
Dika memang senang, teramat senang ketika akhirnya Irena mulai menerima kenyataan bahwa dirinya lah suaminya saat ini.
Saat ini mereka masih saling berdiam diri, apalagi Irena. Ia masih terpaku mengingat kejadian malam pertamanya. Awalnya nggak mau, tapi karna takut dosa jadinya mau deh.
Dika terus menatap Dika sembari berpakaian untuk siap-siap breakfast. Irena menunggunya, memainkan ponselnya, memandangi setiap foto pernikahan yang ada di galeri ponselnya. Foto demi foto dilihat, hingga akhirnya ia berhenti disalah satu foto antara dirinya dengan Rudi.
Tanpa disadari air mata jatuh di pelupuk matanya, ia kembali mengingat masa-masa bahagia mereka berdua bahkan sampai teringat rasa sedih yang amat teramat dalam.
Ia menggeleng kepalanya, menghela napas sembari menghapus air mata yang akan jatuh membasahi pipinya.
"Bukankah aku sudah berjanji untuk bahagia? Kenapa harus nangis lagi sih? Aku harus kuat" gumamnya.
Ia hapus satu persatu foto mereka, awalnya ragu tapi sudahlah ini semua memang harus dihapus, aku juga harus menghargai suamiku yang sekarang ada di hadapanku saat ini "aku hanya tidak ingin jadi dosa. Biarlah ini menjadi kenangan didalam hati"
"E-emm kamu nangis? Apa masih sakit disitu? Maafkan aku sungguh" ucap Dika takut.
"HAAA?? Tidak bukan itu. A-akuu hanya ... Ah sudahlah, kamu udah siap? Aku sudah mulai laper, cacing di perutku udah mulai berontak"
"Kita tunggu sebentar lagi ya, ini masih jam setengah tujuh, kamu makan roti dulu aja sama teh manis panas biar aku ambilkan. Itu mungkin kamu sudah mulai masuk angin. Kamu sih gak pakek baju jadinya begitu kan" goda Dika sembari berjalan menyiapkan makanan untuk istrinya.
"HAAA? Enak aja, itu kan karna kelakuan mesum kamu, Ishhh!!" gerutu Irena.
"HAHAHAA!! Aku cuma becanda, nih buat kamu. Tenang, aku akan tanggung jawab kok, nih makan dulu biar gak kelaperan lagi" ucap Dika.
__ADS_1
Irena mengambilnya dan mulai menyantapnya. Gigitan demi gigitan mulai ia habiskan. Dika hanya tersenyum menatap istrinya, masih gak menyangka akhirnya bisa menikah dengan gadis qitu.
"Kamu bahagia?" tanya Dika.
"Maksudnya?" jawab Irena.
"Bahagia dengan pernikahan kita?"
"E-emm aku gak tau Dik, aku mungkin masih belum terbiasa. Maafkan aku. Aku akan mencobanya"
"HAA? Bisa bisanya dia masih bertanya bahagia apa enggak, jadi yang tadi malam itu apa? Bukannya awal kebahagiaan, aduhh ini lakik pikirannya sempit amat sih. Ya gak mungkin juga aku jawab yes, yang ada dia malah kege-eran dong. Biarin deh, bodoh amat" gumam Irena dalam hatinya.
Dika mendatangi Irena yang lagi berjalan hendak mengambil teh buatan suaminya di meja, saat melangkahkan kaki, tiba-tiba langkahnya terhenti karna Dika tiba-tiba memeluknya dari belakang, menopangkan dagunya diatas bahu Irena.
Irena terkejut dan hanya terdiam, ia menahan ludahnya, menahan adrenalin yang mulai memuncak di otaknya yang masih dihampiri pikiran mesum "Wah gawat, bisa jadi ronde kedua nih"
"E-eiya inshaAllah" jawab Irena.
"Aduh, kenapa tubuh ini tidak bisa digerakkan, kenapa malah jadi keenakan dipeluk ya, hangat banget rasanya, nyaman banget. Buat otak ku jadi Travelling kemana-mana nih. Mulai halu deh Ren, halu halu"
Dika membalikkan tubuh Irena, ia tarik dagu istrinya ke arah wajahnya, ia melihat dengan jelas wajah istrinya yang merah merona karna kelakuannya ini. Tangan kiri masih dalam posisi memegang pinggang Irena. Ia sangat menginginkan bibir **** mungil milik istrinya itu saat ini. Ia rapatkan bibir nya ke bibir milik Irena, melakukan pergerakan yang tidak lama. Hanya ingin melepaskan rasa candu sebentar saja.
Irena sama sekali tidak membalas ciuman itu, Dika tau istrinya tampak tegang dan tidak bergerak sama sekali. Bahkan untuk berucap pun tidak ada. Dika bingung dan ingin terkekeh melihat Irena mematung seperti itu, tapi ia coba menahan kekehan nya agar istrinya tidak marah dan membuat moodnya jadi berantakan.
__ADS_1
"Ayok kita breakfast" ucap Dika yang masih memeluk istrinya.
"E-eiya ayoklah! Ya lepasin dong! Kan aku udah bilang aku lapar. Gak ngerti banget sih" gerutu Irena sembari mengambil tas dan ponselnya.
"Kirain sudah kenyang setelah dikasih ciuman tadi" goda Dika lagi.
"Hihihiiiii ..." akhirnya Dika terkekeh kecil setelah menahannya.
.
.
.
Haloo Readers! 😘
Good morning ...
yang mana nih pilihan favorit kamu?
Jangan lupa like vote dan juga komennya ya Readers. Biar othor semakin giat nulisnya 🙏
.
__ADS_1
.
"