
"Hubungan kerja seperti apa mas sampai-sampai seorang wanita bergelut manja, memeluk lengan suami yang sudah beristri dengan mesra!!!" Irena berteriak meluapkan semua kekesalan yang sudah berusaha ia tahan sedari tadi.
Irena menghapus kasar air mata yang sedari tadi tak berhenti mengalir dengan punggung tangannya.
Dika terdiam, dirinya terkejut dengan keberanian Irena yang tak ia sangka-sangka. Saat ini yang dihadapannya seperti bukan istrinya. Irena yang biasanya lembut, tak pernah membentak, istrinya yang biasanya tak pernah berteriak disaat dulu suaminya sering melakukan kesalahan. Apa begitu dalam luka yang ia goreskan hingga membuat Irena berubah.
"Kenapa diam mas?" ucap Irena sinis.
"Sampai kapan kamu akan membohongiku. Kalau hari ini aku gak melihatnya, apa selamanya kamu akan membohongiku. Aku memang tidak pintar mas, tapi aku tidak bodoh! Aku sangat bisa membedakan mana rekan kerja dan mana rekan mesra!"
"Sejak kapan kamu mulai mengkhianati janji suci pernikahan kita?" tubuh Irena tersimpuh lirih diatas lantai kamar. Kakinya gemetar lemas gak kuat menopang tubuhnya. Ia gak ingin terlihat lemah dihadapan Dika, ia mencoba menahan air matanya agar tidak kali jatuh.
Dika meminta maaf, ikut bersimpuh dihadapan Irena. "Maaf ... Maaf ... Maaf .., Sayang."
Irena tidak menanggapi permintaan maaf suaminya. Hatinya masih terasa sangat sakit. Pria yang selama ini selalu ada disampingnya, pria selalu menghapus air matanya disaat dirinya terpuruk karena kehilangan orang-orang yang sangat dicintainya. Kini pria itu juga yang menggoreskan luka dihatinya.
__ADS_1
Irena mengingat kembali kenangan dimana ia mulai bisa menerima kehadiran Dika sebagai suaminya. Tapi kini, Dika juga yang menyebabkan kesedihan yang sangat dalam dihatinya.
"Siapa wanita yang juga sudah menempati hatimu, mas? Siapa dia?" tanya Irena membuyarkan keheningan diantara mereka yang beberapa saat bergelut dengan pikiran masing-masing.
"A-aa apa sayang?" tanya Dika tergagap.
"Kamu salah, kami hanya bersenang-senang tanpa melibatkan perasaan. Hanya kamu yang menempati hatiku, kamu satu-satunya." Dika meyakinkan Irena bahwa dihatinya hanya ada nama dirinya.
"Oh jadi sekarang kamu sudah mengakui kalau wanita itu simpanan kamu mas?" sinis Irena.
Ia bersandar ditepian ranjang, dan mulai menjelaskan semuanya kepada istrinya.
"Wanita itu adalah Rebecca, sahabat Mas sewaktu SMA dulu. Sekarang bekerja di kantor mas sudah satu tahun. Awalnya kami hanya makan siang berdua untuk mengundangnya ke acara pernikahan kita. Kami saling bercerita semasa sekolah dulu. Ia meminta pekerjaan sama mas, mas mengajaknya untuk bergabung ke perusahaan mas. Sejak saat itu kami saling berkomunikasi, hingga akhirnya lima bulan yang lalu kamu mulai menjalani hubungan. Mas menyesal, mas dibutakan kesenangan sesaat, maafkan mas sayang." Dika tertunduk lemas setelah menjelaskan semuanya kepada istrinya.
Irena menghela nafas untuk sesaat, ia berharap beban hatinya terangkat.
__ADS_1
"Bersihkan tubuhmu, mas. Setelah itu istirahatlah. Pasti lelah seharian bekerja ditambah lembur pulang larut malam." Irena menyindir Dika tanpa menatap kearahnya, kemudian berlalu keluar dari kamar.
.
.
.
*Sekian dulu episode part ini, otak Othor jadi kejang-kejang mendengar penjelasan Dika. Entah Dika yang salah atau wanita selingkuhannya yang salah?
Btw, menurut para Readers nih siapa yang salah ya? Bantu mikir dong 🤔🤔🤔🤔
Eits, jangan kelupaan like like like boom like nya!!!
😂😂😂
__ADS_1