Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 155 - True Dimensional Cage


__ADS_3

Komi tersenyum sinis melihat Haruka yang berhasil terbunuh, tidak ada lagi hukum waktu yang akan dihancurkan oleh Haruka. Perasaannya kini campur aduk karena ia baru saja membunuh anak-nya sendiri yang pernah menyelamatkan dimensi palsu selama dua kali, dengan ekspresi psikopat Komi meneteskan beberapa air mata. Namun dia meneteskan air mata itu tanpa memiliki perasaan sedih.


Korrina menggerakkan tubuhnya yang terasa kaku, ia menangis melihat Haruka yang baru saja terbunuh oleh Komi, "Dasar monster...!"


Komi menatap Korrina dan ia mulai tersenyum seperti psikopat, "Aku...? Monster...? Itu artinya kita berdua monster."


Korrina mencoba sekuat mungkin untuk melawan, tetapi tidak bisa karena perutnya mulai kambuh karena anak barunya yang mulai menendang perut-nya.


"Uhugghh..."


Komi muncul di depan Korrina dan ia mulai memegang kedua pipinya lalu menatap wajahnya dengan tatapan yang tertarik.

__ADS_1


"Aku menyukai dirimu loh, Korrina~ Sayangnya kau tidak mengerti tentang ideal keseimbangan alam semesta, dengan kecerdasan-mu itu... Kita para dewa dan dewi yang berkuasa tinggi bisa melakukan apapun yang kita mau loh~"


"Aku tidak tertarik... Cobalah untuk bisa mengubah pikiran-ku!"


Komi tidak berniat untuk membuat Korrina memihaknya lagi, dia mengepalkan kedua tinju-nya dan mengarahkan beberapa serangan keras menuju wajah Korrina sampai terdengar suara tulang patah.


"Bodoh! Bodoh! BODOH!!!" Komi menendang wajah Korrina sampai ia mengenai meteor yang melayang di belakangnya.


Komi menunjuk Korrina sampai jari telunjuk-nya menyinari cahaya putih, Komi sebentar lagi akan menggunaka [Omni-Vanish] kepada Korrina karena ia tidak mau menghabiskan waktu lebih lama lagi, ia ingin pulang dan segera bertemu dengan keluarga yang saat ini sedang mencari-nya.


Seluruh tubuh Komi tiba-tiba terkurung di dalam dalam kubus hijau yang muncul entah darimana, hal itu membuat Korrina dan Komi terkejut karena kubus itu berasal dari Haruka yang muncul di atas langit dengan penampilan yang baru. Perubahan penampilan-nya drastis karena rambut-nya mendadak panjang setelapak kaki dengan warna hijau hitam dan muda di sekitarnya.

__ADS_1


Kedua pupil Haruka berubah menjadi hijau dan terdapat lambang jam dimana jarum jam-nya terus bergerak mengelilingi jam tersebut. Korrina dan Komi tidak dapat menggerakkan tubuh mereka karena tekanan yang dilepas oleh Haruka sangatlah dahsyat sampai mereka tidak menyangka bahwa Haruka adalah sesosok makhluk yang menginjak tingkat yang lebih tinggi dari Komi sampai Komi tidak bisa melepaskan sihir di sekitarnya.


"cukup sampai disitu..." 


"Apa yang kau lakukan padaku...?" Tanya Komi yang mencoba untuk melarikan diri dari sihir Haruka.


"Komi... Aku akan membawa-mu menjelajahi sejarah tentang dimensi asli, perjuangan Shiratori Shira..."


"Ternyata Shiratori Shira juga ada ya... di dimensi menyebalkan seperti ini..."


"Kau berada di kubus sihir waktu yang aku ciptakan... Kubus itu akan membuat-mu pingsan dan membawa alam sadar-mu menuju tempat dimana Shira pertama kali lahir ke semesta Touri, apakah kau pikir konflik diri-mu saja yang lebih parah dari konflik kami...?" Haruka mengepalkan kedua tinju-nya.

__ADS_1


"Hentikan...!!!" Komi mulai merasa kesal karena ia tidak mau menghabiskan waktu hanya melihat perjuangan musuh-nya yaitu dimensi asli.


"Percuma saja kau menghancurkan ini dan itu. Kubus itu hanya akan membuat dirimu melihat dan mendengar, kau tidak akan bisa menghancurkan-nya atau menciptakan [Time Paradoks]... Selamat tinggal, Komi. Kami akan bertemu kau lagi di lain hari." Haruka menjentikkan jari-nya, membuat kubus hijau itu memancarkan cahaya hijau dan menghilang.


__ADS_2