Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 18


__ADS_3

Keluarga Irena menyambut kedatangan keluarga Dika. Banyak memang yang datang, hingga membuat Irena tampak gugup. Sementara Dika mulai disibukkan dengan keponakan-keponakannya, anak dari kakak dan adiknya.


Mereka senang bermain dengan Dika, karna dia begitu penyayang terhadap anak-anak, sama anak-anak saja penyayang, apalagi dengan Irena. Rasa sayang dan cintanya begitu besar untuk gadis yang sekarang sedang duduk dihadapannya.


"Om Dikaa ..." teriak salah seorang anak.


"Hey Bilqis, cantik banget kamu ya hari ini" ucap Dika sembari merapikan rambutnya.


"Cantik dong, tapi lebih cantik kakak yang itu tuh. Cantik banget ya Om, kayak Elsa Frozen. Tapi yang ini pakai hijab om" ucap Bilqis yang menunjukkan jari telunjuknya ke arah Irena.


Dika tersenyum tipis mendengar perkataan Bilqis.


Irena pun sekilas mendengar apa yang dikatakan anak itu juga. Hingga membuat pipinya terlihat merah merona. Tersenyum tipis sembari menundukkan kepalanya agar tak terlihat Dika.


"Ayok Jeng, udah bisa kita mulai kan?" tanya Ibu Dika, Rina kepada Ibu Iren, Hanum.


"Sudah dong, sadari tadi HEHEHEE" jawab Hanum.


"Jadi begini nih, Bapak Ibu sekalian. Saya gak bisa banget nih berbasa-basi. Langsung to the point aja deh ya. Maksud kedatangan kami kesini, mau bertanya sama Nak Irena dan juga Jeng Hanum. Kira-kira bagaimana ya melanjutkan perjodohan diantara mereka, apakah masih berlanjut atau bagaimana gitu loh Jeng"


"E-HEHEHEHEE. Kalau dari kami sih inginnya tetap berlanjut ya kan Ren" ucap Hanum sembari menyenggol badan Irena.


Irena terkejut Ibunya melakukan hal itu. Irena hanya terdiam. Nggak tau harus berkata apa. Ibunya yang memberi jawaban ke mereka, karna Ibunya yang menginginkan perjodohan ini, bukan dirinya.


"Kalau Irena bagaimana sayang?" tanya Rina.


"E-Bismillah, Iren se ... se... Setuju Bu" ucap Irena menganggukkan kepalanya.a


"Nah sekarang kalau Dika bagaimana? Hayoo" canda Rina, Ibunya sendiri.


"Bismillah, Dika juga setuju Bu" ucap Dika tersenyum melihat kearah Irena.


Dika terus memandang Irena, meyakinkan bahwa dirinya memang pantas untuk Irena. Dirinya yang akan selalu menjaga dan menyayangi gadis itu sepenuh hatinya.


"Alhamdulillah ...." ucap semua orang yang ada di dalam ruangan.


"Kalau begitu, kita tinggal bicarakan hari dan tanggal pernikahannya aja nih ya. Wah udah gak sabar banget deh, punya mantu lagi" ucap Rina.


"Iya nih Jeng, kalau gitu kita stop dulu bicaranya. Kita lanjut makan yuk, udah keburu habis jam makan siangnya HEHEHEHE" ucap Hanum sembari berdiri menunjukkan dimana letak makanan tersedia.


Di ruangan lain tampak Irena sedang bermain dengan anak-anak dari keluarga Dika. Mereka bergantian duduk dipangkuan Irena. Dika dari tempat makan membawakan Irena air minum dan juga beberapa kue.


"Ini buat kamu. Tenang, nanti juga terbiasa. Gak biasanya sih mereka cepat banget akrab sama orang baru dikenal. Sepertinya mereka semua menyukai kamu. Senang banget mereka ditemenin sama Elsa Frozen HAHAHAHAA"


"Apaan sih!" Irena tersenyum malu.


"Oh ya, cuti kamu berapa hari?" tanya Dika.


"Seminggu sih paling lama, kalau akunya udah bosan dirumah, palingan balik kerja lagi. Bosan juga sih nggak ada kegiatan, tapi kalau cutinya gak diambil yaaa sayang juga HEEH"


"Besok aku jemput ya, sehabis sholat Ashar sih. Soalnya besok ada jadwal meeting, tapi sebentar aja. Setelah itu saya jemput kamu" ucap Dika.

__ADS_1


"Besok?" ucap Irena tercengang.


"Besok kayaknya aku ada urusan sih sama Rudi. Ada yang harus aku bicarakan juga ke dia. Tapi apa aku ketemu Rudi dulu ya, setelah itu pergi bareng Dika"


"Lihat besok ya, aku gak bisa janji. Soalnya udah janji sama orang lain"


"Siapa? Rudi? Nggak apa-apa setelah kamu ketemu dia, kita bisa pergi kan?" ucap Dika.


"HAH! Ini anak punya kekuatan gaib bisa dengar isi hati orang apa cemana ya, kok tau aja" ucap Irena dalam hatinya.


"E-Iya ada urusan kantor sebentar sih, mau kasih berkas yang aku bawa. Lupa ditinggalin dikantor kemarin. Entar aku whatsApp kamu aja deh ya ketemunya dimana"


"It's okay. Jangan lama-lama ya ketemunya. Entar saya bisa cemburu loh" canda Dika.


"Cemburu? Segitunya banget. Biasa aja deh"


Mereka berdua asyik mengobrol hingga tak sadar kalau mereka tampak begitu akrab. Dari kejauhan, Hanum dan Rina tampak senang melihat kedekatan mereka.


"Alhamdulillah ya Jeng, akhirnya" ucap Rina.


"Iya Jeng, senang banget rasanya. Lihat tuh, tampak cocok ya mereka" jawab Hanum.


"Iya .. " ucap Rina tersenyum bahagia.


*****


Hari ini Irena mengajak Rudi untuk bertemu. Saat Irena meneleponnya, Rudi sama sekali tidak mengangkatnya, jadi Irena memutuskan untuk mengirimkannya chat whatsApp saja.


Tetap tidak ada balasan dari Rudi. Chat yang ia kirim hanya dibaca saja.


Setibanya di Cafe tepat jam satu, Rudi sudah terlebih dahulu menunggu Irena.


"Kamu datang? Aku kira kamu gak akan datang" ucap Irena.


"Ya datang dong, tadi karena lagi ada meeting, jadi gak sempat angkat atau balas chat kamu. Jadi tadi sehabis meeting, aku langsung kesini deh" jawab Rudi.


"Order dulu kayaknya ya, lapar banget aku nih. Kamu mesan apa?" ucap Rudi sembari mengelus perutnya.


"Oh aku udah makan sih tadi dirumah, minum aja deh. Biasa, jus terong Belanda nya satu deh"


"Okey .. Hemm" ucap Dika.


Dika memanggil salah satu waiters dan mulai memesan.


"O-iya kamu mau ngomongin apa? Emangnya urgent banget? Sampai-sampai ganggu cuti kamu" tanya Dika


"E-ehmm begini ..."


"Duhh susah banget sih ini mulut mau bicara aja"


"Mending kamu makan aja deh dulu ya, kan katanya lapar HEHEHEE" kata Irena.

__ADS_1


Mereka mulai membicarakan masalah pekerjaan dan meeting Rudi hari ini. Setelah beberapa lama mengobrol, pesanan Rudi datang, dan ia mulai untuk menyantapnya.


Irena menatap sekilas ke arah Rudi. Gadis itu sulit untuk mengatakannya, tapi kenyataannya ia selalu berpikir tidak ingin menyakiti Rudi yang ia juga cintai.


"Mau ngomong apa sih? Buruan bilang aja, penasaran nih" ucap Rudi sambil menyantap makanannya.


"Salah gak sih kalau kita cinta seseorang?" tanya Irena.


Rudi mengerutkan dahinya, masih tampak bingung ke arah mana pembicaraannya dengan Irena.


"Kenapa harus salah? Rasa cinta itu anugerah dari Allah bukan? Emang kenapa kamu tanya begitu Ren?"


"Nggak papa, cuma tanya aja" jawab Irena.


"Udah to the point aja nggak papa, kamu mau nikah kan? Sama Dika?" tanya Rudi.


"Ya bagus dong, Alhamdulillah. Aku turut senang mendengarnya" kata Rudi sambil memberikan senyuman tipis.


Gadis itu terkejut mendengarnya. Air matanya mulai menggenang di pelupuk matanya. Perkataan Rudi mengisyaratkan bahwa ia baik-baik saja dengan perjodohan mereka.


"Kenapa dia bersikap biasa saja, kemarin dia bilang dia sayang dan cinta sama aku, tapi hanya begini saja responnya. Apa dia tidak seserius itu kepadaku?"


"Kamu tidak marah?" tanya Irena.


"Ren, aku memang mencintai kamu, hanya mencintai kamu dan aku juga ingin aku yang menjadi suamimu, bukan pria lain. Aku yang berencana, tapi bukankah Allah yang menentukan semuanya"


Irena mulai menggigit bibirnya, menutupi rasa sedihnya.


"Biarkan lah seperti ini, aku kan coba berlatih untuk ikhlas melepas mu. Aku tau semua ini tidak mudah, tapi perlu kamu tau, aku akan selalu merindukanmu dalam sujud, menyebut namamu di setiap doa, agar kamu bahagia dengan pilihanmu"


"Kebahagiaanku adalah kamu Rud, kamu harus tau kalau aku juga cinta sama kamu. Tapi apa yang harus aku lakukan sekarang, mulutku bilang aku memilih Dika tapi tidak dengan hatiku. Aku terpaksa menyetujui ini karena Ibuku Rud.


Hikss ... Hikss ... Hikss ..."


"Ayolah, everything's gonna be okay!"


Irena mulai meneteskan air matanya. Rudi dengan cepat mengambil tisu dan menghapus air mata Irena yang keluar dari matanya.


"Jangan nangis dong Ren, kamu kuat. Malu tau ini udah dua kali loh kamu nangis di Cafe ini, kamu lupa? HEHEHEHEE" ucap Rudi mencoba menenangkan Irena.


Rudi tidak ingin melihat kesedihan Irena, ia hanya ingin Irena tetap bahagian dan harus selalu bahagian dengan dirinya ataupun tidak dengan dirinya.


"Aku hanya ingin kamu bahagia Ren, kalau masalah perasaan kita berdua, sebaiknya kita sama-sama lupakan dan ikhlaskan, Allah tau jalan mana yang terbaik untuk kita berdua Ren, dan Allah juga tau lelaki mana yang terbaik pantas bersanding denganmu" ucap Rudi sembari memberikan Irena sebuah kotak gift berwarna coklat.


HAYOO! KIRA-KIRA APA YA ISI KOTAK COKLAT YANG DIKASIH RUDI UNTUK IRENA?


PENASARAN KAN?


Sebelum author jawab dicerita selanjutnya,


AYO DONG!

__ADS_1


Author pingin dapat koment dari kalian nih, barengan juga dengan likenya ya ... 🤭☺️☺️


__ADS_2