Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 52 - Tidak memihak siapapun


__ADS_3

Aku membuka kedua mataku dengan sangat terkejut bahwa aku tiba-tiba berada di tempat yang cukup gelap, dengan kedua mataku ini aku tidak bisa melihat apapun kecuali kegelapan yang sangat indah bagiku.



"Bagaimana...?" Aku tiba-tiba mulai meneteskan air mata merah dan itu membuatku terkejut.



"Ap-Apa ini...!?" Aku mulai berlutut dan ternyata tanah yang ku injak mulai berubah menjadi darah sungai yang sangat merah.



"Hahaha... Bagaimana bisa kegelapan seperti ini membuatku terharu?" Aku tiba-tiba tersenyum dengan sangat jahat, entahlah... Aku sangat suka melihat warna dari darah.



Tiba-tiba seseorang mulai menyentuh bahu kananku dan itu membuatku terkejut. Aku melirik ke belakang dengan wajah yang serius. "Siapa...?"



"Istrimu..." Ternyata itu Homuze, dia mulai tersenyum kepadaku dengan senyuman jahatnya.



"Kenapa aku berada di tempat ini? Bukannya aku seharusnya melawan Raitou..." Tanyaku.



"Kau tidak bisa memenangi pertarunganmu jika kau tidak menyempurnakan seluruh kekuatan dan energi Eternalmu." Dia tersenyum kepadaku... Layaknya istriku sudah seperti penjahat dan aku mulai menjadi satu darinya.



Aku bangkit dari sungai dan menatap wajah Homuze yang sedang tersenyum dengan sangat kejam.



"Homuze, beri tahu aku... Mengapa semua ras memanggil kita sebagai keluarga yang memiliki sikap egois?"



"Karena... Kita tidak memihak siapapun... Kita hanya melakukan sesuai apa yang kita inginkan untuk mengubah dunia ini." Homuze berbalik arah dan ia menunjuk telunjuknya ke arah depan.



"Shiro, sebenarnya... Semua ras itu mustahil untuk berbuat jahat maupun baik karena mereka tidak memihak apapun seperti kita..."



"Kita bertahan hidup hanya untuk membunuh yang baik dan juga jahat." Homuze tersenyum.



"Jadi... Itu sama saja kalau kita ini penjahatnya dan juga pahlawannya."



"Sudah kubilang 'kan? Tidak ada yang namanya kebaikan atau kejahatan di semesta Touri. Keluarga Ghifari hanya memihak satu..."



"Dan itu?" Tanyaku.



"Mengubah semuanya menjadi sesuatu yang sempurna, tidak ada kebaikan maupun kejahatan... Itulah tujuan kita sebenarnya." Homuze melirik kepadaku dengan wajah yang sangat serius.



"Cih..." Aku mulai merasa tidak enak dengan ucapnya itu.



Tiba-tiba seseorang mulai menyentuh punggungku, aku melirik ke belakang dan dia ternyata versiku yang asli yang dulu... Shiratori Alvin atau bisa disebut dengan Shira.



"Shira...?"



"Kau hanya bisa memilih jalan, Shiro... Jalan Shira atau Jalan Homuze?" Tanya Shira dengan wajah yang serius.



Aku mulai berpikir dengan sangat serius. "(Aku memang membenci kebaikan dan juga kejahatan... Itu dua hal yang sangat kubenci dan aku hanya ingin mengakhiri semua itu...)"



Aku menatap wajah Homuze yang sedang tersenyum dengan wajah jahatnya. "Pilihanmu pasti sudah jelas dan bisa kulihat dengan sempurna..."



"Jika kau memilih jalanku... Kita berdua akan bisa menjadi pasangan yang sebenarnya... Keluarga kita bisa mengubah semuanya bahkan keluarga Ghifari." Homuze mulai bergaya seperti ras yang jahat.



Aku menutup kedua mataku.



STAAAAAAAAAB!!!



"Ahhhh...!!!" Dada Shira telah tertusuk oleh pedang energiku, aku tidak segan untuk membunuhnya. "Aku memilihmu... Homuze... Aku memilih kau karena aku sebagai kepala keluarga Shiro ingin mengubah seluruh Touri dengan jalan kita sendiri."



Kedua mataku tiba-tiba mulai bersinar dan kedua mataku mulai berubah menjadi emas, kuning, dan hitam. Rambutku yang tadinya bewarna hitam, sekarang terdapat sedikit emas di rambutku.



"Begitu ya... Aku sebagai istrimu akan mengabuli apa yang kau mau." Homura tertawa dengan sangat jahat.



"Kita keluarga Shiratorinl tidak memihak apapun karena kita akan mengubah semuanya... Kejahat dan juga kebaikan, kami akan merubahnya." Aku menunjuk wajah Shira.



BAAAAAAAMMMMMMMM!!!

__ADS_1



Aku menghancurkan tubuh Shira dengan kekuatan gerhana matahariku. Homuze tiba-tiba memelukku dan ia mulai berkata di telingaku.



"Menjadilah jahat dengan hati kebaikan bersamaku, Sayang... Mari kita menjadi rasnl yang memihak terhadap diri sendiri." Homuze mulai menjilati pipiku dan aku langsung merasakan kekuatan penuh di tubuhku.



"Aku berjanji..."



SWOOOOOOOOOSSSHHHH!!!!



"THUNDERSTRIKE FISSSSTTTT!!!" Raitou mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menghabiskanku yang sedang lemah.



BAAGGGG!!!



Aku langsung memegang tangannya dengan wajah yang sangat amat kesal. Kedua mataku langsung bersinar.



"Pukulanmu cukup kuat, Raitou." Aku meraba dadanya, aku bisa merasakan jantungnya langsung berdetak dengan sangat cepat, kedua mata Raitou langsung bersinar.



"Bersiaplah..." Aku tersenyum dengan sangat jahat.



BAAASSHHHH!!!



Raitou terpental dengan sangat jauh hingga ia mengenai tanah dan membuat sebuah lubang yang sangat amat besar. "HAHAHAHA!!! SEMUA KEKUATAN INI HANYA AKAN MEMBUATKU LEBIH KUAT!!!" Aura Solarku mulai melindungi seluruh tubuhku dan mulai memulihkan semua luka-luka, aku akhirnya bisa menyempurnakan wujud Eternalku sepenuhnya.



Raitou bangkit dari tanah dan ia mulai mengacungkan kedua lengannya. "Dengan semua kekuatan dan sihir yang masih ada di dalam diriku..."



"Aku akan kerahkan semuanya untuk melawan seorang pendosa..." Seluruh tubuh Raitou mulai terlindungi oleh listrik kuat.



Homuze tiba-tiba berjalan menghampiriku dan ia berhenti di sebelahku. "Hmph... Apakah kau akan menghalangku melawannya satu lawan satu, sayang?" Tanyaku.



"Hanya untuk ini saja... Dia akan mengeluarkan Maha Sihir Saint-nya..." Kedua lengan Homuze langsung terbakar dan ia mulai bersiap untuk menyerang.



"Dimengerti..." Aku mulai bersiap juga, aku berubah menjadi Potentitan. "Dengan jawaban dari jantungku... Harga diriku sebagai Saint Thunder... Aku akan mengeluarkan Maha Sihir Saint-ku yang indah dan juga abadi."




"Shiro!!! Homura!!! Bersenanglah...! Maha sihir kuasaku akan menghancurkan seluruh tubuh kalian menjadi sisa-sisa yang tidak tersisa."



"MAHA SIHIR SAINT... GUARDIAN OF THUNDER'S SPIRITS." Kedua lengan Raitou mulai bersinar. Ternyata patung itu disebut dengan Guardian, guardian itu langsung mengangkat kedua tangannya dan mulai menghantamkan kedua lengannya menghampiriku dan Homura.



"Gimana kau tidak mau menggunakan Maha sihir Saint?" Tanya Homuze.



"Tidak, sihir seperti ini tidak layak untukku melawan dengan maha sihir saint."



Homuze dan aku menunjuk ke atas langit.



BAMMMMM!!!



...



...



Tanah yangku injak mulai membuat sebuah lubang dan api yang terbakar. "Hahh... Hah... Hah..." Kedua lengan Raitou mulai terasa mati rasa karena sihir yang ia keluar adalah sihir yang sangat dahsyat dan juga beresiko.



"Aku berhasil... Aku berhasil---"



BAGGGG!!!



Tiba-tiba Homura mencekik Raitou dari belakang dengan sangat cepat dan tanpa memberinya celah atau ampun sekalipun. "Ag-Aghh! H-Homuze!?"



"Jangan meremehkan sihir pelindung warisan Mortem..."



"Kekuatan dan energi sihir yang mengalir dengan kemarahanku... Bangkitlah dan buat semua dunia ini diwarnai emas." Aku tersenyum dengan sangat jahat, aku menunjuk Raitou dengan kelima jariku.

__ADS_1



"Apa kau akan mengorbankan dirimu sendiri, Homuze...?" Tanya Raitou.



"Aku tidak akan mati dan merasakan kesakitan dari sihir milik Shiro..."



"Apa...?"



"Karena ras Eternal kita memiliki tubuh yang mampu membuat kita saling menyerang tanpa kesakitan... Jadi kita tidak bisa melukai satu sama lain."



"Dan juga... Kita sudah resmi menjadi suami-istri... Jadi... Aku dan Shiro bisa menjadi lebih kuat ketika kita mengenai sihir satu sama lain." Homuze tersenyum dengan sangat jahat.



"Sepertinya... Aku gagal dalam melaksanakan perintah Rionald... Sialan..." Raitou mulai meneteskan air mata kekalahan... Dia juga menyesal untuk melawan Shiro dan Homura sendirian.



"Dan kau menyesalnya sekarang...? Sungguh ras legenda sepertimu ini memang sudah pasti akan mati." Homuze mulai mencekiknya lebih kencang. "Sampah kampungan..."



"Aku tidak suka legenda sepertimu ini... Aku muak sekali..." Ucap Homuze dengan sangat amat kesal.



"Agh-Agghhhh..." Raitou mulai tidak bisa bernafas. "Solar Eclipse Unleashed..." Seluruh tubuhku mulai bersinar dengan sangat terang. Aku akan mengeluarkan laser yang sangat kuat dan memiliki jangkauan yang tidak terhingga.



"Sudah waktunya---"



...



...



BAAAAAASSSS!!!



"AGGGGGHHHH!!!" Homuze tiba-tiba memuntahkan darah dari mulutnya, karena... Ayumi menusuk punggungnya dengan sebuah pedang es yang sangat tajam.



"Aku tidak akan membiarkan kakakku mati..." Ucap Ayumi dengan sangat kesal.



Homuze tiba-tiba tersenyum. "Mencoba untuk bunuh diri ya...?"



"ULTRA BURST SOLAR ECLIPSE!!!" Aku mengeluarkan laser yang sangat tebal dan besar ke arah mereka bertiga, aku mengerahkan seluruh energi sihirku di dalam sihir itu.



"MATILAH!!!" Teriakku.



Homuze mulai tertawa. "HAHAHAHAHA!!! Kau memang melukaiku, Ayumi... Tapi... sihir Shiro hanya akan menyembuhkannya dan akan membunuhmu bersama kakakmu."



"Hahhh---"



BAMMMMMM!!!



Laserku mulai terbang ke arah langit dan masih bisa memanjang, karena laserku akan terbang tanpa batas hingga laserku bisa menembus langit-langit.



~Di dalam kastil Rionald~



Para Saint dan juga Rionald bisa melihat cahaya itu dan mereka mulai merasa sangat terkejut. "Apa itu...? Sihir milik Shiro...?" Tanya Miuki dengan sangat terkejut.



"Cih... Mereka berdua memanglah lemah!" Ucap Naoki dengan sangat kesal, Ayumi dan Raitou telah terkalahkan begitu saja.



***



Tangan kiriku mulai mati rasa dan inilah resiko tentang energi sihir milik ras Eternal. Sepertinya aku sudah membunuh mereka berdua dengan satu serangan.



Aku bisa melihat Homuze menghampiriku selagi melakukan regenerasi di dadanya yang tertusuk. "Untung kau tepat waktu..."



Homuze mencium bibirku dan tangan kiriku langsung bisa berfungsi kembali karena sihir penyembuhan Homuze, ketika kita melakukan sebuah ciuman dan hubungan intim, kita berdua akan menjadi lebih kuat. "Sekarang..."



"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Homuze.


__ADS_1



__ADS_2