Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 38


__ADS_3

"Maaf ... " kata Dika menghampiri Irena yang sedang berdiri di balkon kamar mereka.


Irena hanya diam. Hatinya benar-benar sangat sakit. Air mata yang sedari tadi jatuh dari pelupuk matanya sudah habis tak tersisa lagi. Tak sedikitpun ia melirik kearah suaminya itu. Ingin rasanya tangan kanan melayang kearah wajah suaminya saat ini juga.


"Aku hanya kaget, maafkan aku. Aku memang salah. Gak seharusnya aku bersikap seperti itu"


Dika beralih berdiri kedepan Irena, ia seka setiap buliran air mata yang mengalir di pipi istrinya.


Saat ini juga ingin rasanya mendorong tubuhnya kuat-kuat hingga enyah dari hadapannya. Tangan Dika memegangi bagian belakang kepala Irena, ia rapatkan tubuhnya hingga membuat kepala Irena kini bersandar tepat di dada kekar miliknya.


Irena tak bisa menolak, pelukan itu begitu erat. Membuatnya tak bisa kabur ataupun menjauh begitu saja.


Tapi dengan sekuat tenaga Irena mendorong tubuh Dika hingga ia melepaskan pelukannya.


Tak ingin kalah dan menyerah begitu saja, Dika kembali menarik tangan Irena. Menatapnya lekat sembari mendekatkan wajahnya, mencium kening istrinya dan beralih pada bibirnya. Ia tak memperdulikan respon apa yang akan ia dapat.


Irena yang merasa mendapat ancaman, ia berniat menjauh namun Dika terlebih dahulu memegang bahunya. Dika terus ******* habis bibir milik istrinya yang basah karna air mata. Ia berharap Irena tak menolak dan bisa mengikutinya.

__ADS_1


Saat ciuman itu berlangsung lama, Irena dengan kuat mendorong tubuh Dika hingga terpental kebelakang.


Dika terdiam, benar-benar merasa bersalah tapi hasratnya masih cukup besar, "Maafkan aku sayang, aku memang salah. Maafkan aku .." ucap Dika yang tanpa disadarinya meneteskan air mata.


Mendapati ekspresi yang tak disangka-sangka dari wajah suaminya membuat Irena merasa bersalah karena mendorongnya sekuat tenaga hingga terpental seperti itu, bagaimana pun ia adalah suaminya, "pasti ada alasan mengapa suamiku seperti itu, sudah seharusnya aku mendengarkan semua penjelasannya terlebih dahulu." Ucapnya dalam hati.


Irena kembali mendekati Dika, ia peluk suaminya walaupun masih ada rasa kesal dan kecewa dalam benaknya.


Mendapati lampu hijau, Dika menaruh tangannya di pipi Irena kemudian mendekatkan wajahnya. Tangan Dika yang mulanya diam, kini mulai menjamah kebagian tubuh lainnya membuat bola mata Irena membesar dan aliran darah berdesir kencang.


Rasa kesal dan kecewa yang awalnya ia rasakan kini perlahan mulai menghilang bersamaan dengan semakin intim dan bergairahnya setiap sentuhan yang mereka lakukan. Berciuman dengan penuh gairah, hingga akhirnya tangan Dika mulai berani jauh lebih lagi. Kedua tangan yang berhasil menjamah kedua belahan dada milik Irena tanpa penolakan sedikitpun. Yang ada hanya terdengar d*****n kenikmatan yang menginginkan lebih dari mulut Irena.


Tak ada terlihat keraguan dari wajah Irena, ia kecup kening istrinya kemudian beralih mencium bagian leher hingga turun sampai ke bagian dada. Ia ingin meyakinkan Irena bahwa semuanya akan baik-baik saja. Ia mendaki ke puncak gunung kembar yang sedari tadi di tutupi Irena. Kini terlihat keseluruhan betapa takjubnya gunung kembar itu. Irena membiarkan kedua gunung kembarnya di daki Dika lebih jauh lagi, Dika pun berusaha menurunkan baju dan br* yang dikenakan Irena. Membuat Irena senyaman mungkin dengan apa yang dilakukannya.


Dika kembali ******* bibir Irena sampai akhirnya Irena benar-benar merasa nyaman sembari tangan yang bergerilya kemanapun ia mau.


Irena memejamkan mata tampak merasa malu tapi tak ingin menyudahi, d*****n dan erangan nafas yang sedikit terengah-engah keluar dari mulutnya saat Dika berhasil mendaki dan memainkan puncak gunung Irena dengan tangan dan mulutnya.

__ADS_1


Sekarang berdua bergumul tanpa mengenakan apapun, hanya tertutup selimut tebal. Tak ada sedikitpun keraguan dari Irena untuk menyerahkan semuanya pada Dika. Sentuhan demi sentuhan yang saling membalas satu sama lain dari setiap inchi tubuh keduanya membuat nafas dan n***u mereka membara. Malam ini gejolak keduanya begitu tinggi. Hingga akhirnya goa sempit milik Irena mengeluarkan cairan pelepasan untuk kesekian kalinya, ia menginginkan Dika untuk sesegera mungkin menerobos dinding tembok Cina miliknya dan menyemburkan lahar kehangatan ke dalam rahim miliknya.


.


.


.


Aduuh Othor jadi malu nih!


Untuk part ini kayaknya detail banget ya HAHAHAA


Bagaimana? Kurang panas? Tenaaanggg !!!


Nanti bakalan Othor buat yang lebih membara di next part nya 😂😂😂


Tapi gak janji deh, mengingat cerita ini bukan menjuru kearah yang lebih begituan 😂😂

__ADS_1


__ADS_2