Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 78


__ADS_3

Sore ini akhirnya semua barang-barang yang akan dibawa Irena kembali kerumah suaminya Dika sudah selesai dipacking dan disusun rapi kedalam mobil Bryan.


Setelah itu mereka memutuskan untuk langsung masuk ke mobil menuju rumah Dika.


"Hemm Ren, sebentar. "


"Kamu yakin mau balik lagi kerumah Dika?


Bryan begitu serius menanyakan kepada Irena. Di lubuk hati yang paling dalam, ia sungguh sangat mengkhawatirkan wanita yang sangat ia cintai itu.


"Aku baik-baik aja kok, everything's gonna be okay. Ini udah keputusanku Bryan, yang terpenting adalah doa dan support kalian. Aku berterima kasih banget, kamu mau nolongin aku sampai sejauh ini."


"Eh kok aku jadi manggil kamu Bryan doang ya, maaf maaf aku keenakan banget kayaknya." Kata Irena meminta maaf kepada Bryan sembari kedua tangannya tidak sengaja menyentuh dada kekar milik Bryan.


Seketika mata mereka saling menatap untuk sesaat. Entah tatapan apa namanya, jantung keduanya berdebar begitu kencang seperti genderang mau perang, tapi yang jelas ada sedikit rasa yang tak biasa dihati mereka.


"Haloo... Udah selesai tatap-tatapannya? Awas nanti keenakan jadi khilaf loh. HAHAHAA!!" Ucapan Kania membuat mereka tersadar dari lamunan masing-masing.


"E-apaan sih!!!" Jawab Irena tersipu malu.


Dan Bryan hanya tersenyum malu mendengar ucapan Kania seperti itu.


"Loh loh kenapa ini? Ibu ada ketinggalan apaan nih?" Ibu datang dan langsung bertanya penasaran.


"Biasalah Bu, HAHAHAHAA!!" Lagi dan lagi Kania menggoda mereka.


"Apaan sih????" Tanya Ibu lagi semakin penasaran dan langsung masuk kedalam mobil.

__ADS_1


*****


"Ini Irena kemana sih? Aku telepon kenapa gak diangkat-angkat ya."


"Kamu kemana sih Ren? Jangan buat Mas khawatir dong. Jangan sampai kamu berubah pikiran lagi Ren." Gumam Dika mondar mandir menunggu kedatangan Irena didepan pintu.


Saat diperjalanan Irena sudah menghubungi Dika kalau dia sedang dalam perjalanan. Awalnya Dika yang ingin menjemput, tapi dilarang Irena. Mau gak mau Dika harus menuruti apa yang diinginkan istrinya itu, biar tidak ada lagi perdebatan diantara mereka.


"Titt ..." Suara klakson mobil berbunyi.


"Itu pasti istriku, Alhamdulillah akhirnya dia kembali. Thanks God!!"


Dika dengan terburu-buru keluar dari rumah untuk menemui istrinya.


Pintu mobil terbuka, dan yang pertama kali dilihat oleh Dika adalah Bryan. Ia sangat terkejut melihat pria itu. Setelah itu disusul Irena yang keluar dari mobil beserta Ibu dan juga Kania.


"Hai, Dik." Bryan menyapa Dika.


"Maaf lama ya, tadi dijalan macet banget jadi kami agak telat."


"Iya gak apa, biasalah weekend jalanan pasti ramai banget."


"Haloo sayang, Alhamdulillah akhirnya kamu datang. Welcome back to our home." Kata Dika begitu gembira sembari memeluk erat tubuh istrinya yang sangat ia rindukan.


Ada Bryan yang hanya bisa menatap kosong apa yang ada dihadapannya saat ini. Entah itu rasa cemburu dan kesal semuanya bercampur.


"Ehemm ..." Ibu Irena berdehem.

__ADS_1


"Ehh, Ibu. Assalamualaikum Bu." Dika menyalam Ibu Irena.


"Ehh, ada Kania juga ya. Haloo dek, gimana sehat? Udah lama banget kita gak ketemu ya." Kata Dika.


Tapi wajah Kania sudah menunjukkan wajah kusut yang menggambarkan kekesalan dirinya dengan abang iparnya itu.


"Hemm ..." Kania hanya menjawab sembari melenggang masuk kerumah.


"Ayo Bu, kita masuk. Sini Dika bawakan barang-barangnya." Pinta Dika.


"Iya, barang Irena juga banyak banget tuh Dik. Pelan-pelan aja diangkut ya, gak usah buru-buru. Soalnya kita makan malam bareng disini. Jadi lumayan masih panjang juga waktunya kan." Kata Ibu Irena.


"Kamu makan malam disini juga ya Bryan. Jangan nolak loh. Anggap saja ini tanda terima kasih kami buat kamu udah nolongin nganter."


"Gak apa Bu, gak usah. Setelah selesai angkat barang-barang saya langsung balik aja. Ada urusan lagi soalnya, janjian sama teman. Gak enak udah ditungguin juga."


"Oh iya gak apa, tapi lain kali gak boleh nolak loh ya. Untuk kali ini boleh lah." Ucap Ibu.


Dika yang mendengar hal itu hanya bisa bersabar menahan kekesalannya.


"Sabar Dika, ingat Irena. Semua demi Irena, kamu harus sabar tahan emosi. Huuhhh ..." Ucap Dika dalam hati.


.


.


.

__ADS_1


Wah, dua rival nya Irena saling ketemu nih. Kira-kira apa yang akan terjadi nih ya? Woop perang lah nih perang dunia keberapa lah ya 😂😂


See you next, Readers 😘


__ADS_2