Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 97 - Sampah di planet Agimuragi


__ADS_3

Shou terbang meninggalkan Legendarius karena ia ingin berkunjung ke planet yang bernama Agimuragi, di planet itu terdapat akademi dimana ia belajar sihir dan pengetahuan disana. Akademi itu bernama Academy Guria.


Akademi itu sama bagusnya dengan akademi yang berada di kota Sillentesius, sayangnya akademi itu sudah hancur karena planet Legenia yang dihancurkan oleh Saint yang bernama Arata. Shou sudah lama tidak mengunjungi akademi itu karena ia lebih sibuk dengan berlatih melainkan belajar.


Shou yang sedang melayang di atas langit melihat seorang gadis yang sedang makan siang di bawah-bawah pohon, ia langsung tersenyum kecil dan mulai diam-diam terbang menuju arah gadis itu. Shou mendarat di belakang gadis itu. "Kaminari Rigel, seperti biasanya kau rajin sekali untuk tidak melewati pelajaran yang diberikan akademi ini." Ucap Shou.


Gadis yang sedang makan siang itu bernama Rigel, gadis itu melirik ke belakang dan ia melihat Shou sedang menyilanglan kedua lengannya. "Apakah ada sesuatu penting yang aku lewatkan, Rigel?" Tanya Shou dengan ia duduk disebelah Rigel.


"Tidak banyak, mungkin kau harus tau tentang ilmu mengontrol perasaan kemarahanmu." Ucap Rigel dengan ia menyentil dahi Shou. "Aduh..." Shou mulai memegang dahinya yang baru saja tersentil. "Sakit...!!! Kenapa kau melakukan itu!?" Tanya Shou, ia mulai marah besar karena ia baru saja tersentil oleh seorang gadis yang dekat dengan dirinya sejak Shou masuk ke akademi Gurai.


Kaminari Rigel adalah seorang gadis yang memiliki rambut hitam panjang, Rigel adalah seorang Saint yang memiliki kekuatan Saint Stars atau bisa disebut kekuatan bintang. Sihir Maha Saint-nya terdapat di gelang kanannya, gelang itu berlambang bintang RIGEL.


"Kau berani sekali datang ke sini... 2 tahun lamanya kamu tidak absen tau tidak? Bisa-bisa guru Kirugi menghukum-mu dengan menyuruhmu terbang mengelilingi semesta Touri." Ucap Rigel dengan eksperesi yang terlihat menakutkan. Shou mulai mengelus-elus kepalanya. "Tenang saja, aku bisa kabur bukan? Lagian juga kau selalu memberitahuku informasi penting tentang pelajaran yang akademi ini ajarkan."


"Dasar... Keluargamu sudah membayar mahal untuk bisa mendaftarkan kamu ke akademi ini dan kau sering bolos demi melatih kekuatan dan sihirmu itu."


"Ingatlah, Shou. Pertarungan itu tidak selalu dari kekuatan dan sihirmu yang kuat."


"Aku tahu..." Shou mengangguk. "...Pemikirankan-ku juga harus luas tentang pertarungan." Shou mengepalkan kedua tinjunya dengan sangat kasar.


"Hahhh... Terserah." Rigel menghela nafasnya lalu ia menutup box makanannya karena ia baru saja selesai memakan makan siangnya. "Shou, apakah kau tahu dengan rumor dimana para Legenda Super Elite perlahan-lahan dibunuh oleh seseorang?" Tanya Rigel dengan ia menatap wajah Shou.


"Berita itu ya...? Legenda macam apa yang tidak tahu soal berita itu?" Tanya Shou dengan ia melirik ke atas langit, wajahnya terlihat ingin sekali bertemu dengan seseorang yang membunuh semua Super Elite itu. Ia tidak suka melihat sesama Legenda yang terbunuh walaupun Legenda itu jahat dan sampah. "Seseorang yang membunuh semua super elite itu sepertinya melakukan pekerjaan yang baik." Ucap Rigel, ia mulai meminum kaleng yang berisi jus jeruk.


"Menurutku salah dan hambatan bagi kita semua bangsa Legenda." Shou mulai bangkit dari atas kursinya, ia mulai meluncurkan gelombang kegelapan ke atas langit hingga gelombang itu mengenai awan-awan dan mengubah awan itu menjadi awan mendung. "Justru aku merasa kesal melihat sesama bangsa Legenda yang terbunuh."


"Kenapa kita tidak coba untuk mengubah pemikiran Legenda yang berada di jalan salah itu melainkan membunuhnya? Bagaimana jika suatu saat terdapat perang mati-matian antara semua ras... Bagaimana jika bangsa Legenda kalah karena kekurangan petarung yang kuat?!" Tanya Shou dengan rautan wajah yang terlihat kesal.


"Walaupun para Legenda jahat memiliki pemikiran yang berbeda tetapi kita semua Legenda itu satu!!! Berbeda-beda tujuan tetapi kita semua harus bekerja sama ketika saatnya datang, bukannya buku sejarah Legenda mengatakan bahwa kita semua Legenda ketika bekerja sama bisa mengalahkan siapapun!? Kita bertambah kuat ketika kita bekerja sama!!!" Ucap Shou dengan eksperesi yang terlihat sangat kesal.


Rigel langsung tersenyum lebar karena mendengar perkataan Shou yang terdengar cukup heroik. "Hebat... Tapi apakah kau mampu mengubah semua Legenda yang berada di jalan salah atau memiliki tujuan yang berbeda itu?" Tanya Rigel yang tadinya memiliki eksperesi senang sekarang eksperesinya berubah drastis menjadi serius.


"Aku akan mengubah mereka! Itulah tujuanku...!!! Aku ingin membuat semua Legenda yang jahat itu sadar bahwa kita bersama mampu mengalahkan apapun...!!! Bahkan para dewa yang egois dan pemikirannya yang bodoh." Ucap Shou dengan rautan wajah yang kesal.


"Apakah kau tahu? Siapa yang membunuh semua super elite itu...? Aku ingin benar-benar bertemu dengannya..." Shou langsung mengepalkan kedua tinjunya lebih kencang dan kasar. Ia ingin sekali memukul wajah seseorang yang telah membunuh para super elite itu, walaupun mereka sampah tetapi mereka masih bisa disebut dengan bangsa Legenda yang sudah memperjuangkan Yuusuatouri.


"Dia adalah seorang Saint." Jawab Rigel.


"Apakah ada yang tahu Saint apa?" Tanya Shou.


"Saint Tracer." Jawab Rigel.


Shou langsung membuka kedua matanya dengan sangat lebar, eksperesinya terlihat terkejut karena ia pernah mendengar nama Saint Tracer dari Korrina. "S-Saint Tracer...? Apakah yang kau katakan itu benar?" Tanya Shou dengan ia menatap wajah Rigel yang terlihat serius.


"Iya... Namanya adalah Shimatsu Arata, seorang Saint Tracer yang sangat kuat. Ia bahkan memiliki pedang tujuh dosa besar yang rumornya bisa menghancurkan semesta Touri ketika ketujuh pedang itu digunakan secara bersamaan."


"Jadi dia...!? Dia seseorang yang telah membunuh semua Super Elite itu!?" Shou langsung berkeringat ketika mendengar itu. Shou sudah mendengar semua informasi tentang kekuatan Arata termasuk sihir saint dan juga kekuatan yang dimiliki ketujuh pedang dosa besar itu.


"Dia sangatlah kuat hingga 3 raja dari berbagai planet ia kalahkan dengan mudah... Raja Rionald, raja Osamu, dan raja Hiroshima. Bahkan ketiga raja itu rumornya telah dimakan oleh pedang yang bernama Gluttony. Bu Rianna bahkan sudah menjelaskan tentang kekuatan dari pedang ketujuh dosa besar itu."


"Semua efeknya sangat berbahaya termasuk pedang Lust itu. Aku tidak suka efeknya, hanya orang rusak yang memegang pedang semacam itu---"


...

__ADS_1


...


BAMMMMMMMM!!!! BAMMMMM!!! BAMMMM!!!


Tiba-tiba sebuah meteor besar yang dilumuri oleh api mulai mengenai semua wilayah planet Agimuragi, meteor-meteor itu langsung menghancurlan wilayah itu hingga daratan mulai retak dan meluncurkan gelombang api besar sekali. Planet Agimuragi mulai perlahan-lahan berada di kondisi yang akan hancur dan meledak. Beberapa Legenda selamat dari serangan meteor tadi.


Meteor tadi mengenai seluruh tubuh Shou dan Rigel bahkan disekitar mereka sudah dipenuhi dengan labar-lahar yang panas dan juga mayat-mayat yang sudah terbakar habis. Semua murid terbakar habis hingga mereka semua teriak sekeras mungkin.


Meteor itu berasal dari seorang Legenda yang sedang berada di atap akademi Guria, ia melihat semua Legenda sampah terbakar sampai mati. Rumornya akademi Guria bisa memiliki bangunan yang besar melalui kerja paksa dan juga uang yang diambil dari semua warga yang berada di planet Guria. Semua super elite yang sampah sudah terbakar habis oleh Legenda yang berada di atas atap itu.


Seorang guru yang setengah sekarat mulai menghampiri Legenda yang berada di atas atap itu selagi memegang lengan kanannya yang terbakar. "Shimatsu... Arata..." Ucap guru dari akademi itu, ternyata Legenda yang menimbulkan kerusakan bagi planet Agimuragi itu adalah Arata.


"Kenapa... Kau menyerang planet ini...?"


"Kenapa kalian memperkerjakan semua Legenda yang tidak berdosa melakukan kerja paksa? Termasuk murid-murid akademi ini yang dipaksa masuk untuk mengikuti pelatihan menyakitkan... Jika seseorang tidak lulus maka mereka akan diberi hukuman eksekusi mati?" Tanya Arata dengan eksperesi yang terlihat seperti melihat sampah yang buruk.


"Kalian juga memaksa semua legenda yang sudah bekerja keras berdagang untuk memberikan harta mereka kepada raja Abius... Untung saja raja sialan itu sudah aku masukan ke dalam NERAKA ABADI...!!!" Teriak Arata hingga ia langsung melempar pedang gluttony ke arah dada guru akademi itu yang sedang memegang lengan kanannya.


JLEEEBBB!!!


"Nrrgghh..." guru itu langsung tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang sudah mati, jantung milik guru itu tertusuk oleh pedang gluttony milik Arata. Arata langsung menunjuk pedangnya menggunakan telapak tangan kanannya hingga pedangnya melesat menuju arahnya. Arata langsung mengambil pedang itu kembali. "Sudah saatnya aku menghancurkan planet ini sebelum dewi sialan itu datang---"


SWOOOOSSHHH!!!


Arata merasakan sebuah meteor mulai melesat menuju arahnya dari belakang, ia langsung menangkis meteor tersebut hingga hancur. Arata melirik ke belakang dan ia melihat Shou yang bangkit dengan seluruh tubuhnya yang memiliki luka bakar, bahkan bajunya juga telah setengahnya terbakar. "Aku akhirnya bisa melihat wajah jelekmu, Arata!!!"


"Hah? Kau siapa? Bagaimana kau bisa mengenal namaku?" Tanya Arata.


Arata langsung menghilang pedang Gluttony dan mulai memunculkan pedang Wrath, ia mulai menatap Shou dengan tatapan yang terlihat ingin membunuhnya dengan cepat. "Kau pasti seorang murid yang menikmati akademi ini ya...? Maka kau sudah terlumuri oleh kesampahan yang keji!" Arata menunjuk pedangnya kepada Shou.


Shou menunjuk ke depan hingga sebuah rantai yang berwarna ungu tua muncul keluar dari bawah daratan lalu rantai-rantai itu mulai menciptakan sebuah pedang. "Eclipse Breaker!!!" Shou langsung memegang gagangan pedang tersebut. Pedang milik Shou bernama Eclipse Breaker dan bahannya terbuat dari serpihan gerhana bulan.


Shou melesat menuju arah Arata lalu ia mulai mengayunkan pedangnya ke arah lehernya, tetapi Arata langsung menangkis pedang milik Shou dengan pedang yang ia pegang. CLAAAANG


Arata mendorong Shou mundur hingga kedua kakinya langsung menepati daratan. "EXHAUSTION OF WRATH!!!" Arata langsung mengayunkan pedangnya beberapa kali hingga logam pedang itu langsung meluncurkan api-api yang sangat tips, api-api itu meluncur menuju arah Shou.


Shou langsung menangkis semua api-api itu menggunakan pedangnya hingga tiba-tiba Arata muncul tepat di depan Shou. Shou langsung menunjukkan eksperesi yang terlihat sangat terkejut karena kecepatan Arata tidak bisa ia lihat menggunakan kedua matanya. "Ahh...!?"


Arata langsung mengayunkan pedangnya menuju arah ujung kepala Shou, untungnya Shou masih sempat menangkis pedang Arata tetapi tenaga yang Arata miliki sangat besar hingga mampu membuat Shou terpelanting ke belakang dan bahkan pedangnya juga belah menjadi dua.


"Urrrgghhh...!" Shou langsung tergeletak di sebelah Rigel yang sedang berada di kondisi pingsan, lengan kanannya tertimpa oleh meteor api itu. Shou melihat Rigel dan ia langsung merasa terkejut bahwa Rigel telah terkena oleh meteor itu juga. "Rigel!?"


Shou bangkit dari atas tanah lalu ia mengangkat meteor yang menimpanya dan setelah itu ia melempar meteornya ke belakang. Shou langsung mengangkat seluruh tubuh Rigel. "Rigel!? Kau dengar!?" Tanya Shou dengan ia mulai meraba lehernya untuk mencari detakan urat nadinya dan setelah beberapa detik kemudian ia merasakan detakan urat nadi milik Rigel. "... ...!!!" Shou merasa lega dan kesal melihat Rigel terluka, lengan kanannya telah terbakar hingga gosong karena meteor itu.


"BAJINGAAAAAN...!!!" Teriak Shou kesal, ia menatap Arata dengan tatapannya yang terlihat tajam. Arata mulai mendarat di depan Shou dengan eksperesi yang terlihat kalem. "Bergabunglah bersama sampah-sampah yang lainnya, Legenda... Kau pantas terbakar seperti sampah-sampah yang tidak berguna itu." Ucap Arata.


"Kematian adalah hadiah untuk Legenda sampah seperti kalian."


"Grrrgghh...!!!" Shou mulai merasa lebih kesal lagi dari sebelumnya. "SIALAN...!!! BAJINGAN...!!! BERANI-BERANINYA KAU...!!!" Shou langsung berubah menjadi wujud Saint Revolution, ia mengepalkan kedua tinjunya dengan sangat erat dan kencang. Seluruh auranya mulai membesar dan menciptakan dorongan yang besar disekitarnya.


"ARATAAAAAA!!!" Shou melesat menuju arah Arata lalu ia memukul perutnya dalam sekali. "UAGGGHH!!! HAHAHAHA!!!" Ketika ia terpukul di perutnya, Arata hanya bisa tertawa merasakan kemarahan Shou yang besar. Shou berputar lalu ia mencoba untuk menendang kepalanya dari arah kanan dan kiri, tetapi Arata menahan tendangan itu menggunakan pedangnya.


Setelah itu Arata menyerang balik dengan mengayunkan pedangnya tepat di perut Shou hingga perut Shou tertebas dan meninggalkan luka robek yang cukup besar. "GAGGHH!!!" Shou memuntahkan beberapa darah melalui mulutnya lalu Arata menyerangnya lagi dengan memukul dadanya hingga Shou terdorong ke belakang.

__ADS_1


Arata melesat menuju arag Shou lalu ia mulai mengayunkan pedangnya beberapa kali, Shou menahan tebasan pedang itu menggunakan kedua lengannya yang terhalangi oleh rantai-rantai mililnya. CLAAAANG


Shou dan Arata mulai saling menyerang satu sama lain, mereka berdua perlahan-lahan melayang selagi mencoba untuk mengenai serangan mereka menuju arah lawan mereka. Arata melihat celah serangan yang pas yaitu perut Shou, ia menendang perutnya dalam sekali hingga ia terpelanting menuju arah akademi yang masih pulih itu.


BAMMMMMMMM!!!


Arata terbang menuju arah Shou lalu ia menginjak perutnya dalam sekali. "UAGGHHH!!!" Setelah itu Arata menginjak kakinya dan mulai melompat ke atas langit. "WRATH OF SINS!!!" Arata meluncurkan beberapa bola-bola api yang berwarna merah tua melalui pedangnya, bola-bola api itu melesat menuju arah Shou hingga membakar seluruh tubuhnya.


BAMMMMMMMMMM!!!


"UAAAAAGGGGGHHHH!!!" Shou langsung berlutut di atas tanah dengan kondisi yang lelah. "Berakhir sudah... Sungguh menyedihkan Saint sepertimu tidak mampu mengalahkanku..." Ucap Arata hingga ia mulai mengangkat pedang Wrath-nya hingga logam pedang itu langsung terlumuri oleh api-api yang berwarna merah tua.


Shou secara diam-diam mulai menciptakan pedang dari rantai-rantai yang muncul dari daratan yang ia pegang. "WRATH OF---"


Shou langsung mencabut pedang yang berada di dalam daratan dan setelah itu ia langsung melempar pedangnya menuju arah Arata hingga itu membuatnya lengah. "A-Apa!?" Arata langsung menangkis pedang itu.


CLAAAAANG!!!


Pedang wrath Arata langsung kembali menjadi seperti semula, semua api-api yang tadinya melumuri logam pedang itu mulai hilang. Shou muncul di atasnya lalu ia mukai memukul wajah Arata, tetapi Arata dengan cepat menahan pukulan Shou menggunakan pedang yang ia pegang.


BAMMMMMMM!!!


Pukulan tadi mampu membuat dorongan yang sangat besar disekitar mereka. Shou langsung melompat mundur. "Kau masih terus melawan?" Tanya Arata.


"Aku akan membunuhmu sebelum kau membunuh legenda lainnya..." Jawab Shou.


"Aku tidak akan membiarkanmu membunuh para Legenda lainnya... Walaupun Legenda itu salah dan sampah bagimu."


"Legenda sampah seperti mereka itu tidak dibutuhkan, mereka lebih pantas dihancurkan dan dimusnahkan."


"Siapa dirimu dan kenapa kau memiliki pemikiran bodoh seperti itu? Kenapa harus memusnahkan mereka? Bukannya mereka ini bangsa Legenda seperti kita...?"


"Aku adalah seorang Saint yang memiliki tujuan untuk membasmi para Legenda sampah, bukannya kita adalah bangsa Legenda? Ras yang mementingkan kerja keras melainkan jalan pintas... Untuk apa kau mempertahankan Legenda yang menyalah gunakan kekuatan mereka demi keinginan mereka sendiri?"


"Jadi itulah kenapa aku mulai membakar semua sampah legenda... Demi menciptakan generasi baru bangsa Legenda tanpa sampah...!" Arata mengepalkan kedua tinjunya kencang.


"Aku sudah putuskan bahwa aku akan membersihkan semua legenda sampah demi Yuusuatouri... Demi semuanya... Termasuk tujuanku juga... "


"Legenda sampah adalah kegagalan pertama yang diciptakan oleh para dewa dan dewi yang egois... Untuk menciptakan generasi baru bangsa Legenda tanpa sampah maka aku memutuskan untuk menghapuskan semua sampah-sampah itu yang tidak bisa bekerja keras dan bersyukur karena mereka adalah ras legenda...!!! Ras petarung yang membutuhkan sikap bekerja keras!!!" Arata langsung tersenyum jahat, senyuman itu membuat Shou kesal.


"JANGAN MEMBERIKAN PERKATAAN TAI SEPERTI ITU... KITA SEMUA LEGENDA ADALAH SATU DAN KITA SEMUA HARUS BERSATU HINGGA AKHIR!!!" Shou terbang menuju arah Arata dengan kecepatan yang melampui suara.


Shou mulai memukul Arata beberapa kali, tetapi ia menghindari semua serangan Shou dengan mudah hingga tiba-tiba Arata menendang perutnya dalam lalu ia mencekik lehernya. "Guggghh...!"


"Dasar bodoh... Apakah kau pikir kemarahanmu itu akan membuatmu menang?" Arata langsung menusuk perut Shou dalam sekali. "UAAGGGGHHHHHH!!!" Arata melempar Shou menuju daratan.


BAMMMMMMM!!!


Shou terluka parah hingga ia berubah kembali menjadi wujud biasanya, ia tidak bisa bangun karena luka tebasan diperutnya yang sangat lebar dan dalam. "Ugghh...!!!" Arata terbang menuju arah Shou selagi menunjuk kepalanya menggunakan pedang yang ia pegang.


"Star Flash!!!" Tiba-tiba Rigel meluncurkan bintang yang berwarna putih menuju arah Arata hingga bintang itu memancarkan cahaya terang sekali, cahaya terang itu membuat Arata dan Shou menutup rapat kedua mata mereka. "Aggghhhh....!!!" Arata langsung terjatuh di atas tanah selagi menghalang kedua matanya. Rigel lari menghampiri Shou lalu ia mengangkat seluruh tubuhnya dan terbang meninggalkan Arata sendirian.


Beberapa detik kemudian, bintang yang memancarkan cahaya terang itu menghilang. Arata bangkit dari atas tanah lalu ia mulai melirik ke sekeliling. "Melarikan diri ya...? Itu adalah pekerjaan Legenda sampah...!"

__ADS_1


__ADS_2