Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 119


__ADS_3

"Irena sayang, Mas sangat mencintai kamu. Susah senang sudah kita lewati semuanya. Kamu masih ingat kan perjuangan kita untuk rumah tangga ini? Tolong jangan lakukan ini, sayang." Dika merayu.


Irena menyentak kakinya hingga Dika terguling, "Kalian berdua, pantas untuk menderita!!" Teriaknya.


"Sekarang, selamat menikmati pembalasanku."


Rebecca dan Dika nggak bisa membiarkan pasangan mereka masing-masing pergi begitu saja. Mereka merangkak berdiri hendak mengejar, seperti anak kecil yang sedang dimarahi orang tuanya.


Tiba-tiba seseorang datang dihadapan mereka. Mereka mendongak dan terkejut melihat ada Bryan disana. "Pak Bryan, Anda disini? Anda pasti ingin membicarakan bisnis kita, kan?" Dika berdiri dan menyimpan banyak harapan, hanya Bryan yang bisa menyelamatkan perusahaannya saat ini.


"Apa yang bisa saya bantu, Pak Dika?" Tanya Bryan dengan santainya.


"Pak Bryan, tolong pinjamkan saya uang. Saya berjanji akan segera membayar setelah project itu selesai. Bastian pasti bisa ditemukan dan uang itu pasti kembali. Saya mohon."


Rebecca menatap Bryan begitu lekat, ia tau kalau Bryan adalah sahabat suaminya, Jhonatan. Tapi nggak menyangka kalau dirinya sehebat dan sekaya itu. Mendengar Dika sudah berada diambang kehancuran, sepertinya dia berniat untuk beralih target.


"Saya bisa membantu Anda, Pak Dika. Dan Anda tidak perlu membayar uang itu. Tapi ada syaratnya." Beritahu Bryan.


"Syarat? Apapun, Pak. Apapun akan saya lakukan." Dika menyetujui dengan cepat.


"Saya menginginkan istri Anda, Shirena Indira."


Mata Rebecca dan Dika terbelalak, keduanya menatap Bryan dan Irena bergantian.


"Ka-kalian ..." Tangan Dika bergetar menunjuk Bryan dan Irena, karna dirinya mulai memahami sesuatu.


Irena dan Bryan tersenyum, seakan mengiyakan perkataan Dika.

__ADS_1


"Aku nggak akan menceraikan istriku!!" Teriak Dika.


"Berteriak lah di pengadilan nanti, Bapak Andika Mahesa terhormat." Balas Irena.


"Ren, Mas mohon, jangan lakukan ini. Kita bisa bicarakan ini baik-baik. Mas menyesal, sungguh." Dika yang sadar dirinya nggak akan menang, berniat meluluhkan hati Irena lagi.


Irena tersenyum sinis, "Kamu bahkan nggak pernah memikirkan perasaanku saat menyimpan pelacur ini di ruangan kerjamu, Dik."


"Beraninya kau menyebut aku seperti itu, Ren!" Rebecca tidak terima. Dia hendak menyakiti Irena, tapi Jhonatan lebih dulu melayangkan tangan ke wajahnya. "Mas, kamu ...." Air matanya menetes, sembari memegang pipi yang terasa panas.


"Kamu memang pantas mendapat julukan itu, Becc. Kamu terlalu obsesi dengan cinta masa lalu mu, hingga merayu suami orang dan akhirnya tersesat. Seharusnya aku menyadari hal itu sedari awal aku memutuskan untuk menikah denganmu."


"Hikss ... Hikss ... Hikss ..." Jhonatan ikut meneteskan air mata.


"Sudahlah, Jho. Hapus air matamu untuk perbuatan mereka. Gak ada gunanya juga, bukan? Yang terpenting kita sudah mengambil langkah yang tepat atas perbuatan mereka." Irena mencoba menenangkan.


"Kenapa kamu selalu menyalahkan aku, Dik. Memangnya siapa yang selalu ingin terus dipuaskan, karna Irena terlalu pasif. Hah?!" Bentak Rebecca.


"Diam kau, ******!"


"Aku nggak akan diam, kamu sendiri yang bilang kalau Irena itu nggak menarik. Dia wanita pasif yang nggak bisa buat kamu bernafsu."


"PLAK!"


Dika menampar pipi Rebecca, "Aku bilang diam." Kesalnya sembari menunjuk.


Rebecca terduduk diatas lantai dan menangis sesenggukan.

__ADS_1


"Kalian lanjutkan drama ini, aku sudah muak menontonnya." Irena berbalik dan hendak pergi, begitu juga dengan Jhonatan mengikuti.


"Mas ... Mas ... Mas Jhonatan." Teriak Rebecca sembari menarik tangannya, tapi langsung di abaikan oleh Jhonatan.


"Ren, jangan tinggalkan Mas. Kita masih bisa memperbaiki ini." Dika berniat mengejar, tapi Bryan tiba-tiba meninju wajahnya dengan keras, hingga terguling di lantai.


"Itu peringatan untukmu, Dik. Sebagai balasan juga karna sudah berani-beraninya menampar seorang wanita, padahal kau juga tau itu semua kesalahan kalian berdua." Ancam Bryan dengan wajah marah.


"Bryan, ayo ..." Irena menarik tangan Bryan untuk ikut pergi. Karna ia nggak mau ada perkelahian disana, bisa-bisa mereka semua akan berurusan dengan hukum.


"Aku akan membalas semua perbuatan kalian!" Teriak Dika keras.


Bryan dan Irena hanya tersenyum sinis.


.


.


.


Hahaha, seru seru kan?


Othor aja ketawa sampai jungkir balik nih 😂😂


Gimana? Udah dijadikan favorite kalian belum?


Eits, Rate bintang limanya juga ya , hihiihii 🤗

__ADS_1


__ADS_2