Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 36


__ADS_3

Entah kenapa liburan kali ini membuat Irena begitu bersemangat, mungkin karena suasana disekitar sini memang khusus untuk pasangan yang lagi berbulan madu sehingga memiliki quality time bersama. Ditambah dengan harapan kedua keluarga yang sangat ingin mendapatkan cucu darinya.


"Uhukk .. uhukk .." Dika terbatuk.


Ia mengira istrinya akan terbangun mendengar suara batuk itu, ternyata tidak. Irena masih tertidur sangat pulas. Pelukan yang mereka tautkan, masih sama seperti saat malam tadi.


Tapi ingin rasanya Dika mandi sesegera mungkin, mengingat seharian kemarin ia tidak mandi. Ia lepaskan pelukan istrinya itu perlahan, dan langsung menuju kamar mandi.


Saat selesai mandi dan hendak keluar dengan memakai handuk, hanya bagian tubuh tegapnya keatas yang tidak tertutupi.


Dika yang kembali mendapati istrinya masih tertidur pulas, ikut kembali merebahkan tubuh disamping. Tanpa disadari mereka melakukan hal kecil yang memang seharusnya dilakukan layaknya suami istri yaitu tidur satu ranjang. Entah bagaimana mulanya, mereka kini tidur dalam ranjang dan selimut yang sama.


Dan Irena yang awalnya tak mau bersentuhan, sekarang merasa nyaman dan tiba-tiba memeluk erat kembali tubuh suaminya itu, aroma tubuh yang sangat wangi dan begitu menyegarkan. Membuat istri manapun sangat bergairah ingin terus memeluknya.


Ada sedikit keganjalan yang mulai menghampiri pikiran Dika. Seperti ada yang aneh dengan istrinya itu, ia mulai memperhatikan dan menyadari kalau istrinya itu sebenarnya sudah terbangun sedari tadi. Dika yang mengetahui hal itu hanya bisa tersenyum dan membiarkan Irena melakukan apapun yang ia inginkan dengan dirinya.


"Sepertinya ada yang mulai nyaman nih HAHAHAA. Awas nanti beneran gak bisa lepas loh." Goda Dika sembari memeluk erat istrinya seperti memeluk guling.


"Eheemm ... Peluknya bisa pelan dikit gak. Bisa jadi ayam penyet nih kalau begini terus. Lagian kamu sih cepat banget mandinya, kan jadi kecium aroma-aroma buat orang jadi ingin nempel terus" jawab Irena.


"Hem alasan kamu aja itu, bilang aja gak mau jauh-jauh dari aku kan? Baru juga ditinggal sebentar mandi doang. Gimana kalau ditinggal lama-lama hayoo pasti gak bisa kan?"


"Ihh apaan sih, udah aah. Aku masih mager, lagi PW alias posisi wuenak. Tidur lagi aja yuk!" kata Irena yang kini menenggelamkan wajahnya ke dada kekar milik suaminya.

__ADS_1


Rasa yang sangat teramat bahagia dirasakan Dika. Istrinya sudah mulai menerima kehadiran dirinya sebagai suami. Ternyata sakit membawa berkah.


Waktu berlalu begitu saja, hingga malam menjelang mereka menghabiskan waktu hanya didalam kamar saja. Saat mereka lapar, pelayan restonya yang mengantar makanan mereka. Walaupun tidak terjadi pencetakan gol diantara mereka didalam kamar, mereka sangat menikmati setiap detik waktu yang berlalu hari ini.


*****


"Mau berenang?" tanya Dika saat mereka asyik melihat pemandangan laut dari balik jendela kamar.


Irena menggelengkan kepala, "HAA!! Malam-malam begini?" jawab Irena.


Dika terkekeh, "Lihat mereka tuh, mereka baik-baik saja"


Irena memperhatikan sekitar, "Mereka! Mereka mana? Kamu masih demam kayaknya. Mata kamu udah mulai gak normal. Gak ada orang loh!"


Irena tetap menggeleng, "Enggak ahh, aku disini saja". Ucapnya sembari memakan cemilan kripik ubi pedas.


Tiba-tiba ada telepon masuk dari ponsel milik Dika, tertera sebuah nama Rebecca. Dika pun keluar meninggalkan Irena dan mengangkat panggilan telepon dari seorang wanita


Ternyata diam-dima Irena melirik ke arah ponsel Dika sembari berucap dalam hati, "Rebecca Anastasia? Siapa?"


Dengan gerak cepat seakan tidak tau kenapa ingin rasanya mengetahui siapa wanita itu, Irena langsung membuka laman Instagram milik Dika, ia cari nama wanita itu di followers milik Dika. Alhasil ia temukan nama yang sesuai. Saat membuka profil milik wanita itu, ia melihat ada foto Dika dan Rebecca di Instagram milik wanita itu.


Irena sangat menyesal mencari tau semuanya, rasa kepo yang mungkin mengartikan kalau sebenarnya ia cemburu.

__ADS_1


Tiba-tiba Dika datang dan memeluk Irena dari belakang, "Sayang, ayok berenang. Sekali ini saja, aku janji deh!"


"E-iya ayok" jawab Irena yang masih dalam keadaan bingung.


"Untung saja handphonenya aku sembunyikan, tapi kenapa aku menyetujui permintaan Dika berenang. Aduh Irena, bodoh banget sih!" gerutunya.


"Sebentar aku ambil handuk dan kimono kita dulu" kata Irena.


Setelah semuanya selesai diambil, Dika langsung menarik tangan Irena dan Irena pun menerima uluran tangan Dika dengan senang hati.


Walaupun saat ini hatinya sedang tidak baik-baik saja, ada rasa khawatir dan cemburu yang merasuki hati dan pikirannya. Ia mencoba menyikapinya dengan tenang. Ingin rasanya bertanya, tapi ia urungkan kembali niatnya agar tidak merusak suasana yang sudah mulai menyenangkan baginya.


.


.


.


"Haloo Readers!"


Menurut kalian siapa ya Rebecca? Nah Mimin juga masih belum tau nih mau buat siapa Rebecca itu? Mantannya kah? Mantan sekretaris? Mantan pacar? Atau jangan-jangan Mantan pembantunya? HEHEHEE ...


*ayo dong like komen dan votenya mana nih?*

__ADS_1


Othor sangat memerlukan sesajen itu semua loh, hikss.. hikss ..hikss ..


__ADS_2