
Lima bulan telah berlalu. Kini kedekatan Irena dan Rebecca semakin erat. Rebecca pun sudah menikah dengan Jhonatan tapi masih belum juga memiliki keturunan. Sudah empat bulan berlalu semenjak pernikahan mereka, tapi Rebecca tak terlalu memikirkan hal itu. Hanya saja Jhonatan yang terus selalu berharap akan segera memiliki anak dari rahimnya.
"Aku sudah pulang sayang." Teriak Dika kegirangan membuka pintu kamar, tapi tampaknya tak ada Irena disana.
Ia mencari istrinya itu di setiap sudut rumah, tapi tak juga menemukannya. "Kemana sih? Apa aku telepon aja ya." Gumamnya.
Panggilan pertama sampai ketiga tak kunjung diangkat Irena. "Irena kemana ya? Kenapa gak diangkat. Gak biasanya dia seperti ini."
Dika berinisiatif untuk menelpon Rebecca, karna selama ini Irena selalu berpergian bersama Rebecca.
"E-haloo .. Becc, Irena lagi sama kamu gak ya?" Tanya Dika.
"Irena?"
"Gak Dik, aku lagi dirumah. Kenapa ya?" Jawab Rebecca.
"Aku telpon dia, gak diangkat sih. Aku jadi khawatir. Gak biasanya dia seperti ini." Ucap Dika mulai putus asa.
"Masih dikantor kali Dik, coba deh datangin kantornya. Nanti aku dari sini coba bantuin kamu untuk cari tau keberadaan Irena dimana. Atau mungkin di tempat Ibunya kali. Coba deh." Rebecca memberi saran.
"Iya juga sih, coba ya aku telepon. Thanks ya, Becc." Dika langsung menutup telpon tanpa mendengar jawaban balik dari Rebecca, karna begitu khawatir dengan istrinya.
"Halloo, Bu. Irena ada dirumah Ibu?" Tanya Dika
"Enggak, dia gak ada disini." Jawab Ibu.
"Kalau Kania?" Tanya Dika lagi.
"Enggak, Kania baru aja pulang nih."
"Loh, emang Irena gak dirumah? Seharusnya dia kan udah pulang kerja, Dik." Tanya Ibu yang jadi ikut khawatir.
"Seharusnya sudah pulang, Bu. Tapi Dika coba ke kantornya aja deh. Siapa tau dia lembur atau apa jadi sekalian Dika jemput."
__ADS_1
"Nanti Dika kabari Ibu balik ya. Ibu jangan khawatir. Udah ya Bu." Ucap Dika.
"Oke, kabari Ibu secepatnya ya." Kata Ibu Irena.
"Baik, Bu." Dika mengakhiri telponnya.
Dengan sigap Dika langsung menuju kantor Irena. Ia berharap Irena benar-benar ada disana, dan tidak terjadi suatu apapun.
*****
Tiba dikantor Irena, Dika langsung memarkirkan mobil dan berjalan cepat menuju ruang kantor Irena. Terus berjalan tanpa bertanya dengan karyawan yang ada disana.
"Ren, Irena ..." Panggil Dika.
Hanya ada beberapa karyawan kantor yang masih berada disana. Saat membuka pintu ruang kerja Irena, tak ada siapapun didalam. Ia juga tak menemukan istrinya.
Rasa khawatir Dika pun semakin kuat, ia tampak bingung dan cemas. Ada Bryan yang sedang berjalan melewati kantor Irena, ia melihat Dika sedang berdiri dengan wajah putus asa dan sangat memerah.
"Heii, sedang apa kamu disini? Bukannya Irena sudah pulang." Ucap Bryan.
"Apa sebelumnya ada terjadi sesuatu dengan kalian?" Tanya Bryan lagi.
"No no ... Kita baik-baik aja. Gak ada masalah apapun." Jawab Dika.
"Sudah coba telepon keluarganya atau Rebecca yang sering pergi dengannya?" Tanya Dika lagi.
"Sudah, sudah semuanya. Tapi mereka juga gak ada yang tau dimana Irena."
Kini kedua lelaki itu benar-benar khawatir. Mereka berpikir keras dimana keberadaan Irena saat ini.
"Ayo, ikut aku." Titah Bryan.
Dika dan Bryan berjalan cepat keruang sistem keamanan.
__ADS_1
"Periksa semua CCTV jam pulang kantor hari ini. Cari Bu Irena. Jangan sampai ada yang terlewatkan." Titah Bryan mulai panik.
"Baik, Pak." Ucap seluruh anggota keamanan yang bertugas menjaga sistem keamanan kantor.
"Dimana kamu Ren, jangan buat aku khawatir. Aku jadi merasa bersalah karna sudah tak memperdulikanmu. Kalau tau akan seperti ini jadinya, aku gak akan pernah melewatkan setiap detik pun untuk menjaga dan mengawasi mu." Gumam Bryan dalam hatinya.
"Itu Ibu Irena, Pak. Keluar kantor jam lima tiga puluh. Sepertinya dia sedang menunggu seseorang. Setelah itu dia naik mobil." Kata salah satu anggota keamanan.
"Mobil? Mobil siapa? Siapa yang menjemputnya?" Ucap Dika heran.
"Stopp!!" Titah Bryan untuk memberhentikan video itu.
"Coba Anda perhatikan mobil itu. Apa Anda mengenalnya?" Tanya Bryan kepada Dika.
"Tidak, saya belum pernah melihat mobil itu."
"Astagaa ... Kamu kemana Ren ...." Dika mengepal kuat tangannya.
"Sebentar sebentar ..." Bryan memperhatikan orang yang duduk di bagian depan mobil.
"Coba kamu zoom orang yang duduk didepan itu." Titah Bryan lagi.
"Bukankah itu Rebecca istri Jhonatan?" Ucap Bryan.
"Rebecca? Apa Anda tidak salah lihat? Anda mengenalnya?" Tanya Dika heran penuh dengan emosi.
.
.
.
See you next, Readers 😜
__ADS_1
Mau lanjut gak nih? wkwkk
Ayo, dukung terus Othor ya. Jangan lupa Like, Vote, Komen dan Favoritenya 🙏