dewa maha kuasa Alvin yang berada di persentase 40..."
Methode langsung membulatkan kedua matanya ketika ia mendengarnya. "H-Hebat... Bisakah aku bertemu dengannya!?" Tanya Methode.
"Tidak bisa... Ia tidak tertarik. Kuro hanya akan muncul ketika aku sekarat, jika aku kalah atau sekarat oleh mereka semua maka kau harus memanggil adikku yang ada di Xuusuatouri, Methode. Aku dengar Fidya pernah mengatakan sesuatu bahwa ia memiliki teman yang memiliki nama marga Shiratori."
"Ohh...? Siapa...?"
"Shiratori Syna."
Flashback End
Shou dan Kuro masih berkelahi habis-habisan, Shou menaikkan seluruh auranya hingga ia meluncurkan dorongan yang sangat besar, tetapi Kuro tidak terdorong oleh dorongan itu. "AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH...!!!" Teriak Shou keras dan emosi kemarahannya mulai meningkat hingga membuat seluruh tubuh Kuro bertambah kuat karena ia bisa merasakan Shou menggunakan emosi kemarahannya. "Bodoh..."
Shou melesat menuju arah Kuro lalu ia mencoba untuk memukulnya, tetapi Kuro melompat ke atas lalu ia melesat ke depan dengan menendang wajahnya. Shou menahan tendangan itu lalu ia menendang wajah Shou hingga ia terpental ke belakang. "SHIROMURA...!!! ECLIPSE!!!" Teriak Shou hingga ia meluncurkan gelombang emas menuju arah Kuro dan Kuro melesat masuk ke dalam gelombang itu tanpa merasakan kesakitan apapun.
"JYAGGHH!!!" Kuro langsung memukul wajahnya dengan sangat keras, Shou terpelanting ke belakang lalu ia berputar dan mulai meluncurkan beberapa bola energi ungu ke arahnya. Kuro melesat menuju arah lalu ia memukul perut Shou dengan sangat dalam. "UAGH...!!!" Kuro menendang dagu Shou dan setelah itu ia menendang perut Shou hingga ia terpental ke belakang. Kuro masih menahan dirinya di setiap serangan yang ia kerahkan.
__ADS_1
Kuro melesat menuju arah Shou lalu ia memukul perutnya dengan sangat dalam lalu ia melanjutkan serangan itu dengan memukul seluruh tubuh Shou tanpa henti. Shou memukul wajah Kuro lalu ia memukul perutnya dalam sekali dan setelah itu ia menghantam wajahnya hingga Shou terpental ke belakang. Kuro terus menghantam wajahnya tanpa henti hingga ia bisa merasakan Lenergy Shou terus berkurang karena pukulan yang mengenai tubuhnya.
"BERAKHIR SUDAH!!!" Kuro menghantam perut Shou hingga ia terpental ke belakang. Kuro langsung melesat kembali menuju arahnya dan Shou melihatnya, mereka berdua dengan bersamaan langsung melesatkan kedua tinjunya. *BAM!!!* Tinju mereka yang teradu mampu membuat daratan retak hingga lahar-lahar api mulai keluar dari daratan. Shou langsung melakukan sihir Chains of Reclipse kepada Shin dan Clare, kedua tubuh mereka langsung terlindungi oleh rantai-rantai milik Shou.
Kuro memukul perut Shou dengan sangat dalam hingga ia memuntahkan darah yang banyak melalui mulutnya. Kuro mengepalkan tinju kirinya lalu ia menghantam dada Shou hingga terpental ke belakang. Kuro muncul tepat di depan Shou lalu ia menghantam perutnya dengan sangat dalam hingga meninggalkan luka lubang kecil di perutnya. "UAGGHH!!!" Shou terpental ke belakang.
"Sepertinya aku terlalu berlebihan---" Shou muncul di depannya lalu ia mencoba untuk memukulnya beberapa kali, tetapi Kuro berhasil menghindari semua serangan itu.
***
Methode masih terus mencari Lenergy milik Syna dan tiba-tiba ia langsung merasakan sebuah energi sihir baru yang berada di belakangnya. Seseorang yang berada di belakang Methode langsung menepuk bahu kanannya. "Hwahhh!!!" Ucap seseorang yang berada di belakangnya. "Ahhh!!!" Methode melirik ke belakang lalu ia melihat Syna dan juga Fidya.
"Methode...! Bawa kami ke tempat dewi Korrina sekarang juga!" Ucap Fidya. Methode langsung mengangguk.
Kembali ke pertarungan Shou dan Kuro, Kuro masih memukul seluruh tubuh Shou tanpa henti hingga kedua matanya mulai buram. "JYAGH!!!" Kuro menghantam perut Shou hingga mereka berdua langsung meledak, Kuro sepertinya memukul Shou terlalu berlebih hingga ia terpental ke belakang. Kuro langsung menciptakan sebuah bola api di tangan kanannya. "Baiklah... Pertarungan benar-benar berakhir..."
Kuro meluncurkan gelombang api tebal menuju arah Shou dan Shou langsung menatap gelombang itu dengan ekspresi yang terlihat pasrah. "AHHHHHHHH!!!"
SWOOOSHH!!!
Korrina muncul tepat di depan gelombang itu lalu ia menyerap gelombang api itu selagi melebarkan kedua lengannya. "... ..." Kuro langsung menunjukkan ekspresi wajah yang terlihat terkejut ketika melihat Korrina. "D-Dewi Korrina...!?" Kuro tidak hanya melihat Korrina melainkan ia melihat Methode dan Fidya yang sedang bersama Korrina.
"Fidya...!?" Kuro langsung menunjukkan ekspresi wajah yang terlihat terkejut. "Sudah hentikan semua pertarungan ini!!!" Teriak Fidya hingga Kuro langsung berubah kembali menjadi Arata, tubuh Arata dipenuhi dengan darah dan bahkan seluruh tubuhnya terasa lemas. "F-Fidya!? Apa yang kau lakukan disini!? Cih... Sialan kau, Kuro!!!" Ucap Arata yang merasa sangat terkejut ketika melihat Fidya.
Fidya melesat menuju arah Arata lalu ia mulai memerahinya habis-habisan. Methode pergi menuju arah Clare dan Shin untuk menyembuhkannya. "Jadi gimana perasaanmu sekarang, Shou?" Tanya Korrina selagi menunjukkan wajah yang serius. Shou tersenyum selagi bernafas berat. "Ahahaha... Hahaha... Aku menikmati pertarungan hebat ini dan aku baru saja sadar bahwa aku kalah..." Ucap Shou, Korrina mulai menyembuhkan seluruh tubuh Shou hingga kembali pulih. "Apakah kau sudah menemukan jawaban tentang tujuanmu?" Tanya Korrina.
"Ya... Jawaban yang jelas, aku kalah dan itu artinya aku harus melupakan tujuanku, aku akan membiarkan Arata jalankan tujuannya sebagai Legenda yang mencoba untuk membunuh para Legenda sampah itu." Ucap Shou, ia melayang menuju Arata hingga membuat Arata menatapnya dengan ekspresi yang terlihat kebingungan. "Shou...?"
Fidya melirik ke arah Shou lalu ia memberi Shou jalan untuknya. "Arata... Sepertinya pertarungan sudah benar-benar berakhir, selamat karena telah memenangkan pertarungan ini." Ucap Shou dengan ia mengulurkan tangan kanannya, Arata langsung tersenyum. "Setidaknya sekarang kau mengerti, setidaknya dari keturunan Shira masih ada di dalam dirimu yaitu kau pantang menyerah" Arata dan Shou langsung mulai berjabat tangan.
Korrina dan Fidya langsung tersenyum melihat mereka berdua akur. "Aku tidak akan mengganggu tujuanmu lagi, Arata. Bisa jadi aku akan melakukan hal yang sama yaitu membasmi sampah-sampah itu." Shou tersenyum, ketika Shou mengatakan itu Arata langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut karena Shou sudah tidak akan mengganggunya lagi. "Baguslah!" Shou mengangguk.
***
ZWOOOSHHH!!!
Sebuah gelombang sacred muncul tepat di depan Shira, gelombang itu mulai menghilang dan menunjukkan Korrina dan yang lainnya. Homura langsung lari menuju arah Shou dan memeluknya. "Syukurlah... Kau kembali dengan selamat" Homura tersenyum dan Shou langsung tersenyum juga, ia melihat Rigel sedang mengacungkan jempolnya.
"Shin!!!" Sakura memeluk Shin erat lalu ia membalas pelukan itu selagi menatap Rina yang sedang bersama Alvin. "Bagus!" Rina mengacungkan jempolnya dan Shin langsung mengangguk. Shira menghampiri Shou lalu ia menepuk punggungnya. "Dari pertarungan tadi kau benar-benar membuatku bangga, Shou!"
Shou tersenyum lalu ia mengangguk. "Terima kasih banyak, Ayah!" Shira langsung menghampiri Arata yang terlihat terkejut ketika menatap Shira. "Arata, kapan-kapan aku ingin bertarung bersamamu!" Shira mengulurkan tangan kanannya dan Arata langsung mengangguk. "Dengan senang hati! Shiratori Shira---" Arata menatap Alvin dan itu langsung mengubah ekspresinya yang tadi terkejut dengan kesenangan hingga menjadi ekspresi kesal melihat Alvin karena dia adalah dewa.
Wajah Alvin terlihat seperti tidak sabar untuk bertarung, ia tersenyum lebar selagi menatap Arata. "Dewa Alvin..." Alvin menghampiri Arata dengan wajah yang terlihat tidak sabar. "Bertarunglah sebentar melawanku... Aku ingin mencoba melawan kekuatanmu itu, Kuro." Ucap Alvin selagi melakukan kuda-kuda bertarungnya.
__ADS_1