Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 85


__ADS_3

"Mas, nanti gak usah jemput aku ya. Kayaknya siang aku rapat diluar deh, jadi nanti aku langsung pulang kerumah gak mampir kekantor lagi." Ucap Irena saat hendak diperjalanan menuju kantornya.


"Kamu yakin gak mau Mas jemput?" Tanya Dika memastikan.


"Iya Mas, aku bisa pesan taxi online. Karna kan belum tau sampai jam berapa selesainya."


"Baiklah, Ibu nya mochi. Yang penting kamu hati-hati. Kabari Mas kalau ada yang gak beres disekitar kamu. Jangan buat Mas khawatir, oke!"


"Siap, Bapaknya mochi. HEHEHEE ...." Jawab Irena.


Setelah akhirnya sampai, Irena langsung masuk kedalam kantornya seperti biasa menggunakan lift. Dan Dika kembali dengan rutinitasnya juga.


Berbeda dengan Dika dan Irena yang kini mulai tampak bahagia menjalani hari-harinya, sudah beberapa hari Bryan tak terlihat di area kantornya. Irena pun menyadari hal itu.


Biasanya ada saja perintah yang diberikan Bryan padanya yang harus ia kerjakan dengan cepat. Tapi kali ini, tak ada kabar dari Bryan. Rasa kekepoan Irena pun mulai muncul.


"Ehemm ..." Irena berdehem ke salah satu karyawan kantornya bermaksud untuk bertanya.


"Btw, Pak Bryan kemana ya. Kok gak pernah kelihatan beberapa hari ini. Kerjaan saya pun jadi banyak senggangnya nih."


"Oh, Pak Bryan ya. Bukannya dia lagi ke Jerman ya kerumah orang tuanya. Ibunya katanya sakit sih." Jawab Dewi teman kantornya.


"Ibunya sakit?" Tanya Irena meyakinkan.


"Iya ibunya. Pak Bryan memang sering bolak balik ke Jerman sih. Tapi udah lama juga sih dia gak kesana, mungkin sakit Ibunya semakin parah makanya lumayan lama juga belum balik-balik."


"Ibunya sakit kanker. Udah parah banget sih."

__ADS_1


"Hemm ... begitu ya. Pantesan."


"Oke deh, kalau gitu aku balik keruangan ku dulu deh. Terimakasih ya infonya dan teh nya. HIHIHIIIHIII" Ucap Irena.


"Oke. Eh itu teh ku ..." Teriak Dewi karna Irena dengan cepat mengambil teh yang baru saja dibuatnya.


******


"Sayang, kamu gak balik?" Tanya Ibu Bryan.


"Nanti dong Bu, Bryan masih betah disini." Jawab Bryan yang duduk di samping Ibunya tengah sibuk dengan laptopnya.


"Terus gimana dong dengan perusahaan kamu? Emang gak ada masalah nanti kalau kamu disini terus, Nak."


"Enggak dong, Bu. Tiap hari Bryan kan mantau terus dari sini. Nih laptop ini di hadapan Bryan tiap hari juga sambil mantau kerjaan disana."


"Ada apa, Nak?" Tanya Ibu Bryan penasaran.


"Sebenarnya ... Bryan mau sedikit melupakan wanita yang dulu pernah Bryan cinta. Dia sekarang bekerja di kantor Bryan sebagai sekretaris. Awalnya Bryan kuat berhadapan dengan dia. Tapi lama kelamaan, yang awalnya indah sekarang mulai tampak berubah suram."


"Bryan gak tau harus gimana Bu. Semenjak kejadian dikantor kemarin, dia menyuruh Bryan untuk gak ikut campur urusan dia sih. Ya padahal Bryan cuma menjaga dia doang walau dari kejauhan."


"Kalau kamu cinta kenapa harus kabur-kaburan dari dia? Ya dikejar dong. Gak biasanya kamu begini." Tanya Ibu lagi.


"Karna dia ... dia sudah jadi istri orang Bu."


"Kalau dipikir-pikir mungkin Bryan yang terlalu berharap lebih. Entah pikiran Bryan yang terlalu picik untuk bisa mendapatkan dia lagi."

__ADS_1


Bryan menceritakan panjang lebar semua yang terjadi, bermula dari awal perjumpaannya dengan Irena sampai akhirnya mereka berpisah saat ini.


****


"Mas, saya pesan Jus Mangga ya sama wafflenya." Irena mulai kelaparan dan memesan makanan setelah meeting selesai.


Saat menunggu pesanannya datang. Seorang wanita lewat didepannya, Irena sangat mengenal wanita itu. Ia melihatnya dengan teliti, dan ternyata dugaannya benar. Wanita itu Rebecca yang tengah duduk membelakanginya.


Tapi kenapa wanita itu bisa ada disini pikirnya.


Selang beberapa menit, makanan Irena pun tiba. Begitu juga tampak seorang lelaki datang dan duduk bersebelahan dengan Rebecca. Lelaki itu pun duduk membelakangi Irena.


Pikiran Irena pun mulai bercampur aduk, rasa penasarannya semakin kuat.


"Mau ngapain wanita itu disini? Sama siapa dia? Dan siapa lelaki itu? Kenapa ia tampak terlihat tidak asing bagiku." Gumam Irena dalam hatinya.


.


.


.


"Siapaaa? Siapa??? Siiiapaaaa?"


Yuk main tebak-tebakan sama Irena kita yuk 😂😂


Readers ... Jangan lupa dukungannya buat Othor ya. Biar makin bersemangat nih buat Othor lanjutin ceritanya 😘

__ADS_1


__ADS_2