Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 100


__ADS_3

"Kamu istirahat disini dulu ya. Mas mau siapin makan siang untuk kamu." Ucap Dika.


Kini Irena telah kembali kerumahnya, setelah melalui beberapa hari yang sangat menguras pikiran dan juga air mata.


Semenjak dirumah sakit sampai proses pemakaman anak mereka selesai, bahkan sampai saat ini pun, Irena masih saja berdiam diri sering melamun dan hanya bicara seperlunya saja.


Dika tengah sibuk memasak nasi dan juga sop ayam untuk istrinya itu. Ia pun sebenarnya juga merasakan hal yang sama seperti apa yang Irena rasakan. Tapi lama-kelamaan ia mampu mengatasinya. Baginya, saat ini Irena lah yang pastinya lebih sangat terpukul dengan kematian anaknya yang belum sempat melihat indahnya dunia diluar sana.


"Mas, aku saja yang menyiapkan. Kamu duduk aja." Irena tiba-tiba menyusul Dika ke dapur.


"Gak usah, Mas aja. Biarkan Mas yang menyiapkan semua tugas dirumah. Mas ingin kamu tenang dan nyaman dulu setelah semua kejadian ini."


"Kita hadapi sama-sama ya, sayang. Mas janji akan selalu buat kamu happy." Ucap Dika sembari mencium lembut dahi istrinya.


"Kamu harus sehat, harus kuat dan harus happy."


Irena hanya tersenyum tipis mendengarnya.


"Nah, ini sudah jadi deh. Ayok kita makan."


Dika menuangkan sop kedalam mangkuk dan mengambil piring berisikan nasi kemudian membawanya ke meja makan.


"Ayo, sini. Masa kamu mau berdiri terus disitu sih."


"Ayo, sayang. Ayo dong, semangatt." Dika memberikan semangat dan perhatian yang tiada henti-hentinya agar istrinya bisa kembali ceria seperti dulu.


Irena pun menuruti perkataan suaminya itu.


"Terimakasih ya, Mas." Ucap Irena.


"Iya sayang."


"Nah, kamu makan deh. Atauuuu ... Mau aku suapin?" Canda Dika.


"Eng-enggak, Mas. Aku bisa sendiri kok." Jawab Irena.

__ADS_1


"Oke, kalau begitu Mas ikutan makan juga deh. Lihat kamu semangat begini makannya jadi buat Mas pingin makan juga, hehehe."


****


"Bu ...."


"Ibu ...." Kania memanggil Ibunya.


"Apa sih Kania, teriak-teriak gitu. Kenapa sih?" Tanya Ibu.


"Kak Irena mana, Bu?" Tanya Kania lagi


"Ya udah pulang dong, dari pagi tadi. Kamu sih dibangunin kayak kerbau, susah banget bangunnya. Ya udah Ibu suruh langsung pulang aja."


"Tapi ya gitu, Ibu lupa kasih tau kamu pas kamu bangun. HEHEHEE ..." Ucap Ibu merasa bersalah takut Kania salah paham dengan kepulangan Irena yang tidak memberitahunya.


"Astaga Ibuuu .... Diluar ada kak Bryan loh. Kania bilang, Kak Irena dirumah. Gimana dong."


"Lagian kenapa pulang sih. Yang ada disana entar kak Irena pasti semakin sering melamun gak ada kawan ngobrol, pasti sepi disana deh."


"Sepi gimana? Kan ada suaminya." Jawab Ibu.


"Udah udah, Bryan nya dimana? Udah kamu suruh masuk belum?" Ibu memotong pembicaraan Kania.


"Udah, Kania suruh tunggu di ruang tamu."


"Yaudah, kamu mandi sana. Biar Ibu yang nemuin Bryan." Titah Ibu.


"Iya deh." Jawab Kania langsung menuju kamar.


Ibu pun pergi menemui Bryan.


"Eh, ada Bryan. Maaf ya, lama." Ucap Ibu.


"Engg-gak apa-apa,Bu. Cuma mau kasih ini aja ada obat-obat herbal sama vitamin buat Irena." Jawab Bryan.

__ADS_1


"O-iya terimakasih ya. Tapi Irena nya udah pulang lah. Tadi pagi mereka pulangnya."


"Ibu sih masih pingin Irena disini dulu, tapi ya gimana ya. Mungkin memang lebih baik mereka pulang kali ya, siapa tau dengan pulang kerumah. Mereka ada waktu berdua bisa buat baby lagi."


"Eh, maksud Ibu biar mereka ada waktu ngobrol serius gitu. Maaf ya, Ibu cuma bercanda loh."


"Ya, gak apa dong. Bagus kalau mereka begitu. Siapa tau Irena bisa lebih baik lagi keadaannya." Kata Bryan yang sedikit merasa sedih dengan kepulangan Irena kerumah bersama dengan Dika.


"Atau kita bisa sama-sama kerumah mereka kalau kamu mau. Ibu sama Kania biar siap-siap dulu."


"Karna Ibu memang ada rencana sih mau kerumah mereka bawakin makanan kesukaan Irena. Ikan teri sama sayur daun ubi tumbuk. HEHEHEE ..." Kata Ibu Irena yang sebenarnya juga gak enak hati karna Bryan sudah bela-belain datang kerumahnya membawa semua itu untuk Irena.


"Gak apa-apa kalau saya ikut, Bu?" Tanya Bryan ragu.


"Ya, gak apa-apa dong. Emangnya kenapa kalau kamu ikut? Udah, gak apa-apa itu, aman."


"Aman, selagi kamu ada disamping Ibu." Canda Ibu lagi.


"HEHEHEE ... Baiklah." Jawab Dika tertawa mendengar ucapan Ibu Irena yang terus saja bercanda.


"Oke, Ibu buatin kamu minum dulu ya. Habis itu baru kita pergi setelah Ibu siapin semuanya."


"Mau kopi, teh atau yang lain? Request aja." Tanya Ibu.


"Apa aja deh, Bu. Pasti saya minum buatan Ibu." Bryan membalas candaan Ibu balik sehingga membuat Ibu terkekeh mendengarnya.


"Hahahaa ... Udah bisa bercanda kamu ya." Ucap Ibu Irena.


"Oke deh, kamu tunggu sebentar ya." Ibu pergi meninggalkan Bryan sembari menyiapkan semuanya.


.


.


.

__ADS_1


*Kira-kira gimana ya reaksi Dika kalau ketemu Bryan dirumahnya bersama dengan mertua dan juga adik iparnya? Biasa aja kah? Atau muncul percikan-percikan api dalam pikiran dan juga hatinya? Hayoo, pada bisa nebak gak? wkwkwk*


See you next, Readers 💙


__ADS_2