
Happy Reading in Next Part 💙
Terimakasih buat para Readers yang sudah mampir ke novel pertama Othor. Jangan lupa Like Vote dan Komennya 😘😘
******
Dika menghela nafas, ia sudah memutuskan untuk berbicara lagi dengan Irena. Memperbaiki semua yang telah terjadi, mengambil kesempatan yang Irena tawarkan. Memulai dari awal ditempat yang baru. Ia tersenyum sendiri dalam lamunannya membayangkan saat dirinya dan Irena hidup bahagia.
Namun lamunannya buyar saat Ibunya menepuk bahu kanannya.
"Heii ... Kenapa kamu senyum-senyum sendiri. Otak kamu sudah mulai heng ya?" tanya Ibunya sinis.
"Dimana menantu Ibu, Irena? Kenapa Ibu gak melihatnya. Dikamar juga gak ada."
"Irena lagi tidak ada dirumah, Bu." jawab Dika lirih.
"Apa maksud kamu? Ibu tau pasti ada yang tidak beres dengan pernikahan kalian. Dan Ibu juga sudah tau semuanya. Ibumu sendiri ini juga sudah melihat perbuatan dirimu yang gak pantas itu. Jangankan Irena yang sakit hati melihatnya, Ibu juga merasakannya. Ingin rasanya Ibu habisi kamu saat itu juga, tapi Irena menahan Ibu untuk tidak melakukannya. Suami macam apa kamu yang sudah tega berselingkuh dengan wanita lain. Kamu gak lebih dari seorang pria bajingan." jelas Ibunya dengan raut wajah penuh amarah.
Dika yang mendengar ucapan Ibunya tak menyangka Ibunya akan semarah itu padanya hingga mengeluarkan kata-kata kasar dari mulutnya. Gak pernah sebelumnya ia marah seperti itu.
__ADS_1
"Dan Ibu juga tau kamu lebih memilih wanita itu dari pada istrimu, padahal istrimu sudah membulatkan hatinya untuk memberimu kesempatan. Kamu benar-benar suami bodoh menyia-nyiakan istri sebaik Irena. Kamu dibutakan oleh wanita pemuas nafsu mu itu." seru Ibunya dengan tegas.
"Sekarang kamu pergi dan bawa kembali istrimu. Dan jika istrimu benar-benar sudah gak mau menerimamu lagi. Itulah akhir dari pernikahanmu karna kesalahan yang telah kamu perbuat sendiri. Ibu akan coba untuk ikhlas menerima keputusan yang dibuat Irena."
"Istri sudah baik-baik kok ya malah disia-siakan. Yang dipilih wanita ****** gak tau diri begitu." ucap Ibunya lagi yang masih ingin meluapkan segala amarahnya pada Dika.
"Maafkan Dika Bu. Dika janji akan memperbaiki semuanya dan akan membawa Irena kembali kerumah ini. Kembali menjadi menantu Ibu. Maafkan Dika Bu, tolong bantu Dika." Dika menangis bersujud di kaki Ibunya memohon untuk membantunya membujuk Irena untuk kembali.
"Ibu gak bisa menolongmu. Keputusan Irena sepertinya sudah gak bisa diganggu gugat. Sekarang kamu yang harus bertindak sekuat tenaga bagaimana meluluhkan istrimu."
Dika masih meringkuk diatas lantai. Menundukkan kepalanya dengan buliran air mata yang mengalir ke pipinya hingga terjatuh ke lantai.
*****
"Irena ..." panggil Dika lembut.
Irena merasa tegang dengan suara yang memanggil namanya terdengar familiar. Menolehkan kepala, terlihat Dika sedang berdiri tepat dibelakangnya.
"Mas Dika ..." ucap Irena pelan.
__ADS_1
"Ngapain kamu kesini, Mas. Aku sudah bilang kemarin, aku gak ingin melihat wajahmu lagi. Aku tak ingin mengenalmu."
"Tentu saja Mas ingin menemui istri Mas." jawab Dika lembut.
"Kita bukan suami istri lagi Mas semenjak keputusanmu kemarin." ucap Irena penuh dengan emosi.
"Mas belum menceraikanmu, jadi secara hukum Mas masih suamimu."
"Kita memang belum bercerai secara hukum. Tapi dalam Agama, kita sudah talak satu. Aku yang akan mengajukan gugatan ke pengadilan. Silahkan mas tunggu surat panggilan."
.
.
.
*WOW!! Merinding Othor dengar nya Ren 👏👏👏
Tapi lebih merinding lagi dengar kata-kata Ibu mertuanya Irena 😂😂😂
__ADS_1